APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Muda Nona Konglomerat

Suami Muda Nona Konglomerat

Setelah dikhianati di masa sulitnya, Dewa yang dilingkupi dendam memilih sepakat menjalani pernikahan kontrak dengan Tika, wanita kaya raya. Di tengah niat pembalasan tersebut, perasaan cinta perlahan tumbuh di antara mereka. Keadaan menjadi pelik saat identitas asli Dewa terungkap, memicu salah paham besar pada diri Tika. Mampukah Dewa meyakinkan Tika akan ketulusan hatinya dan mengubah pernikahan kontrak ini jadi cinta sejati, atau justru berujung tragis?
Bab
Bagikan

Bab 3

"Apalagi ini? Setelah menjebakku, dan hampir membuatku gila. Ternyata dia hanya menangis disitu? Hais… Drama Queen."

Suara isakan yang ada di balik tanaman dekat kolam renang, dan sempat menarik perhatian Dewa. Rupanya suara pemilik rumah yang sedang patah hati. Tika yang duduk meringkuk di atas kursi dan menghadap dinding tidak mengetahui jika ada sepasang mata memergoki dirinya.

Sempat tergesa-gesa tidak sabar ingin segera mendekat, mendadak Dewa mematung di tempat. Tidak tahu kenapa, suara isakan Tika bisa sampai menyentuh dinding hatinya. Mungkinkan simpati itu muncul bersamaan meredanya kekesalan yang beberapa saat lalu masih menggebu-gebu?

'Emang boleh sesedih ini?'

Mendesak nafas sekali, Dewa memilih memperhatikan Tika dalam diam. Membiarkan perempuan itu meluapkan kesedihan yang sepertinya cukup dalam.

'Aku bahkan percaya dia bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari Roland. Kenapa harus buang-buang waktu dengan menangis seperti ini.'

Sudah hampir tiga puluh menit berlalu, Dewa masih setia menunggu—menatap penuh arti punggung Tika yang masih saja bergetar.

'Apa dia tidak lelah? Berapa banyak lagi tisu yang akan dihabiskan? Benar-benar merepotkan.'

Namun, kendati demikian Dewa tidak berniat untuk pergi. Ia justru bersandar pada tanaman lain berbatang kuat serta berukuran lebih tinggi dari yang lain, sambil melipat tangan di dada. Stok kesabarannya masih cukup untuk menunggu, mungkin sampai satu jam ke depan. 

Sekarang yang melintas di benaknya, Dewa seperti tidak percaya sosok yang sejak tadi diperhatikan masih perempuan yang sama beberapa saat lalu, dan nyaris membuatnya naik darah. 

"Tapi jika tetap dibiarkan seperti ini. Tumpukan tisu akan semakin menggunung, dan bisa dipastikan orang yang melihat bisa salah paham." 

Setelah memastikan sekitar masih sepi, perlahan Dewa mulai mendekati Tika.

"Kenapa menangis di sini? Sengaja biar saya tidak bisa melihatnya?"

Tika yang terkejut ada suara di belakangnya, seketika menoleh. Ia lebih terkejut lagi ternyata itu Dewa.

"Sebenarnya saya tidak suka ada orang melihat saya saat seperti ini. Duduklah." Tidak menunggu perintah dua kali, Dewa segera duduk di depan Tika. 

"Maaf. Saya lupa masih ada Abang di sini."

"Tidak masalah. Anggap saja saya lalat atau nyamuk. Itu jauh lebih berarti."

"Bukan seperti itu, saya—"

"---sudahlah. Saya hanya bergurau jangan dianggap serius." Melihat Tika bisa melengkungkan senyum meski itu jelas sangat dipaksakan, Dewa memposisikan diri duduk dengan nyaman—menumpu satu kaki di atas kaki yang lain. "Jadi karena dia Mbak meminta saya menjadi lelaki sewaan?"

Dewa sudah bisa jauh lebih tenang. Ternyata dengan menunggu, memberi dampak positif pada dirinya sendiri. Sekarang tidak ada lagi kekesalan atau bahkan amarah dalam dirinya, hilang begitu saja. Sesuatu yang sebenarnya Dewa sendiri tidak ketahui kenapa bisa demikian. 

Untuk pertama kali ia bisa menahan diri hingga berulang-ulang, pun masih dengan perempuan yang sama. Ia yang memiliki kesabaran setipis tisu, tak jarang langsung meluapkan kekesalannya pada apapun dan siapapun. Namun bersama Tika, Dewa tak ubahnya kerbau yang begitu mudah dijinakkan. 

Ada apa sebenarnya?

"Saya lelah, Bang. Lelah dihujat banyak orang karena dianggap orang ketiga dalam rumah tangga Roland," ujar Tika tiba-tiba, dan tentu saja berhasil menyentak serta menarik perhatian Dewa. "Selama ini saya terlalu percaya diri. Menganggap cukup dengan menutup mata serta telinga, dan mengabaikan apapun yang orang lain katakan. Saya akan tetap baik-baik saja. Tetapi ternyata saya salah."

Mengetahui Tika akan kembali mencurahkan isi hatinya, Dewa memilih diam menyimak. Sesuatu yang kembali membuatnya heran. Sejak kapan ia peduli dengan urusan orang lain, terlebih itu Tika—perempuan yang baru dikenal bahkan belum genap satu hari.

"Saya semakin terpuruk setelah sadar, Roland tidak benar-benar mencintai saya. Dia hanya butuh kekuasaan, dan hanya menjadikan saya pijakan untuk mendapatkan mangsa yang lebih besar." 

Menatap dalam manik Tika yang kembali meneteskan cairan bening, tidak tahu kenapa memunculkan rasa yang lain di hati Dewa, selain simpati. Detik berikutnya, Dewa buru-buru berpaling ke kolam ikan koi. Tidak ingin rasa asing itu semakin mempengaruhi dirinya.

"Lantas, apa yang Mbak inginkan sekarang? Tentunya setelah menyeret saya masuk ke dalam masalah Mbak."

"Saya hanya ingin hidup dengan tenang." 

Helaan nafas panjang Tika mampu menarik kembali pandangan Dewa. Sialnya, melihat wajah sembab perempuan itu dari samping, kekaguman Dewa kembali muncul. Tika memiliki kecantikan spek bidadari, atau memang dialah sang bidadari yang kehilangan selendangnya dahulu kala? Sedangkan Dewa yang memang dasarnya playboy, dengan mudah langsung terpikat.

'Bodohnya Roland bisa menyia-nyiakan perempuan secantik ini.'

"Mbak bisa mendapatkan apa yang Mbak inginkan. Syaratnya bersihkan dulu nama Mbak dan jelaskan pada mereka kedekatan yang selama ini terjadi antara Mbak dengan Roland hanya sebatas rekan kerja. Bukan seperti yang selama ini publik tuduhkan."

"Tidak semudah itu. Kecuali jika saya sudah memiliki hubungan atau bahkan menikah dengan lelaki lain."

"Kenapa begitu?"

"Beberapa bulan lalu, saat saya memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Roland. Saya sempat memberi statement jika saya memiliki seseorang yang berharga dalam hidup saya. Tapi bukan Roland." 

Menggaruk kepala yang tiba-tiba gatal, Dewa ikut pusing memikirkan permasalahan Tika, ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan. Selain itu, sekarang Dewa juga paham, kenapa Tika begitu bersikeras memintanya menjadi lelaki sewaan di depan Roland.

'Tapi yang lebih pantas dikasihani adalah diriku sendiri. Kenapa tidak mencari tahu dulu kemarin sebelum menerima tawaran Inez, dan akhirnya membuatku terjebak.'

"Diusia saya yang terbilang sudah sangat cukup untuk menikah. Tapi tak kunjung memiliki pasangan halal. Menguatkan alibi mereka, dengan menganggap saya penghancur rumah tangga Roland. Walaupun sebenarnya yang terjadi, sumpah demi apapun. Saya sendiri belum lama mengetahui jika Roland dan istrinya belum sah bercerai. Jujur. Saya sangat menyesal sudah mempercayai mulut manis laki-laki itu pada saat mendekati saya, dulu."

Dewa mendadak gusar, merasa sesuatu akan terjadi, dan yang pasti merugikan dirinya.

'Tolong. Siapapun. Bukakan pintu rahasia yang bisa membawaku ke tempat lain. Aku harus pergi sekarang. Sebelum dia membuatku berada di posisi yang semakin sulit.'

"Boleh saya bertanya sesuatu?" 

Deg!!

Pertanyaan tiba-tiba Tika menyentak punggung Dewa. Ia yang biasanya selalu mendominasi, kini terlihat sangat bodoh dengan menelan saliva usaha payah. Sebesar itukah pengaruh Tika pada dirinya?

"Apa yang ingin Mbak ketahui dari saya?" jawab Dewa setelah berhasil menguasai diri.

Sialnya, Tika yang tidak langsung menjawab, membuat Dewa berubah waspada. Meyakini pertanyaan perempun itu pasti sesuatu yang tidak mudah untuk dijawab.

"Apakah Abang masih sendiri?"

Glek!

Dewa seketika mendesak nafas kasar. Persetan jika Tika bisa mendengarnya. Yang pasti ia ingin berteriak sekeras mungkin.

'Brengsek! Rasanya aku ingin menceburkan diri ke dalam kolam saja. Aku tahu apa yang dia inginkan dari pertanyaan itu.'

"Saya masih sendiri." Kendati sudah bisa menebak, tapi Dewa tetap menjawab.

Dan, begitu menangkap Tika melengkungkan senyum samar, Dewa mendengus dalam hati.

"Bagaimana kalau kita menikah kontrak?"

"Apa!!!"

"Iya, menikah kontrak."

"Ini gula! Eh, gila!"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Hati yang Sedang Berperang
8.9
Bahar Asian menjalani hidup penuh tekanan di Midyat akibat kebencian kakeknya, Nasuh, yang memandang rendah statusnya sebagai anak luar nikah. Di tengah penderitaan itu, ia bertemu Emir Demir, pria yang bertekad membalas dendam atas kematian orang tuanya kepada keluarga Asian. Hubungan mereka rumit karena terjebak intrik perjodohan dan manipulasi, namun cinta perlahan tumbuh. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit antara loyalitas keluarga atau perasaan cinta.
Sampul Novel Istri Mandul, Tak Pernah dicintai
9.6
Tiga tahun Alina bertahan dalam pernikahan dingin bersama Rayhan, sembari menahan caci maki keluarga yang menuduhnya mandul. Impiannya memiliki anak sirna karena sang suami sama sekali tidak menginginkan kehadirannya. Di tengah sikap acuh tak acuh Rayhan dan rasa hampa tanpa cinta, Alina akhirnya mencapai batas kesabaran. Di rundung kepedihan mendalam, ia mulai meragukan masa depan hubungan mereka. Haruskah Alina tetap bertahan dalam pernikahan yang terus menorehkan luka?
Sampul Novel Janji
9.6
Ikatan masa lalu yang pernah terucap kini kembali membayangi kehidupan modern. Saat komitmen lama menuntut pembuktian, berbagai rahasia besar mulai terungkap dan menghubungkan kembali takdir yang sempat terputus. Di tengah jalinan asmara yang kembali tumbuh hangat, ada misteri kelam yang menyelimuti. Setiap tokoh kini dipaksa menghadapi konsekuensi nyata dari sumpah yang pernah mereka ikrarkan dahulu.
Sampul Novel Kemauan Dalam Hatiku
9.2
Hidup Caiden Fowler divonis tinggal tujuh hari lagi. Alih-alih bertobat, ia malah mendesak istrinya, Alexandra Clayton, untuk bercerai demi bisa mengejar Leyla, wanita yang ia sebut cinta sejatinya. Caiden tega membuang anak dan istrinya begitu saja. Namun, setelah dikhianati, kini ia kembali bersujud sambil menangis memohon ampunan. Sanggupkah Alexandra menerima kembali pria yang telah menghancurkan rumah tangga mereka demi perempuan lain?
Sampul Novel LOVE BETWEEN TWO BELIEFS
9.3
Kehancuran melanda Stenly Sebastian Miller setelah Kimberly mengakhiri cinta dua tahun mereka karena rumor kebangkrutan. Bertekad pulih, ia berjanji menemukan sosok yang lebih baik. Saat terluka, Stenly menyelamatkan Seruni dari kejaran Dante yang obsesif. Walau terluka parah demi melindunginya, kejadian itu menumbuhkan rasa tertarik di hati Stenly. Kini, ia dihadapkan pada pilihan: terjebak bayang masa lalu atau meraih bahagia baru bersama Seruni.
Sampul Novel Suami dan Anakku Direbut Sahabatku
8.2
Pernikahan sepuluh tahun hancur seketika akibat unggahan foto mantan sahabat. Dalam potret tersebut, sang suami dan putra kandung sang protagonis tampak begitu akrab dengan Sophie dan putrinya, layaknya sebuah keluarga utuh. Alih-alih mendapatkan penjelasan setelah melayangkan komentar sindiran, ia justru disudutkan. Sang suami menuduhnya mengacaukan pemulihan kondisi Sophie, sementara putranya sendiri mendorongnya demi membela anak Sophie. Muak dengan pengkhianatan ganda ini, ia melemparkan surat cerai dan memilih pergi meninggalkan mereka berempat.