APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Polisi Menjadi Gila Karena Kematianku

Suami Polisi Menjadi Gila Karena Kematianku

Setelah dipaksa masuk rehabilitasi oleh suaminya yang merupakan polisi narkotika, seorang wanita harus menghadapi kenyataan pahit. Suami dan putranya justru memilih tinggal bersama cinta lama sang suami. Ketakutan akan ancaman pembunuhan yang ia sampaikan diabaikan begitu saja, bahkan disumpahi agar mati di tempat sampah. Tragisnya, ancaman itu menjadi nyata seminggu kemudian saat tubuhnya ditemukan termutilasi di berbagai tempat pembuangan. Kini, sang suami bertugas mengusut kasus kematian tragis istrinya sendiri.
Bab
Bagikan

Bab 1

Sebagai seorang polisi narkotika, suamiku sendiri yang mengirimku ke pusat rehabilitasi narkoba.

Sementara anakku bersorak di samping, mengatakan bahwa dia tidak perlu lagi melihat ibunya ini dalam waktu yang lama.

Setelah keluar dari pusat rehabilitasi, aku menemukan bahwa suamiku telah pindah bersama anak kami ke rumah cinta lamanya.

Aku memohon padanya untuk kembali, mengatakan bahwa seseorang akan membunuhku.

Namun, dia tidak percaya dan hanya berkata dengan nada dingin, "Ingat untuk mati di tong sampah, kalau nggak, aku masih harus mengurus mayatmu."

Putraku bertepuk tangan mendengar itu sambil berkata, "Akhirnya nggak punya ibu sepertinya!"

Seminggu kemudian, aku dimutilasi dan potongan tubuhku dibuang ke berbagai tong sampah.

Suamiku adalah polisi yang bertanggung jawab menangani kasus tersebut.

"Ayah, bisakah kita nggak pergi menemui wanita itu?" tanya putraku dengan wajah cemberut dan mengernyit, terlihat begitu tidak senang.

"Setiap kali ketemu, dia selalu tanya banyak hal padaku! Seperti orang gila yang kabur dari rumah sakit jiwa saja!" Setelah menyelesaikan ucapannya, dia mengentakkan kaki kecilnya dengan marah.

Jiwaku melayang di udara, melihat wajahnya yang cemberut seperti itu, hatiku seketika terasa pilu.

Kami hanya bertemu sebulan sekali. Setiap dia datang, aku sudah mempersiapkan segalanya, membawanya bermain di tempat terbaik, membuatkan camilan untuknya.

Aku hanya ingin dia bahagia.

Tidak disangka, tidak bertemu denganku adalah hal yang membuatnya paling bahagia.

Suamiku, Alvin Caros, memakaikan pakaian pada putra kami dengan tenang. Namun, saat mendengar tentang diriku, dia mengerutkan kening.

"Kita hanya menemuinya sebulan sekali, ini adalah permintaan nenekmu, tahan-tahan saja."

"Jangan membuat nenek marah, kalau nggak, kita harus menemuinya lagi, mengerti?"

Setelah mengatakan itu, dia mengelus kepala si kecil dan menghela napas panjang.

Sudut mulutku berkedut dan rasa pahit terasa di lidahku. Aku tahu Alvin tidak mencintaiku, tetapi tetap merasa sedih mendengarnya berkata seperti itu.

"Sayang, Bibi nanti akan masak makanan enak untukmu setelah kamu pulang, jadi kamu harus mendengarkan ibumu!"

Suara yang akrab itu membuatku tersadar kembali dan pandanganku tertuju pada Yanita Lifera, wanita yang dicintai suamiku. Dia menggendong putraku dengan begitu akrab, lalu putraku mencium pipinya dengan gembira.

"Aku paling suka Bibi Yanita! Aku akan mendengarkan Bibi, setiap kali wanita itu menanyakan sesuatu, aku menjawabnya dengan patuh!"

Dia mendekatkan wajahnya ke telinga Yanita dan melanjutkan ucapannya dengan suara kecil.

"Kapan Bibi Yanita akan menikah dengan ayahku dan menjadi ibuku?"

Mendengar itu, ekspresi suamiku berubah sedikit, dia berdeham dan berpura-pura memarahi si kecil.

"Yano! Jangan menggoda Bibi Yanita!"

Sementara Yanita, pipinya perlahan-lahan memerah, dia tersipu malu.

"Cepat gendong putramu, aku nggak berani membesarkannya lagi!"

Alvin hanya melambaikan tangannya, tersenyum dan tidak berkata apa-apa, menatap Yanita dengan lembut.

Aku melayang di udara, bersembunyi di balik lemari, mengintip pemandangan yang penuh kasih ini.

Aku pernah membayangkan, bersama dengan Alvin memeluk putra kami dan putraku akan memanggilku "Ibu" dengan suara yang manis.

Kemudian, Alvin akan menatap kami sambil tersenyum.

Namun, semua itu hanyalah imajinasiku.

Angin dingin yang bertiup dari jendela, tidak membuat tubuh terasa dingin, tetapi membuat hati terasa dingin.

"Kak Alvin, cepatlah!" Seruan yang datang dari ponsel Alvin menarik diriku keluar dari lamunanku.

Aku menggelengkan kepalaku dan menghela napas, sepertinya ada orang yang telah mengonsumsi narkoba dan ketahuan. Alvin ... sekarang punya alasan untuk tidak menemuiku.

Pada saat yang sama, aku juga merasa kasihan pada orang itu.

Alasannya, orang itu akan bertemu dengan Alvin yang menangani kasus ini, dia dikenal sebagai Raja Neraka.

Orang di ujung ponsel itu melanjutkan ucapannya.

"Kak Alvin! Kami menemukan potongan lengan yang hancur di tong sampah di Distrik Cemara! Setelah dilakukan tes, hasilnya korban telah mengonsumsi narkoba dalam jumlah besar sebelum meninggal!"

"Cepatlah datang!" seru si penelepon. Alvin pun menjawab "oke" sebelum menutup teleponnya, dia lalu mengambil jaketnya dan berkata pada si kecil sebelum keluar.

"Hari ini kita nggak jadi pergi, aku akan menjelaskannya pada ibumu nanti."

Begitu pintu tertutup, aku mendengar putraku bersorak riang.

"Yeay! Nggak perlu menemui wanita jahat yang menggunakan narkoba itu lagi!"

Ya, tidak perlu menemuiku lagi, seterusnya ... juga tidak perlu lagi.

Saya mengikuti Alvin ke tempat kejadian. Tempat ini begitu akrab, tiba-tiba sebuah ingatan muncul di dalam benakku.

Seketika, aku teringat, lengan yang hancur itu ....

Adalah lenganku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel HILANGNYA JASAD KEMBARANKU
9.5
Kematian Micail menyisakan duka hebat bagi kembarannya, Mecca. Namun, situasi menjadi mengerikan saat jasad sang saudara mendadak hilang tanpa jejak. Kejadian ganjil ini mulai mengikis kewarasan Mecca. Di tengah cekaman teror yang kian pekat, ia terobsesi memecahkan misteri hilangnya jenazah tersebut. Mecca pun nekat menelusuri berbagai petunjuk samar demi menemukan jasad sang kembaran sekaligus memberikan ketenangan bagi arwahnya.
Sampul Novel Kafan Hitam
9.6
Kematian tragis Mbah Atim, sang penjaga makam yang jasadnya ditemukan tanpa kepala, mencekam Desa Ciboeh. Teror mistis mulai menghantui warga, mendorong pemuda lulusan pesantren bernama Rojali untuk menyelidiki misteri ini. Pencariannya justru mengungkap rahasia kelam masa lalu desa, kasus hilangnya warga, kelompok rahasia Kalong Hideung, hingga takdir pribadinya. Di tengah situasi genting tersebut, ia mendapat tawaran bantuan dari kekuatan gaib.
Sampul Novel Keponakanku yang Belum Lahir dan Telah Meninggal
9.5
Kakak iparku bersikeras melahirkan di desa meski kandungannya berisiko tinggi. Saat aku mencoba membawanya ke rumah sakit demi keselamatan, ia malah menuduhku memicu kelahiran prematur bayinya yang lemah. Kebencian itu membuatnya tega meracuniku hingga tewas. Namun, takdir membawaku kembali ke masa lalu, tepat di momen ia meminta saran. Kali ini, aku memilih bungkam dan membiarkannya menentukan nasibnya sendiri tanpa campur tanganku.
Sampul Novel Kutukan Selingkuhan
9.5
Demi kembali pada istrinya, Rhino memutuskan hubungan gelapnya dengan Risa. Keputusan ini memicu kemurkaan Risa, yang kemudian menyumpahi Rhino agar mati secara perlahan dan menderita. Tak berselang lama, Rhino didera beragam penyakit aneh, mulai dari masalah lambung akut hingga impotensi fatal. Di tengah situasi genting tersebut, Rena bertekad menyelidiki asal-usul Risa. Penyelidikan itu justru menyingkap identitas asli Risa yang sangat mengerikan dan tak masuk akal.
Sampul Novel Perempuan dan Kuasanya
8.2
Setelah suaminya menyebarkan video persalinannya ke situs terlarang, hidup wanita ini hancur akibat perundungan siber. Upaya hukum orang tuanya justru berakhir tragis dengan kematian mereka akibat ditabrak oleh pihak tergugat. Di tengah kondisi fisik yang lemah, ia diusir mertua dan suaminya pada tengah malam, lalu disiksa hingga tewas oleh sekelompok orang kejam. Jasadnya dikubur diam-diam di gunung terpencil oleh sang suami. Namun, maut bukanlah akhir. Ia tiba-tiba terbangun kembali di hari pertama ia melahirkan anaknya.