APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Tak Tahu Aku Banyak Harta

Suamiku Tak Tahu Aku Banyak Harta

Setahun berumah tangga dengan Dimas, Nela hanya melewati hari-hari penuh penderitaan. Nafkah yang sangat sedikit membuatnya terpaksa bekerja secara sembunyi-sembunyi demi bertahan hidup tanpa diketahui suami dan keluarga besarnya. Situasi Nela makin rumit lantaran ia terjebak di lingkungan toksik, bertetangga dengan mertua serta ipar yang selalu mengusik rumah tangganya. Di bawah tekanan batin dan campur tangan mereka, mampukah Nela bertahan dalam pernikahan ini?
Bab
Bagikan

Bab 2

"Loh, ibu ngapain di kamarku?" tanyaku kaget.

"Mau ambil uang anakku yang tadi dia kasih ke kamu," jawab ibu dengan nada agak gugup.

Astaga! Gini amat punya mertua.

"Lah, itu kan uang Nela. Kalau ngambil tanpa izin itu namanya mencuri loh Bu. Mas Dimas kan ngasih juga untuk makan dan minum sehari-hari," tukasku tak terima.

Wajah ibu merah merona dan jengkel. Sepertinya dia tidak terima aku bilang pencuri.

"Berani sekali, kamu bilang ibu curi uangmu! Itu uang Dimas anakku! Paling kamu pake buat keperluan kamu sendiri kan!?" kata ibu tanpa rasa bersalah.

"Gimana sih ibu ini, kan Mas Dimas udah ngasih aku, jadi itu uang aku dong. Ibu kan sudah dapat jatah bulanan dari Mas Dimas juga," kataku tak mau kalah. Enak saja dia mau mengambil uang bulanan itu. Bisa saja aku kasih, toh aku juga punya penghasilan. Tapi aku tidak mau dan tidak suka caranya seperti itu.

"Halah, tadi katanya nggak masak, mending uangnya buat ibu beliin makanan buat kalian aja," hardik ibu sambil berlalu pergi.

Aku hanya geleng kepala melihat kelakuan mertuaku itu.

Akhirnya niat mandi dibatalkan, takut ibu datang lagi. Bukannya pelit, tapi lihat saja kelakuannya sudah sangat keterlaluan. Masuk kamar orang sembarangan dan mau mengambil uang yang bukan haknya. Akhirnya aku membersihkan rumah. Menyapu, mengepel dan mencuci pakaian, lalu mandi. Setelah membersikan diri, aku langsung ke toko Aina untuk menitipkan jajanan yang sudah kubuat tadi pagi.

Sesampainya di toko, Aina langsung menghampiriku padahal belum juga aku masuk.

"Nel, untung kamu cepat datangnya," kata Aina.

"Kenapa, Na?" tanyaku heran, apalagi wajahnya seperti tidak biasa.

"Tadi, banyak banget orang yang datang nanya jajanan ini, sampai bosan aku jawab bilang belum datang mbak, mas, dek," jawabnya sambil tertawa.

"Wah, makin banyak yang suka ya sama jajanan buatanku ini," ucapku pada Aina.

"Iya Nel, banyak yang suka, aku juga suka banget sama kue-kue buatan kamu ini. Tidak hanya aku, karyawanku di ruko ini juga sering jajan di sini tau," kata Aina.

"Makasih ya Na, udah mau direpotin," kataku sambil tersenyum.

"Santai aja kali. Oh iya Nel, orang yang menempati rukoku yang di sebelah mau pindah. Kalo kamu mau pake, pake saja dulu buat jualan di situ," saran Aina.

Memang dari awal aku sudah bilang ke Aina kalau aku mau membuka toko kue dan rencanya mau pake rukonya untuk berjualan, karena tempat yang stategis. Bukan hanya sekolah, tapi kantor-kantor juga banyak di dekat ruko ini. Aina memiliki beberapa ruko di daerah sini, sahabatku ini memang kaya, bukan hanya ruko dia juga punya kontrakan juga. Seharusnya, penghasilanku bagi dua dengan Aina, karena aku memakai toko untuk menitipkan daganganku, tapi selalu dia tolak dengan alasan 'duitku udah banyak'. Ada-ada aja sahabatku ini.

"Beneran Na? Info ya kalau udah kosong. Tapi Na, aku takut ngak diizinin sama Mas Dimas. Nitip jualan aja aku masih sembunyi-sembunyi dari dia," pungkasku.

"Kamu cari orang aja buat jagain. Nanti, kalau suamimu berangkat kerja, kamu ke sini untuk kontrol. Dan kalau udah jamnya suamimu pulang, baru dah kamu pulang," jelas Aina sambil menyodorkan uang hasil kemarin.

"Ya udah deh, nanti aku pikir-pikir lagi," jawabku sambil berdiri hendak pulang.

"Jangan lama pikir, keburu diambil orang," kata Aina.

"Iya-iya, aku pulang ya. Makasih, Na," kataku lalu berlalu pergi.

Aina hanya mengangguk dan melambaikan tangan.

Aku menyalakan mesin motor dan meninggalkan parkiran ruko Aina.

Aku melaju dengan kecepatan sedang. Karena matahari yang menyengat dan membuat tenggorokanku kering, akhirnya aku memutuskan untuk mampir di cafe sebentar. Cafe favoritku waktu masin bujang.

Aku memilih tempat di pojok kanan di dekat jendela. Setelah itu kupesan minum saat pelayan datang.

Beberapa menit kemudian pelayan datang dengan membawa pesananku. Aku menikmati jus jeruk kesukaanku dengan suasana cafe yang begitu kalem.

Sontak mataku, tertuju pada dua pasangan yang masuk ke dalam cafe ini. Kutajamkan penglihatan, dan ternyata itu Mas Dimas bersama wanita yang tidak aku kenal.

Apa itu teman Mas Dimas ya? Tapi kok mereka kelihatan mesra banget kek orang pacaran. Peganggan tangan, dan si cewek sandar-sandar di bahunya Mas Dimas.

Karena penasaran, aku pindah duduk agak dekat dengan dua pasangan itu agar bisa nguping.

Mereka lalu memesan makanan.

"Sayang, abis dari cafe kita ke mall ya, kan kamu udah janji," kata wanita itu dengan suara manja.

Apa? Sayang?!

"Iya dong, Sayang. Belanja apapun yang kamu mau. Aku kan baru abis gajian," jawab Mas Dimas enteng.

Fix, Mas Dimas selingkuh! Wanita itu pasti selingkuhannya!

"Beneran, Mas? Tapi istri kamu tahu nggak?" tanya wanita itu.

"Ya enggaklah. Dia itu istri bodoh, nggak akan mungkin tahu. Dia aja nggak tahu gajiku berapa. Yang dia tahu aku setiap bulan ngasih uang bulanan tak seberapa," kata Mas Dimas enteng.

Deg!

Tega banget Mas Dimas ngomong begitu!

Seketika rasa benci dalam diri mulai bergejolak. Karena tak tahan, aku pun pergi dari cafe ini. Sebelumnya, aku memangil pelayan untuk membayar minuman tadi. Sebelum aku pergi tak lupa aku foto kelakuan da*jal Mas Dimas dan wanita itu.

BERSAMBUNG

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel 99 Hari Bersama Kaisar Tiran
9.8
Nahas bagi Kim Nara yang tewas di tangan kekasihnya, Axel, usai memergoki pria itu berselingkuh. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua untuk membalas dendam lewat sebuah misi misterius. Ia terbangun di dalam tubuh permaisuri cantik dari seorang kaisar tiran yang terkenal kejam. Nara segera menyadari fakta mengerikan bahwa seluruh istri sang kaisar selalu tewas pada hari ke-99. Kini, ia harus berpacu dengan waktu sebelum ajal kembali merenggut nyawanya.
Sampul Novel Masa Depan Kita
7.9
Dalam kisah romantis modern ini, seorang tokoh utama memilih memendam perasaan cintanya dalam-dalam. Ia memutuskan untuk terus menyembunyikan rasa itu dari siapa pun demi melindungi sosok yang sangat ia sayangi. Pengorbanan tulus ini ia lakukan dengan ikhlas demi menjaga kebahagiaan dan menghargai orang yang paling berharga dalam hidupnya, meskipun ia sendiri harus menapaki jalan yang sunyi.
Sampul Novel Melepas Dia Yang Tak Pantas
9.4
Pernikahan Mila dan Arfan selama sepuluh tahun mulai retak akibat campur tangan mertua. Saat jenuh, Mila dipertemukan lagi dengan Ferdy, cinta pertamanya, lewat urusan anak dan proyek kerja. Namun, kedekatan mereka ternyata adalah jebakan licik Nita, istri Ferdy. Nita sengaja memfitnah mereka berselingkuh demi memuluskan perceraiannya sendiri serta menutupi aibnya sebagai korban.
Sampul Novel Membakar Habis Rumah Empat Kekasih Gadunganku
8.4
Alina Barata, sang ahli waris tunggal kerajaan bisnis, dikhianati oleh Damian Adiputra beserta tiga pria pelindungnya. Damian rupanya mencintai Luna dan nekat merencanakan kecelakaan demi merebut seluruh kekayaan Alina. Setelah lolos dari maut, Alina menyadari persekutuan jahat mereka. Dalam sebuah pesta yang dirancang untuk mempermalukannya lewat video pribadi, Alina tidak lagi tinggal diam. Ia siap membalas dengan rekaman rahasia yang akan menghancurkan reputasi mereka selamanya.
Sampul Novel Saat Itu, Aku mengaggumimu
8.0
Pertemuan kembali dengan Ibam setelah dua tahun berpisah justru menjadi mimpi buruk bagi Rianti. Bukannya bersikap hangat, Ibam malah menyambutnya dengan dingin dan penuh intimidasi. Rianti berupaya membela diri, tetapi Ibam terus menghinanya. Ibam bahkan menuduh Rianti sengaja memanfaatkan sang kakek agar mereka bisa tinggal serumah. Bagi Ibam, Rianti hanyalah wanita licik yang haus belaian, menghancurkan seluruh harapan indah yang selama ini dinantikan Rianti.
Sampul Novel SANG ALPHA : Tak Tersentuh
9.8
Akibat fitnah kejam, Jordan Smith Watanabe yang religius harus mendekam di penjara terasing selama enam tahun. Begitu bebas, ancaman maut langsung mengintainya. Demi bertahan hidup, ia terpaksa mengikuti petunjuk sang penyelamat untuk masuk ke dunia mafia yang penuh kekerasan. Kini, prinsip suci Jordan diuji sepenuhnya. Sanggupkah pria yang taat beragama ini bertahan di tengah kebrutalan organisasi kriminal yang sangat bertolak belakang dengan keyakinan hidupnya?