APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Memilih Maduku

Suamiku Memilih Maduku

Demi memicu kembali api cinta Radwan, Arlisa mengambil langkah nekat dengan meminta suaminya berpoligami. Ia berharap taktik ini bisa memantik kecemburuan sang suami. Namun, rencana tersebut berbalik menjadi petaka saat Radwan justru benar-benar jatuh hati pada istri mudanya. Kini, Arlisa harus menelan pil pahit menyaksikan kemesraan suaminya yang telah berpindah tangan. Di tengah kepedihan mendalam ini, akankah ia bertahan atau memilih berpaling ke pelukan pria lain?
Bab
Bagikan

Bab 1

Arlisa duduk di tepi ranjang besar berlapis sprei putih itu dengan tatapan kosong. Jam di dinding menunjukkan pukul sebelas malam, tapi ia masih terjaga. Tangannya meremas ujung selimut, sementara pikirannya melayang jauh, memutar ulang percakapan yang beberapa minggu lalu ia lontarkan pada suaminya.

"Bang... mungkin abang sebaiknya menikah lagi saja."

Kalimat itu meluncur begitu saja dari bibirnya waktu itu, dalam keadaan hati yang penuh keraguan dan putus asa. Ia masih bisa mengingat jelas wajah Radwan, suaminya, yang tampak terkejut, lalu terdiam lama sebelum akhirnya menatapnya dengan sorot yang sulit ditebak.

Arlisa tidak sedang bergurau. Ia sungguh-sungguh merasa bahwa rumah tangga mereka mulai kehilangan kehangatan. Radwan jarang menyentuhnya, jarang berbicara panjang, bahkan sekadar duduk berdua sambil minum teh di teras pun semakin langka. Dingin. Semua terasa dingin.

Awalnya Arlisa berpikir itu hanya fase. Radwan mungkin lelah bekerja, mungkin stres dengan beban kantor. Tapi setelah berbulan-bulan, keadaan tak kunjung berubah. Sentuhan yang dulu membuatnya merasa hidup kini nyaris hilang. Pelukan sebelum tidur hanya tinggal kenangan.

Arlisa bukan tipe istri yang menuntut banyak. Ia bisa mengurus rumah, melayani dengan sabar, dan berusaha memahami keadaan suaminya. Tapi ia juga perempuan, dengan hati yang butuh kasih sayang, dan tubuh yang merindukan belaian. Dan ketika semua itu tidak ia dapatkan, Arlisa mencari cara lain-cara yang menurutnya bodoh, tapi saat itu ia merasa itu satu-satunya jalan.

Ia berharap, jika Radwan punya madu, ia akan tersulut rasa cemburu, lalu justru kembali mencari Arlisa. Bukankah sering kali manusia baru menghargai sesuatu ketika hampir kehilangan?

Namun, malam-malam seperti ini membuat Arlisa sadar bahwa dirinya mungkin telah mengambil keputusan paling gila dalam hidup.

"Lis, kamu yakin?" suara lembut tapi mantap itu menggema di telinganya. Radwan menanyakan ulang kala Arlisa menyarankan pernikahan kedua.

Arlisa menunduk, menahan getar di dadanya. "Aku... aku cuma ingin abang bahagia. Kalau memang aku tidak bisa memenuhi semuanya, mungkin ada perempuan lain yang bisa. Mungkin setelah itu abang bisa kembali... menoleh padaku."

Radwan memandangnya dengan tatapan sulit diartikan. Ada ketegasan, ada kebingungan, tapi juga seolah ada secercah lega. Dan saat Radwan akhirnya menyetujui gagasan gila itu, hati Arlisa justru hancur, meski bibirnya tersenyum samar.

Kini, beberapa minggu setelah akad itu berlangsung, kenyataan mulai benar-benar menamparnya. Radwan menikah lagi dengan seorang perempuan muda bernama Raline. Cantik, segar, penuh semangat-persis lawan dari dirinya yang mulai kusam oleh rutinitas.

Arlisa sering mendengar tawa mereka dari kamar sebelah. Tawa yang dulu sering menghiasi ruang keluarga, kini hanya menjadi tamu asing di telinganya. Kadang ia mendengar suara lembut Radwan memanggil nama istrinya yang baru, dengan nada manja yang sudah lama tidak pernah ia dengar lagi.

Dan malam ini, ketika tembok kamar tipis itu seolah tidak mampu menahan kenyataan, Arlisa menggigit bibirnya erat-erat. Ada suara langkah, ada bisikan, lalu ada tawa renyah Raline yang membuat hatinya seperti disayat.

Air mata Arlisa jatuh tanpa bisa ia cegah. Ia menutup wajah dengan kedua tangannya, mencoba meredam suara yang menembus dinding.

"Ya Allah... ini bukan yang aku harapkan," lirihnya. "Aku cuma ingin dia kembali padaku, bukan pergi semakin jauh..."

Hari-hari Arlisa berjalan dalam bayang-bayang luka. Saat pagi tiba, ia tetap menyajikan sarapan seperti biasa. Nasi goreng kesukaan Radwan, teh hangat, dan potongan buah. Tapi Radwan jarang menyentuhnya. Ia sudah terlalu terbiasa dengan sarapan buatan Raline yang katanya lebih variatif, lebih segar, lebih 'anak muda'.

Pernah suatu kali, Arlisa melihat Radwan mencicipi sup buatan Raline di meja makan sambil memuji, "Ini enak sekali, Lin. Kamu belajar dari mana?" Dan saat itu, hati Arlisa remuk menjadi serpihan kecil.

Ia ingin berteriak bahwa dirinya juga bisa memasak enak, bahwa selama bertahun-tahun ia sudah mencoba menyenangkan hati Radwan dengan makanan kesukaan. Tapi lidahnya kelu. Ia hanya bisa tersenyum hambar, lalu beranjak ke dapur dengan alasan membereskan piring.

Di ruang tamu, Arlisa duduk seorang diri sambil menatap foto pernikahannya dengan Radwan. Foto itu penuh senyum bahagia. Waktu itu, ia percaya cinta mereka cukup untuk menghadapi apapun. Radwan pernah berjanji akan selalu ada untuknya.

Tapi janji, ternyata, bisa pudar oleh waktu.

"Kenapa aku yang harus meminta semua ini terjadi?" bisiknya getir. "Kenapa aku begitu bodoh, mengizinkan madu hadir di rumahku sendiri?"

Suara hatinya terus bertarung. Di satu sisi, ia masih sangat mencintai Radwan. Ia masih ingin dipeluk, masih ingin disentuh, masih ingin diperhatikan. Tapi di sisi lain, ia lelah menjadi penonton dalam panggung rumah tangga sendiri.

Malam demi malam, gairah yang ia pendam semakin menyesakkan. Arlisa masih perempuan normal, dengan darah dan daging yang merindukan keintiman. Tapi Radwan tak lagi menyentuhnya. Bahkan, sekadar menoleh pun jarang.

Arlisa pernah mencoba mendekat. Suatu malam, ia masuk ke kamar Radwan dengan harapan bisa berbaring di sampingnya, seperti dulu. Namun, Radwan dengan halus berkata, "Lis, aku capek. Tidurlah di kamarmu, ya."

Dan sejak malam itu, Arlisa tak berani lagi mencoba. Ia merasa seperti orang asing di rumah sendiri.

Hari berganti minggu, dan luka Arlisa kian dalam. Ia mulai sering menyendiri di kamar, membaca buku, atau menulis curahan hati di buku catatan lusuhnya.

Di halaman terakhir catatan itu, ia menulis:

"Aku ingin bahagia, tapi kebahagiaan itu seperti menjauh. Aku ingin cinta, tapi cinta itu kini terbagi. Sampai kapan aku bisa bertahan?"

Sore itu, saat hujan turun deras, Arlisa berdiri di depan jendela, menatap tetesan air yang berlari di kaca. Radwan belum pulang, katanya menemani Raline belanja ke mall. Dan ia? Sendirian lagi, dengan segelas teh yang sudah dingin di tangan.

Tiba-tiba, hatinya bertanya lirih, "Haruskah aku mencari kehangatan di luar? Haruskah aku mencari seseorang yang bisa membuatku merasa hidup lagi?"

Pertanyaan itu membuat Arlisa merinding sendiri. Ia tahu itu berbahaya. Tapi semakin ia menahannya, semakin sesak rasanya.

Malam itu, ketika Radwan pulang dengan wajah sumringah membawa kantong belanjaan bersama Raline, Arlisa tersenyum tipis. Senyum yang dipaksakan, yang tak pernah sampai ke matanya.

Dalam hati, ia sadar satu hal: jalan yang ia pilih telah menjadi bumerang. Dan kini, ia berdiri di persimpangan paling sulit dalam hidupnya-bertahan dalam rumah tangga yang dingin, atau pergi mencari pelukan hangat di luar sana.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Jeritan Nakal Wanita Tawanan Kamar
9.6
Pengkhianatan sang ayah terhadap Limson, sindikat mafia terkuat, menyeret Arabella ke dalam pilihan hidup mati. Kini, keselamatannya terancam hebat. Ia dihadapkan pada dua opsi mutlak: mengurung diri sebagai tawanan pribadi di kamar pemimpin mafia yang kejam, Tuan Stanley, atau kabur ke luar dan menjadi buruan anggota Limson yang siap menghabisinya. Arabella pun terpaksa menjalani takdir kelam demi bertahan hidup.
Sampul Novel Kembali Ke Masa lalu, Merelakan Suamiku
7.9
Sepuluh tahun pernikahan penuh kebencian berakhir tragis saat Richard Starling tewas demi menyelamatkan istrinya dari kecelakaan. Kematian itu meninggalkan penyesalan mendalam bagi semua orang, termasuk mertua yang menyalahkan sang istri. Ketika penemuan mesin waktu tiga tahun kemudian memberinya kesempatan kedua, sang protagonis memutuskan kembali ke masa lalu. Kali ini, ia bertekad melepaskan hubungannya dengan Richard dan membiarkannya hidup bahagia tanpa dirinya.
Sampul Novel Kontrak Cinta: Rahasia dan Janji
9.7
Clara Martins terancam kehilangan toko roti peninggalan neneknya di São Paulo akibat lilitan utang dan pengkhianatan. Di tengah keputusasaan, Enzo Albuquerque hadir menawarkan solusi. Mantan kekasihnya yang kini menjadi pengusaha dingin itu mengajukan pernikahan kontrak setahun demi melindungi posisinya dari intrik keluarga. Namun, hidup bersama justru membangkitkan kembali rasa yang dulu ada. Kini, Clara harus menyembunyikan kehamilannya, sementara Enzo menyimpan rahasia besar yang dapat menghancurkan hubungan mereka.
Sampul Novel Pengantin Mafia: Terlahir Kembali dalam Penghinaan
9.2
Diana Dixson tewas tragis di tangan Sophia Visconti dalam kejamnya dunia mafia. Bukannya membela, Vincent Rossi, suamiku, malah merekayasa bukti dan menuduh Diana gila demi melindungi Sophia. Aku pun dipaksa menandatangani surat maaf yang menginjak-injak harga diriku hanya demi menjaga peninggalan terakhir kakakku. Di balik paksaan keji itu, dendam membara dalam sukmaku. Aku bersumpah akan membalas dendam atas kematian Diana yang telah direnggut paksa.
Sampul Novel Insiden Setelah Adikku Lulus dari Program Pelatihan Sosialita
9.5
Setelah lulus dari pelatihan sosialita, adikku terobsesi menikahi miliarder Hayden Stewart hingga nekat menabrak mobil mewahnya. Di kehidupan pertama, aku mencegahnya demi keselamatan, namun dia malah mendendam dan membunuhku saat melihat pernikahan megah Hayden. Kini, aku terlahir kembali di kursi penumpang tepat sebelum tabrakan itu terjadi. Alih-alih menghalangi ambisi gilanya seperti dulu, kali ini aku memilih diam dan membiarkannya menabrak mobil sport seharga 100 miliar tersebut.
Sampul Novel Tiga Gadis Bar-Bar ( Jatuh cinta)
8.3
Tiga bersaudara, Ara, Kinan, dan Yasmin, menolak keras perjodohan dari orang tua mereka. Demi kemandirian, mereka nekat melarikan diri dan menyamar untuk memulai lembaran baru. Namun, takdir mempertemukan ketiganya dengan para pria yang sebenarnya merupakan calon suami pilihan keluarga mereka. Tanpa menyadari situasi ini, hubungan mereka mulai tumbuh. Akankah rahasia mereka terbongkar, dan bagaimana kelanjutan kisah cinta ini saat kebenaran terungkap?