APKDock Logo
Sampul Novel Stuck With Him

Stuck With Him

7.8 / 10.0
Hidup Yuga hancur seketika sejak Chessi hadir secara tiba-tiba. Kepergian sang ayah membuatnya tak berkutik saat sang ibu memaksanya menikahi gadis itu. Alih-alih membina rumah tangga yang harmonis, Yuga justru menjadikan pernikahan ini sebagai ajang pelampiasan dendam. Chessi terus berupaya memohon maaf, namun kebencian Yuga telah mendarah daging. Bagi Yuga, pintu maaf baru akan terbuka jika takdir bisa diputar ulang agar mereka tak saling mengenal.

Stuck With Him Bab 1

"Kamu ngapain disitu?" tanya Yuga yang sudah lelah kerja seharian, tapi sesampainya di rumah justru harus mencari Chessi yang tiba-tiba menghilang.

Ternyata Chessi ada di taman dekat apartemen mereka dan sedang memangku kucing liar yang entah dari mana Chessi dapat.

"Yuga, kenapa kesini? Kamu nyariin aku?" tanya Chessi polos.

"Menurut kamu? Kenapa jadi pegang-pegang kucing liar begitu. Cepet turunin kita pulang!" ajak Yuga dengan suara tegas.

"Anu, Yuga."

"Anu apa?"

"Kasian kalau kucingnya di tinggal disini sendirian. Boleh gak aku pelihara aja? Tadi, aku nemu di jalan depan hampir ketabrak motor."

Wajah Chessi memelas dan seperti menaruh banyak harapan supaya Yuga mengijinkannya memelihara kucing itu.

"Aku gak suka kucing!" tegas Yuga.

"Yuga, please! Aku, janji akan rajin mandiin dan rumah gak akan kotor karena kucing ini."

Chessi benar-benar memohon pada Yuga.

Yuga sendiri lalu menghela napas kesal lalu memalingkan wajahnya. Biasanya dia akan mudah banget menolak apapun yang Chessi minta, tapi sekarang ada yang aneh. Melihat wajah sedih Chessi, Yuga justru jadi ikut sedih.

"Terserah kamu! Intinya aku gak mau rumah jadi kotor karena peliharaan kamu."

Yuga akhirnya luluh dan memperbolehkan Chessi untuk membawa pulang kucing liar itu. Chessi sendiri tersenyum senang dan menganggukkan kepalanya antusias. Yuga berjalan meninggalkan Chessi yang masih menimang-nimang kucing itu dengan senang.

Karena tidak kunjung disusul oleh Chessi, Yuga menghentikan langkah Yugainya dan kembali melihat ke arah Chessi.

"Kamu, mau disini terus? Aku, kesini itu cari kamu, Ches."

Mendengar suara Yuga yang mulai meninggi, Chessi melihat ke arah suaminya itu. Chessi tersenyum kecut lalu meminta maaf pelan.

"Iya, aku pulang."

***

Sudah seminggu sejak Yuga tidak pulang ke apartemen mereka. Chessi keluar dari kamar diikuti Pupus kucing berwarna belang tiga yang Chessi pelihara. Chessi sedikit terkejut melihat Yuga masuk bersama dengan ibu mertuanya.

"Mama," sapa Chessi pelan.

"Chessi, mama kangen banget sama kamu."

Ibu mertua Chessi langsung memeluk menantu pilihannya itu hangat. Chessi sendiri membalas pelukan mama Yuga tidak kalah hangat. Sekilas Chessi melirik Yuga yang terlihat jengah melihat kelakuan mereka berdua. Tanpa berkata-kata lagi, Yuga berjalan masuk ke dalam kamar.

"Ma, kok bisa pulang sama Yuga?" tanya Chessi sembari melepas pelukannya pada ibu mertuanya.

"Yuga nginep di rumah mama beberapa hari ini."

Chessi terdiam mendengar ucapan mertuanya itu. Ternyata Yuga memang sangat tidak menyukai dirinya hingga harus terus-terusan menghindar dari Chessi dengan banyak alasan.

"Padahal dia bilang harus keluar kota," lirih Chessi menundukkan kepalanya.

"Memang iya, Yuga baru pulang dari Surabaya 3 hari lalu. Terus dia demam tinggi, batuk dan pilek juga. Dia bilang gak mau pulang, takut nularin ke kamu. Jangan mikir yang gak-gak dulu, Ches," terang mama Yuga.

Chessi mengangkat kepalanya lalu melihat ke arah ibu mertuanya dengan wajah sedikit tidak percaya. Sedangkan mama Yuga yang biasa di panggil Mirna itu menganggukkan kepalanya untuk meyakinkan Chessi.

Setelah menghabiskan waktu mengobrol dengan mama Mirna. Chessi lalu mengantar ibu mertuanya itu keluar dari apartemennya. Setelah itu Chessi kembali masuk ke dalam apartemennya dan melihat ke kamar Yuga.

"Apa Yuga tidur ya? Tapi, dia belum makan malam," lirih Chessi yang kemudian memberanikan diri untuk mendekat ke kamar Yuga.

"Ga, kamu mau makan malam apa?" tanya Chessi sembari mengetuk pelan pintu kamar Yuga.

Tidak ada jawaban dari dalam kamar Yuga. Kening Chessi mengerut bingung, Chessi lalu memegang gagang pintu dengan ragu-ragu. Walaupun suami istri, Chessi belum pernah sekalipun masuk ke dalam kamar Yuga. Karena pemilik kamar melarang keras Chessi untuk masuk ke dalam kamarnya.

"Ah,,,biarin aja deh, nanti aku malah kena marah gara-gara masuk tanpa permisi," ujar Chessi ketika sadar kalau apa yang dia pikirkan akan membuatnya dalam masalah nantinya.

***

Chessi sedang memasak di dapur, dia membuat sayur sop kesukaan Yuga. Chessi tentu dapat bocoran dari ibu mertuanya, karena Yuga tidak mungkin bilang pada Chessi apa yang dia suka ataupun yang gak dia suka. Tidak lama suara langkah kaki yang cukup cepat terdengar menuju dapur. Chessi memalingkan wajahnya dan melihat ke asal suara.

"Udah bangun, Ga?" tanyanya sambil tersenyum.

"Kok, kamu gak bangunin aku? Pagi ini aku ada meeting penting."

Yuga terdengar sedikit marah. Sedangkan Chessi tiba-tiba saja kehilangan senyumnya yang manis tadi.

"Aku, gak tahu," lirihnya kemudian.

"Ah,,,kamu apa yang tahu," ketus Yuga yang kemudian berjalan meninggalkan Chessi begitu saja di dapur.

Chessi menghela napas dalam dan kembali sibuk dengan masakannya.

"Salah lagi aku."

Setelah lebih dari setengah jam berkutat di dalam kamarnya. Chessi berjalan menuju meja makan, Chessi sedikit tertegun dan terlihat kecewa karena ternyata bekal yang dia siapin buat Yuga tidak dibawa. Chessi menghela napas berat lalu kemudian mengambil ponselnya. Chessi memfoto tas bekal yang dia siapkan dan mengirimnya ke Yuga.

"Yuga, kenapa makanannya gak dibawa? Aku, udah masakin makanan kesukaan kamu."

Yuga membaca pesan Chessi lalu kemudian membalasnya cepat.

"Aku gak nyuruh kamu buat masakin aku juga. Stop buat ngeluluhin hati aku, gak bakalan mempan!"

Chessi menelan salivanya dengan susah setelah membaca chat dari Yuga. Chessi sudah biasa diacuhkan Yuga, tapi setiap kali mendapat perlakuan buruk dari Yuga, tetap saja Chessi jadi sedih dan ingin menangis. Chessi lalu menghela napas berat dan kembali membalas chat dari Yuga.

"Gak bisa ya, Ga hargain sedikit aja usaha aku jadi istri yang berguna buat kamu? Setidaknya walaupun gak bisa suka sama aku, kamu bisa pura-pura menghargai apa yang aku lakuin."

Chessi lalu menonaktifkan ponselnya setelah mengirim pesan itu pada Yuga. Chessi meletakkan ponselnya di meja lalu pergi keluar rumah dengan membawa Pupus kucing kesayangannya ikut serta.

***

Yuga memegangi dadanya yang terasa sangat sesak, walaupun begitu dia terus mengedarkan pandangannya ke seluruh area taman di dekat apartemennya untuk mencari Chessi. Sekarang sudah jam 9 malam dan Chessi belum juga pulang.

"Kemana sebenarnya bocah itu pergi?" gerutu Yuga yang kemudian kembali berjalan mencari Chessi ke dalam area taman.

Yuga sudah putus asa dan akan pergi meninggalkan taman, kalau saja ekor matanya tidak melihat sosok Chessi yang duduk di kursi taman yang ada di sudut dan sedikit gelap. Yuga melangkahkan kakinya menuju Chessi dengan wajah kesal, tapi sejurus kemudian Yuga menghentikan langkahnya karena kegelapan mulai mencekik lehernya. Yuga memegangi dadanya yang semakin terasa sesak.

"Chessi!" teriak Yuga memanggil istrinya karena sudah tidak tahan lagi.

Mendengar namanya dipanggil Chessi melihat ke asal suara Yuga.

"Yuga, ngapain kesini?" tanya Chessi dengan polosnya lalu kemudian berdiri sambil menggendong pupus.

Chessi menghampiri Yuga yang mulai berkeringat dingin dan juga merasa kakinya lemas. Yuga hampir terjatuh ke tanah, tapi Chessi dengan sigap menahan badan Yuga.

"Yuga, kenapa?" tanyanya kemudian.

"Kamu itu kemana aja? Ngapain di tempat gelap seperti ini? Kamu, niat mau bunuh aku? Gak mempan Chessi kalau cuma kayak gini."

Yuga terdengar sangat marah, Chessi sendiri bingung dengan ucapan suaminya itu. Yang Chessi sadari sekarang tubuh Yuga yang semakin lemas, Chessi melepaskan Pupus yang dia gendong dan membantu Yuga untuk berdiri dengan benar.

"Yuga, kamu kenapa? Ayo pulang! Badan kamu kenapa jadi lemas gini?" tanya Chessi panik.

"Gak usah sok peduli!"

Yuga menepis tangan Chessi kasar lalu kemudian berjalan meninggalkan Chessi dengan memaksakan diri. Chessi tertegun dengan sikap Yuga yang terlihat sangat marah. Belum juga jauh, Yuga justru limbung dan jatuh ke tanah.

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi Stuck With Him

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, kerap mengecewakan sang ibu. Harapan indahnya untuk bahagia bersama Ardan Mahendra, suaminya yang sukses, sirna ketika keluarga Ardan terus merendahkannya. Kehadiran Anindya, mantan kekasih Ardan yang membongkar kepalsuan pernikahan mereka, kian memperparah penderitaan Jasmine. Saat Jasmine memilih bercerai demi harga dirinya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Neva terpaksa bertahan hidup di tengah tekanan batin yang begitu menyiksa. Hubungan yang penuh ketimpangan ini menuntut pengorbanan luar biasa dari Neva, yang rela melakukan apa saja demi keselamatan buah hatinya tercinta.
Sampul Novel Istri yang Dihancurkan Mereka
8.1
Demi menguji perasaanku, Bramantyo dan Bima tega menyiksaku lewat kehadiran Sandra. Puncaknya, mereka membiarkan tanganku hancur dalam sebuah kecelakaan demi menolong Sandra, hingga karier musikku hancur total. Mereka menanti kemarahanku, tetapi aku hanya diam, bahkan saat Sandra merusak liontin peninggalan ibuku. Di ranjang rumah sakit, pengabdianku sirna. Ini bukan cinta, melainkan siksaan kejam. Kini, aku bersiap melarikan diri dan membalas semua kehancuran ini.
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong Alif dan Hana ke sebuah apartemen sederhana. Di hunian baru itu, takdir mempertemukannya dengan Yudha, duda menawan yang juga berjuang mengasuh putrinya, Mira, pasca-tragedi memilukan. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan memantik getaran rasa di hati mereka yang sama-sama terluka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi masa lalu atau berani membuka hati bagi cinta yang baru.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh kemandirian Andini Wijaya, seorang pemilik sekolah. Namun, hubungan mereka menghadapi ujian berat saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba muncul kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi membuktikan diri kepada ayah mereka, Sigit Wijaya. Akankah cinta Randika dan Andini bertahan di tengah bayang masa lalu dan ambisi keluarga?
Sampul Novel Misteri Hutan Gondoriyo: Perjalanan Malam yang Mencekam
8.5
Tersesat saat menjelajah, seorang pria terjebak dalam keanehan Hutan Gondoriyo setelah kendaraannya hilang secara misterius. Di sebuah pondok sunyi, sepasang lansia misterius memberinya peringatan keras. Meski sempat kembali dengan selamat, rasa penasaran menuntunnya kembali ke sana, namun hutan itu telah lenyap. Rahasia kelam tentang kecelakaan bus di jurang dan misteri hutan ini mulai terungkap, memaksanya bertaruh nyawa demi membongkar kebenaran yang meneror.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan