APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sonia ( Pasangan Jiwa )

Sonia ( Pasangan Jiwa )

Satu malam intim bersama Hendra menjadi kenangan yang terus membelenggu hidup Sonia. Ketika pria itu tampaknya sudah melupakan segalanya, Sonia justru terjebak dalam rasa rindu yang mendalam selama bertahun-tahun. Meski sadar bahwa perasaan tulusnya tidak terbalas, ia memilih tetap setia menanti dalam sepi tanpa pernah mencari pengganti. Di tengah ketidakpastian ini, mampukah Sonia memenangkan hati Hendra, atau ia ditakdirkan selamanya hidup dalam kesendirian?
Bab
Bagikan

Bab 1

Aku Sonia, seorang gadis pekerja administrasi pada salah satu perusahaan kontraktor di Jakarta. Aku baru dua tahun bekerja disini. Aku berasal dari keluarga sederhana, aku tinggal berdua saja dengan ibuku, yang kini juga masih aktif bekerja sebagai staf personalia pada perusahaan swasta. Di akhir pekan, biasanya kami menyambangi kedua orang tua beliau yang tinggal di kota Tangerang. Jujur saja, aku tipe orang yang lebih suka berkumpul bersama keluarga besarku ketimbang berlama-lama nongkrong di kedai kopi bersama teman-teman yang notabene hanya untuk membahas pepesan kosong.

Sejak perceraian kedua orang tuaku sebelas tahun yang lalu, aku tidak pernah sekalipun bertemu dengan papa. Bukan karena aku anak yang kurang ajar, tetapi beliau

sendirilah yang menutup komunikasinya dengan kami. Dan sejak perceraian itulah ibuku seorang diri banting tulang menafkahi biaya hidup kami dan pastinya untuk

pendidikanku. Karena faktanya papaku bukanlah seseorang yang bertanggungjawab bahkan terhadap darah dagingnya sendiri. Tampaknya kini beliau telah tenggelam dibodohi oleh wanita yang beliau pilih untuk dinikahinya. Dan hingga detik ini ibuku belum pernah menikah lagi. Setahuku, beliau memang sempat memiliki kekasih, namun pada akhirnya ibuku belum siap untuk memiliki pendamping lagi.

Aku lulusan sekolah menengah kejuruan jurusan administrasi perkantoran. Bisa dibilang, dulu aku tergolong siswi yang berprestasi di sekolah. Kecerdasanku kerap diakui oleh guru-guru dan teman-teman, serta tak ketinggalan keluarga besarku. Dan keberuntungan pun selalu menyertaiku hingga akhirnya aku bisa mendapatkan pekerjaan sebaik ini tidak sampai satu tahun setelah aku menamatkan sekolah. Aku mendapat pekerjaan ini melalui iklan yang ku baca di internet.

Atasanku di kantor, sangat mengapresiasi kinerjaku selama dua tahun ini. Bahkan terkadang aku kewalahan karena merasa diriku yang paling beliau andalkan. Awalnya aku hanya menguasai tugas-tugas dalam bidang pekerjaanku saja, tapi lama-kelamaan aku dituntut untuk bisa mengerjakan tugas beberapa rekan kerjaku yang lain. Dari mulai memproses tagihan perusahaan hingga membuat gambar struktur bangunan. Gunanya, agar sewaktu-waktu aku dapat memback up pekerjaan mereka ketika mereka berhalangan hadir di kantor.

Salah satu rekan kerjaku, Mia juga pernah terang-terangan mengatakan di hadapan beberapa teman yang lain bahwa aku sangat mudah menerima pelajaran baru.

Menurutnya, tidak sulit mengajarkan bidang pekerjaannya kepadaku. Aku sangat cepat dalam menangkap ilmu yang dia berikan padaku. Namun dimanapun tempatku berpijak, aku tetap sebagai Sonia yang selalu rendah hati dan apa adanya dengan semua kekurangan yang melekat pada diriku.

Ah iya, kata orang-orang aku punya wajah yang manis. Kulitku nyaris lebih gelap dari warna sawo matang, namun disitulah letak pesonaku. Mereka juga mengatakan bahwa aku memiliki senyuman yang memikat. Aku tidak suka memiliki rambut panjang. Rambut hitamku ini jatuh beberapa senti di bawah telinga. Alisku cukup tebal, aku tidak pernah suka memperlakukan hal-hal aneh pada alisku seperti mencukur atau membentuknya. Aku punya bibir yang tebal dan seksi. Serta hidung yang cukup bisa dikatakan mancung. Namun, untuk ukuran seorang perempuan

tubuhku masih kurang tinggi. Hanya sekitar seratus lima puluh enam sentimeter saja.

Hari Sabtu ini aku mendapat undangan dari salah satu teman semasa sekolahku yang bernama Cintya. Lewat pesan singkat Cintya mengharapkan kehadiranku pada hari bahagianya nanti. Meski kami tidak cukup dekat namun kami pernah duduk di satu kelas yang sama selama dua tahun. Aku juga telah mengatakan padanya bahwa nanti, aku pasti akan menghadiri acara resepsinya. Karena aku sangat menghargai undangan darinya.

Setiap hari Sabtu, aku bekerja hingga pukul dua siang. Rencana ku untuk Sabtu ini, setelah jam kerja berakhir aku akan langsung bergegas pulang untuk beristirahat

sejenak sebelum menghadiri acara resepsi pernikahan Cintya, pukul tujuh malam di salah satu aula gedung yang berada di utara kota Jakarta.

Ah iya, aku ini tinggal di salah satu perumahan daerah Kalimalang, Jakarta Timur. Sedang selama ini aku bekerja di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Sehingga sehari-harinya aku lebih nyaman beraktivitas dengan menumpang moda transportasi massal yaitu kereta api. Selain karena waktu tempuhnya lebih cepat, tarifnya juga sangat terjangkau. Dan rencananya aku akan pergi ke acara resepsi Cintya dengan menumpang taksi. Karena aku akan berangkat seorang diri, tidak ada teman lainnya yang tinggal di sekitaran rumahku.

Namun aku sudah mengatur janji dengan Vina, teman sebangkuku semasa sekolah dulu. Dari sekian banyaknya teman satu angkatan, hanya Vina yang sampai saat ini masih sangat dekat denganku. Itu karena aku tipe orang yang tidak mudah untuk percaya pada orang lain. Dan hanya berteman dekat dengan Vina lah, aku merasa nyaman dan percaya.

Rencananya nanti, kami akan bertemu di loby gedung resepsi pukul tujuh malam lewat lima belas menit.

Dan kini tibalah hari Sabtu, waktunya kami harus menghadiri acara resepsi pernikahan Cintya.

Pukul tiga sore lewat lima menit, aku baru tiba di rumah. Hari ini ibuku libur, sehingga beliau beristirahat di rumah saja menonton acara tayangan televisi.

“Bu, nanti malam aku pergi kondangan ya. Ibu ngga apa-apa kan, di rumah sendirian?”

“Ngga apa-apa, kamu kan juga jarang pergi belakangan ini.”

“Atau ibu mau ikut aku?”, aku tersenyum menggodanya.

“Ngga lah, kamu sama Vina saja. Tapi hati-hati ya, kamu sendirian di jalan.”, ucap ibu dengan nada harap-harap cemasnya.

Aku pun berlalu meninggalkan beliau yang sedang selonjoran di atas karpet, di ruang televisi kami sambil menonton film drama sore. Aku lantas membersihkan diri dan mengambil porsi makan soreku setelahnya. Aku makan seorang diri di kamar diiringi alunan sederet musik pop favoritku yang ku putar dari dalam laptop. Mungkin karena kelelahan, setelah makanan di piringku tandas aku lantas ketiduran sebelum sempat mengembalikan piring kotornya ke dapur.

Menjelang pukul enam petang, ibu menghampiriku ke kamar. Beliau duduk di samping tubuhku yang masih tertidur, kemudian segera membangunkan aku dengan lembut seraya mengusap rambut depanku yang menutupi sebagian wajah.

“Kak, jalan jam berapa? Sudah mau gelap, kamu ngga siap-siap?”, bisik ibu di telinga kananku.

Aku pun tersadar dan mencoba membuka kedua mata, “Iya Bu. Jam berapa sekarang?”

“Jam enam kurang sepuluh.”

Aku bangkit dari posisi rebahku dan duduk sambil mengucek-ngucek sebelah mataku di samping ibu, aku juga menguap lalu buru-buru ku tutup mulutku dengan telapak tangan, “Aku jalan jam setengah tujuh Bu.”

“Heh, ya sudah bangun sekarang siap-siap!”

“Iya, tadi kan aku sudah mandi. Tinggal pakaian.”, seraya tersenyum kepada ibu dan beliau pun bangkit dari sampingku meninggalkan kamar.

Aku bergegas meninggalkan ranjang empuk kesayanganku, keluar dari kamar untuk mencuci muka serta menggosok gigi. Lalu lekas kembali ke kamar untuk menyalin pakaian rumah dengan pakaian yang telah ku siapkan sejak tadi pagi, yang ku gantung

dengan hanger di depan pintu lemari pakaianku.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dendam Dalam Ikatan Suami Istri
9.5
Demi bisnis sang ayah, Zara Liana Anastasya terjebak pernikahan paksa dengan Rafiq Arkan Devantara. Di balik pernikahan ini, Rafiq menyimpan ambisi gelap dan awalnya memperlakukan Zara dengan sangat kejam. Namun secara tak terduga, sikap dinginnya berubah menjadi penuh perhatian. Saat misteri dan dendam masa lalu mulai terkuak, akankah ikatan pernikahan mereka mampu bertahan, atau justru hancur akibat rahasia besar yang selama ini tersembunyi?
Sampul Novel Ditinggal Pacar karena Dikira Miskin
8.2
Karena mengaku keluarganya memelihara sapi, Lucy dicampakkan sang kekasih yang memilih mengejar direktur perusahaan mereka, Jillian. Masalah meruncing saat Jillian kehilangan gelang berharga dan langsung menuduh Lucy. Mantan kekasihnya bahkan ikut menghina Lucy sebagai gadis kampungan yang kotor. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa sapi yang dimaksud Lucy berjumlah puluhan ribu ekor, dan keluarganya adalah konglomerat pemilik aset bernilai ratusan miliar rupiah.
Sampul Novel Kau Pilih Dia Saat Aku Mengandung Anakmu
9.4
Kehamilan Sarah terasa hampa saat suaminya, Dimas, justru sibuk memedulikan Citra. Luka hatinya kian dalam ketika sahabatnya sendiri mulai meluncurkan rencana licik untuk menggeser posisinya sebagai istri. Di tengah situasi pelik ini, Sarah dihadapkan pada dilema besar. Apakah ia harus mempertahankan rumah tangga yang hancur demi anak dalam kandungannya, atau melangkah pergi demi harga diri? Kisah perjuangan batin seorang wanita demi kedamaian hidupnya.
Sampul Novel Kesemptan Kedua Juna
8.9
Penyesalan hebat melanda Juna tepat setelah resmi bercerai. Sebuah tragedi terjadi ketika Dara justru mengorbankan nyawanya sendiri demi menyelamatkan Juna dari kematian. Peristiwa tragis tersebut menjadi kunci pembuka berbagai rahasia besar yang selama ini tersimpan rapat. Juna akhirnya berhasil mengungkap identitas asli di balik D'SecretAdmirer, sosok misterius yang kerap mengiriminya puisi cinta. Kini, lembaran kebenaran yang sesungguhnya mulai terbentang.
Sampul Novel Menikahi Seorang Abusive
8.6
Kehidupan pernikahan yang diimpikan Dewi berubah menjadi mimpi buruk yang penuh penderitaan. Alih-alih kebahagiaan, ia justru harus menghadapi kenyataan pahit sebagai istri Raihan, seorang suami yang sangat kasar dan manipulatif. Hari-hari Dewi kini dipenuhi dengan tekanan batin akibat perlakuan abusif pasangannya. Di tengah situasi yang menyiksa ini, Dewi dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan menjaga pernikahan atau pergi demi menyelamatkan dirinya.
Sampul Novel Miss Primadona
9.1
Tisa selalu memanfaatkan kecantikannya demi memikat lelaki berharta demi hidup mewah. Sialnya, daya tarik fisik serta sikap materialistis itu sama sekali tak berguna saat badai masalah bertubi-tubi menghantam hidupnya. Di tengah himpitan kehancuran dan realitas yang menyakitkan, ia kini berada di persimpangan jalan krusial. Apakah cobaan berat ini akan menuntunnya menuju pertobatan, atau justru menyeretnya kian dalam ke jurang kehancuran?