APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Stay you

Stay you

Kehidupan Naina yang bergelimang harta dan kasih sayang terasa damai, meski ia harus menjalani hari dalam kegelapan akibat kebutaan sejak kecil. Namun, segalanya berubah saat Arga hadir membawa kehangatan cinta yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Sayangnya, kisah asmara mereka terbentur tembok perbedaan kasta yang sangat tebal. Akankah ketulusan hati mereka mampu meruntuhkan perbedaan sosial tersebut, atau justru kenyataan pahit yang akan memisahkan keduanya?
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi itu…

Naina kecil telah tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik sekali,Hidung nya mancung, matanya bulat,Wajah nya putih mulus,dan rambutnya hitam lebat dan lurus, di mirip sekali dengan Cinta Laura ,

Naina turun dari lantai dua rumah nya secara perlahan, sambil memegang tongkatnya dia perlahan menuruni tangga

"Naina kamu tunggu di sana, ibu akan menjemput mu"Ucap suci yang melihat Naina yang akan turun

"Ibu aku bisa kok,Bu"Ucap Naina dari atas sana

"Sudah lah nak, biar ibu mu membantu turun,nanti kamu bisa tersandung loh"Sahut Alan

Ibu Naina pun membantu Naina menuruni anak tangga, di sisi tangga terdapat seperti pagar di sisi kiri kanan nya, dan Naina senang sekali membentrukan tongkat nya ke tiang tiang pagar tangga itu, di anak tangga terakhir Nania berhenti

"Eee,Ada apa Naina, kenapa tiba tiba berhenti"Ucap suci dengan lembutnya

"Hehe,Ibu bukan kah ini anak tangga terkahir?"Jawab Naina

"Hmmm,iya anak ku, loh tapi bagaimana kamu bisa tau?"

"Ibu aku saat menuruni anak tangga ini dari kecil dan aku selalu menghitung tiang tiang di sisi tangga ini ibu menggunankan tongkat ku, makanya aku bisa tau jadi aku bisa menuruni anak tangga ini sendri tak perlu merepotkan ibu atau ayah"

"Masya Allah putri ku, kamu memang anak yang luar biasa"Ucap suci sambil mencium kening Naina

"Hehe, ibu anak mu ini sudah besar ibu"Ucap Naina yang masih di perlakukan seperti anak kecil oleh ibu nya

"Hmmm, nak kamu tetap lah putri kecil kami, dan kami sangat menyayangi mu"

"Iya Ibu, Naina juga sangat menyayangi kalian, ya sudah Bu aku ingin, segera ke kampus hari ini kan hari pertama ku Bu"

"Iya deh, Oiya kamu hari ini sangat cantik sekali nak"Ucap Suci

"Hehe, apakah benar Bu, hmmm aku bahkan tidak tau wajah ku seperti apa Bu"Ucap Naina

Mendengar itu Suci pun tak kuasa menahan tangis nya

"Ibu, Ibu jangan menangis Bu, aku tidak ingin melihat ibu sedih"

"Hehe, iya nak ibu tidak menangis nak"Ucap suci yang menahan tangis nya

"Ibu, aku ini anak mu Bu, aku tau ibu sedang menangis, dan ayah kenapa ayah juga ikut ikut menangis seperti ibu"Ucap Naina yang tau kalau ayah nya juga ikut menangis mendengar ucapan Naina

"Hahaha, ayah tidak menangis Naina , ya sudah ayo kita ke kampus mu"Ucap Alan

"Hmmm, iya tunggu sebentar sampai kalian sudah menangis nya baru kita akan berangkat, dari kecil Naina selalu bersama ayah dan ibu jadi Naina dapat merasakan apa yang kalian rasakan, jadi jangan berbohong kepada Naina"Ucap Naina yang telah persis tahu betul kedua orang tuanya

"Hahaha, iya iya, ya sudah ayo kita berangkat nanti bisa telat loh"Ajak Alan

Sambil meraba raba Naina pun menuruni anak tangga terakhir dan memeluk ibu nya

"Ibu sudah, tak ada yang perlu di tangis ,hmmmm ibu ku sayang tenyata cengeng sekali huh" ucap Naina yang memperlakukan suci seperti anak kecil, yang membuat suci tertawa

"Hahaha, kamu itu ya memang paling bisa, ya sudah hati hati, dan jangan lupa kalau ada apa apa cepat beri tau ibu dan ayah, nanti paman Ben yang akan menjaga kamu di kampus"

"Hehe, nah ini lah ibuku ku, hmmm, aku sayang ibu dah ibu Naina pergi dulu

Paman Ben ya itu anak buah yang memang khusu di pekerjakan Alan dan suci untuk menjaga dan menunjukan jalan untuk naina

Naina pun berangkat ke kampus bersama ayah dan paman Ben, kampus itu pun tak jauh dari rumah Naina hanya lima belas menit perjalanan menggunakan mobil

Sampai di kampus Naina dan paman Ben turun

"Nak, nanti kalau ada apa apa cepat kabari ayah ya, Ben jaga Naina dengan baik ya"Pesan Alan

"Oohhhh, siap tuan aman"Ucap Ben

"Paman ayo kita masuk"

Ben pun menuntun Naina masuk, namun Ben bingung kelas nya Naina berada di mana

"Eee, nona Naina ruang kelas nona berada di mana ya?"Tanya Ben pada Naina

"Hmmm, iya juga ya paman, ruang kelasku berada di mana?"Naina yang juga bingung

"Oalah nona, kan paman yang bertanya, kenapa Nona kembali bertanya"

"hehe, ya paman aku juga tidak tau, Naina kan tidak bisa melihat paman"Ucap Naina

"Hmmm, iya nona maaf ya nona, sebentar paman tanyakan dulu, oiya nona jurusan apa"

"jurusan ekonomi paman"

Ben pun bertanya kepa orang yang berada di sana, setelah mengetahui ruangan kelas Naina Ben pun segera mengantarkan Naina ke sana

Mereka pun sampai di kelas Naina, dan paman Ben pun mengantarkan ketempat duduk nya

Semua orang yang kini berada di dalam kelas itu pun mulai berbisik bisik melihat ke adaan Naina

Tiba tiba ada salah satu dari mereka yang kini menghampiri Naina

"Hay,Aku Lina dan kamu"Lina yang menjulurkan tangan nya, namun Naina hanya menatap lurus ke depan

"Iya, aku Naina"Melihat Naina yang begitu Lina langsung saja menyalami tangan Naina

"Hmmm, maaf ya Lina ,aku tidak bisa melihat mu"Ucap Naina

"Iya tidak apa apa, dan sekarang aku adalah teman mu, jika kamu butuh sesuatu kamu bisa bilang pada ku, Ok Naina"Ucap Lina dengan senangnya

"Hehe, aku senang sekali mendengar nya, akhir nya aku punya seorang teman, Terimakasih ya Lina"

"Iya Naina tenang saja"

Lina pun mendempetkan meja nya dengan Naina dan Lina duduk di sebelah Naina

"Nah begini baru Ok"Ucap Lina

"Hmm, Ok gimana Lina?"Tanya Naina

"Haha, tidak apa apa Naina, Oya itu pengawal mu Naina"

"Hehe, tidak dia paman ku Lina"

"Ohh iya deh Naina"

Dosen pun masuk, dan karena hari itu adalah hari pertama mereka di kampus itu, mereka pun memperkenalkan diri masing masing,

"Oiya untuk naina, nanti semua materi yang di catat di depan kamu bisa merekam nya, dan Liana yang akan membacakan untuk mu"Ucap dosen itu yang mengerti ke adaan Naina

"Iya pak tenang saja, aku kan membatu Naina"Ucap Lina

"hehe, terimakasih ya Lina"

"Iya,iya Naina"

Semetara itu suci dan Alan sedang memikirkan Naina di kampus nya

"Hmmm, kenapa putri kita tidak di rumah saja pa, kenapa papa mengizinkan nya untuk kuliah, nanti kalau terjadi apa apa padanya, dan jika ada yang membuly nya bagaimana pa"

"Ya ma, papa juga berpikir begitu, tapi kan mama tau sendiri Naina ,dia yang menginginkan itu, emangnya mama ingin melihat nya sedih, murung setiap hari, dan mama tenang saja kan ada pak Ben yang menjaganya"Ucap Alan

"Hmmm, iya sih pa tapi tetap saja mama khawatir, dia anak satu satu nya kita loh pa, dia juga anak yang ceria, dia selalu saja bisa membuat suasana menjadi menyenangkan ahhhh anak ku ibu merindukan mu"Ucap suci

"Alah mama lebay, baru aja juga pergi dan nanti juga pulang"Ucap Alan yang mendengar ucapan melow suci

"Hahah, nama juga seorang ibu pa"

"Ya terserah mama deh"

"Ohhh, papa sayang, ayok ke kampus mama ingin melihat putri mama belajar di sana"Ucap suci dengan manja nya , mendengar itu Alan langsung saja pergi ke dapur menghindari suci, suci yang melihat Alan pergi dengan buru buru pun tertawa

"Hahaha, papa papa"Ucap suci sambil menggeleng gelengkan kepalanya

"Nak tunggu lah, ibu akan segera mendapatkan pendonor untuk mu, dan kamu akan dapat melihat lagi betapa indah nya dunia ini"Ucap suci dalam hati nyaPagi itu…

Naina kecil telah tumbuh menjadi seorang gadis yang sangat cantik sekali,Hidung nya mancung, matanya bulat,Wajah nya putih mulus,dan rambutnya hitam lebat dan lurus, di mirip sekali dengan Cinta Laura ,

Naina turun dari lantai dua rumah nya secara perlahan, sambil memegang tongkatnya dia perlahan menuruni tangga

"Naina kamu tunggu di sana, ibu akan menjemput mu"Ucap suci yang melihat Naina yang akan turun

"Ibu aku bisa kok,Bu"Ucap Naina dari atas sana

"Sudah lah nak, biar ibu mu membantu turun,nanti kamu bisa tersandung loh"Sahut Alan

Ibu Naina pun membantu Naina menuruni anak tangga, di sisi tangga terdapat seperti pagar di sisi kiri kanan nya, dan Naina senang sekali membentrukan tongkat nya ke tiang tiang pagar tangga itu, di anak tangga terakhir Nania berhenti

"Eee,Ada apa Naina, kenapa tiba tiba berhenti"Ucap suci dengan lembutnya

"Hehe,Ibu bukan kah ini anak tangga terkahir?"Jawab Naina

"Hmmm,iya anak ku, loh tapi bagaimana kamu bisa tau?"

"Ibu aku saat menuruni anak tangga ini dari kecil dan aku selalu menghitung tiang tiang di sisi tangga ini ibu menggunankan tongkat ku, makanya aku bisa tau jadi aku bisa menuruni anak tangga ini sendri tak perlu merepotkan ibu atau ayah"

"Masya Allah putri ku, kamu memang anak yang luar biasa"Ucap suci sambil mencium kening Naina

"Hehe, ibu anak mu ini sudah besar ibu"Ucap Naina yang masih di perlakukan seperti anak kecil oleh ibu nya

"Hmmm, nak kamu tetap lah putri kecil kami, dan kami sangat menyayangi mu"

"Iya Ibu, Naina juga sangat menyayangi kalian, ya sudah Bu aku ingin, segera ke kampus hari ini kan hari pertama ku Bu"

"Iya deh, Oiya kamu hari ini sangat cantik sekali nak"Ucap Suci

"Hehe, apakah benar Bu, hmmm aku bahkan tidak tau wajah ku seperti apa Bu"Ucap Naina

Mendengar itu Suci pun tak kuasa menahan tangis nya

"Ibu, Ibu jangan menangis Bu, aku tidak ingin melihat ibu sedih"

"Hehe, iya nak ibu tidak menangis nak"Ucap suci yang menahan tangis nya

"Ibu, aku ini anak mu Bu, aku tau ibu sedang menangis, dan ayah kenapa ayah juga ikut ikut menangis seperti ibu"Ucap Naina yang tau kalau ayah nya juga ikut menangis mendengar ucapan Naina

"Hahaha, ayah tidak menangis Naina , ya sudah ayo kita ke kampus mu"Ucap Alan

"Hmmm, iya tunggu sebentar sampai kalian sudah menangis nya baru kita akan berangkat, dari kecil Naina selalu bersama ayah dan ibu jadi Naina dapat merasakan apa yang kalian rasakan, jadi jangan berbohong kepada Naina"Ucap Naina yang telah persis tahu betul kedua orang tuanya

"Hahaha, iya iya, ya sudah ayo kita berangkat nanti bisa telat loh"Ajak Alan

Sambil meraba raba Naina pun menuruni anak tangga terakhir dan memeluk ibu nya

"Ibu sudah, tak ada yang perlu di tangis ,hmmmm ibu ku sayang tenyata cengeng sekali huh" ucap Naina yang memperlakukan suci seperti anak kecil, yang membuat suci tertawa

"Hahaha, kamu itu ya memang paling bisa, ya sudah hati hati, dan jangan lupa kalau ada apa apa cepat beri tau ibu dan ayah, nanti paman Ben yang akan menjaga kamu di kampus"

"Hehe, nah ini lah ibuku ku, hmmm, aku sayang ibu dah ibu Naina pergi dulu

Paman Ben ya itu anak buah yang memang khusu di pekerjakan Alan dan suci untuk menjaga dan menunjukan jalan untuk naina

Naina pun berangkat ke kampus bersama ayah dan paman Ben, kampus itu pun tak jauh dari rumah Naina hanya lima belas menit perjalanan menggunakan mobil

Sampai di kampus Naina dan paman Ben turun

"Nak, nanti kalau ada apa apa cepat kabari ayah ya, Ben jaga Naina dengan baik ya"Pesan Alan

"Oohhhh, siap tuan aman"Ucap Ben

"Paman ayo kita masuk"

Ben pun menuntun Naina masuk, namun Ben bingung kelas nya Naina berada di mana

"Eee, nona Naina ruang kelas nona berada di mana ya?"Tanya Ben pada Naina

"Hmmm, iya juga ya paman, ruang kelasku berada di mana?"Naina yang juga bingung

"Oalah nona, kan paman yang bertanya, kenapa Nona kembali bertanya"

"hehe, ya paman aku juga tidak tau, Naina kan tidak bisa melihat paman"Ucap Naina

"Hmmm, iya nona maaf ya nona, sebentar paman tanyakan dulu, oiya nona jurusan apa"

"jurusan ekonomi paman"

Ben pun bertanya kepa orang yang berada di sana, setelah mengetahui ruangan kelas Naina Ben pun segera mengantarkan Naina ke sana

Mereka pun sampai di kelas Naina, dan paman Ben pun mengantarkan ketempat duduk nya

Semua orang yang kini berada di dalam kelas itu pun mulai berbisik bisik melihat ke adaan Naina

Tiba tiba ada salah satu dari mereka yang kini menghampiri Naina

"Hay,Aku Lina dan kamu"Lina yang menjulurkan tangan nya, namun Naina hanya menatap lurus ke depan

"Iya, aku Naina"Melihat Naina yang begitu Lina langsung saja menyalami tangan Naina

"Hmmm, maaf ya Lina ,aku tidak bisa melihat mu"Ucap Naina

"Iya tidak apa apa, dan sekarang aku adalah teman mu, jika kamu butuh sesuatu kamu bisa bilang pada ku, Ok Naina"Ucap Lina dengan senangnya

"Hehe, aku senang sekali mendengar nya, akhir nya aku punya seorang teman, Terimakasih ya Lina"

"Iya Naina tenang saja"

Lina pun mendempetkan meja nya dengan Naina dan Lina duduk di sebelah Naina

"Nah begini baru Ok"Ucap Lina

"Hmm, Ok gimana Lina?"Tanya Naina

"Haha, tidak apa apa Naina, Oya itu pengawal mu Naina"

"Hehe, tidak dia paman ku Lina"

"Ohh iya deh Naina"

Dosen pun masuk, dan karena hari itu adalah hari pertama mereka di kampus itu, mereka pun memperkenalkan diri masing masing,

"Oiya untuk naina, nanti semua materi yang di catat di depan kamu bisa merekam nya, dan Liana yang akan membacakan untuk mu"Ucap dosen itu yang mengerti ke adaan Naina

"Iya pak tenang saja, aku kan membatu Naina"Ucap Lina

"hehe, terimakasih ya Lina"

"Iya,iya Naina"

Semetara itu suci dan Alan sedang memikirkan Naina di kampus nya

"Hmmm, kenapa putri kita tidak di rumah saja pa, kenapa papa mengizinkan nya untuk kuliah, nanti kalau terjadi apa apa padanya, dan jika ada yang membuly nya bagaimana pa"

"Ya ma, papa juga berpikir begitu, tapi kan mama tau sendiri Naina ,dia yang menginginkan itu, emangnya mama ingin melihat nya sedih, murung setiap hari, dan mama tenang saja kan ada pak Ben yang menjaganya"Ucap Alan

"Hmmm, iya sih pa tapi tetap saja mama khawatir, dia anak satu satu nya kita loh pa, dia juga anak yang ceria, dia selalu saja bisa membuat suasana menjadi menyenangkan ahhhh anak ku ibu merindukan mu"Ucap suci

"Alah mama lebay, baru aja juga pergi dan nanti juga pulang"Ucap Alan yang mendengar ucapan melow suci

"Hahah, nama juga seorang ibu pa"

"Ya terserah mama deh"

"Ohhh, papa sayang, ayok ke kampus mama ingin melihat putri mama belajar di sana"Ucap suci dengan manja nya , mendengar itu Alan langsung saja pergi ke dapur menghindari suci, suci yang melihat Alan pergi dengan buru buru pun tertawa

"Hahaha, papa papa"Ucap suci sambil menggeleng gelengkan kepalanya

"Nak tunggu lah, ibu akan segera mendapatkan pendonor untuk mu, dan kamu akan dapat melihat lagi betapa indah nya dunia ini"Ucap suci dalam hati nya

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Birahi Kadang Tak Ada Logika
9.3
Kisah romansa modern khusus dewasa ini mengupas tuntas dinamika asmara, di mana cinta dan hasrat sering kali melampaui batas nalar manusia. Mengapa fenomena tersebut bisa terjadi? Temukan jawabannya dengan mengikuti narasi ini sampai akhir. Setiap bab menyajikan sudut pandang krusial yang akan memberikan pemahaman baru mengenai logika birahi yang terus berkembang. Jangan lewatkan kelanjutan kisahnya agar Anda mendapatkan pemahaman utuh dan tidak menjadi pembaca yang merugi.
Sampul Novel Dark Love
8.0
Demi membalas kematian tragis sang ibu, Albert Kenzi Erdinata menargetkan Akira, anak dari perempuan yang ia benci. Setelah merenggut kehormatan Akira melalui penculikan, Albert menjadikannya asisten pribadi untuk melanjutkan siksaan fisik dan batinnya. Namun, interaksi intensif mereka justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga. Di tengah terbukanya misteri masa lalu, Albert kini dihadapkan pada pilihan sulit antara menuntaskan dendamnya atau memilih cinta.
Sampul Novel Hakikat cinta yang kau nodai
9.1
Delapan tahun Hana bersabar memaafkan perselingkuhan Devan yang terus berulang, hingga akhirnya ia memilih bercerai. Di tengah kepedihan, muncul Rama, pewaris saleh dari Abimana Group yang membawa ketenangan. Namun, hubungan mereka terbentur status janda dua anak yang disandang Hana dan ketatnya hierarki bisnis keluarga Rama. Akankah anak-anak Hana menerima kehadiran Rama, atau justru Devan yang kembali datang mengejar mantan istrinya?
Sampul Novel LUKA DI ANTARA KITA
8.1
Kehancuran melanda rumah tangga seorang istri setia setelah mengetahui perselingkuhan suaminya dengan sahabat dekatnya sendiri. Menghadapi pengkhianatan ganda yang menyakitkan ini, seluruh kepercayaannya kini telah runtuh tak bersisa. Di tengah kepedihan yang mendalam, ia harus segera menentukan sikap. Haruskah ia tetap bertahan menyelamatkan sisa pernikahan mereka, atau melangkah pergi selamanya untuk menyembuhkan diri?
Sampul Novel Pernikahan kontrak dengan ayah kekasih
9.4
Demi mengatasi krisis keuangan, seorang gadis terpaksa mengambil keputusan ekstrem. Ia menerima tawaran dari seorang wanita sekarat untuk menikahi suaminya yang sangat berkuasa. Kejutan pahit menantinya saat mengetahui calon suaminya, pria kaya yang jauh lebih tua, merupakan ayah kandung dari kekasihnya sendiri. Demi uang, ia rela merelakan cintanya dan terjebak dalam pernikahan kontrak yang rumit serta penuh dilema moral.
Sampul Novel Pesona Perawat Papa
8.1
Santi, seorang yatim piatu, dituduh mencuri hingga kehilangan pekerjaan kasirnya. Demi bertahan hidup, ia menerima tawaran menjadi perawat pribadi lansia lumpuh di rumah mewah. Di tempat kerja barunya, ia bertemu dengan Bimo, putra majikannya yang merupakan seorang Casanova berjiwa liar. Insiden tak terduga saat Bimo mabuk mengubah hubungan mereka. Bimo yang biasanya sulit dipuaskan perlahan mulai terpikat dan menemukan cinta sejatinya pada Santi.