APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Kedua

Suami Kedua

Sejak malam pertama, hidup Anin hancur dalam jerat kekangan sang suami. Di tengah keputusasaan itu, adik iparnya datang mengulurkan bantuan. Kedekatan mereka justru menumbuhkan cinta terlarang yang berujung pada penyesalan mendalam. Kini, sang adik ipar memintanya bercerai agar mereka bisa membangun lembaran baru bersama. Anin pun terjebak dalam dilema besar untuk menentukan arah hidup dan melepaskan diri dari masa lalu yang kelam.
Bab
Bagikan

Bab 3

Kalimat-kalimat yang Jonan katakan pagi tadi, tak mudah untuk Anin abaikan begitu saja. Jika biasanya Jonan hanya sekedar menggodanya atau menyindir hal-hal sepele, tapi kali ini Jonan justru mulai menjerumus.

Anin yang memang tak tahan menyimpan rahasianya sendiri, ia selalu memilih meluapkannya pada sahabat dari semasa kecil.

“Apa ada masalah lagi?” tanya Anna.

Anin yang sedang duduk di atas ayunan, terlihat tersenyum pias. “Aku memang selalu ada masalah ….”

Nana menyeret kursi lebih dekat ke samping Anin lalu duduk. “Bukan begitu … tapi masalah yang lain.”

Anin menghentikan gerak ayunannya. “Aku capek, Na,” desah Anin. “Aku ingin menyudahi semuanya, tapi bagaimana?”

“Kalau begitu, kamu sudahi saja,” sahut Nana. “Beranikan diri.”

Anin mendesah kemudian mendongakkan wajah. Memandangi birunya langit untuk sesaat, kemudian Anin menoleh ke arah Nana dengan senyum getir. “Nggak semudah itu, Na.”

Membalas senyum tipis yang tak terniat itu, Nana lantas berdiri. “Tapi kamu akan terus tersiksa kalau kaya gini terus,” kata Nana sambil mengayun pelan ayunan tersebut.

“Aku tahu …” Anin menoleh. “Aku hanya takut kalau menyudahinya. Kamu tahu kan, aku sudah nggak punya siapa-siapa lagi?”

Kalau Anin sudah membahas tentang hidupnya yang memang hanya sebatang kara, itu membuat Nana tak bisa memaksa Anin untuk berhenti menyudahi pernikahannya. Nana sendiri hanya sekedar pelayan restoran, untuk hidup sendiri dan keluarganya saja baru bisa dikatakan cukup. Jadi, untuk membantu Anin lebih lanjut Nana tentu saja belum bisa.

Keduanya sama-sama diam untuk beberapa menit, hingga kemudian Anin meminta Nana untuk menghentikan ayunannya.

“Aku pulang dulu ya, Na,” kata Anin kemudian.

“Mau aku antar?” tawar Nana.

Anin tersenyum sambil mencangklong tasnya yang sedari tergeletak di kursi panjang. “Nggak usah. Kamu kan juga harus pergi ke restoran. Jam kerja kamu hampir mulai.”

Nana meringis. “Aku lupa.” Menjitak kepala sendiri kemudian Nana memeluk Anin. “Hati-hati ya. Jangan terlalu dipikirkan. Ingat, kamu juga harus jaga kesehatan.”

Saat pelukan terlepas, Anin tersenyum. “Makasih kamu selalu menemani aku.”

Keduanya kemudian terpisah. Anin dan Nana sama-sama beranjak pergi dari atas rerumputan hijau di taman pinggir kota. Tentu saja arah keduanya berlawanan.

“Apa aku ikuti saran Nana saja ya,” gumam Anin saat mobil sudah melaju. “Tapi … aku takut.” Anin menciut di kalimat terakhir.

“Bagas?” pekik Anin tiba-tiba.

Anin lantas membelokkan mobilnya. “Apa itu Bagas?” masih fokus dengan gerak mobilnya, Anin juga terlihat masih memantau dua orang yang sedang bergandengan masuk ke dalam sebuah hotel.

Dada mulai berkecamuk dan rasa penasaran terus meronta, Anin kemudian menghentikan mobil di area halaman hotel tersebut. Tanpa berpikir panjang, Anin melompat turun dari mobil kemudian segera menyusul orang yang Anin duga adalah suaminya.

“Kemana arahnya?” tanya Anin sambil celingukan.

Anin ingin tanya pada resepsionis, tapi tampaknya tak akan mendapat jawaban. Lebih baik cari sendiri saja.

Anin kemudian berjalan cepat memasuki lorong utama. Saat ada siku belokan ke arah lain, Anin mendadak mundur. Dari jaraknya berdiri saat ini, terlihat Bagas sedang bergandengan mesra dengan seorang wanita memasuki sebuah lift.

Didorong rasa curiga dan penasaran, Anin pun mendekati pintu lift tersebut. “Lantai empat,” kata Anin kemudian saat melihat monitor dengan tulisan warna hijau di atas pintu lift.

Anin bergegas masuk dan tentunya langsung menekan tombol menuju lantai empat.

“Kamu jahat tahu, Mas!” kata Ela sambil memukul dada Bagas. “Kamu sudah menghianati istrimu.”

Bagas tertawa sambil merangkul Ela. “Aku tidak jahat, justru dia yang jahat. Dia yang sudah tega membohongiku.”

Ela tersenyum kemudian merangkulkan kedua tangannya di tengkuk Bagas. “Kalau aku, pasti nggaj jahat, kan?”

“Tentu saja enggak.” Bagas memepet tubuh Ela pada pintu berwarna coklat. “Kamu justru wanita baik yang aku cintai saat ini.” Sebuah kecupan mendarat sempurna di bibir Ela.

“Apa-apaan ini?” lirih Anin dengan tubuh bergetar dan mata berkaca-kaca.

Dari balik dinding tempatnya berdiri sekarang, Anin bisa melihat dengan jelas berbuatan tak senonoh itu. Sang suami sudah tega berselingkuh di belakannya. Bermesraan di depan pintu kamar sebuah hotel, Anin tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi setelah kedua orang itu masuk dalam kamar tersebut

“Ke-kenapa, kenapa begini?” lirih Anin lagi. Air mata sudah tak terbendung lagi dan akhirnya meluap begitu saja membasahi wajah.

Saat pandangan Anin mendongak, dua orang tersebut sudah raib. Mereka berdua sudah menghilang. Saat itulah Anin menangis hingga membuat dadanya sakit. Suami yang ia harapkan masih ada cinta untuknya, ternyata dengan tega berkhianat dan memilih tidur bersama wanita lain.

Anin kemudian menarik napas dalam-dalam. Mengembuskan secara cepat, lalu Anin mengusap kasar wajahnya yang basah. “Aku harus pulang,” kata Anin.

Anin meraup wajahnya sekali lagi, barulah kemudian berjalan cepat keluar dari hotel tersebut. Apa yang baru saja Anin lihat, adalah sebuah bukti nyata kalau memang sudah tak ada rasa cinta dari Bagas untuk Anin. Kenangan manis yang terjadi sebelum pernikahan dulu, kini pada akhirnya berakhir dengan sebuah pengkhianatan.

BRAK!

Anin membanting pintu kamarnya sampai-sampai tidak tahu ada orang yang sempat memandanginya tadi.

“Kenapa dia?” gumam Jonan yang tahu Anin sedang bertingkah aneh.

Jonan yang awalnya sedang berdiri di depan rak buku, kemudian berjalan mendekat ke arah pintu kamar yang baru saja dibanting oleh Anin.

“Apa dia menangis lagi?” Jonan masih bertanya-tanya.

Sangat perlahan, kemudian Jonan memutar knop pintu. Mendorong pintu tersebut, hingga sosok wanita sedang menelungkup di bawah tepian ranjang pun terlihat.

Itu Anin. Ya, dia sedang menangis. Tebakan itu terlihat jelas dari kedua pundak Anin yang bergerak-gerak. Isak tangis pun bisa Jonan dengar.

Sudah tak tahan melihat Anin mengumpat tangis, Jonan kemudian berjalan mendekat secara perlahan. “Hei,” kata Jonan kemudian.

Masih dengan wajah yang basah dan mata sembab, Anin refleks mendongak. Ketika tahu siapa yang ada di hadapannya saat ini, Anin segera berdiri dan mengusap wajahnya dengan cepat. Jonan yang terkejut juga ikut berdiri.

“Ngapain kamu di sini?” tanya Anin sesenggukan.

“Tidak ada,” sahut Jonan sambil angkat bahu. “Aku cuma lihat ada wanita cantik yang berlari masuk kamar sambil menangis.”

Anin mundur hingga bagian tengkuk lutut menabrak tepian ranjang. “Si-siapa yang menangis,” elak Anin. Jemari-jemari lentik itu masih sibuk mengusap wajah dengan kasar.

“Sudahlah, jangan kasar begitu. Wajah kamu nanti lecet.” Jonan menarik kedua tangan Anin supaya menjauhi wajah.

Anin berdehem lantas membuang muka. “Kamu keluar dari kamarku. Aku mau sendiri,” kata Anin.

Jonan mendecih. Sesaat kemudian, tiba-tiba Jonan justru memeluk tubuh Anin dengan erat. Anin yang terkejut awalnya sempat menolak, tapi merasa ada kehangatan yang menjalar, Anin mendadak diam membisu.

“Dia menyakiti kamu lagi?” tanya Jonan lirih sambil menghirup aroma wangi rambut Anin.

Anin menangis lagi. Menangis dengan air mata lebih banyak dari sebelumnya. Baju Jonan bagian dada bahkan sudah mulai basah.

“Bagas … Bagas menghianati aku. Di-dia … dia selingkuh.” Pecah sudah air mata itu semakin deras.

Anin sudah tak tahan memendamnya lagi. Rasa kecewa dan sakit di hati pada sosok Bagas, semakin meluap begitu saja.

“Sshhtt!” Jonan melepas pelukannya, kemudian menangkup wajah Anin dengan kedua tangan. Dua ibu jarinya bergerak-gerak mengusap pipi basah itu. “Jangan menangisi orang seperti itu. Kamu hanya menyiksa diri sendiri kalau seperti ini.”

Anin menatap sendu wajah Jonan. Wajah Jonan terlihat tampan dan penuh kasih sayang. Andai saja ini Bagas? Ah, Bagas tidak mungkin seperti ini. Anin kemudian mengerjapkan matanya beberapa detik, sebelum akhirnya tersadar kalau memang pria yang saat ini sedang menenangkan dirinya bukanlah Bagas. Pria ini tak lain adalah Jonan. Sosok pria yang selama setahun ini selalu menjahili Anin.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CINTA TERLARANG DI BALIK LAYAR
8.0
Hubungan asmara rahasia terjalin antara aktris papan atas dan sutradara muda jenius yang sebenarnya telah beristri. Di balik kemilau dunia perfilman, kisah cinta terlarang ini dipenuhi intrik dan ancaman bahaya. Keduanya berjuang keras menjaga karier serta nama baik mereka dari kehancuran. Namun, daya tarik yang begitu kuat membuat mereka sulit melepaskan satu sama lain, memicu konflik penuh risiko di balik megahnya industri hiburan.
Sampul Novel Derai Kasih Syafana
9.1
Di usia 33 tahun, Syafana Azzahra harus menghadapi kenyataan pahit setelah dua kali gagal membina rumah tangga. Harapan barunya kini ada pada Arman Alatas, pria yang dikenalkan oleh sahabatnya. Sialnya, tiga hari sebelum pernikahan, Syafana memergoki Arman berselingkuh. Meski dikhianati dan terluka sangat dalam, ia memilih memaafkan dan tetap menikahinya. Akankah pernikahan yang dimulai dengan kebohongan ini bisa dipertahankan oleh Syafana?
Sampul Novel GADIS AMNESIA MILIK SANG PEWARIS
8.2
Safira kehilangan ingatannya akibat kecelakaan tragis dan selalu didera migrain parah setiap kali mencoba mengingat masa lalunya. Demi membiayai sang ibu, ia nekat merantau ke kota, tetapi nasib buruk menimpanya saat seluruh uangnya dicopet. Di saat terdesak, Dexter Jackson hadir menolongnya dengan sangat tulus. Walau Dexter mengaku hanya teman lama, Safira merasakan ikatan yang jauh lebih kuat. Rahasia besar apa yang sebenarnya dipendam oleh pria yang ia panggil Mas itu?
Sampul Novel Heart Stealing (Mencuri Hati)
8.5
Kepercayaan Dakota Spencer pada cinta pertama hancur setelah dikhianati kekasihnya. Di masa sulit ini, Dylan, pria berjiwa petualang yang diam-diam mengaguminya walau sering bergonta-ganti pasangan, datang mendekat. Dylan berjuang keras meluluhkan hati Dakota yang kini melajang. Namun, saat hubungan mereka mulai terjalin, sebuah rintangan besar datang menguji. Dakota pun dihadapkan pada pilihan sulit: berjuang bertahan atau kembali merasakan kehancuran yang sama.
Sampul Novel His Darling Debtor
9.2
Clara harus menanggung akibat dari tindakan ayahnya yang melarikan diri dengan uang milik Tuan Blackwell. Demi melunasi utang tersebut, ia terpaksa mengorbankan kebebasannya dan bersedia menjadi wanita simpanan sang miliarder. Namun, kesepakatan dingin ini justru menyeret Clara ke dalam badai emosi yang rumit serta misteri masa lalu yang mulai terungkap. Hubungan yang penuh ketegangan ini pun menjadi ujian berat bagi ikatan sejati mereka.
Sampul Novel Kembalinya Mantan Istri Suamiku
9.6
Lima tahun mengabdi sebagai ibu rumah tangga demi Neil dan putranya, pernikahan wanita ini hancur seketika saat mantan istri sang miliarder memutuskan kembali. Diusir dari kamar utama oleh anak tirinya sendiri di bawah tatapan mengejek para pelayan, ia hanya mendapati sikap acuh tak acuh dari Neil. Menyadari posisinya yang tak pernah dihargai, ia menolak sentuhan Neil di malam hari. Dengan tenang, ia bersiap mengakhiri pernikahan mereka yang tersisa dua hari lagi.