APKDock Logo
Sampul Novel Skandal Dengan Mertua

Skandal Dengan Mertua

8.3 / 10.0
Ika menghadapi ujian berat saat suaminya sakit keras hingga kehilangan kemampuan mencari nafkah. Di tengah kesulitan finansial yang menghimpit, bantuan justru datang dari ayah mertuanya. Namun, tawaran tersebut sangat tidak biasa. Sang mertua bersedia menanggung seluruh kebutuhan materi sekaligus kebutuhan batin Ika guna menggantikan posisi anaknya. Keputusan sulit ini menyeret Ika ke dalam pusaran skandal rumit yang menguji kesetiaan serta prinsip hidupnya.

Skandal Dengan Mertua Bab 1

"Ika, tuh ada yang beli. Kok malah manyun sih diem aja dari tadi" Yuni yang ada di samping Ika menowel pundaknya. Ika yang sedang terlena dengan lamunan kaget mendengar teguran sahabatnya itu.

"Ya Allah, yuun, kamu bikin kaget saja."

Kesadaran Ika langsung kembali, lamunannya langsung buyar. Ia melihat pembeli di depannya sedang menatapnya, menunggu untuk dilayani tepatnya.

"Iya, Bu. Aduuuh maaf Bu saya malah melamun begini. Monggo silakan mau beli kue apa, Bu?" Bagai kepergok, ah Ika jadi sangat malu.

"Kue lemper sama putu ayu aja mba. Masing-masing 15 ribu saja." Ibu-ibu itu merogoh kantongnya untuk membayar kue. Sigap Ika pun membungkus kue-kue yang dipesan tadi.

"Ini Bu kuenya." sambil tersenyum semanis mungkin ia menyerahkan bungkusan kresek warna hitam.

"Iya terima kasih, Mbak. Masih pagi mbak, jangan melamun mbok nanti ada yang nempel" si pembeli menggoda sambil cekikikan.

"Iiih, apa ibu yang menempel, kok jadi seram amat" Ika menimpali dengan wajah jenaka, ia mengerti membuat pembeli betah dengannya adalah cara agar mereka kembali lagi.

"Aduuuh, mbak. Asal jangan duda aja yang menempel" tambah keras mereka tertawa. Yuni pun ikut masuk dalam obrolan pagi yang hangat.

"Buu, d uren nggak papa kali yah buu. Duda keren yang banyak duitnya. Ehehee" Yuni menimpali.

"Hush, sudah-sudah. Pagi-pagi kok ngomongin duren. He he. Saya duluan ya, Mbak. Ini buat kirim orang ke sawah."

"Iyaa, Bu. Marii"

Setelah pembeli pergi, mata Ika mulai menatap kosong lagi. Entah kenapa lamunan yang tadi malah berlanjut, seperti ada gambar-gambar yang berseliweran. Daftar kebutuhan rumah tangganya semakin panjang.

Yuni yang geregetan melihat Ika dari tadi jadi terdiam melamun tambah kesel.

"Kaa, Ika. Kenapa sih ngelamun mulu. Kamu lagi mikirin apa sebenernya?" tegur temannya.

Ika hanya menoleh sebentar dan menjawab, "Gak pa-pa, Yun."

Yuni jelas tidak percaya. Akhir-akhir ini Ika memang agak lain. Raganya memang ada di sini jagain dagangan kue seperti biasanya, tapi pikirannya entah melayang-layang kemana.

"Kita kan temen, Ka. Siapa tahu aku bisa bantu."

Ika cuma mesem aja sebentar mendengar temanya itu menawarkan bantuan.

"Yun-yun, kamu gak akan bisa bantu, Yun. Ini masalah uang. Sedangkan kamu aja kerjanya sama aku. Gaji kamu kan gak seberapa. Kamu juga punya banyak kebutuhan untuk ibu dan adik -adik kamu." jawab Ika dengan lesu.

"Oalah uang toh. Kamu belum bayar cicilan?"

Yuni tahu kalau Ika punya banyak hutang. Ada hutang di bank yang harus ia bayar bulanan dan juga hutang bank mingguan yang harus dicicil seminggu sekali. Belum lagi hutang-hutang dia sama orang lain.

Ika sebenarnya tidak ingin bercerita tentang beban hidupnya, tetapi akhirnya ia menyerah. Dia juga butuh tempat untuk menceritakan semua permasalah yang semakin berat menghimpit dadanya, rasanya sesak, tidak tahu harus meminta tolong kepada siapa lagi. Setiap hari ia hanya bisa berpikir mau gali lubang lebih besar lagi sama siapa. Sedangkan lubang hutang yang sudah ia gali belum pernah bisa ia tutup.

"Belum. cicilan bulan ini belum kebayar. Uang arisan teman-teman juga sudah aku pakai. Anak-anak harus bayaran sekolah. Dan suamiku tetap hanya jadi beban hidupku. Kumplit sudah semua aku tanggung sendiri. Harus bagaimana, Yun? Apa aku harus kabur aja ya?"

"Hush, kamu gak boleh ngomong begitu Ka. Suamimu ke mana?" Yuni duduk mendekat ke arah Ika yang sudah terduduk lemas sedari tadi.

"Suamiku sudah mati kali, Yun." Tak ada harapan lagi ia dan suaminya.

"Jangan ngomong begitu, Ka." Yuni memegang bahu temannya. "Walaupun suamimu itu kerjaannya cuma mancing, paling tidak kamu harus ajak dia diskusi semua hutang-hutang kalian."

Ika menoleh. Wajahnya seperti sudah tidak percaya lagi kalau suaminya bisa membantu.

"Wong dia aja nggak pernah pulang kok, Yun."

"Oalahhh, tapi jangan bunuh diri ya, Ka. Nanti kamu nggak bayar utangmu sama aku dong. Uang arisanku aja kamu pakai. Hidup memang berat, tapi harus tetap dihadapi. Cobalah kamu minta tolong sama mertuamu aja. Enak banget punya anak nggak mau ngasih nafkah, nggak mau tanggung jawab. Yasudah biar mertuamu aja yang tanggung jawab. Begitu kan aturannya?" sergah Yuni

Ika terdiam sejenak. Ia berpikir mungkin perkataan temannya itu ada benarnya.

"Tumben Yun kamu bener. Kayaknya memang aku harus ke rumah mertua, Yun. Sudah mentok otakku kalau harus mikir semuanya sendiri"

Waktu sudah beranjak siang. Pembeli kue sudah mulai berkurang, tapi dagangan masih tersisa. Akhir-akhir ini banyak kue yang harus dibagi-bagikan secara gratis karena penjualan tidak habis.

Keduanya akhirnya hanya bisa menarik nafas berat bersama. Mengeluh pun tidak ada gunanya. Kehidupan orang yang berdagang memang seperti ini. Tapi kalau kue ini tidak habis, maka upah untuk Yuni pun harus berkurang.

Ika dan Yuni terpaksa menggulung dagangan mereka.

**

Sesampainya di rumah, anak anak Ika sudah ribut tentang uang jajan.

"Ibu mana uang jajannya? aku mau jajan ciki di tempat Bu Umi" Iwan merengek minta uang.

"Iya ibu, Azka juga mau. Kemarin ibu janji mau ngasih uang jajan banyak ke Azka hari ini." Azka anak bungsu Ika pun mengikuti tingkah kakaknya.

"Dagangan ibu masih banyak sayang. Hari ini libur dulu ya jajannya. Kalian makan kue bikinan ibu saja ya. Mau kan sayang?"

Ika mencoba membujuk kedua anaknya. Uang yang dibawa pulang terlalu sedikit. Untuk modal lagi besok pagi saja belum cukup. Harga gula, minyak dan tepung pada naik. Ika semakin pusing. Ika berpikir mungkin Ika memang harus berkunjung ke rumah mertuanya.

Iwan langsung ngambek dan pergi. "Ibu pelit banget."

Sedangkan Azka langsung menangis.

Kia teringat suaminya yang entah di mana. Ia mencoba menghubungi suaminya. Berkali kali dia memencet nomor suaminya tetapi tidak di angkat. Baru pada panggilan ke 5 suara suaminya terdengar.

"Halo, ada apa, Bu?"

"Kamu di mana, Pak? anak-anak sendiri di rumah. Mereka pada nangis semua merengek minta jajan."

"Aduuuh, Bu. Berisik amat sih. Gak kedengeran Bu suaramu. Aku lagi mancing di tempat biasa." jawab suaminya dengan datar.

"Pulang, Pak. Sekarang!!!" teriak Ika di telepon.

"Bu, aduh, ini nanggung, umpanku mau disamber nih. Udah dulu ya, Bu."

"Paaaak?!!" Ika berteriak, ingin rasanya ia membanting hp di tangannya.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Skandal Dengan Mertua

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Antara Dendam dan Penyesalan
8.3
Tiga tahun menikah, Selena harus menerima kenyataan bahwa Harvey tidak pernah mencintainya. Saat divonis kanker, ia mendapati suaminya menemani wanita lain. Selena memilih pergi membawa surat cerai, namun Harvey justru mengungkap bahwa pernikahan mereka hanyalah kedok balas dendam. Di tengah penderitaan sakit dan ayahnya yang koma akibat kecelakaan, Selena yang putus asa memilih melompat dari gedung untuk melunasi utang keluarganya. Harvey pun didera penyesalan hebat dan memohonnya kembali.
Sampul Novel Ditinggal 17 Kali, Kini Aku Pemimpin Mafia
8.7
Tiga tahun mendampingi Lewis dan kini mengandung lima bulan, Merry telah melewati enam belas kegagalan pernikahan akibat ulah Agnes, adik angkat suaminya. Menjelang janji suci yang ke-17, Lewis bersumpah tidak akan pergi lagi. Namun, Merry memegang rahasia: sebuah undangan pulang dari ayahnya, sang kepala Keluarga Damian. Jika sang suami kembali ingkar janji demi Agnes, Merry memutuskan untuk pergi selamanya dan kembali ke pelukan keluarga mafianya di Vireka Utara.
Sampul Novel Kakakku Bukan Kakakku
9.7
Mengisahkan seorang gadis remaja yang tidak berdaya saat berhadapan dengan tiga teman sekolah olahraga kakaknya. Di bawah cengkeraman mereka yang dominan, ia diangkat ke udara tanpa bisa melawan. Dengan dalih bahwa gadis lemah sepertinya membutuhkan latihan yang keras, mereka melakukan tindakan intimidasi fisik yang intim dan ekstrem. Kepasrahan dan ketakutannya memuncak saat salah satu dari mereka merobek pakaian dalamnya, memulai sebuah dinamika hubungan yang intens dalam kehidupan modernnya.
Sampul Novel Kesempatan Kedua: Terlahir Kembali
8.8
Setelah mengorbankan martabatnya demi Romeo Fernandez, Violet justru berakhir tragis di meja operasi. Beruntung, ia terlahir kembali dan bertekad segera bercerai demi menyelamatkan dirinya. Namun, Romeo yang dulu membencinya malah berbalik memohon rujuk. Enggan mengulang kesalahan, Violet memilih memeluk musuh bebuyutan mantan suaminya, Charles Griffin, dan memperkenalkannya sebagai kekasih baru di hadapan.
Sampul Novel Manusia milikmu
8.6
Selena, seorang manusia biasa dengan masa lalu kelam, hanya mendambakan kehidupan kuliah yang tenang. Namun, takdirnya berubah total saat Blackwell bersaudara yang berkuasa menyadari kehadirannya. Trio werewolf kuat ini terkejut ketika sang Alpha mendeteksi Selena sebagai pasangannya. Sempat ditolak karena status manusianya, sebuah serangan mendesak sang Alpha menggigit Selena demi menyelamatkan nyawanya. Di tengah konflik kampus dan persaingan saudara, Selena berubah menjadi serigala dan harus menentukan takdirnya.
Sampul Novel Prajurit Raja Perkasa
9.6
Mantan anggota pasukan khusus, Peter Wang, memulai peran baru sebagai pengawal pribadi Bella Song di perusahaan elite Golden City. Walau sempat menganggap remeh pekerjaan ini, Peter justru terseret ke dalam pertikaian sengit melawan geng kejam dan musuh-musuh tangguh. Di tengah pertempuran yang mendebarkan, pesonanya memikat banyak wanita, mulai dari Amelia, Elaine, Shelly, hingga Lisa. Sanggupkah sang prajurit tangguh mengatasi semua bahaya di kota ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan