APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Yang Menolak, Hati Yang Hancur

Suami Yang Menolak, Hati Yang Hancur

Akibat kesalahpahaman di hotel, Almira terpaksa menikah dengan Adrian Elvano karena desakan keluarga besar. Meski Adrian menolak keras dan bersikap dingin akibat trauma masa lalu, pernikahan tetap terjadi. Almira yang bekerja sebagai guru les anak Adrian pun dianggap sebagai beban tak kasat mata. Di tengah kepedihan batin tinggal di rumah asing tersebut, Almira mendapat peluang emas untuk kuliah di luar negeri. Kini ia dilema: bertahan dalam luka atau pergi demi lembaran baru.
Bab
Bagikan

Bab 1

Suara langkah kaki yang tergesa-gesa memantul di lantai marmer hotel bintang lima itu. Almira nyaris berlari menyusuri koridor panjang sambil menggenggam erat ponselnya. Jemarinya bergetar, bukan hanya karena tubuhnya lelah setelah mengajar les privat seharian, tetapi juga karena ada perasaan tak nyaman yang sejak tadi menggelayut di dadanya.

"Nomor kamarnya... 1205," gumamnya lirih sambil melirik catatan kecil yang dikirimkan temannya lewat pesan. Katanya, kamar itu kosong dan bisa dipakai sebentar untuk istirahat sebelum ia kembali ke rumah kos.

Saat pintu terbuka, udara dingin dari pendingin ruangan menyambutnya. Tanpa pikir panjang, Almira masuk, menutup pintu, lalu menurunkan tas ransel dari bahunya. Ia terlalu lelah untuk memeriksa keadaan sekeliling. Yang ia pikirkan hanya rebahan sebentar sebelum perjalanan pulang yang masih panjang.

Namun, begitu ia merebahkan tubuh di atas ranjang king size itu, kelopak matanya berat. Ia memejam, hanya ingin istirahat beberapa menit. Entah berapa lama ia tertidur, tetapi suara pintu terbuka tiba-tiba membuatnya terlonjak.

Seorang pria tinggi dengan jas hitam elegan berdiri di ambang pintu, wajahnya menyiratkan keterkejutan bercampur amarah. Matanya tajam menatap Almira yang masih kebingungan.

"Apa yang kau lakukan di kamarku?" suaranya rendah, namun cukup menusuk.

Almira terperanjat. "Kamar... kamar ini? Aku... aku pikir-"

Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, langkah kaki lain terdengar. Seorang wanita paruh baya dengan penampilan mewah masuk, diikuti oleh seorang perempuan tua dengan tongkat berlapis ukiran perak. Mata mereka membelalak melihat pemandangan itu: seorang pria dewasa dan seorang perempuan muda di satu kamar, di atas ranjang yang sama.

"Adrian Elvano! Apa yang terjadi di sini?!" suara wanita paruh baya itu-Mami Adrian-meledak.

"Apa yang kalian pikirkan?!" Nenek Adrian ikut bersuara, suaranya tajam meski bergetar.

Adrian mencoba menjelaskan, "Ini tidak seperti yang kalian bayangkan. Dia-"

Namun, Mami-nya memotong dengan nada tegas. "Tidak ada alasan yang bisa membenarkan ini. Kita harus menjaga nama baik keluarga. Kalian akan menikah."

"Apa?!" Adrian dan Almira bersuara hampir bersamaan.

"Aku tidak akan menikah!" Adrian menatap mereka dengan ekspresi marah. "Ini salah paham!"

Nenek menghela napas panjang, tatapannya penuh wibawa. "Kau pikir publik akan peduli itu salah paham? Foto kalian sudah beredar. Ada yang memotret kalian dari luar pintu. Besok pagi, semua orang akan tahu. Satu-satunya cara memperbaikinya adalah pernikahan."

Almira menelan ludah. Kepalanya pening mendengar kata-kata itu. Foto? Pernikahan? Ia bahkan baru tahu pria ini bernama Adrian, dan tahu-tahu... mereka akan dipaksa menikah?

Tiga minggu kemudian, pernikahan itu benar-benar terjadi.

Gaun putih yang dikenakan Almira terasa seperti pakaian pinjaman yang terlalu berat. Senyumnya dipaksakan, langkahnya kaku. Di sampingnya, Adrian berdiri tegap dalam setelan jas hitam, namun wajahnya sedingin marmer. Tatapan matanya kosong, seolah pernikahan ini hanyalah sebuah formalitas yang tak ada artinya.

Saat penghulu mengucapkan ijab kabul, suara Adrian terdengar datar. Tidak ada getaran emosional, tidak ada senyum sekilas pun. Sementara itu, tangan Almira dingin, jantungnya berdegup tak karuan.

Sesudah acara, mereka tidak berbicara banyak. Bahkan ketika masuk ke mobil yang akan membawa mereka pulang ke rumah Adrian, keheningan menggantung seperti kabut tebal.

Rumah Adrian Elvano berdiri megah di atas tanah yang luas. Dindingnya menjulang, dengan pilar-pilar besar yang mengesankan kemewahan klasik. Tapi begitu Almira melangkah masuk, ia tak merasakan kehangatan rumah-hanya dingin yang menusuk, sama seperti tatapan pemiliknya.

Keesokan paginya, Almira bangun lebih awal. Ia mencoba menata meja makan, berpikir mungkin itu bisa sedikit mencairkan suasana. Namun saat Adrian turun, ia hanya melirik sekilas, lalu duduk tanpa berkata sepatah kata pun.

"Selamat pagi," sapa Almira hati-hati.

Adrian hanya mengangguk tipis.

Tak tahan dengan kebekuan itu, Almira mencoba bicara lagi. "Aku... tahu ini bukan yang kau inginkan. Aku juga tidak menginginkan ini. Tapi... kita terpaksa, jadi mungkin-"

"Aku tidak ingin membicarakan ini," potong Adrian dingin. "Kau hanya guru les anakku yang kebetulan tinggal di sini. Jangan menganggap kita suami istri."

Kata-kata itu menusuk seperti belati. Almira menunduk, berusaha menelan rasa perih yang membakar tenggorokannya.

Hari-hari berikutnya tidak jauh berbeda. Adrian pulang larut malam, jarang makan bersama. Bahkan saat mereka berada di satu ruangan, ia seperti berbicara pada udara kosong.

Suatu sore, Almira duduk di teras belakang sambil mengoreksi buku latihan milik Keira, putri Adrian yang berusia tujuh tahun. Gadis kecil itu manis, tapi cenderung pendiam seperti ayahnya.

"Tante Almira," suara Keira pelan, "Papa tidak marah sama Tante, kan?"

Almira tertegun, lalu tersenyum tipis. "Tidak, sayang. Papa hanya sibuk."

Tapi di dalam hatinya, ia tahu jawabannya tak sesederhana itu. Adrian tidak hanya sibuk-dia menutup dirinya rapat-rapat.

Malam itu, saat Almira kembali ke kamarnya, ia menemukan sebuah email masuk dari universitas luar negeri yang menawarkan program pertukaran pelajar. Tawaran itu seperti cahaya kecil di tengah gelap yang melingkupinya. Pergi... meninggalkan rumah ini... meninggalkan Adrian.

Namun, pikirannya bercabang. Bagaimana dengan Keira? Anak itu mulai terbiasa dengannya. Bagaimana pula dengan omongan orang jika ia pergi?

Ia memejamkan mata, membiarkan pikirannya berputar. Hatinya seperti berada di persimpangan. Pergi, atau bertahan di rumah yang tak pernah menerimanya.

Dan di luar pintu kamarnya, Adrian berdiri sejenak, menatap pintu itu dengan rahang mengeras. Ada sesuatu di matanya-entah kebencian, entah luka lama-sebelum ia berbalik dan pergi tanpa mengetuk.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Asal kalian puas
9.3
Di balik bayang kegelapan, seorang asisten rumah tangga harus menghadapi situasi mengerikan ketika Pak Karmin, Pak Darmaji, dan Pak Doyo mempermainkan tubuhnya bergantian. Di tengah gejolak nafsu dan ketakutan yang melanda, sang majikan, Pak Arga, diam-diam menyusun rencana licik. Kecewa terhadap sang istri, ia berniat membawa asistennya itu ke tempat terpencil demi melampiaskan hasrat pribadinya secara rahasia. Akankah siasat buruk itu berjalan mulus?
Sampul Novel JANGAN NGAKU CANTIK
8.9
Kehidupan Flower Violetta, ibu tunggal menawan dari si kembar Alana dan Alena, mendadak rumit. Ia terjebak dalam hubungan gelap bersama dua pria, Andra dan Martin. Cinta segitiga ini memicu konflik besar, bahkan Flower harus menghadapi kemarahan para istri pelanggannya, termasuk Puspitasari. Di tengah kemelut perselingkuhan yang membara ini, Flower kini harus memilih siapa di antara Andra atau Martin yang paling layak menjadi sosok ayah bagi kedua putrinya.
Sampul Novel RASA CINTA UNTUK OMKU
9.4
Nicky memendam rasa kagum yang begitu dalam pada majikan mudanya, pria yang selalu ia panggil Om. Di tengah rumitnya konflik kehidupan sang majikan, mampukah cinta tulus Nicky akhirnya mendapat balasan? Meski karakter Nicky sempat hadir di karya terdahulu, novel romansa modern ini menyajikan kisah yang sepenuhnya baru. Simak perjuangan emosional mereka dalam menghadapi liku takdir demi meraih kebahagiaan sejati yang dinanti.
Sampul Novel SELAKSA KISAH ANAK MANUSIA
8.7
Temukan kumpulan cerita pendek pilihan dalam antologi ini yang siap mengisi waktu luang Anda. Menyajikan ragam kisah cinta modern yang sarat makna, tiap untaian kisahnya menyuguhkan bacaan ringan namun tetap mampu menyentuh perasaan. Karya ini menjadi rekomendasi bahan bacaan yang pas untuk melepas lelah, sembari menikmati liku-liku hubungan asmara manusia yang disajikan secara indah sekaligus penuh emosi.
Sampul Novel Suami Rahasia Sang Bintang
9.2
Karier menyanyi Anastasia Noire hancur akibat fitnah keji. Saat terpuruk, ia menyelamatkan nyawa seorang pria dan mengklaimnya sebagai suami demi keselamatan. Publik pun mencelanya. Namun, mereka tidak tahu bahwa lelaki misterius itu adalah Maximilian Kingsley, seorang miliarder rahasia. Di tengah kepungan pengkhianatan, Anastasia kini harus mencari tahu apakah Maximilian adalah penyelamat sejati atau justru ancaman baru bagi hidupnya.
Sampul Novel Terpaksa Menikahi Mafia
8.4
Ketulusan cinta Felicia hancur seketika setelah dikhianati oleh kekasihnya sendiri, Rafael. Demi imbalan uang yang sangat melimpah, Rafael tega menjual Felicia untuk menikahi seorang bos mafia kaya raya dalam ikatan kontrak. Kini, Felicia harus berhadapan dengan takdir barunya bersama pria yang sangat berbahaya tersebut. Akankah ia menerima nasib ini? Bagaimana kelanjutan hidup Felicia ke depan, dan mungkinkah penyesalan mendalam akan menghampiri Rafael?