APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Cacatku Ternyata Sultan

Suami Cacatku Ternyata Sultan

Tepat sebelum akad, Vani dikhianati oleh Wisnu, calon suaminya yang berselingkuh dengan adiknya sendiri. Demi melunasi utang-utang Wisnu, ia terpaksa menikahi Gerry, kakak tiri mantan kekasihnya yang mengalami kelumpuhan. Di tengah kepedihan dan kekecewaan yang mendalam karena pernikahan paksa ini, Vani perlahan mulai menyadari bahwa di balik keterbatasan fisiknya, Gerry ternyata menyimpan rahasia besar mengenai identitas aslinya yang sebenarnya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Bu ---" ucap pria penagih hutang itu. Dia nampak sedikit kasihan dengan keadaan Vani.

Dituntunnya Vani untuk berdiri dan dibawanya menuju kursi di salah satu terasnya lalu di dudukkannya.

"20 juta ... untuk biaya pernikahan? Astagfirullah," ucap Vani kembali sambil beristigfar.

"Iya, Bu. Jadi bagaimana Bu?" tanyanya kembali.

"Saya bisa minta waktunya seminggu lagi gak, Pak? Biar saya tanya Mas Wisnu dulu," mohon Vani.

"Tapi janji ya, Bu, seminggu harus sudah ada uangnya," ujar si pria menegaskan.

"Akan saya usahakan, Pak," jawab Vani.

"Baik, saya permisi dulu, Bu," pamit pria tersebut.

Seperginya pria itu, Vani pun kembali beristigfar melihat nota hutang yang diberikan sang pria tadi. Tak lama, Pak Latif dan Bu Rina pun datang sehabis mereka membantu merapikan sisa-sisa dekorasi pesta pernikahan anaknya itu.

"Assalamu'alaikum Van, siapa tadi yang datang?" tanya Pak Latif sesudah mengucapkan salam. Dia pun lalu duduk di kursi sebrang Vani yang hanya terhalang oleh meja kecil tempat menaruh surat kabar pagi. Ya, Pak Latif masih suka berlangganan surat kabar pagi di tengah gempuran berbagai platform koran online. Baginya, lebih enak membaca dari kertas langsung daripada membaca lewat online.

"Wa'aaikumsalam, debt collector, Pak," ucap Vani.

"Debt collector? Astagfirullah Vani, buat apa kamu berhutang?" tanya Pak Latif kembali.

"Bukan Vani, Pak. Tapi Mas Wisnu, Vani gak tau untuk apa uangnya, tapi disini ditulis untuk biaya pernikahan, Pak. Apa yang sebenarnya terjadi, Pak? Apa bapak tau sesuatu?" tanya Vani menegaskan lalu dia menyerahkan nota pinjaman itu ke Bapaknya. Pak Latif dan Bu Rina pun melihat nota itu dan mereka pun tampak syok dengan jumlah uang yang di pinjam oleh Wisnu.

"Kita kedalam aja yuk, kita obrolin di dalam," ajak Bu Rina. Pak Latif pun mengangguk setuju lalu membantu Vani berdiri karena sepertinya dia nampak syok dengan keadaan yang ada.

Mereka bertiga pun lalu masuk kedalam rumah dan duduk diruang tamu. Setelah semua duduk, Bu Rina lalu memeluk anaknya itu dan kemudian bersimpuh di pangkuan sang anak.

"Bu ..." kata Vani kaget melihat kelakuan sang Ibu.

"Ma -- maafin ibu, Van. Maaf. Ibu sebenarnya tau tentang rencana pernikahan Adel dan Wisnu. Maaf kalo ibu diem aja, ibu pikir, mereka juga ngeluarin biaya sendiri, tapi ternyata mereka pakai uang kamu," jelas sang ibu. Pak Latif pun tampak kaget mendengar penjelasan sang istri.

"Astagfirullah ibu! Ibu kenapa bisa sejahat ini sama Vani?!" geram Pak Latif, nampak dia mengepalkan kedua tanganya menahan amarah. Dia tak menyangka bahwa sang istri ternyata sebenarnya mengetahui semua rencana ini.

"Bu ..." ucap Vani tertahan, air matanya tiba-tiba meluncur begitu saja.

"Maafin ibu, Van. Ibu tau ibu salah, tapi ibu malah diem aja," ucap Bu Rina, dia pun sama terisaknya dengan Vani.

"Tolong jelasin apa yang sebenarnya terjadi, Bu!" tegas Pak Latif.

Bu Rina pun akhirnya menceritakan semua yang ia ketahui tentang hubungan Adel dan Wisnu. Sebenarnya, mereka berdua memang sepasang kekasih dan akan segera menikah, hanya saja pasti Pak Latif akan melarang pernikahan mereka karena Vani belum menikah dan tak boleh dilangkahi, karena itu dia minta Wisnu untuk pura-pura menyukai Vani dan merencakan pernikahan. Setelah semua rencana pernikahan Vani dan Wisnu tersusun rapi, Adel pun lalu mengubah dan menyusupnya. Berkas pernikahan di KUA pun diganti nama mempelai wanitanya, lalu dia diam-diam melalukan poto prawedding juga dengan Wisnu. Namun, dia tak tau dari mana uangnya. Jika melihat nama penjamin di nota tadi, itu jelas adalah tanda tangan milik Adel.

"Astagfirullah, astagfirullah, tega banget ibu kaya gini sama aku," isak Vani kembali tergugu.

"Maafin ibu, Van. Maaf," kata sang ibu kembali, dia pun lalu memeluk anaknya itu.

Pak Latif nampak memijat keningnya karena dia tak tau harus bagaimana. Uang 20 juta bukan lah uang yang sedikit, apalagi dia juga baru kelar mengadakan pesta, dan uang yang kembali hanya ada 15 juta saja.

Ditengah kekalutan yang ada, tiba-tiba terdengar teriakan dari luar rumah.

"Vani, Vani, calon mantu kurang ajar emang kamu ya!" teriak Bu Wiwik dari luar rumah. Dia pun lalu menerobos masuk begitu saja.

"Ada apa besan?" tanya Pak Latif kepada Bu Wiwik. Nampak kemarahan di muka Bu Wiwik.

"Bisa-bisanya lu nunggak pembayaran WO! Lu mau bikin malu keluarga gua hah?" geram Bu Wiwik sambil mengacungkan jarinya menunjuk muka Vani.

"Nunggak pembayaran? Jelas-jelas kemaren sudah Vani lunasin, Mah," jawab Vani heran dengan ucapan Bu Wiwik. Bu Wiwik pun nampak kaget lalu menutup mulutnya.

"Pokoknya, saya gak mau tau. Kamu harus lunasin biaya WO itu sebesar 15 juta!" bentak Bu Wiwik lalu dia berlalu keluar dari rumah.

"Ya Allah, cobaan apalagi ini," ucap Vani.

Mereka bertiga pun nampak kalut, tak tau harus berbuat apa. Tak ada yang bersuara, hanya ada suara desahan napas dan isakan dari Bu Rina.

Pak Latif pun akhirnya mengambil ponselnya lalu mencoba menghubungi seseorang. Namun tak jua diangkatnya.

"Sial! Nonya pake segala gak aktif lagi!" geram Pak Latif lalu melempar ponselnya kesembarang arah. Ternyata, dia menelpon Wisnu dan Adel, namun keduanya tak ada yang bisa dihubungi sama sekali.

***

2 hari berlalu setelah kejadian itu, Vani nampak sering mengurung dirinya didalam kamar. Saat ini, dia masih dalam masa cuti menikah sehingga dia tidak bekerja.

Malam harinya, Pak Leon dan Bu Wiwik pun bertandang ke rumah Vani. Pak Latif pun menyambut hangat kedatangan besannya itu meskipun nampak sedikit malas.

Setelah mempersilakan tamunya masuk, tak lupa mereka menjamunya dengan menyiapkan cemilan dan juga minuman. Hening melanda beberapa saat, sampai akhirnya Pak Leon memecah keheningan itu.

"Bagaiman ini Pak Latif? Siapa yang akan membayar pelunasan WO ini?" tanya Pak Leon memulai pembicaraannya.

"Kata Vani, WO sudah dia bayar lunas. Jadi saya pun gak tau itu WO untuk siapa," jawab Pak Latif.

"Kalo udah dibayar lunas, ya gak mungkin lah dia masih nagih!" sela Bu Wiwik.

"Apa perlu saya kasih bukti pelunasan WOnya? Jika memang belum lunas, berarti itu adalah WO punya Adel dan Wisnu. Bukannya pernikahan mereka pun telah direncakanan?" tanya Vani kepada Bu Wiwik. Bu Wiwik terkesiap mendengan penuturan Vani.

"Kamu kan cuma ngasih uang 10 juta aja. Sedangkan WO itu harganya 30 juta, emang kamu pikir siapa yang harus bayar sisanya?" tanya Bu Wiwik geram.

"10 juta?! Saya udah ngasih 20 juta ke Mas Wisnu untuk biaya WO, dan harga WO saya pun cuma 13 juta dan itu sudah lunas kemaren. Jika seperti itu, berarti memang punya Adel dan Wisnu. Jadi, silahkan ibu tagih ke anak ibu dan juga Adel. Begitu pun dengan hutang mereka di koperasi sebesar 20 juta harus mereka berdua yang bayar! Saya gak mau ya, harus bayar biaya yang jelas-jelas bukan untuk saya!" bentak Vani.

Vani pun nampak kesal dan geram dengan sikap Ibu Wiwik yang terasa memojokkannya, padahal jelas-jelas dia tau bahwa yang menikah bukanlah Vani. Suasana makin panas karena Bu Wiwik terus memaksa Vani untuk membayar, sedangkan Vani tetap menolak.

"Sudah cukup! Saya yang akan bayar semua tagihan itu, tapi dengan syarat Vani harus menikah dengan anak kandung saya atau kakak tiri Wisnu!" tegas Pak Leon dengan nada sedikit membentak.

"Gery, masuk lah!" perintah Pak Leon kepada seseorang di luar pintu.

Semua mata pun akhirnya tertuju ke arah pintu masuk. Saat orang itu masuk, Vani langsung mengucapkan istigfar dan menutup mulutnya, begitupun dengan Bu Rina dan Pak Latif.

"Dia ..." ucapan Vani pun terjeda.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Sang Mantan Kekasih yang Dikhianati
8.4
Akibat jebakan obat perangsang, CEO dingin Aryan Adhitama terpaksa menikahi Alana Shafira demi menjaga kehormatan keluarga dan menebus kesalahannya. Alana, yang awalnya hanya perawat sang kakek, kini harus menjalani kehidupan pernikahan penuh siksaan batin. Di mata Aryan, wanita itu hanyalah beban yang tak diinginkan. Di tengah jurang status sosial dan kesalahpahaman yang pekat, mampukah benih cinta tumbuh di antara mereka?
Sampul Novel Dari Abu: Kesempatan Kedua
8.2
Cinta tulusku pada Bima Wijoyo berakhir tragis saat ia membiarkanku terpanggang di studio seni yang terbakar demi menyelamatkan Clara, kakak tiriku. Namun, takdir memberiku kesempatan kedua. Aku terbangun di masa lalu, tepat sebelum rapat dewan keluarga berlangsung. Dengan memori kelam tentang kobaran api dan pengkhianatan mereka, kini aku berdiri kokoh untuk membatalkan pertunangan kami. Aku bersumpah tidak akan membiarkan diriku hancur untuk kedua kalinya.
Sampul Novel Diawali Dengan Penceraian
8.2
Lima belas tahun hidup miskin setelah diusir oleh Keluarga Wilton, nasib Gerald kian terpuruk. Selama dua tahun pernikahan, ia dicap sebagai menantu tak berguna hingga akhirnya Clarisa menceraikannya. Namun, perpisahan pahit ini justru menjadi titik balik terbesar. Kehidupan barunya dimulai dengan penuh kejutan tak terduga setelah ia tidak lagi menyandang status sebagai suami. Kisah perjalanan baru Gerald pun dimulai pasca perceraian.
Sampul Novel Menipu Penipu Asmara
8.3
Niat baik Cassidy Belgenza menyelamatkan Sophie Marigold dari pelecehan justru berujung salah paham. Ternyata, Sophie adalah selingkuhan dari suami Angelica, mantan pacar Cassidy. Demi membantu Angelica yang tersiksa, Cassidy bersedia menjauhkan Sophie dari pernikahan mantannya itu. Didorong cinta masa lalu, ia merancang siasat balas dendam untuk menjatuhkan Sophie. Namun, akankah Cassidy berhasil mengelabui Sophie, atau malah dirinya sendiri yang terjerat dalam perangkap?
Sampul Novel Mertua Ku Adalah Ayah Ku & Ayah Putri Ku
9.3
Di sebuah dusun terpencil, yatim piatu putus sekolah bernama Laras berjuang bertahan hidup di rumah reyotnya dengan menjadi buruh harian di kebun sawit milik Juragan Johan. Namun, takdir menyeretnya ke dalam pusaran rahasia yang sangat rumit. Tanpa diduga, Johan bukan sekadar majikannya, melainkan ayah kandung Laras sendiri. Hubungan kelam ini kian pelik karena Johan juga merupakan ayah dari anak yang tengah dikandung Laras sekaligus sosok yang kini menjadi mertuanya.
Sampul Novel When the Night Comes
8.1
Mawar yang cantik menyimpan sejarah kelam. Di balik keindahannya, seorang anak menanggung kutukan berat yang melenyapkan seluruh warna dari kehidupannya. Ia pun melewati hari-hari dalam kesunyian dan kehampaan tanpa harapan. Namun, roda takdir berputar ketika ia bertemu dengan sosok yang dicintainya. Kehadiran cinta sejati ini menjadi titik balik krusial yang menuntunnya keluar dari kegelapan misterius yang selama ini menyelimuti dirinya.