APKDock Logo
Sampul Novel Still Love You

Still Love You

8.7 / 10.0
Bertahun-tahun menemani Feli tanpa kejelasan membuat Yudis akhirnya memilih mundur. Di saat Feli baru menyadari perasaannya dan berniat mengejar Yudis kembali, keadaan telah berubah total. Yudis kini telah dijodohkan oleh sang ibu dengan gadis pilihan bernama Sarah. Feli pun terjebak dalam dilema dan situasi yang rumit. Sanggupkah Feli merebut kembali hati pria yang pernah mengabaikannya, ataukah Yudis akan tetap melangkah maju bersama Sarah?

Still Love You Bab 1

Beberapa tahun berlalu setelah Feli dan Yudis lulus sekolah menengah atas. Dan lulus universitas pula di sebuah universitas ternama di Indonesia.

Selama itu pula dengan setianya Yudis, selalu menemani Feli. Kemanapun dia berada, sampai saat ini pula balasan cinta Yudis belum terjawab oleh Feli. Yah masih bertepuk sebelah tangan, hanya dia yang berjuang sedangkan Feli tidak.

Memikirkan itu membuat Yudis, dilanda sebuah dilema dia ingin kejelasan hubungannya dengan Feli. 

"Hari ini aku akan mengambil keputusan, tentang hubungan kita. Yang gak jelas ini Fel," gumam Yudis, menatap kosong ke depan.

Kemudian Yudis mengetik sebuah pesan untuk Feli, dan setelah mendapatkan balasan Yudis menyimpan ponsel pintarnya, lalu melanjutkan pekerjaannya di perusahaan sang ayah Mike. Ya setelah lulus dari bangku kuliah Yudis  langsung menduduki kursi wakil CEO, sang ayah ingin terlebih dulu Yudis belajar sebelum dia menjadi CEO menggantikan dirinya.

Sedangkan Feli, dia bekerja sebagai sekretarisnya Gemy. Setelah masa lalu yang diceritakan oleh Gemy membuat Feli dan Gemy menjadi dekat. Membuat hubungan adik kakak mereka  sangat erat, membuat siapa saja bisa menyangka jika Feli dan Gemy pasangan. Begitu pun Feli dan Gemy mereka langsung bekerja di perusahaan keluarga yang digabung jadi satu. Keluarga Gemy dan ayah Feli.

Awal nya Feli menolak jadi sekretaris Gemy. Namun, permintaan Anisa yang membuat Feli menyetujui dirinya jadi sekretaris Gemy.

Flashback On

"Hah!! No, aku gak mau ya. Nis, aku gak mau jadi sekretarisnya si Gemy." Tolak Feli. Setelah Anisa menceritakan alasan kenapa dia yang harus jadi sekertaris Gemy.

"Pleas Feli, kamu kan bakal jadi ipar aku. Jadi aku mohon jadi sekretaris Gemy yah untuk sementara ini ko, yah." Pinta Anisa, membuat Feli menautkan kedua alisnya. Anisa terlalu berlebihan menurutnya, karena dia gak mau Gemy kecantol cewek lain.

"Huff, kenapa sih gak lo aja. Nis, kan lo tunangannya. Kenapa gak lo aja," kesal Feli cemberut.

"Kamu kan tau Fel, aku kerja di perusahaan lain. Dan belum selesai kontraknya, aku janji setelah aku selesai, aku bakal jadi sekretarisnya Gemy." Jelas Anisa. 

"Yah please," pinta Anisa lagi dengan wajah memelas.

"Ayolah Feli," rengek Anisa.

"Ya udah deh ahh, lo yah kalo bukan sahabat gue. Gue ogah nolongin lo," ucap Feli ketus, membuat Anisa tertawa.

"Kamu memang ipar yang baik." Anisa mencubit pipi chubby Feli, membuat Feli memutar bola mata malas, dan mengusap pipinya.

"Dasar lo nyebelin Nis, ini sih kaya gue. Jagain jodoh lo," gerutu Feli.

Ucapan Feli membuat Anisa terkekeh, mereka pun melanjutkan acara gosip mereka.

Flashback off

Tak terasa waktu sudah menunjukan jam pulang kerja, Feli bersiap-siap untuk pulang setelah menanyakan apa Gemy akan pulang langsung atau tidak?

"Gem, lo mau langsung pulang ?atau gimana?" tanya Feli, pada Gemy yang sedang membereskan berkas-berkas di meja.

"Gue mau jemput Anisa, lo pulang aja bentar lagi gue keluar ko." Jawab Gemy, dan Feli mengangguk.

"Ya udah kalo gitu, gue pulang duluan yah, bye." Pamit Feli pada Gemy, dan keluar dari ruangan Gemy. Dan menekan lift menuju lantai satu. Feli akan langsung ke tempat biasa dia dan Yudis bertemu.

Saat masuk mobil, Feli mengirim pesan pada Yudis bahwa dia sedang berada dalam perjalanan. Feli melaju meninggalkan halaman kantor di dalam perjalanan, Feli ditemani oleh musik yang di putar di mobil nya lewat bluetooth.

Berpuluh menit kemudian, Feli sudah sampai dan memarkirkan mobilnya, kemudian turun dan berjalan ke arah taman. Taman yang sering di datangi oleh Yudis dan Feli di akhir pekan.

Feli duduk di tempat biasa sambil memandangi anak-anak yang tengah bermain sore. Feli tersenyum membayangkan dirinya memiliki anak kecil yang berlari dan memanggilnya Mommy.

Tak lama Yudis pun datang, dan menyapa Feli.

"Sudah lama?" tanya Yudis.

"Belum," jawab Feli sambil tersenyum manis, senyum yang selalu meluluhkan hati Yudis.

Hingga beberapa menit mereka hanya diam, menatap lurus ke depan. 

"Tumben ngajak ketemuan, ada apa?" tanya Feli membuka suara terlebih dulu. Feli sudah berubah tak pernah berbicara ketus pada Yudis.

Yudis tak menjawab, dia menoleh mengamati wajah cantik yang sudah menghiasi hari-harinya untuk yang terakhir kali. Karena tak ada jawaban dari Yudis Feli menoleh dan tatapan mereka beradu, mereka saling tatap sampai Yudis memutuskan pandangannya terlebih dulu.

"Fel, bagaimana jawabanmu? Apa masih belum bisa ngasih, jawaban juga?" tanya Yudis.

"Maksudnya, bagaimana?" Feli bertanya pada Yudis dengan heran, membuat Yudis menghela napas secara kasar dia bosan, sangat bosan Feli selalu begitu pura-pura tidak tahu.

"Jangan pura-pura tidak tau, dan tidak mengerti Feli." Desis Yudis mencoba mengontrol emosinya.

"Yudis aku..." Feli tidak bisa meneruskan kata-katanya, karena Yudis memotongnya sebelum Feli berbicara.

"Baiklah, jika kamu tidak mengerti dan terus saja berpura-pura. Aku akan jelaskan bagaimana kelanjutan hubungan, kita? Apa kamu tidak akan membalas pernyataan, cintaku? Apa kamu akan tetap menggantung hubungan kita ini, Feli? Apa kamu tidak akan memberi kepastian, padaku?" tanya Yudis panjang lebar, dengan suara yang dingin. Suara yang untuk pertama kali Feli dengar.

Feli hanya diam, mendengar perkataan Yudis. Dia tidak menjawab.

"Dan seperti biasa kamu hanya bisa diam, atau mengalihkan pembicaraan ke topik lain." Yudis berucap dengan ketus, menahan emosi.

"Yudis aku..." Feli sampai sekarang masih bingung, dengan hatinya. Setiap hari Yudis selalu bersama dengannya walau Feli tidak memberi kepastian.

"Sudah cukup Feli, aku tau jawaban kamu. Dan mulai sekarang aku menyerah memperjuangkan cintamu, aku lelah berjuang sendiri, sementara kamu tidak pernah berusaha untuk mencintaiku. Kamu tidak bisa move on dari masa lalu mu," ujar Yudis, Yudis berdiri di hadapan Feli.

"Aku pergi Feli, jangan pernah mencariku atau menghubungiku lagi. Semoga kamu, bahagia Feli." Yudis mengusap pipi Feli, untuk terakhir kalinya.

Setelah mengatakan itu, Yudis pergi dari hadapan Feli sebelum Feli berbicara dan tanpa menoleh ke belakang.

Feli memejamkan matanya, dia menoleh ke belakang. Dan melihat Yudis sudah menjauh, kemudian Feli bangkit dari duduknya, berusaha mengejar Yudis. Dia tidak akan membiarkan, laki-laki sebaik Yudis pergi. Dia tidak akan, mengulangi kesalahan yang sama.

"Yudis, Yudis tunggu, Yudis jangan seperti ini. Jangan tinggalkan aku," teriak Feli.

Tapi sayang Yudis tetap tak menoleh ke belakang dia sudah benar-benar menyerah, memperjuangkan cintanya pada Feli. Tapi Feli seperti mempermainkannya.

Di dalam mobil, Yudis menghembuskan napasnya secara kasar, sampai kapan pun Yudis akan selalu mencintai Feli walau sekarang dia tidak akan menghubungi Feli lagi dan menemuinya. Yudis merogoh ponsel di dalam saku celananya dan memblokir nomor Feli.

"Semuanya, sudah selesai Feli." Lirih Yudis menyeka air matanya.

Di Taman

Feli menangis sesegukan di bangku taman, dia tidak bisa mengejar Yudis dan tidak bisa menyakinkan hatinya.

Feli sadar sudah bertahun-tahun dia menggantungkan Yudis.

"Maafkan aku Yudis," gumam Feli.

Feli mencoba menghubungi Yudis.

"Kenapa tidak bisa?" tanyanya pada diri sendiri.

"Maafkan aku Yudis, maaf." Lirih Feli, menatap nanar wallpaper yang menampilkan fotonya dengan Yudis.

Entah mengapa perpisahan dengan Yudis lebih sakit, dibandingkan perpisahannya dengan Radit dulu.

Bersambung…

Maaf typo

Lanjut Membaca

Daftar Isi Still Love You

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea, kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta bantuan gurunya. Insiden tak terduga di ruang guru tersebut mengubah segalanya. Rahasia ini menjadi awal mula hubungan asmara mereka yang rumit, menantang, dan penuh risiko.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel Kekayaan Besar: Aku Adalah Seorang Miliarder
9.2
Rencana kejutan ulang tahunku hancur saat memergoki pacarku berselingkuh dengan pria kaya. Setelah dihina karena miskin, takdirku berbalik ketika pelayan keluarga terkaya mengungkap bahwa aku adalah pewaris tunggal Grup Nelson. Berbekal harta melimpah yang tak terbatas, aku bangkit untuk membalas dendam. Mantan kekasihku kini bersujud memohon maaf, tetapi aku mengabaikannya dan melangkah ke dunia mewah. Bagiku, uang hanyalah angka yang siap kuhabiskan sesuka hati.
Sampul Novel Misteri Ular Xaver
8.5
Sepulang dari Kota Xaver, ibu membawa patung dewa ular yang diklaim bisa membuatnya awet muda jika disembah dengan darah menstruasi perawan. Aku dipaksa menyerahkan darahku, bahkan rambutku dipotong untuk dililitkan di kepala patung itu. Ibu tidak tahu bahwa aku menyimpan rahasia pernah menginap dengan pacarku saat kuliah. Dua bulan kemudian, kebohongan ini berbuah petaka saat kulit ibu mulai dipenuhi bercak biru mirip sisik dan mulai mengelupas layaknya ular asli.
Sampul Novel MY LOVELY LITTLE WIFE
8.9
Yuki sangat geram setelah lamaran perjodohannya ditolak mentah-mentah. Alasan pria itu sungguh klasik, yaitu karena mereka belum saling mengenal. Sambil menggerutu dan mencap calon suaminya sebagai lelaki tua yang menjengkelkan, sebuah ide licik tiba-tiba muncul di benak Yuki. Senyum penuh arti pun tersungging di bibirnya. Ia kini menyusun sebuah rencana cerdik untuk memberi pelajaran berharga bagi pria sombong tersebut.
Sampul Novel SETETES DARAH SUCI
8.6
Legenda kuno meramalkan lahirnya seorang gadis dengan darah suci yang membawa mukjizat. Setetes darahnya berkhasiat memberikan keabadian, kekuatan tak tertandingi, serta mencegah kepunahan klan. Saat kelahirannya yang diiringi awan hitam di malam purnama dan suhu dingin ekstrem, seisi jagat raya berpesta. Kini, hidupnya terancam bahaya besar karena setiap makhluk di alam semesta berambisi memburu dan merebut darah suci di dalam tubuhnya.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan