APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Dan Mertua Tak Tahu Aku Banyak Uang

Suami Dan Mertua Tak Tahu Aku Banyak Uang

Amira selalu diremehkan sang mertua yang terus membandingkannya dengan Rista. Tanpa ada yang tahu, ia sebenarnya wanita mandiri yang tengah merintis kesuksesan finansial. Sementara itu, Heri yang bosan hidup susah memilih berselingkuh dengan Tania, mantan pacarnya. Pengkhianatan ini menghancurkan hati Amira yang selama ini berjuang berdagang demi menghidupi keluarga. Saat berniat melayangkan gugatan cerai, ia justru mendapati dirinya hamil. Haruskah Amira bertahan atau pergi?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Lihat ini, Heri, enak banget hidup adikmu itu punya istri anak orang kaya, tinggal di rumah besar dan mewah, ga kaya kamu, apes! Malah nikah sama rakyat jelata, jadi hidupmu gini-gini aja ga ada kemajuan" celetuk ibu mertua sambil memandang layar ponsel.

Aku yang sedang menghidangkan teh dan camilan di atas meja hanya bisa bersikap biasa saja, dihina dan dibandingkan dengan Rista yang tak lain istrinya Ardan adik iparku sudah jadi makanan sehari-hari.

"Lihat tuh di rumahnya ada kolam renang, gede dan juga bersih, enak banget ya jadi Rista tiap hari bisa foya-foya ga kaya kita," celetuk ibu lagi masih memandang ponsel android-nya.

Mas Heri menggeser posisi duduknya dekat ibu lalu dua pasang mata itu melihat layar ponsel bersamaan, memandang takjub benda pipih itu.

"Iya ya, Bu, enak banget jadi Ardan padahal sebelum nikah sama Rista dia pengangguran, eh sekarang jadi orkay mendadak, lah aku dari dulu kerja keras malah dapet ...."

Mas Heri tak melanjutkan ucapannya ia malah melirikku dengan sinis.

"Dapet apa, Mas? kamu nyesel karena punya istri kaya aku yang hanya tukang pentol aja?" sahutku dengan santai, ngapain emosi bikin darah tinggi saja.

"Fikir aja sendiri," sahut Mas Heri sedikit ketus.

"Coba aja kalau kamu punya istri seperti Rista yang kaya raya, pasti hidupmu enak ga perlu kerja keras, Ri," celetuk ibu lagi.

Aku memilih masuk ke dapur dari pada mendengar keluhan dua manusia tak bisa bersyukur itu, mau hidup enak tapi enggan berusaha, mana ada yang seperti itu dimana-mana kalau mau kaya ya harus usaha.

Hari ini rumah sederhanaku akan kedatangan tamu yang katanya istimewa, siapa lagi jika bukan Ardan dan Rista--putri seorang pengusaha sukses yang terkenal di kota ini--

Yang kudengar dari ibu mertua, keluarga Rista memiliki supermarket paling besar di kota ini dan memiliki beberapa cabang, berbeda denganku yang hanya anak seorang penjual daging di pasar, tak heran baik ibu ataupun Mas Heri selalu membandingkan aku dengan istrinya Ardan itu.

"Ma, aku mau kue yang ada depan itu, tapi ga dibolehin sama nenek," rengek Nasya--putriku yang berumur delapan tahun--

Tiba-tiba saja hatiku merasa geram, kue itu aku yang beli masa Nasya tak boleh memakannya walau sepotong.

"Ya sudah biar Mama yang pintain."

Aku bergegas ke ruang tamu.

"E-eh, main comot-comot aja, ini tuh kue buat Rista sama Ardan," celetuk ibu sambil menepis tanganku yang hendak mengambil sepotong kue di atas meja.

"Nasya mau, Bu, kasih ajalah sedikit lagian dia ga minta semua kuenya kok," jawabku sedikit kesal.

"Kalau Nasya mau kue beli aja di warung sana, ini kue mahal dan spesial buat mantuku, mereka ke sini mau ngasih kejutan buat Ibu, jadi harus disambut sama makanan enak dan spesial" jawab ibu sinis.

"Lagian kue ini Heri yang beli tadi khusus buat menyambut adiknya, jadi kamu jangan ngambil seenaknya ya."

"Yang beli memang Mas Heri, tapi uangnya dari aku, Bu!" tegasku sambil mengambil sepotong kue brownis itu dan membungkusnya dengan tissu.

"Hahhhh, yang bener aja masa iya kamu punya uang buat beli kue semahal ini." Ibu memandangku remeh.

"Yaiyalah punya, Ibu lupa kalau aku juga bisa mandiri cari uang sendiri," balasku sambil menyeringai.

"Halaaah, cuma jualan seblak sama pentol aja bangga! Tuh lihat Rista dia anak pengusaha tapi ga sombong!" tegasnya dengan wajah memerah.

Mereka tak tahu saja berapa penghasilanku perharinya yang didapat dari jualan seblak, bahkan gaji Mas Heri sebulan saja ketinggalan jauh, setengah hasil jualan kutabung untuk masa depan dan setengahnya untuk menutupi kekurangan sehari-hari.

Mas Heri bekerja sebagai seorang security di sebuah pabrik industri, gajinya hanya 3juta itu pun penghasilannya dibagi dua dengan ibunya, belum uang bensin dan rokok, tak heran jika uang yang diberikan padaku diminta lagi olehnya.

Entah bagaimana jadinya jika aku tak jualan seblak dan pentol, gajinya hanya cukup untuk beli beras dan kebutuhan selama dua Minggu, sedangkan kebutuhan listrik, air dan yang lainnya memakai uangku dari hasil jualan.

"Nah, itu mereka sudah datang."

Kami serempak celingukan ke arah luar, benar ternyata Ardan dan Rista keluar dari mobil mewahnya itu, lalu di belakangnya ada mobil pick up datang membawa motor Honda PCX berwarna merah.

"Wah ada motor, jangan-jangan motor itu kejutan buat ibu," ujarnya begitu ceria.

Aku menyeringai sambil mengikutinya keluar.

"Ya ampuun motornya bagus banget warna merah lagi, harusnya kalian ga perlu repot-repot lah beli hadiah semahal ini," ujar ibu sambil menggandeng Rista.

"Nih lihat, Amira, menantu kesayangan Ibu beliin motor bagus, kamu mah mana sanggup." Ibu mengejekku.

"Hei ibu-ibu lihat nih menantu saya yang kaya raya itu beliin motor loh, duhh baik banget 'kan dia," teriak ibu pada tetangga yang sedang ngerumpi di rumah sebelah.

Sontak saja beberapa orang ibu-ibu itu menghampiri, menatap takjub motor yang hendak diturunkan oleh pegawai dealer.

"Dengan Bu Amira?" tanya salah seorang pegawai dealer itu, ia berjalan begitu saja melewati ibu.

"Iya betul Pak." Aku mengangguk.

"Loh kok malah nanya Amira, motor itu buat saya atas nama Bu Ninik, Anda salah orang, Pak," sahut ibu membuatku ingin terbahak.

"Maaf, Bu. Tapi motor ini yang beli atas nama Bu Amira bukan Bu Ninik," jawab lelaki itu lalu menyerahkan kunci.

"Apa?! Amira? ... engga! ga mungkin! Dia cuma jualan pentol ga mungkin bisa kebeli motor," ujar ibu dengan mata membelalak.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bercerai dengan Suami Miskin
8.2
Selama tiga tahun membina rumah tangga, aku memikul seluruh beban finansial karena mengira suamiku tidak berpenghasilan. Dia bahkan melarangku membeli tas murah seharga 400 ribu rupiah dengan alasan terlalu boros. Namun, kedoknya terbongkar saat aku mengetahui dia mempersembahkan kalung berlian senilai 8 miliar rupiah sebagai kado ulang tahun untuk cinta pertamanya. Lelaki yang kukira terlilit utang itu rupanya adalah pewaris tunggal dinasti konglomerat yang memiliki kekayaan triliunan rupiah.
Sampul Novel Bertukar Pasangan
8.4
Pertemuan tak sengaja di kapal pesiar memicu ketertarikan terlarang antara dua pasangan muda. Marc dan Valerie merasa terpikat oleh Dylan dan Laura, begitu pula sebaliknya. Didorong rasa penasaran yang memuncak, Dylan mengusulkan ide gila kepada istrinya untuk bertukar pasangan selama satu hari. Keputusan berisiko ini membawa mereka ke dalam hubungan dewasa yang penuh gairah. Akankah eksperimen ini berakhir begitu saja, atau justru mengungkap misteri kehidupan baru?
Sampul Novel DI ANTARA NODA DAN CINTA PRASASTI
8.4
Kehidupan Prasasti menjadi rumit sejak berurusan dengan tiga putra konglomerat Adisurya. Hubungan asmaranya dengan si bungsu, Prasetya, hancur akibat tindakan Pramudya, sang sulung, yang hampir melecehkapannya hingga reputasi Sasti rusak. Demi menyelamatkan nama baik, Prahara yang merupakan anak kedua akhirnya menikahi Sasti. Sayang, pernikahan ini memicu dendam wanita lain yang ingin mencelakainya. Sanggupkah Sasti bertahan di tengah ancaman maut dan kembalinya Pras?
Sampul Novel Gadis Milik Tentara Arogan
9.3
Akibat pandemi global, Amore Acresia terpaksa menyudahi studinya di Los Angeles dan kembali ke Kudus. Sialnya, kepulangan Acre justru membawa petaka saat mobilnya tidak sengaja menabrak seorang tentara arogan bernama Alexander Yudha yang tengah bertugas. Insiden itu menghancurkan ponsel Alex hingga terlindas ban mobil, memicu kemarahan sang prajurit yang menuntut ganti rugi penuh. Perselisihan tajam ini perlahan berubah menjadi benih cinta, sebelum akhirnya tugas negara memisahkan mereka.
Sampul Novel Gadis Pemuas Tuan Grey
8.9
Laura berjuang keras mencari kerja sampingan sebagai pengasuh demi membiayai pengobatan ayahnya yang sedang sakit parah. Sayangnya, nasib buruk justru menimpanya saat ia bertemu Greyson. Kesucian Laura direnggut paksa, dan ia dipaksa menjadi pemuas hasrat pria tersebut. Kini, Laura terjebak dalam dilema moral yang sangat menyiksa. Ia harus memilih: sanggupkah ia bertahan menjadi budak nafsu Greyson demi mendapatkan uang untuk menyelamatkan nyawa sang ayah?
Sampul Novel Jatah Malam Untuk Mertua
9.0
Leo menghadapi dilema berat ketika calon ibu mertuanya yang janda meminta hubungan intim sebagai syarat nikah. Sementara itu, Dinda terkejut saat ayah kandungnya, Pak Bram, menginginkannya dan mengajukan tuntutan yang sama. Terjebak dalam pusaran nafsu dan tekanan orang tua, akankah Leo dan Dinda mengkhianati komitmen demi memenuhi syarat gila tersebut? Kisah penuh intrik dan pengkhianatan ini akan menguji batas kesetiaan cinta mereka.