APKDock Logo
Sampul Novel Melepas Dia Yang Tak Pantas

Melepas Dia Yang Tak Pantas

9.4 / 10.0
Pernikahan Mila dan Arfan selama sepuluh tahun mulai retak akibat campur tangan mertua. Saat jenuh, Mila dipertemukan lagi dengan Ferdy, cinta pertamanya, lewat urusan anak dan proyek kerja. Namun, kedekatan mereka ternyata adalah jebakan licik Nita, istri Ferdy. Nita sengaja memfitnah mereka berselingkuh demi memuluskan perceraiannya sendiri serta menutupi aibnya sebagai korban.

Melepas Dia Yang Tak Pantas Bab 1

"Bun, besok kita ke rumah Mas Ilham. Sudah tiga kali kamu sama anak-anak gak ikut aku jenguk ibu," ujar Arfan kepada Mila isterinya.

Mila yang sedang menyuapi anak bungsunya terlihat lesu. Dia menghela napas perlahan.

"Sebenarnya aku malas ke rumah Mas Ilham. Baru tiga bulan ini aku mengobati luka hati ini sendiri. Meskipun ibu sakit parah tapi ucapannya masih tak berubah. Ketus dan penuh prasangka buruk," gumam Mila dalam hati.

"Iya, Mas," sahut Mila singkat.

"Kamu ikhlas 'kan besok ikut aku jenguk ibu?" sindir Arfan melihat ekspresi wajah isterinya.

"Tanpa aku jawab kamu pasti tahu jawabannya," sahut Mila malas.

"Bisa gak kamu itu bersikap pengertian atas sikap ibuku? Apalagi saat ini ibuku hanya terbaring di atas kasur. Kamu gak kasihan?" ujar Arfan dengan nada kesal.

"Jadi selama ini aku masih kurang mengalah dan memaklumi sikap ibu kamu? Kamu egois, Mas. Yang kamu pikirkan hanya perasaan ibu. Kamu gak pernah tahu bagaimana aku berusaha menerima semua tuduhan buruk ibu. Memang dari awal ibu itu gak suka sama aku. Harusnya memang kita sudahi rumah tangga ini sejak aku mengandung Aldan sembilan tahun lalu. Saat aku hampir keguguran dan ibu kamu malah ...," ucap Mila menahan tangis lalu mengajak Naila ke kamar.

"Kamu harusnya lupakan semua itu supaya kita bisa hidup lebih baik. Bisa jadi keuangan kita sulit selama ini karena kamu yang gak bisa akur sama ibu," ujar Arfan semakin menyudutkan Mila.

Mila berusaha menahan diri untuk tidak menanggapi ucapan suaminya. Karena dia sangat muak dengan pertengkaran yang sama selama bertahun-tahun. Pertengkaran tentang Arfan yang membela ibunya. Mila sudah hafal dengan apa yang akan diucapkan suaminya. Dan pada akhirnya Mila yang akan disalahkan.

"Aku juga capek sama rumah tangga ini. Aku muak sama sikap ibu kamu yang selalu mojokin aku. Di matanya aku ini selalu salah. Kalau boleh aku jujur. Aku sangat menyesal karena nikah muda sama kamu. Aku pertimbangkan terima lamaran kamu karena lebih dewasa 5 tahun. Apa salah kalau aku memutuskan untuk jadi ibu rumah tangga? Aku selalu dicap sebagai beban suami," ucap Mila lirih dalam hati.

*******

Besoknya Arfan, Mila, dan kedua anaknya berkunjung ke rumah Mas Ilham. Mila bersiap untuk menerima setiap kata-kata jahat yang akan diucapkan oleh ibu mertuanya. Arfan dan Mila terlihat acuh satu sama lain. Mereka masih sama-sama merasa benar dan enggan bicara. Ibu Anik yang menyadari hal itu justru sengaja memojokan Mila.

"Kalau kamu gak niat ikut kesini harusnya gak perlu datang, Mila. Kamu itu 'kan senang lihat saya ini lumpuh. Sesuai sama harapan kamu," sindir Bu Anik.

Mila hanya diam tak bergeming. Dia fokus bermain dengan anak-anaknya. Kebetulan hari itu Mas Ilham dan keluarganya sedang menghadiri acara pernikahan kolega mereka.

"Oh jadi kamu itu sekarang pura-pura tuli? Gak mau jawab ucapan saya? Memang kamu itu ya menantu durhaka. Pantas saja hidup Arfan itu gak berubah karena isterinya itu kamu," sindir Bu

Anik lagi.

Hati Mila seketika panas mendengar ucapan Bu Anik yang sangat keterlaluan. Arfan yang mendengarnya hanya diam. Tak ada pembelaan sama sekali. Rasanya Mila semakin muak.

"Ibu mau saya jawab apa? Jadi ini alasannya ibu bilang kangen sama saya dan anak-anak? Kangen untuk memojokan saya? Ibu selalu buruk sangka terhadap saya. Apa ibu gak pernah instropeksi diri? Bagaimana sikap angkuh ibu dikala sehat? Bisa jadi penyakit ibu saat ini adalah karma. Karena terus menzolimi orang lain termasuk saya," ucap Mila menahan tangis.

"Mila! Jaga ucapan kamu! Beliau Ibuku. Surga kita kelak. Apa kamu mau gak mencium bau surga karena durhaka sama mertua?" bentak Arfan dengan kasar.

Air mata Mila yang tertahan seketika mengalir deras tak tertahan. Ucapan kasar ibu mertuanya bukan apa-apa lagi dibandingkan bentakan dari suami yang dia hormati selama ini.

"Jahat kamu Mila," ujar Bu Anik menangis.

"Kamu benar, Mas. Aku gak akan bisa mencium bau surga. Karena ibu kamu sebagai pemegang kunci surga gak pernah menyukai aku. Jadi, bau surga diharamkannya untukku. Maka, dengan ini aku pinta kita pisah. Silahkan kamu cari makmum lain yang disukai ibu kamu," Mila menggendong anak bungsunya dan mengajak anak sulungnya yang berusia 9 tahun untuk pergi.

Arfan segera meraih tangan isterinya dan mencegah Mila pergi. Arfan tak menyangka Mila akan berbuat seperti itu.

Dengan tangis palsu Bu Anik memaki dirinya sendiri. "Ibu memang lumpuh gak berguna. Jadi, kamu mau buang Arfan karena takut direpotkan. Apa jangan-jangan kamu selingkuh?" tuduh Bu Anik semakin keji.

Mila tak bergeming dan membuang napas kasar mendengar tuduhan jahat mertuanya.

"Cukup, Bu!" bentak Arfan yang mulai kesal.

"Bund. Kamu gak serius 'kan? Maafin ayah. Biar ayah antar. Jangan pergi begini. Kasihan anak-anak,

"Gak perlu, Mas. Kamu jaga aja ibu. Aku bisa sendiri dan harus mulai membiasakan diri," Mila melangkah pergi dan tak menghiraukan Arfan.

Aldan si sulung seakan mengerti posisi ibunya yang selalu dihina oleh sang nenek. Tanpa banyak bicara, Aldan mengikuti langkah Mila.

Di jalan, Mila mengusap air matanya. Hati yang terus menerus luka tak kunjung sembuh karena kembali disayat. Ucapan ibu mertua yang selalu menghakimi juga suami yang dahulu menjadi penengah kini terlihat lebih membela ibunya. Sebenarnya, Mila bimbang untuk meminta pisah karena anak-anak yang sangat dekat dengan ayahnya. Tapi, Mila semakin tersiksa dengan rumah tangga ini.

"Bunda. Jangan nangis lagi, ya. Ada Aldan sama adek disini. Aldan akan jadi anak baik," ucap Aldan lirih menggenggam tangan ibunya.

Mila hanya tersenyum simpul ke arah Aldan. Ponsel Mila berdering tanda panggilan masuk. Mila segera menerima panggilan masuk yang ternyata dari kantor tempat bekerjanya dulu.

"Baik, Pak. Besok saya akan datang ke kantor jam 8 pagi," ucap Mila dengan wajah sumringah.

******

Paginya, Mila tengah berpakaian rapi. Dia sengaja pulang ke rumah ibunya karena akan datang ke kantor untuk interview. Kebetulan Aldan juga sedang libur sekolah.

"Kamu beneran gak ada masalah 'kan? Ibu perhatikan mata kamu sembab seperti habis menangis. Jangan dipendam sendiri. Cerita sama ibu," ucap Ibu lembut.

"Mila akan cerita semuanya nanti. Sekarang, Mila minta tolong Ibu untuk jaga anak-anak. Mila berangkat dulu, Bu. Assalamu'alaikum," Mila mencium tangan Ibunya dan melangkah pergi.

Arfan yang baru tiba di rumah Ibunya Mila segera menghadang isterinya.

"Mila. Kamu mau kemana?" tanya Arfan.

"Aku mau ke kantor tempat kerja dulu. Maaf, Mas. Kalau kamu datang kesini hanya untuk berdebat. Lebih baik kamu pergi aja. Lagi pula kamu harus ke kantor 'kan? Aku pergi dulu. Assalamu'alaikum," ucap Mila mencium tangan Arfan.

Arfan segera menarik tangan sang isteri.

"Aku antar saja. Kamu akan terlambat kalau naik kendaraan umum," ujar Arfan.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Melepas Dia Yang Tak Pantas

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dicampakkan Setelah Menjadi Korban Rudapaksa
9.4
Nalula Diandra hancur saat kesuciannya dirampas di depan kekasihnya akibat rencana jahat kakek pria itu. Bukannya melindungi, sang kekasih justru mencampakkannya dan menikahi wanita lain. Di tengah keputusasaan, Lula ditemukan oleh orang tua kandungnya yang merupakan konglomerat kuat. Bersama keluarga aslinya, ia menyusun rencana pembalasan dendam untuk menghancurkan mantan kekasih dan keluarganya. Namun, akankah kehancuran mereka membawa kedamaian yang ia cari?
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh kemandirian Andini Wijaya, seorang pemilik sekolah. Namun, hubungan mereka menghadapi ujian berat saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba muncul kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi membuktikan diri kepada ayah mereka, Sigit Wijaya. Akankah cinta Randika dan Andini bertahan di tengah bayang masa lalu dan ambisi keluarga?
Sampul Novel Nafsu Kakak Tiriku
9.6
Nando memendam obsesi kelam pada Laily, adik tirinya yang santun. Suatu malam, ia nekat mencoba melecehkan Laily saat gadis itu hendak beribadah. Beruntung, Abdi yang sedang mabuk datang menolong. Namun nasib malang menimpa Abdi ketika ia justru difitnah sebagai pelaku asusila tersebut. Akibat salah paham yang berkembang, Abdi pun terpaksa menikahi Laily demi bertanggung jawab atas tuduhan keji yang menjerat dirinya.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara tega memaksaku mendonorkan sumsum tulang untuk Rania, tunangannya. Hubungan masa kecil kami berubah jadi kebencian akibat fitnah video asusila dari Rania. Baskara pun menyiksaku dan menculik orang tuaku hingga mereka tewas terjatuh dari gedung di depan mataku. Saat aku menyembunyikan penyakit parahku, Baskara malah memintaku mati. Tanpa ragu, kupenuhi permintaannya lalu melompat ke jurang maut.
Sampul Novel PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
8.7
Elena mengira hidupnya sempurna bersama Samuel Adinata, CEO Royal Adinata yang menjadi suami sekaligus ayah idaman bagi Eliott. Namun, topeng itu runtuh saat rahasia gelap sang miliarder mulai terungkap. Pernikahan yang selama ini Elena jalani ternyata bukan didasari cinta, melainkan sebuah taktik licik yang dirancang Samuel. Menyadari dirinya hanya dimanfaatkan demi ambisi tersembunyi sang suami, amarah Elena pun meledak dalam jebakan rumah tangga ini.
Sampul Novel Rahasia Keluarga dan Pengkhianatan
9.5
Nadia terpaksa menerima tawaran licik Satria, ibu dari miliarder Reza Azhar, untuk menjadi ibu pengganti demi biaya pengobatan sang adik. Namun, setelah adiknya wafat, kepedihan mendalam mendorong Nadia melarikan diri dalam kondisi mengandung anak Reza. Di tengah pelarian dari kejaran Satria dan bayang-bayang kebenaran yang mulai tersingkap, mampukah Nadia bertahan menyembunyikan diri dari takdir serta pusaran intrik kekuasaan keluarga konglomerat tersebut?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan