APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Dadakan Ku Ternyata Bos

Suami Dadakan Ku Ternyata Bos

Kegagalan pernikahan membawa Erina pada situasi mendesak. Jika tidak segera menikah dalam waktu satu minggu, ia akan dipaksa menjadi istri kesekian dari seorang pria. Di tengah keputusasaan, seorang pria tampan bernama Fico Albarez datang menawarkan pernikahan instan. Terpaksa menerima demi menyelamatkan hidupnya, Erina kemudian terkejut saat mengetahui identitas asli suaminya. Fico ternyata adalah seorang presdir kaya raya yang tidak memiliki masalah pribadi apa pun. Mengapa pria sesempurna itu memilih menikahi wanita asing seperti dirinya?
Bab
Bagikan

Bab 5

. Kartu Hitam Kaum Elit.

Ketika meletakkan Kartu itu di telapak tangan Erina, kulit mereka bersentuhan. Erina bisa merasakan suhu badan Fico lebih tinggi dari suhu badan dirinya. Rasanya seperti menembus kulitnya, membuat Erina sedikit kehilangan akal.

"Baiklah kalau begitu." Biar bagaimanapun juga Erina berpikir, jika mereka sudah menjadi pasangan, Pasangan pengantin baru yang seharusnya bahagia bukan? Erina tidak ingin merusak niat baik Fico hanya karena hal kecil seperti ini. Dia akhirnya menerima Kartu itu.

"Aku masih ada kerjaan sore ini. Maafkan aku tidak bisa mengantarmu." Ucap Fic dengan nada yang masih terdengar datar.

"Oh. Tidak mengapa. " Sahut Erina. Dia juga tidak berharap, jika pria itu benar-benar akan mencintainya atau menganggapnya seorang istri yang sesungguhnya. Jadi dia tidak merasa kecewa sedikitpun.

"Oh iya. Mengenai Alamat Rumahku, em.." Fic nampak berpikir sebentar.

Lalu melanjutkan bicaranya.

"Setelah pekerjaanku selesai, aku akan menghubungimu. Beri saja aku nomor ponselmu."

Erina tiba-tiba merasa gugup dan cepat berkata. "Itu tidak terlalu penting, jadi sebaiknya tidak usah terburu-buru."

Seharusnya, dua orang yang sudah menikah memang sudah sepantasnya tinggal bersama. Tetapi mengenai hal ini, Erina sungguh belum siap. Dia belum bisa membayangkan jika harus tinggal satu atap dengan pria asing.

Fic menaikkan alisnya, ucapan Erina terdengar seperti penolakan. Dia membuang nafas kasar. Erina yang menyadari itu langsung merasa bersalah.

Beruntung Fic bukanlah tipe Pria yang banyak bicara. Dia merapikan Jasnya.

"Baiklah. Jika tidak ada hal yang perlu dibicarakan lagi, aku akan pergi duluan."

Erina hanya mengangguk, menatap Pria itu pergi dengan melangkah Pelan. Erina juga bersiap menunggu taksi untuk kembali ke kontrakannya. Tetapi ketika dia membalikkan badan berlawanan dengan Arah Fic berjalan, tiba tiba dia teringat awal tujuannya datang menemui Fic tadi. Yaitu untuk melunasi hutang pertamanya.

Erina dengan cepat berteriak memanggil Fic dan berlari mengejar.

"Fic. Tunggu dulu!" Mendengar panggilan Erina, Fic terpaku. Selain Mentari, tidak ada yang memanggilnya dengan sebutan Fic saja. Fic tertegun sesaat sebelum akhirnya menoleh. Erina menghampirinya dengan nafas terengah-engah.

"Aku lupa. Jika membawa uang sepuluh juta milikmu yang tempo lalu kau pinjamkan padaku." Erina merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah Amplop coklat.

"Terimalah. Setidaknya, aku bisa sedikit mengurangi hutangku padamu. Selebihnya, aku tidak bisa menjanjikan kapan akan membayarnya." Erina diam di hadapan Fic, mengulurkan amplop itu.

Fic tertawa, membuat Erina terkejut. Dua kali pertemuan, baru ini dia mendengar Pria itu tertawa. Wajahnya yang tampan serta penampilannya yang keren, jelas begitu terlihat dimata Erina. Hanya sayangnya, wajah dingin penuh acuh tak acuh itu masih saja terlihat. Tapi kali ini, karena senyuman lebarnya itu, membuat Erina terpana.

"Kamu masih ingin membayarnya?" Fic bertanya, sekarang terdengar tidak sedingin sebelumnya.

"Apa yang harus ku kembalikan, ya harus ku kembalikan." Erina mengulurkan kembali Amplop tersebut.

"Tapi itu tidak perlu lagi." Fic tetap tidak mengulurkan tangannya.

Mungkin karena tadi berlari terburu buru, wajah Erina terlihat memerah. Keringat mengalir ke rahangnya dan beberapa helai rambut panjangnya yang terurai ikut terbawa keringat yang mengalir menutupi pipinya.

Untuk sesaat, Fic menjadi sedikit peka, mengulurkan tangannya hendak merapikan rambut itu. Tapi tiba-tiba dia menarik tangannya kembali dan kembali menjadi dingin.

"Kita sekarang sudah menjadi suami istri. Bukankah aku juga sudah mengatakan, jika kau menikah denganku maka tidak perlu membayar uang itu. Suami istri, tidak boleh perhitungan."

Setelah selesai berbicara Fic langsung pergi tanpa memberi kesempatan Erina untuk bicara kembali. Erina hanya terpaku. Pria dingin itu, kenapa terlihat begitu keren?

"Benar juga, dia suamiku sekarang." Entah mau senang atau sedih, Erina sendiri tidak bisa mengerti bagaimana perasaannya saat ini. Dia kemudian menyetop Taksi saat melihatnya.

"Kemana Nona?"

"Ke Toko Perhiasan." Beruntung Erina masih mengingat pesan Fic untuk mencari cincin pernikahan mereka. Jadi dia memutuskan untuk mencari cincin terlebih dahulu sebelum pulang.

Taksi sudah berhenti, Erina turun setelah membayar dan berjalan menuju Toko Perhiasan yang ada di dalam sebuah Mall.

Seorang pemilik toko dengan ramah menyapa.

"Apa yang ingin anda cari Nona. Mari saya bantu."

"Aku sedang mencari cincin pernikahan."

"Oh. Silahkan. Disini banyak pilihan. Dari yang kelas Elit sampai yang kelas menengah ke bawah." Pelayan menunjukan satu persatu pasangan cincin.

Erina memilih yang paling sederhana. Berharga sekitar tiga jutaan. Dia berpikir tidak perlu mencari perhiasan yang begitu mahal.

"Yang ini saja."

"Baiklah. Tidak mengapa. Apapun pilihan Nona, semoga pernikahan kalian langgeng." Pemilik toko segera menyuruh Pelayan membungkus Cincin itu dengan kotak perhiasan.

"Bayar pakai ini." Erina mengeluarkan kartu dari Fic itu dan menyodorkan.

Pemilik Toko itu menerima dengan tercengang. Membolak balikkan kartu dengan sesekali menatap Erina.

"Anda serius Nona? Ingin mengambil cincin itu?"

"Iya. Kenapa? Apa kartunya bermasalah."

"Oh. Tidak tidak, tunggu sebentar." Pemilik toko sempat heran saja, ini adalah kartu hitam milik kaum Elit. Mungkin diKota ini hanya beberapa orang yang memilikinya dan itupun hanya Pengusaha yang sudah memiliki Perusahaan besar mendunia.

Sambil menggunakan Kartu itu, pemilik toko sesekali melirik Erina yang sedang menunggu.

"Apa anda istri atau Putri seorang konglomerat?" Tanya Pemilik toko sambil mengembalikan kartu kepada Erina.

"Tidak?" Erina menggeleng.

"Suamiku hanya orang biasa. Kami baru saja menikah, dan dia memintaku mencari cincin pernikahan karena dia sangat sibuk. Dia memberiku kartu ini."

"Oh baiklah Nona. Terimakasih sudah berkunjung ke Toko kami. Lain kali boleh lah kemari lagi dan ajak suami Nona. Siapa tau saja, suami Nona ingin mencarikan perhiasan untukmu." Pemilik Toko mengangguk hormat, berpikir jika Wanita itu pasti hanya belum tau Bisnis suaminya.

Erina melangkah pergi meninggalkan toko, mengamati satu cincin yang sudah terselip di jari manisnya. Kembali dia menarik nafas berat. Tapi segera menguasai hatinya dan menyetop Taksi. Sebelum pulang, dia ke kantor terlebih dahulu untuk menanyakan perihal hari pertemuan dengan Presdir Galaxy Group. Karena tadi dia sempat membaca pesan dari Oca jika mereka memajukan jadwal.

Baru saja melangkah masuk ke ruangan kerja, Oca sudah berlari menyerbunya.

"Erin. Jadwal pertemuan kita dengan Presdir Galaxy Group adalah besok." Oca penuh semangat kegembiraan.

"Tidak mengapa." Jawab datar Erina. Dia duduk melipat tangannya di atas meja. Itu membuat Oca menangkap cincin yang ada di Jarinya.

"Ini seperti cincin pernikahan?"

Erina langsung menutup jarinya dengan tangannya yang sebelah. Wajahnya memerah.

"Erin? Apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku?" Oca bertanya penuh selidik.

Erina mengangguk saja, tidak ingin membohongi temannya. Bukankah ini baik untuk dirinya juga? Jika semua orang tau kalau dia sudah menikah.

"Aku baru saja menikah."

"Apa? Kau bercanda?" Oca terbelalak seperti tidak percaya.

"Tidak. Aku tidak bercanda. Tapi benar." Erina memperlihatkan Sertifikat Pernikahannya kepada Oca. Hanya sebatas memperlihatkan saja lalu segera pergi.

Oca berlari untuk menyusul. "Kau serius?"

Erina hanya mengangguk saja lalu melangkah keluar untuk pulang ke kontrakannya. Oca tidak bisa banyak berprotes, walau dalam hati dia tau, jika Erina sepertinya terpaksa dengan pernikahan ini.

Beberapa karyawan lain rupanya ada yang mendengar percakapan Mereka.

"Erina sudah menikah? Yang benar saja!"

"Bukankah dia gagal Menikah?"

"Mungkin dengan pria lain."

Erina sepintas mendengar, tapi berusaha untuk tidak peduli. Memutuskan untuk segera pergi saja.

Sesampainya di Kontrakan, Erina membaringkan tubuhnya diatas kasur. Dia ingin melupakan segalanya dengan tertidur. Bahkan tidak memikirkan pekerjaan besok. Padahal semua orang sedang menanti hari besok. Dimana dia dan tim akan mewawancarai Seorang Presdir Galaxy Group yang sangat Misterius dan baru akan mau menampakan dirinya besok pada Dunia.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Aku Yang Menjebakmu
8.8
Nadira Almeira, sekretaris bersahaja di Mahardika Corp, dituduh menjebak CEO Elvano Mahardika demi kekuasaan. Tanpa bukti, Elvano memecat dan mempermalukannya di depan publik dengan lemparan uang yang menghina harga dirinya. Padahal, Nadira hanyalah korban yang tidak tahu apa-apa. Situasi kian rumit saat ia menyadari dirinya tengah mengandung anak Elvano. Kini, ia harus memilih antara pergi selamanya atau kembali menghadapi pria yang telah menghancurkannya.
Sampul Novel I'm The Queen
8.2
Kehidupan Ratu Elea di Istana Landbird hancur setelah Raja Flynn berpaling kepada Beatrice, selir licik yang tengah hamil. Difitnah kejam dan diceraikan, Elea berada di ambang kehancuran. Di masa sulit ini, Raja Alaric dari Kerajaan Veridion datang mengulurkan bantuan. Kini, Elea harus menghadapi konspirasi politik dan pengkhianatan besar, memaksanya memilih antara merebut kembali takhtanya atau melangkah ke jalan baru yang berbahaya.
Sampul Novel Menantu yang Baik
8.5
Sebagai seorang istri dengan kebutuhan biologis yang luar biasa tinggi, wanita ini harus menghadapi siksaan fisik setiap kali masa suburnya tiba. Biasanya, sang suami yang berfisik tegap selalu mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Namun, situasi berubah sulit ketika suaminya menjadi sangat sibuk dan harus pergi melakukan perjalanan bisnis selama lebih dari dua minggu. Ditinggal sendirian dalam waktu lama membuat tubuhnya didera rasa gatal dan kesepian yang tak tertahankan akibat hasrat yang tak terpenuhi.
Sampul Novel PERNIKAHAN JEBAKAN: RAHASIA SUAMIKU
8.7
Elena mengira hidupnya sempurna bersama Samuel Adinata, CEO Royal Adinata yang menjadi suami sekaligus ayah idaman bagi Eliott. Namun, topeng itu runtuh saat rahasia gelap sang miliarder mulai terungkap. Pernikahan yang selama ini Elena jalani ternyata bukan didasari cinta, melainkan sebuah taktik licik yang dirancang Samuel. Menyadari dirinya hanya dimanfaatkan demi ambisi tersembunyi sang suami, amarah Elena pun meledak dalam jebakan rumah tangga ini.
Sampul Novel Secret Affair
8.0
Pernikahan Raquel Brons selama lima tahun hancur setelah sebuah foto misterius mengungkap perselingkuhan suaminya. Karena gugatan cerainya selalu ditolak pengadilan, Raquel nekat mencari pria simpanan untuk memancing sang suami agar mau berpisah. Di tengah rencana tersebut, datang seorang pria yang menawarkan bantuan. Namun, kehadiran sekutu baru ini malah menumbuhkan perasaan cinta tak terduga, mempersulit usahanya meraih kebebasan.
Sampul Novel SENANDUNG CINTA
8.3
Perjuangan hebat seorang wanita tangguh dalam membuktikan diri lewat kekuatan cinta menjadi inti kisah ini. Lia kini telah memantapkan hatinya untuk menyatakan seluruh perasaan terdalam pada momen yang paling tepat. Penuh keyakinan, ia mulai merancang masa depan indah bersama Rangga. Takdir pun menuntun langkah keduanya menuju Jepang. Di Negeri Sakura inilah, sebuah janji suci pernikahan akan segera mengikat cinta sejati mereka untuk selamanya.