APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Stay you

Stay you

Kehidupan Naina yang bergelimang harta dan kasih sayang terasa damai, meski ia harus menjalani hari dalam kegelapan akibat kebutaan sejak kecil. Namun, segalanya berubah saat Arga hadir membawa kehangatan cinta yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Sayangnya, kisah asmara mereka terbentur tembok perbedaan kasta yang sangat tebal. Akankah ketulusan hati mereka mampu meruntuhkan perbedaan sosial tersebut, atau justru kenyataan pahit yang akan memisahkan keduanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Sedangkan Naina yang kini berada di kampus mulia mengikuti Materi kuliah nya, stelah kelas berakhir Naina dan Lina pun pergi

"Ayo Naina kita ke taman yang ada di depan kampus, nanti akan ku bacakan materi yang telah di kasih sama pak dosen tadi, dan kamu bisa merekam nya"Ucap Lina

"Oke, terimakasih Lina,ayo kita pergi,oiya paman Ben kamu bisa menunggu ku di depan kampus, bukan kah paman ben biasanya ngopi"Tanya Naina pada paman Ben yang telah tau ke biasaan paman Ben

"Hehe iya Nona, lalu bagaimana dengan nona?"

"Tenang saja paman kan ada Lina, Lina yang akan menjaga Naina di kampus ini, jadi paman bisa bersantai"Ucap Lina

mendengar ucapan Lina paman Ben pun meninggalkan mereka dan pergi kedepan kampus

"Hmmm, tapi kita ke kantin dahulu, aku ingin membawa cemilan"Ucap Lina

"Hehe, iya Lina itu ide yang bagus, kan enak kalau sambil nyemil"

"Hmmm, iya Naina, ya sudah ayo"

Mereka pun keluar dari ruangan kelas, mereka berjalan menuju kantin namun di jalan mahasiswa lain yang melihat Naina mulai membicarakan nya

"hey lihat, wanita itu cantik sekali, tapi sayang untuk berjalan saja dia harus di tuntun, kalau tidak bisa bisa dia nyasar hingga ke lautan sana haha"Ucap seorang mahasiswi ke teman teman nya, Lina yang mendengar itu menjadi tidak terima dan ingin memberi pelajaran ke pada mahasiswi itu tapi di tahan oleh Naina

"Hmmm, sudah lah Lina biarkan saja,tak perlu kamu ladeni mereka, yang mereka ucapkan itu benar ada nya Lina"Ucap Naina dengan lembutnya

"Hmm, kamu tu ya Naina , mulut mereka yang seperti itu harus di beri pelajaran"Lina yang kesal melihat mereka

"Hehe, tak perlu biar Lina, ayo cepat kita ke kantin"

"Hmmm, Naina, Naina kamu sungguh wanita yang luar biasa, dalam ke adaan mu yang seperti ini kamu sama sekali tidak punya beban di wajah mu, aku sangat salut pada mu Naina"Ucap Lina dalam hatinya sambil melihat Naina

Sampai mereka di kantin,Lina pun pergi memesan kentang goreng untuk cemilan mereka, Naina yang di tinggal Lina untuk memesan pun duduk, karena Naina yang tidak bisa melihat Naina duduk di samping seorang cowok yang sangat populer di kampus itu,seorang wanita yang ternyata telah lama menyukai peria itu menjadi iri kepada Naina

"Tidak bisa melihat, tapi tau aja cowok ganteng"Ucap seorang mahasiswi di kantin itu

"Hmmm, iya benar jangan jangan di sengaja lagi, sudah buta tidak tau diri lagi"Sahut teman mahasiswi itu

Mendengar perkataan itu cowok itu pun bangkit dari tempat duduk nya

"Hey ! atas dasar apa kalian bicara seperti itu, apakah kah kalian kira kalian lebih baik dari nya"Bentak cowok itu

Mahasiswi itu pun langsung terdiam di bentak oleh cowok itu

Mendengar itu Naina menjadi kaget sekali mendengar suara seorang cowok di samping nya,

"pantas saja mereka mengejek ku, ternyata karena cowok ini"Ucap Naina dala hatinya

"Hehehe, maaf ya aku tidak tahu kalau kamu berada di samping ku"Ucap Naina dengan penuh senyuman

"Iya tidak apa apa, oiya siapa nama mu"Tanya cowok itu pada Naina

"Aku Naina, oiya terimakasih telah membela ku"

"Aku tidak membela mu, hanya saja aku tidak suka ketika orang bicara buruk terhadap seseorang, dan menganggap dirinya lebih baik dari orang itu"

"Hehe, iya itu sama saja, kamu telah membela ku"Ucap Naina

"Oiya siapa nama mu"Naina kembali bertanya kepada cowok itu

"Panggil saja aku Rio"

"Hmm, iya deh Rio"

"Oiya, kamu terlihat cantik sekali ketika tersenyum"Ucap Rio pada Naina

"Hahaha, Rio kamu lucu sekali"

"Loh apanya yang lucu, dan apa yang kamu tertawakan?"

"Haha ,tidak tidak aku hanya senang saja, untuk pertama kalinya aku mendengar ada seorang cowok yang bilang begitu kepada ku"Ucap Naina

"Ya terserah kamu deh"

"Oiya Rio, bisa kamu jelaskan kepada ku bagaimana penampilan kantin kita ini"

"Hahaha, apakah kamu bercanda apa yang bisa aku jelaskan, nama nya juga kantin, ya pasti ada meja dan tempat duduk nya"Jawab Rio

"Nah itu kamu baru saja menjelaskan nya hehe"Naina yang kembali tersenyum

"Haaa, sudah lah jangan menggoda ku, aku tak menyangka kamu orang nya asik juga, dan sepertinya kamu gadis yang ceria"

"Hahaha, kenapa sih cowok itu selalu sok tau, apa itu memang kebiasaan seorang cowok, Rio?"

"Eeee, aku bukan sok tau, dan aku juga tidak tau kebiasaan semua cowok, hanya saja aku bisa melihat itu dari cara mu bicara dan dari cara mu tersenyum"Ucap Rio

"Hmmm, kan sok tau kamu, apakah kamu tau seorang yang menangis juga belum tentu dia bersedih"

"Maksud mu?"Tanya Rio yang bingung

"Iya, ketika seorang menangis itu hanya ada dua kemungkinan yang membuat nya menangis, yang pertama dia sedang sedih dan ke dua ketika dia sangat bahagia"Ucap Naina

"Lantas senyum mu itu, diantara dua hal itu termasuk yang mana yang pertama atau yang kedua"Tanya Rio kembali

"Hahaha, senyum ku termasuk kedua duanya Rio"Ucap Naina, yang membuat Rio kembali bingung

"Hmm, maksud mu Naina ?"

"Iya, aku bahagia berkenalan dengan mu, dan aku sedih karena aku tidak bisa melihat mu"

Mendengar itu hati Rio sedikit kasihan melihat Nania

"Hahah, ni aku kasih tau penampilan ku kepada mu, kamu bisa membayangkan nya, ni yah aku itu orang nya gemuk, terus pipiku itu seperti bakpao, dan aku memiliki kumis yang tebal dan melengkung"Ucap Rio

Naina yang membayangkan penampilan Rio pun tertawa terbahak bahak hingga mengeluarkan air matanya, dan Rio dia juga tertawa melihat Naina yang begitu,sehingga mereka berdua membuat semua orang  yang ada di kantin heran dengan mereka berdua

"Hahaha, Rio itu sangat lucu, aku tidak kuat menahan tawa ku membayangkan nya, walau aku tau kamu hanya ingin menghiburku, tapi ya terimakasih banyak Rio"Ucap Naina

"Haha, iya Naina sama sama, aku juga tidak kuat membayangkan penampilan ku itu"

Merek berdua pun kembali tertawa lagi,semua yang di kantin itu sangat terheran heran melihat mereka berdua

"Hmmm, apa sih yang sebenarnya yang mereka tertawakan, dasar gadis buta sialan berani sekali membuat ku iri padanya, aku saja yang selam ini mengejar ngejar Rio saja, jangan kan untuk tertawa bersamanya, dapat bicara saja sudah syukur, tapi dia malah bisa se akrab itu, awas saja kamu"Ucap seorang mahasiswi yang melihat mereka berdua dan mahasiswi itu sepertinya berniat jahat ke pada Naina

Saat mereka sedang tertawa dengan gembiranya Lina pun datang,

"Yaaa ampun Naina, aku sudah mencari mu kemana mana loh, ternyata kamu di sini, ayo Naina kita pergi"Ajak Lina

"Hehe, maafkan aku Lina sudah membuatmu khawatir, oiya Rio kami pergi dulu ya, terimakasih atas candaan nya"Ucap Naina pada Rio

"Hahaha, tenang saja Naina besok aku akan memberikan candaan baru untuk mu"Jawab Rio

"Dah Rio" Lina dan Naina pun pergi dari kantin, mereka berjalan menuju taman di depan kampus.Sedangkan Naina yang kini berada di kampus mulia mengikuti Materi kuliah nya, stelah kelas berakhir Naina dan Lina pun pergi

"Ayo Naina kita ke taman yang ada di depan kampus, nanti akan ku bacakan materi yang telah di kasih sama pak dosen tadi, dan kamu bisa merekam nya"Ucap Lina

"Oke, terimakasih Lina,ayo kita pergi,oiya paman Ben kamu bisa menunggu ku di depan kampus, bukan kah paman ben biasanya ngopi"Tanya Naina pada paman Ben yang telah tau ke biasaan paman Ben

"Hehe iya Nona, lalu bagaimana dengan nona?"

"Tenang saja paman kan ada Lina, Lina yang akan menjaga Naina di kampus ini, jadi paman bisa bersantai"Ucap Lina

mendengar ucapan Lina paman Ben pun meninggalkan mereka dan pergi kedepan kampus

"Hmmm, tapi kita ke kantin dahulu, aku ingin membawa cemilan"Ucap Lina

"Hehe, iya Lina itu ide yang bagus, kan enak kalau sambil nyemil"

"Hmmm, iya Naina, ya sudah ayo"

Mereka pun keluar dari ruangan kelas, mereka berjalan menuju kantin namun di jalan mahasiswa lain yang melihat Naina mulai membicarakan nya

"hey lihat, wanita itu cantik sekali, tapi sayang untuk berjalan saja dia harus di tuntun, kalau tidak bisa bisa dia nyasar hingga ke lautan sana haha"Ucap seorang mahasiswi ke teman teman nya, Lina yang mendengar itu menjadi tidak terima dan ingin memberi pelajaran ke pada mahasiswi itu tapi di tahan oleh Naina

"Hmmm, sudah lah Lina biarkan saja,tak perlu kamu ladeni mereka, yang mereka ucapkan itu benar ada nya Lina"Ucap Naina dengan lembutnya

"Hmm, kamu tu ya Naina , mulut mereka yang seperti itu harus di beri pelajaran"Lina yang kesal melihat mereka

"Hehe, tak perlu biar Lina, ayo cepat kita ke kantin"

"Hmmm, Naina, Naina kamu sungguh wanita yang luar biasa, dalam ke adaan mu yang seperti ini kamu sama sekali tidak punya beban di wajah mu, aku sangat salut pada mu Naina"Ucap Lina dalam hatinya sambil melihat Naina

Sampai mereka di kantin,Lina pun pergi memesan kentang goreng untuk cemilan mereka, Naina yang di tinggal Lina untuk memesan pun duduk, karena Naina yang tidak bisa melihat Naina duduk di samping seorang cowok yang sangat populer di kampus itu,seorang wanita yang ternyata telah lama menyukai peria itu menjadi iri kepada Naina

"Tidak bisa melihat, tapi tau aja cowok ganteng"Ucap seorang mahasiswi di kantin itu

"Hmmm, iya benar jangan jangan di sengaja lagi, sudah buta tidak tau diri lagi"Sahut teman mahasiswi itu

Mendengar perkataan itu cowok itu pun bangkit dari tempat duduk nya

"Hey ! atas dasar apa kalian bicara seperti itu, apakah kah kalian kira kalian lebih baik dari nya"Bentak cowok itu

Mahasiswi itu pun langsung terdiam di bentak oleh cowok itu

Mendengar itu Naina menjadi kaget sekali mendengar suara seorang cowok di samping nya,

"pantas saja mereka mengejek ku, ternyata karena cowok ini"Ucap Naina dala hatinya

"Hehehe, maaf ya aku tidak tahu kalau kamu berada di samping ku"Ucap Naina dengan penuh senyuman

"Iya tidak apa apa, oiya siapa nama mu"Tanya cowok itu pada Naina

"Aku Naina, oiya terimakasih telah membela ku"

"Aku tidak membela mu, hanya saja aku tidak suka ketika orang bicara buruk terhadap seseorang, dan menganggap dirinya lebih baik dari orang itu"

"Hehe, iya itu sama saja, kamu telah membela ku"Ucap Naina

"Oiya siapa nama mu"Naina kembali bertanya kepada cowok itu

"Panggil saja aku Rio"

"Hmm, iya deh Rio"

"Oiya, kamu terlihat cantik sekali ketika tersenyum"Ucap Rio pada Naina

"Hahaha, Rio kamu lucu sekali"

"Loh apanya yang lucu, dan apa yang kamu tertawakan?"

"Haha ,tidak tidak aku hanya senang saja, untuk pertama kalinya aku mendengar ada seorang cowok yang bilang begitu kepada ku"Ucap Naina

"Ya terserah kamu deh"

"Oiya Rio, bisa kamu jelaskan kepada ku bagaimana penampilan kantin kita ini"

"Hahaha, apakah kamu bercanda apa yang bisa aku jelaskan, nama nya juga kantin, ya pasti ada meja dan tempat duduk nya"Jawab Rio

"Nah itu kamu baru saja menjelaskan nya hehe"Naina yang kembali tersenyum

"Haaa, sudah lah jangan menggoda ku, aku tak menyangka kamu orang nya asik juga, dan sepertinya kamu gadis yang ceria"

"Hahaha, kenapa sih cowok itu selalu sok tau, apa itu memang kebiasaan seorang cowok, Rio?"

"Eeee, aku bukan sok tau, dan aku juga tidak tau kebiasaan semua cowok, hanya saja aku bisa melihat itu dari cara mu bicara dan dari cara mu tersenyum"Ucap Rio

"Hmmm, kan sok tau kamu, apakah kamu tau seorang yang menangis juga belum tentu dia bersedih"

"Maksud mu?"Tanya Rio yang bingung

"Iya, ketika seorang menangis itu hanya ada dua kemungkinan yang membuat nya menangis, yang pertama dia sedang sedih dan ke dua ketika dia sangat bahagia"Ucap Naina

"Lantas senyum mu itu, diantara dua hal itu termasuk yang mana yang pertama atau yang kedua"Tanya Rio kembali

"Hahaha, senyum ku termasuk kedua duanya Rio"Ucap Naina, yang membuat Rio kembali bingung

"Hmm, maksud mu Naina ?"

"Iya, aku bahagia berkenalan dengan mu, dan aku sedih karena aku tidak bisa melihat mu"

Mendengar itu hati Rio sedikit kasihan melihat Nania

"Hahah, ni aku kasih tau penampilan ku kepada mu, kamu bisa membayangkan nya, ni yah aku itu orang nya gemuk, terus pipiku itu seperti bakpao, dan aku memiliki kumis yang tebal dan melengkung"Ucap Rio

Naina yang membayangkan penampilan Rio pun tertawa terbahak bahak hingga mengeluarkan air matanya, dan Rio dia juga tertawa melihat Naina yang begitu,sehingga mereka berdua membuat semua orang yang ada di kantin heran dengan mereka berdua

"Hahaha, Rio itu sangat lucu, aku tidak kuat menahan tawa ku membayangkan nya, walau aku tau kamu hanya ingin menghiburku, tapi ya terimakasih banyak Rio"Ucap Naina

"Haha, iya Naina sama sama, aku juga tidak kuat membayangkan penampilan ku itu"

Merek berdua pun kembali tertawa lagi,semua yang di kantin itu sangat terheran heran melihat mereka berdua

"Hmmm, apa sih yang sebenarnya yang mereka tertawakan, dasar gadis buta sialan berani sekali membuat ku iri padanya, aku saja yang selam ini mengejar ngejar Rio saja, jangan kan untuk tertawa bersamanya, dapat bicara saja sudah syukur, tapi dia malah bisa se akrab itu, awas saja kamu"Ucap seorang mahasiswi yang melihat mereka berdua dan mahasiswi itu sepertinya berniat jahat ke pada Naina

Saat mereka sedang tertawa dengan gembiranya Lina pun datang,

"Yaaa ampun Naina, aku sudah mencari mu kemana mana loh, ternyata kamu di sini, ayo Naina kita pergi"Ajak Lina

"Hehe, maafkan aku Lina sudah membuatmu khawatir, oiya Rio kami pergi dulu ya, terimakasih atas candaan nya"Ucap Naina pada Rio

"Hahaha, tenang saja Naina besok aku akan memberikan candaan baru untuk mu"Jawab Rio

"Dah Rio" Lina dan Naina pun pergi dari kantin, mereka berjalan menuju taman di depan kampus.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Birahi Kadang Tak Ada Logika
9.3
Kisah romansa modern khusus dewasa ini mengupas tuntas dinamika asmara, di mana cinta dan hasrat sering kali melampaui batas nalar manusia. Mengapa fenomena tersebut bisa terjadi? Temukan jawabannya dengan mengikuti narasi ini sampai akhir. Setiap bab menyajikan sudut pandang krusial yang akan memberikan pemahaman baru mengenai logika birahi yang terus berkembang. Jangan lewatkan kelanjutan kisahnya agar Anda mendapatkan pemahaman utuh dan tidak menjadi pembaca yang merugi.
Sampul Novel Dark Love
8.0
Demi membalas kematian tragis sang ibu, Albert Kenzi Erdinata menargetkan Akira, anak dari perempuan yang ia benci. Setelah merenggut kehormatan Akira melalui penculikan, Albert menjadikannya asisten pribadi untuk melanjutkan siksaan fisik dan batinnya. Namun, interaksi intensif mereka justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga. Di tengah terbukanya misteri masa lalu, Albert kini dihadapkan pada pilihan sulit antara menuntaskan dendamnya atau memilih cinta.
Sampul Novel Hakikat cinta yang kau nodai
9.1
Delapan tahun Hana bersabar memaafkan perselingkuhan Devan yang terus berulang, hingga akhirnya ia memilih bercerai. Di tengah kepedihan, muncul Rama, pewaris saleh dari Abimana Group yang membawa ketenangan. Namun, hubungan mereka terbentur status janda dua anak yang disandang Hana dan ketatnya hierarki bisnis keluarga Rama. Akankah anak-anak Hana menerima kehadiran Rama, atau justru Devan yang kembali datang mengejar mantan istrinya?
Sampul Novel LUKA DI ANTARA KITA
8.1
Kehancuran melanda rumah tangga seorang istri setia setelah mengetahui perselingkuhan suaminya dengan sahabat dekatnya sendiri. Menghadapi pengkhianatan ganda yang menyakitkan ini, seluruh kepercayaannya kini telah runtuh tak bersisa. Di tengah kepedihan yang mendalam, ia harus segera menentukan sikap. Haruskah ia tetap bertahan menyelamatkan sisa pernikahan mereka, atau melangkah pergi selamanya untuk menyembuhkan diri?
Sampul Novel Pernikahan kontrak dengan ayah kekasih
9.4
Demi mengatasi krisis keuangan, seorang gadis terpaksa mengambil keputusan ekstrem. Ia menerima tawaran dari seorang wanita sekarat untuk menikahi suaminya yang sangat berkuasa. Kejutan pahit menantinya saat mengetahui calon suaminya, pria kaya yang jauh lebih tua, merupakan ayah kandung dari kekasihnya sendiri. Demi uang, ia rela merelakan cintanya dan terjebak dalam pernikahan kontrak yang rumit serta penuh dilema moral.
Sampul Novel Pesona Perawat Papa
8.1
Santi, seorang yatim piatu, dituduh mencuri hingga kehilangan pekerjaan kasirnya. Demi bertahan hidup, ia menerima tawaran menjadi perawat pribadi lansia lumpuh di rumah mewah. Di tempat kerja barunya, ia bertemu dengan Bimo, putra majikannya yang merupakan seorang Casanova berjiwa liar. Insiden tak terduga saat Bimo mabuk mengubah hubungan mereka. Bimo yang biasanya sulit dipuaskan perlahan mulai terpikat dan menemukan cinta sejatinya pada Santi.