APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!

Suami Berengsek, Istrimu Kini Hamil Anak Big Boss!

Tiga tahun menikah, Shanaya menyadari Adrian hanya mencintai kakak iparnya. Sadar hanya dianggap istri penurut, ia diam-diam menyiapkan perceraian tanpa mengusik suaminya. Saat Shanaya sukses menciptakan obat kanker legendaris dan dipuja dunia, Adrian berlutut penuh penyesalan memohonnya kembali. Namun, segalanya terlambat ketika sosok pria paling berkuasa yang dingin dan tak tersentuh merengkuh pinggang Shanaya, menegaskan bahwa wanita itu kini siap melangkah ke pelaminan bersamanya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Keesokan harinya.

Shanaya terbangun karena jam biologisnya. Begitu membuka tirai, yang terlihat di luar hanyalah awan gelap.

Ramalan cuaca tidak menyebutkannya.

Namun, hujan turun dengan deras.

Bahkan dari balik kaca, Shanaya bisa merasakan dinginnya merambat masuk.

Dia mengganti pakaian dengan gaun rajut, dan saat sedang mencuci muka, terdengar suara gaduh dari koridor.

Suara itu cukup besar.

Sangat berisik.

Orang yang tidak tahu pasti mengira ada tukang renovasi yang masuk rumah.

"Bi Santi, ada apa ini..."

Shanaya mengangkat rambut panjangnya sembarangan, membuka pintu kamar, dan belum selesai bicara, dia sudah terpaku di tempat.

Bukan tukang renovasi yang masuk rumah, tetapi seolah ada pasukan menyerbu desa.

Biasanya rumah selalu bersih dan tertata rapi.

Namun, sekarang sudah kacau balau.

Bantal sofa yang seharusnya berada di lantai satu, kini muncul di depan pintu kamarnya, dengan noda coklat tua yang entah apa.

Vas bunga pecah terguling di lantai.

Lukisan cat minyak di koridor yang nilainya mencapai miliaran juga sudah rusak.

Singkatnya, benar-benar pemandangan yang membuat mata terbelalak lebar.

Bi Santi hampir memohon saat mengejar Verzio dari belakang. "Tuan Verzio, jangan main yang itu, itu set teh kesayangan Nyonya Shanaya..."

Brak!

Belum selesai ucapannya, barang itu sudah pecah berantakan.

Verzio menjulurkan lidah seperti penguasa kecil, bersungut-sungut. "Heh! Aku mau main! Om bilang rumah ini sekarang milikku! Kamu cuma pembantu, tidak berhak mengaturku!"

Begitu kata-kata itu meluncur, dia mendongak dan melihat Shanaya yang menatapnya dingin.

Refleks, dia langsung menyusutkan lehernya.

Perempuan jahat ini!

Dia sampai bermimpi buruk semalam.

Dikejar Santa Claus dan monster semalaman.

Dia harus mengusir perempuan jahat ini dari rumah!

Ibu bilang, selama perempuan ini pergi, maka Om hanya akan menjadi milik dia dan Ibu!

Tatapan Shanaya tenang. "Silakan main, teruskan saja."

"Serius?"

Verzio hampir tidak percaya.

Dia sudah menghancurkan begitu banyak barang kesukaan perempuan jahat ini, tetapi dia sama sekali tidak marah?

Shanaya berdiri di dekat pagar tangga, melirik ke bawah pada Bianca yang tampak tidak tahu apa-apa, lalu tersenyum sambil mengangguk. "Tentu. Tapi ada satu syarat. Lukisan cat minyak yang tergantung di ruang tamu bawah, jangan kamu sentuh. Itu barang favoritku."

Dia tidak tahu, apakah semua ini hasil hasutan Bianca atau ide Verzio sendiri.

Namun, itu tidak penting.

Bagaimanapun, dia bukan orang suci.

Seseorang pernah mengajarinya, kalau sampai diperlakukan tidak adil, maka balaslah sepuluh kali lipat.

Mata Verzio berkilat. "Oke!"

Selesai berkata, dia langsung lari seperti anak panah yang melesat.

Bi Santi tampak tak berdaya, "Nyonya Shanaya, Anda dan Tuan terlalu memanjakan anak itu..."

"Tidak apa-apa."

Shanaya menenangkan. "Anda tidak perlu melarangnya juga. Dia cucu satu-satunya Keluarga Pranadipa, selama dia senang, itu yang terpenting."

"Toh, Kakak Ipar juga tidak menegur, bukan? Kita harus menghormati gaya pengasuhan Kakak Ipar. Kalau sampai terjadi sesuatu, baik kamu maupun aku, tak akan bisa menanggung akibatnya."

"Baiklah."

Bi Santi menjawab dengan enggan. "Anda ini terlalu baik hati, sampai semua orang ingin menindas Anda."

Shanaya hanya tersenyum, tidak menanggapi, lalu bertanya, "Di rumah masih ada kotak hadiah cadangan?"

"Seperti apa?"

"Terserah, yang penting cukup untuk ukuran kertas A4."

"Di gudang ada."

Ingatan Bi Santi tajam. "Akan kuambilkan sekarang."

Setelah menerima kotaknya, Shanaya masuk kembali ke dalam kamar.

Dia meletakkan surat perjanjian cerai yang sudah ditandatangani ke dalamnya, lalu dengan teliti mencari pita untuk membuat simpul kupu-kupu di atas kotaknya.

Tiba-tiba, terdengar suara dentuman keras dari lantai bawah.

Shanaya seolah tidak mendengar apa-apa, jemari rampingnya mengikat pita dengan tenang, lalu mengangguk puas.

Sungguh indah.

Kerja bagus.

Tak lama kemudian, pintu kamarnya diketuk keras. Suara Bi Santi terdengar cemas. "Nyonya Shanaya, cepat turun! Lukisan peninggalan Tuan Besar dirusak oleh Tuan Verzio!"

Shanaya segera bangkit dan keluar dengan wajah muram, "Apa katamu? Lukisan yang di ruang tamu itu?"

"Benar..."

Bi Santi mengangguk.

Shanaya buru-buru turun, saking terburu-burunya sampai keseleo kaki.

Saat dia sampai, Verzio dengan bangga mengangkat dagunya, seolah berkata, mau apa kau?

Shanaya menoleh ke Bi Santi. "Sudah telepon ke rumah utama?"

"Belum."

"Telepon sekarang."

Baru saja Shanaya selesai bicara, Verzio langsung menyeruduk seperti peluru. "Jangan! Perempuan jahat, kamu tidak boleh mengadu!"

Shanaya tidak sempat menghindar, dan tidak menyangka serangan seorang anak bisa begitu kuat, sampai-sampai dia terjatuh.

Tulang ekornya menghantam lantai.

Perihnya luar biasa.

"Shanaya, kamu tidak apa-apa?"

Bianca segera menghampiri dan menopangnya dengan cemas. Dengan nada setengah menyalahkan, dia berkata, "Verzio memang jadi manja karena aku. Kalau lagi main sama orang lain suka kelewatan. Tapi namanya juga anak-anak... jangan dimarahi, ya?"

Mendengar itu, Shanaya sampai terdiam.

Shanaya memegangi pinggang dengan satu tangan, lalu menatap ke arah lukisan cat minyak yang kini bolong besar, mengejek. "Jadi membiarkan dia merusak barang milik orang lain, itu juga karena kamu memanjakannya?"

Mata Bianca langsung memerah. "Aku cuma lengah sebentar, kenapa kamu langsung menuduhku seperti itu?"

"Oh, lengah sebentar?"

Shanaya mengangguk pelan, memandangi rumah yang kini seperti kapal pecah. "Baru satu pagi, tapi sudah menghancurkan begitu banyak barang. Jadi, boleh tahu, kapan tepatnya kamu benar-benar menjaga dia?"

"Shanaya!"

Tak ada orang lain di sekitar, jadi Bianca tak mau lagi berpura-pura ramah. "Kenapa kamu harus terus memperpanjang masalah? Mau lapor ke rumah utama juga? Menurutmu, Nenek akan menghukumku hanya karena satu lukisan rusak?"

"Perlu kuperjelas, itu bukan sekadar lukisan biasa. Itu adalah karya terakhir Kakek semasa hidupnya."

Begitu kata Shanaya selesai, sebuah mobil sedan hitam perlahan memasuki halaman rumah.

Orang dari rumah utama sudah datang dengan cepat.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benihku Bukan Cintamu
9.4
Aluna Callysta, pengusaha sukses yang kaya raya, tak lagi memercayai cinta setelah dikhianati oleh Elian Dharma. Mantan kekasihnya itu justru memilih menikahi kakak tirinya. Enggan menjalin hubungan emosional namun mendambakan seorang pewaris, Aluna memanfaatkan kekayaannya untuk menggelar sayembara mencari donor pria terbaik. Lewat cara ini, ia berhasil melahirkan dan membesarkan tiga anak tanpa harus membuka hatinya kembali pada pria mana pun.
Sampul Novel Dilema Sang Sekretaris
9.2
Kehidupan profesional Grace, seorang sekretaris berdedikasi, berubah total sejak kakak atasannya gencar mendekat. Walau awalnya dingin, sebuah malam tak terduga membuat Grace sulit mengabaikan daya tarik pria itu. Kini ia menghadapi dilema berat antara mempertahankan karier profesional atau menyerah pada perasaan cintanya. Di tengah dunia elite yang penuh rahasia, Grace harus menentukan pilihan hidupnya dalam jalinan asmara yang kian rumit.
Sampul Novel Pasangan Pengganti
8.5
Alana Nefertari selalu berharap suaminya, Vicky Xavier, berubah demi anak mereka. Namun, Vicky justru tega menjadikannya jaminan utang kepada bosnya, Bryan. Akibat tindakan kejam sang suami, Alana kini terpaksa bekerja menjadi pelayan di kediaman Direktur tersebut. Di tengah pengkhianatan yang begitu menyakitkan, mampukah Alana bertahan menghadapi cobaan ini, ataukah pernikahan beracun mereka akan benar-benar hancur tanpa sisa?
Sampul Novel Pernikahan Janda Kembang
8.3
Ayu, seorang janda menawan, dituduh memakai ilmu hitam karena empat mantan suaminya tewas mendadak secara misterius. Di tengah gosip miring yang beredar, Ruben, seorang miliarder muda yang tampan, tetap bertekad untuk menikahinya. Meski ditentang keras oleh sang ibu dan menghadapi penolakan sengit dari keluarganya, Ruben tidak gentar. Ia siap mempertaruhkan nyawanya demi cinta tulusnya kepada sang janda kembang.
Sampul Novel SKANDAL CEO MESUM
8.4
Axel Biantara Wijaya, CEO sukses PT. Wijaya Karya Reality yang tampan, kerap menjadi sorotan karena skandalnya dengan model-model ternama. Di balik kemewahan dan dominasinya di bisnis properti, takdir mempertemukannya dengan Aulia Putri. Aulia adalah perempuan mandiri dari keluarga sederhana yang terbiasa bekerja keras sejak kuliah. Pertemuan tak terduga ini mulai mengubah hidup sang miliarder. Akankah Axel rela melepas masa lalunya yang liar demi mengejar cinta sejati Aulia?
Sampul Novel Terjebak Cinta Ketua Preman
8.9
Malam kelulusan Amelia berakhir tak terduga setelah ia tidak sengaja tidur bersama Handoko, pria misterius yang selalu melajang. Tak disangka, Amelia hamil dan memilih menyembunyikan kandungannya. Ia sama sekali tidak tahu bahwa sosok Handoko adalah ketua organisasi preman yang paling ditakuti. Apakah rahasia besar ini akan menyeret Amelia ke dalam penderitaan, atau justru berujung pada takdir manis yang membuat semua orang iri?