APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Polisi Menjadi Gila Karena Kematianku

Suami Polisi Menjadi Gila Karena Kematianku

Setelah dipaksa masuk rehabilitasi oleh suaminya yang merupakan polisi narkotika, seorang wanita harus menghadapi kenyataan pahit. Suami dan putranya justru memilih tinggal bersama cinta lama sang suami. Ketakutan akan ancaman pembunuhan yang ia sampaikan diabaikan begitu saja, bahkan disumpahi agar mati di tempat sampah. Tragisnya, ancaman itu menjadi nyata seminggu kemudian saat tubuhnya ditemukan termutilasi di berbagai tempat pembuangan. Kini, sang suami bertugas mengusut kasus kematian tragis istrinya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Kak Alvin, betapa besar dendam pelakunya sampai menghancurkan lengan seseorang!" ujar seorang pria sambil menutup hidungnya dan menunjuk ke arah lengan yang bentuknya sudah aneh, meminta Alvin untuk ikut melihat.

Alvin mengenakan sarung tangan steril dengan ekspresi tenang dan merogoh tong sampah untuk mencari sisa daging lengan tersebut.

Bau busuk tong sampah bercampur bau busuk daging dan darah, menarik para lalat untuk berputar-putar di sekitarnya.

Petugas polisi yang bernama Reno Yastra sedang berbicara di samping.

"Kak Alvin, kudengar kalau daerah ini akhir-akhir ini nggak aman. Di awal bulan, orang-orang di sekitar sini mengatakan kalau ada yang berteriak di malam hari, seperti tangisan hantu."

"Mereka sempat ingin melaporkan hal tersebut ke polisi, tapi nggak jadi karena keesokan harinya sudah hilang."

Saat mengatakan itu, Reno melirik ke arah sebuah kompleks.

"Kak Alvin, hmm .... Bagaimana kalau kamu beri tahu Kak Emilia?"

Mendengar itu, Alvin melirik Reno, lalu melihat ke arah tempat tinggalku dan berkata dengan nada dingin.

"Hmph, semua orang di dunia ini dalam bahaya, tapi hanya dia satu-satunya yang nggak akan dalam bahaya!"

"Dia nggak akan mati. Dia bahkan berani mengonsumsi narkoba, jadi apa lagi yang perlu dikhawatirkan!"

Meskipun hari ini cerah, sinar matahari tidak bisa menyinari tubuhku.

Aku melihat Reno tersenyum canggung dan menutup mulutnya. Aku tiba-tiba merasa sangat sedih dan terharu.

Aku ingin memberi tahu Reno bahwa dia tidak perlu membantuku lagi, karena suara teriakan seperti tangisan hantu dia awal bulan itu adalah suara aku.

Lengan hancur yang kalian sedang lihat itu juga adalah lenganku.

Kalian tidak perlu lagi dimarahi karena aku.

Dalam perjalanan pulang, Alvin menelepon Yanita.

"Akhir-akhir ini nggak aman, jaga diri kalian baik-baik, jangan bawa putraku ke mana-mana dulu!"

Seperti mengancam, tetapi terdengar seperti rayuan. Lawan bicaranya lali menjawab dengan nada kesal tetapi juga manis.

"Ya, aku tahu! Aku tahu! Lakukan pekerjaanmu, Pak Polisi Besar Alvin!"

Suara manis itu membuat kerutan di dahi Alvin menghilang.

Namun, saat melewati tempat tinggalku, rasa kesalnya muncul dalam sekejap.

Alvin membuka riwayat obrolan kami di ponselnya, yang terhenti pada awal bulan ketika aku bertanya apa makanan kesukaan putra kami akhir-akhir ini.

Namun, dia tidak membalasnya.

Alvin kemudian memeriksa catatan panggilan telepon.

Terhenti juga di awal bulan.

Pada saat itu, dia mengangkatnya.

Akan tetapi, panggilan itu terputus setelah tiga menit berlalu.

Kalau dia mendengarkan dengan serius, dia pasti bisa mendengar suara tangisan dan teriakanku. Pada saat itu, aku ditahan oleh pengedar narkoba di area kompleks dan disuntik dengan narkoba.

Namun, Alvin tidak peduli padaku, dia hanya peduli apakah Yanita ingin makan kue kecil hari ini.

Alvin menatap kotak obrolan, mengetik beberapa kata, lalu menghapusnya. Jarinya terus mengetuk-ngetuk layar ponsel hingga dia tiba-tiba melempar ponselnya ke samping dengan kesal.

Dia tiba-tiba merasa cemas tanpa alasan yang jelas.

"Reno, periksa apakah ada orang hilang akhir-akhir ini, terutama di daerah ini!" ujar Alvin sambil melirik ke arah kompleks.

Reno duduk di jok penumpang depan, berkata dengan ragu-ragu.

"Beberapa hari lagi, ayah dan ibumu sempat datang."

"Mereka bilang, Kak Emilia ... menghilang."

Setelah mendengar ini, Alvin hanya mendengkus dingin.

Suasana di dalam mobil seketika ikut menjadi dingin.

Aku tahu, Alvin pasti mengira aku meminta bantuan orang tuanya agar bisa bertemu dengannya.

Setelah kembali ke kantor, Alvin langsung fokus pada kasus tersebut. Dia menghubungi tim forensik untuk melakukan perbandingan DNA dan menyelidiki area aktivitas para pengedar narkoba akhir-akhir ini.

Dia terus sibuk pada pekerjaannya, baru berhenti ketika orang tuanya menelepon.

"Alvin, apa kamu sudah menemukan Emilia?"

"Dia biasanya datang menemui kami dua minggu sekali, tapi dia nggak datang terakhir kali. Kalaupun ada urusan, dia pasti akan mengabari kami dulu, tapi sekarang kami nggak bisa menghubunginya sama sekali."

Saat ibunya mengatakan itu, suaranya sengaja dikecilkan, seolah-olah takut membuat Alvin marah.

"Yang paling ingin ditemui Emilia adalah kamu dan Yano, bisakah kamu membawa Yano pergi menemuinya dan beri tahu dia kalau Ibu merindukannya, oke?"

Jelas-jelas hanya kalimat yang sangat biasa, jelas-jelas hanya membantu mencari seseorang, tetapi semua itu langsung membuat Alvin marah.

"Ibu! Harus berapa kali kubilang! Aku memang seorang polisi, tapi bukan berarti harus pergi mencari siapa pun!"

"Lagi pula, bukankah dia punya kaki? Kalau nggak dipakai, potong saja kakinya!"

Seakan-akan menyadari nada bicaranya yang salah, Alvin menghela napas dan memperlambat nada bicaranya.

"Bu, kamu tahu ...."

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel HILANGNYA JASAD KEMBARANKU
9.5
Kematian Micail menyisakan duka hebat bagi kembarannya, Mecca. Namun, situasi menjadi mengerikan saat jasad sang saudara mendadak hilang tanpa jejak. Kejadian ganjil ini mulai mengikis kewarasan Mecca. Di tengah cekaman teror yang kian pekat, ia terobsesi memecahkan misteri hilangnya jenazah tersebut. Mecca pun nekat menelusuri berbagai petunjuk samar demi menemukan jasad sang kembaran sekaligus memberikan ketenangan bagi arwahnya.
Sampul Novel Kafan Hitam
9.6
Kematian tragis Mbah Atim, sang penjaga makam yang jasadnya ditemukan tanpa kepala, mencekam Desa Ciboeh. Teror mistis mulai menghantui warga, mendorong pemuda lulusan pesantren bernama Rojali untuk menyelidiki misteri ini. Pencariannya justru mengungkap rahasia kelam masa lalu desa, kasus hilangnya warga, kelompok rahasia Kalong Hideung, hingga takdir pribadinya. Di tengah situasi genting tersebut, ia mendapat tawaran bantuan dari kekuatan gaib.
Sampul Novel Keponakanku yang Belum Lahir dan Telah Meninggal
9.5
Kakak iparku bersikeras melahirkan di desa meski kandungannya berisiko tinggi. Saat aku mencoba membawanya ke rumah sakit demi keselamatan, ia malah menuduhku memicu kelahiran prematur bayinya yang lemah. Kebencian itu membuatnya tega meracuniku hingga tewas. Namun, takdir membawaku kembali ke masa lalu, tepat di momen ia meminta saran. Kali ini, aku memilih bungkam dan membiarkannya menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tanganku.
Sampul Novel Kutukan Selingkuhan
9.5
Demi kembali pada istrinya, Rhino memutuskan hubungan gelapnya dengan Risa. Keputusan ini memicu kemurkaan Risa, yang kemudian menyumpahi Rhino agar mati secara perlahan dan menderita. Tak berselang lama, Rhino didera beragam penyakit aneh, mulai dari masalah lambung akut hingga impotensi fatal. Di tengah situasi genting tersebut, Rena bertekad menyelidiki asal-usul Risa. Penyelidikan itu justru menyingkap identitas asli Risa yang sangat mengerikan dan tak masuk akal.
Sampul Novel Perempuan dan Kuasanya
8.2
Setelah suaminya menyebarkan video persalinannya ke situs terlarang, hidup wanita ini hancur akibat perundungan siber. Upaya hukum orang tuanya justru berakhir tragis dengan kematian mereka akibat ditabrak oleh pihak tergugat. Di tengah kondisi fisik yang lemah, ia diusir mertua dan suaminya pada tengah malam, lalu disiksa hingga tewas oleh sekelompok orang kejam. Jasadnya dikubur diam-diam di gunung terpencil oleh sang suami. Namun, maut bukanlah akhir. Ia tiba-tiba terbangun kembali di hari pertama ia melahirkan anaknya.