APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!

Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!

Tiga tahun menikah, Shanaya menyadari Adrian hanya mencintai kakak iparnya. Sadar hanya dianggap istri penurut, ia diam-diam menyiapkan perceraian tanpa mengusik suaminya. Saat Shanaya sukses menciptakan obat kanker legendaris dan dipuja dunia, Adrian berlutut penuh penyesalan memohonnya kembali. Namun, segalanya terlambat ketika sosok pria paling berkuasa yang dingin dan tak tersentuh merengkuh pinggang Shanaya, menegaskan bahwa wanita itu kini siap melangkah ke pelaminan bersamanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Hah?"

Kepala Delara langsung berdengung.

Dia sama sekali tidak menyangka Shanaya yang biasanya pendiam bisa mengucapkan satu kata itu.

Namun, yang lebih tak disangka adalah Adrian, bajingan itu bisa sebegitu hinanya mempermalukan orang.

Delara mengumpat pelan, lalu berkata, "Tidak usah kurir lagi. Aku antar sendiri, habis antar langsung kembali lembur."

Kurir dua roda mana mungkin bisa menyaingi kecepatan mobil empat roda miliknya.

Begitu menutup telepon, Shanaya pun tak menyangka dirinya bisa mengucapkannya dengan begitu lugas.

Mungkin karena emosi itu sudah lama mengendap dalam dada.

Menyesakkan, membuat tubuh dan hati terasa sempit penuh kekesalan.

Sama seperti yang dikatakan Adrian malam itu di klub. Dia tak pernah menyentuhnya, sekalipun tak pernah.

Jika dikatakan ke orang lain, mungkin tak ada yang percaya. Menikah selama tiga tahun, tetapi tetap perawan.

Awalnya Shanaya sempat berpikir, mungkinkah Adrian memiliki masalah dalam hal ranjang?

Namun, kemudian dia beberapa kali memergoki Adrian di ruang kerja, memeluk album foto sambil melampiaskan hasratnya sendiri.

Rintihan pria itu...

Seperti tamparan demi tamparan yang keras menampar wajah Shanaya.

Suatu kali, Adrian memergoki dirinya. Dia langsung memeluk Shanaya, menggesekkan wajah ke lehernya, lalu dengan suara tertahan berkata, "Shanaya, maaf... aku takut kalau berbuat begitu bisa melukaimu. Aku tidak tega, jadi hanya bisa... melihat fotomu saja..."

Yang paling menyedihkan adalah...

Shanaya memercayainya. Bahkan, wajahnya sempat memerah karena tersipu.

Namun malam itu juga, setelah pulang ke Kota Panaraya, seusai minum obat penurun panas dan dalam kondisi setengah sadar, dia pergi ke ruang kerja dan membuka lemari yang selama ini selalu dikunci.

Dia pun melihat album itu.

Penuh sesak oleh foto-foto Bianca.

Bianca yang hidup, segar, dan menawan. Setiap ekspresi, setiap senyuman, disimpan dan dijaga Adrian bagai harta karun.

Shanaya hanya bisa merasa dirinya seperti sebuah lelucon.

Dalam kebingungan itu, dia teringat masa lalu. Saat dulu dirinya sering mengikuti Adrian ke mana pun dia pergi.

Sebenarnya bukan karena ingin mengikutinya.

Namun, karena kakaknya selalu bersama Adrian.

Karena terlalu sering melihatnya, lama-lama timbul pikiran, seandainya bisa menikah dengannya, mungkin akan sangat menyenangkan.

Adrian punya temperamen baik, sabar, lembut. Setiap kali mengunjungi kakaknya, dia selalu membawa hadiah kecil untuk Shanaya.

Dari semua teman kakaknya, Adrian yang paling sopan, paling terhormat.

Namun pria yang tampak sopan itu... Lebih memilih melampiaskan hasratnya pada istri kakaknya sendiri, daripada menyentuh istri sahnya yang berada dalam jarak sedekat itu.

Shanaya tidak menyangka Delara bisa datang secepat itu.

Baru saja selesai mencuci muka dan belum sempat turun ke bawah, bel pintu sudah berbunyi.

Seolah kalau kantor catatan sipil belum tutup, Delara akan langsung menyeret dirinya dan Adrian untuk mengurus berkas.

Shanaya menerima berkas perjanjian itu dengan perasaan sedikit tenang. Namun, suara keras tiba-tiba terdengar dari lantai atas.

Sebelum sempat berpikir lebih jauh, Bi Santi berlari turun dengan wajah tak sedap, tampak ingin bicara tetapi ragu, "Nyonya Shanaya..."

"Ada apa?"

"Foto keluarga yang Anda letakkan di kamar... dirusak Verzio."

Mendengarnya, Shanaya mengira hanya bingkai yang pecah. Namun, Bi Santi menyodorkan beberapa potongan sobekan.

Wajah Shanaya seketika pucat pasi.

Foto itu satu-satunya peninggalan dari orang tuanya yang meninggal dalam kecelakaan saat dia berusia lima tahun.

Satu-satunya kenangan yang dia miliki.

Shanaya menerima potongan foto yang sudah disobek menjadi beberapa bagian, lalu melangkah lebar menuju atas!

Bianca kebetulan sedang menggendong Verzio keluar dari kamar Shanaya.

Tatapan Shanaya dingin dan menusuk, "Kak Bianca, yang kalian masuki barusan itu kamarku."

"Om bilang, mulai sekarang ini akan jadi rumah Verzio."

Verzio membantah keras, dengan suara lantang berkata, "Om juga bilang, nanti dia akan menjaga Verzio dan Ibu seperti Ayah!"

Shanaya melihat Bianca sama sekali tidak mencoba mengoreksi atau mendidik anaknya. Tiba-tiba dia tersenyum.

Shanaya menatap Verzio. "Tahu tidak, beberapa hari lagi adalah Natal. Kamu tahu apa yang akan dilakukan Santa padamu?"

Anak itu mengangkat dagunya, "Dia akan memberiku banyak permen!"

"Salah."

Shanaya menggeleng pelan dan tersenyum, "Dia akan memotong tanganmu yang baru saja merusak fotoku, lalu memanggangnya dalam oven, dan memberikannya pada monster untuk dimakan."

"Waaa..."

Akhirnya, tetaplah dia seorang anak-anak.

Verzio ketakutan dan langsung memeluk Bianca sambil menangis kencang.

Bianca mengernyit, tatapannya tak senang saat menatap Shanaya. "Dia masih anak-anak. Tidak perlu menakutinya seperti itu."

"Satu anak saja tidak bisa kamu didik. Selain main olahraga ekstrem, apa lagi yang bisa kamu lakukan?"

Shanaya meninggalkan kalimat itu, lalu berbalik masuk ke kamarnya.

Larut malam, mobil Maybach hitam perlahan memasuki halaman.

Shanaya berdiri di balik jendela besar, dan melihat saat pria itu turun dari mobil, Verzio langsung berlari memeluknya bersama Bianca.

Pemandangan yang sangat serasi, layaknya keluarga kecil bahagia.

Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu dibuka.

Adrian masuk dengan langkah lebar, mengenakan kemeja putih, nadanya tidak ramah, "Kamu menakuti Verzio?"

"Benar."

Shanaya menunjuk ke arah meja kecil di sisi ranjang, "Dia merobek foto keluarga satu-satunya milikku."

Adrian tertegun.

Baru sadar kalau dia belum tahu seluruh cerita.

Dia mengulurkan tangan untuk mengelus kepala Shanaya, tetapi gadis itu menghindar. Dia kira karena masih marah, jadi dia melunakkan suaranya.

"Aku mengaku salah, dan aku minta maaf juga atas nama Verzio. Kalau ada yang kamu mau, bilang saja. Aku akan menggantinya."

Shanaya tersenyum tipis. "Apa pun bisa?"

Adrian dengan tulus mengangguk. "Tentu."

"Aku hanya ingin dua hal."

Saat berkata begitu, Shanaya menyerahkan dua berkas yang sudah disiapkan sejak lama.

Adrian menerimanya. Baru melihat sebentar dan mengetahui itu adalah sertifikat properti, dia langsung menandatanganinya.

Berkas kedua bahkan langsung dibuka ke bagian akhir, tanda tangannya cepat dan tegas.

Dalam hal uang, dia memang selalu royal.

Setelah selesai menandatangani, dia menarik pinggang ramping Shanaya, lalu memeluknya ke dalam dekapan. "Shanaya, bagaimana kakakmu bisa mendidikmu jadi gadis sebaik dan sepintar ini?"

Shanaya merasa muak, dan baru hendak menolaknya, pintu kamar yang setengah tertutup tiba-tiba diketuk.

Melihat siapa yang datang, Adrian langsung refleks mendorong Shanaya menjauh.

Shanaya sempat terdiam, tetapi kemudian langsung paham.

Demi menjaga perasaan wanita yang dia cintai, Adrian sanggup menikah tiga tahun tanpa menyentuh istrinya sendiri.

Kini tinggal serumah, tentu dia harus menunjukkan sikap yang lebih baik lagi.

Bianca tampak agak canggung. "Adrian, Verzio tidak bisa tidur. Dia ingin kamu menemaninya."

"Akan kuurus."

Adrian menjawab, lalu menoleh ke Shanaya. "Tidak marah, 'kan?"

"Tidak."

Begitu Adrian membalikkan badan dan pergi, Shanaya menarik keluar berkas kedua, surat cerai.

Dia memang gadis yang baik dan pengertian.

Bahkan untuk bercerai pun, dia sudah menyiapkan suratnya sendiri dan menyerahkannya secara langsung.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benihku Bukan Cintamu
9.4
Aluna Callysta, pengusaha sukses yang kaya raya, tak lagi memercayai cinta setelah dikhianati oleh Elian Dharma. Mantan kekasihnya itu justru memilih menikahi kakak tirinya. Enggan menjalin hubungan emosional namun mendambakan seorang pewaris, Aluna memanfaatkan kekayaannya untuk menggelar sayembara mencari donor pria terbaik. Lewat cara ini, ia berhasil melahirkan dan membesarkan tiga anak tanpa harus membuka hatinya kembali pada pria mana pun.
Sampul Novel Dilema Sang Sekretaris
9.2
Kehidupan profesional Grace, seorang sekretaris berdedikasi, berubah total sejak kakak atasannya gencar mendekat. Walau awalnya dingin, sebuah malam tak terduga membuat Grace sulit mengabaikan daya tarik pria itu. Kini ia menghadapi dilema berat antara mempertahankan karier profesional atau menyerah pada perasaan cintanya. Di tengah dunia elite yang penuh rahasia, Grace harus menentukan pilihan hidupnya dalam jalinan asmara yang kian rumit.
Sampul Novel Pasangan Pengganti
8.5
Alana Nefertari selalu berharap suaminya, Vicky Xavier, berubah demi anak mereka. Namun, Vicky justru tega menjadikannya jaminan utang kepada bosnya, Bryan. Akibat tindakan kejam sang suami, Alana kini terpaksa bekerja menjadi pelayan di kediaman Direktur tersebut. Di tengah pengkhianatan yang begitu menyakitkan, mampukah Alana bertahan menghadapi cobaan ini, ataukah pernikahan beracun mereka akan benar-benar hancur tanpa sisa?
Sampul Novel Pernikahan Janda Kembang
8.3
Ayu, seorang janda menawan, dituduh memakai ilmu hitam karena empat mantan suaminya tewas mendadak secara misterius. Di tengah gosip miring yang beredar, Ruben, seorang miliarder muda yang tampan, tetap bertekad untuk menikahinya. Meski ditentang keras oleh sang ibu dan menghadapi penolakan sengit dari keluarganya, Ruben tidak gentar. Ia siap mempertaruhkan nyawanya demi cinta tulusnya kepada sang janda kembang.
Sampul Novel SKANDAL CEO MESUM
8.4
Axel Biantara Wijaya, CEO sukses PT. Wijaya Karya Reality yang tampan, kerap menjadi sorotan karena skandalnya dengan model-model ternama. Di balik kemewahan dan dominasinya di bisnis properti, takdir mempertemukannya dengan Aulia Putri. Aulia adalah perempuan mandiri dari keluarga sederhana yang terbiasa bekerja keras sejak kuliah. Pertemuan tak terduga ini mulai mengubah hidup sang miliarder. Akankah Axel rela melepas masa lalunya yang liar demi mengejar cinta sejati Aulia?
Sampul Novel Terjebak Cinta Ketua Preman
8.9
Malam kelulusan Amelia berakhir tak terduga setelah ia tidak sengaja tidur bersama Handoko, pria misterius yang selalu melajang. Tak disangka, Amelia hamil dan memilih menyembunyikan kandungannya. Ia sama sekali tidak tahu bahwa sosok Handoko adalah ketua organisasi preman yang paling ditakuti. Apakah rahasia besar ini akan menyeret Amelia ke dalam penderitaan, atau justru berujung pada takdir manis yang membuat semua orang iri?