APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Skandal Calon Adik Ipar

Skandal Calon Adik Ipar

Pertemuan tak sengaja di Bangkok saat urusan bisnis mengubah takdir Rafael. Setelah membantu mengurus paspor Arin yang hilang, tunangan Dhea ini malah jatuh hati pada calon adik iparnya sendiri. Arin mencoba mengubur perasaannya demi sang kakak, walau Rafael mulai goyah dengan rencana pernikahannya. Ketegangan memuncak kala Rafael nekat membatalkan pertunangan. Keputusan itu menyulut benci di hati Arin, meski ia tak kuasa membohongi cinta mendalamnya.
Bab
Bagikan

Bab 3

BAB 3

Rafa menghidupkan shower, ia merasakan air hangat membasahi seluruh tubuhnya. Rafa menikmati dan merasakan setiap air jatuh di tubuhnya. Setelah berlama-lama menikmati air itu, ia lalu menyudahi ritual mandinya. Rafa lalu mengambil handuk yang menggantung disisi lemari. Ia melilitkan handuk disisi pinggangnya. Rafa lalu berjalan keluar dari kamar mandi.

Rafa mendengar suara ketukkan dan bel dari balik pintu. Rafa mengerutkan dahi, ia tidak pernah menerima tamu hotel pada malam hari, ia juga tidak memesan makanan. Rafa semakin penasaran lalu berjalan menuju pintu utama. Rafa membuka hendel pintu, dan ia terdiam sesaat, ia menatap Arin tepat dihadapannya. Dengan mata membengkak sehabis nangis, wajah itu memerah dan terlihat sangat berantakkan. Jantung Rafa seakan berhenti berdetak.

"Arin, kenapa kamu menangis" tanya Rafa, reflek ia melangkah semakin mendekat. Ia tidak tahu harus berbuat apa, mengahadapi wanita menangis seperti ini.

"Tolong saya" ucapnya sambil sesugukkan, tangisnya sepertinya tidak ingin berhenti.

"Kamu kenapa sebenarnya" Rafa lalu menarik tangan kurus Arin masuk ke dalam kamar.

Karena sungguh tidak enak di pandang mata jika berbicara diluar, dengan keadaan yang tidak stabil seperti ini. Di tambah ia tidak mengenakan pakaian, hanya handuk yang menutupi tubuhnya. Rafa menutup pintu itu kembali, dan ia lalu menyuruh Arin duduk disisi tempat tidur.

"Hey, apa yang terjadi" tanya Rafa sekali lagi.

Arin lalu menghapus air mata itu dengan jemarinya, lalu menatap Rafa. Terliha jelas Rafa begitu khawatir terhadapnya.

"Tolong saya, tas saya hilang" ucap Arin.

"Tas saya penuh dengan barang-barang penting. Paspor dan, visa pelajar saya hilang semua, jadi saya harus bagaimana?" Arin panik.

Oh God. Ternyata permasalahannya begini membuat Arin menangis. Oke sekarang Arin panik karena kehilangan kartu-kartu penting miliknya. Rafa lalu duduk disamping Arin, membiarkan tangis itu reda, agar ia bisa berkomunikasi dengan baik.

"Jangan panik" ucap Rafa, mencoba menenangkan Arin.

"Bagaimana saya tidak panik, didalam tas saya itu penuh dengan surat-surat penting, saya harus bagaimana?".

"Tenang, Ceritakan kepada saya, bagaimana kronologis tas kamu bisa hilang?".

"Ceritanya panjang, tadi saya ke Wat Arun dan wat pho. Saya hanya duduk sebentar, tiba-tiba saya menyadari tas saya lenyap tidak ada. Saya seharian mencarinya hingga keliling-keliling hingga malam. Dan hasilnya nihil, saya harus bagaimana?".

Rafa mengangguk paham, lalu menarik nafas dan berucap, "Saya sudah bilang kepada kamu, ini Bangkok, kamu harus hati-hati. Ini bukan Swiss, Zurich, Melbourne bukan berarti saya bilang disana tidak ada kriminalitas loh, tapi disana sedikit. Dan jangan samakan disini dengan di tempat kamu berada, ini Bangkok. Lihat baru berapa jam kamu disini sudah hilang semua harta benda kamu. Bagaimana seminggu kemudian, apalagi yang akan hilang pada diri kamu".

"Saya harus bagaimana? Bagaimana nasib saya" Arin kembali menangis.

Rafa hanya bisa menatap Arin yang menangis. Ia membiarkan Arin menangis, reflek ia lalu memeluk Arin dalam peluknya. Agar tangisnya reda.

"Sudahlah, jangan menangis lagi. Besok kita urus ke kantor KBRI" ucap Rafa mencoba menenangkan Arin.

Arin mengangguk, "Paspor saya beneran bisa diurus". Tanya Arin, Arin dapat merasakan tubuh hangat Rafa. Ia lalu melepaskan pelukkan Rafa.

Arin menelan ludah, dan tersadar apa yang ada ia lakukan. Arin diam menatap Rafa, reflek dengan cepat ia melepaskan pelukkan Rafa. Jujur tubuh Rafa sangat menggoda, tubuhnya begitu bidang, perutnya rata ia yakini hasil olah raga teratur. Arin tertegun menatap tato di dada bidang Rafa. Tato itu bergambar sayap burung dan dibawahnya terdapat tulisan. Arin tidak bisa membaca tulisan itu, terlalu sulit dibaca, mungkin ia akan menanyakannya nanti kepada Rafa.

"Besok kita urus ke KBRI, minta SPLP" ucap Rafa ia lalu berdiri.

"Apa itu SPLP" Tanya Arin, ia lalu mengalihkan tatapannya.

"Surat Perjalanan Laksana Paspor".

Arin tersenyum, hatinya merasa lega mendengar ucapan Rafa. Arin menyelipkan rambutnya ditelinga. Lalu berjalan mengambil tisu di meja. Ia mengelap tisu itu dipermukaan hidungnya dan lalu dibuangnya ke dalam tong sampah.

"Terima kasih, sudah mau nolong saya. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi kalau tidak ada kamu disini".

Rafa mencoba tersenyum, kembali menatap Arin. Arin cantik, itu yang selalu ada dalam pikirannya dari tadi. Entahlah apa yang ia pikirkan, yang pasti wanita itu terlihat semakin cantik setelah menangis.

"Tidak apa-apa. Kamu sudah makan?".

Arin menggelengkan kepala, "Belum".

"Kamu mau makan apa?" Tanya Rafa lalu berjalan menuju lemari. Ia mengambil kaos hitam dan celana pendek berwarna hitam.

Rafa melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, ia mengganti pakaiannya. Ia tidak mungkin memakai pakaian didepan Arin. Sementara ia sama sekali tidak mengenakan apa-apa, hanya handuk yang melingkar disisi pinggang yang menutupi tubuhnya. Jika posisi Arin adalah Dea, ia tidak mempermasalahkan, justru ia senang menggodanya kakaknya.

Semenit kemudian Rafa keluar dari kamar mandi, ia kembali menatap Arin, "Yasudah, kamu mandi dulu. Setelah itu kita cari makan di luar. Saya tunggu kamu disini".

"Iya" Arin tersenyum dan melangkahkan kakinya keluar.

Rafa teringat, ia lalu melangkah mengejar Arin. "Arin" panggil Rafa.

Arin menghentikan langkahnya, kembali menatap Rafa, "Iya".

Rafa lalu membuka laci, dan mengambil kotak berwarna putih dan menyerahkannya kepada Arin.

"Ini handphone, saya sudah membelinya sore tadi".

Arin tersenyum bahagia, "Terima kasih" ucap Arin tulus.

"Iya sama-sama".

******

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Balas Dendam Kejam Sang Mantan
9.2
Sepuluh tahun kubangun CiptaKarya, tetapi Baskara mendepakku demi Saskia, anak magang baru, saat kontrak 800 miliar hampir diraih. Di tengah kehamilanku, ia tega bersikap dingin. Mereka tidak sadar bahwa secara hukum, algoritma inti perusahaan ada di tanganku. Aku pun memilih pergi dan menuntut hak penuh atas ciptaanku. Demi membalas pengkhianatan kejam ini, aku mendekati Revan Adriansyah, rival terbesar yang kini menjadi sekutu terakhirku.
Sampul Novel Dijebak Dipelaminan
8.2
Niat hati hanya menjadi tamu undangan, Adeline Vyantara justru berakhir di altar. Ia terpaksa menggantikan posisi mempelai wanita untuk Alaric Mahendra, sang pewaris kaya yang merasa dijebak oleh keluarganya sendiri. Alaric awalnya berniat membatalkan pernikahan ini, namun keberanian Adeline dalam melindungi kehormatan keluarga membuatnya urung. Kini, keduanya harus menjalani pernikahan dingin yang dipenuhi aturan ketat. Di balik benci dan misteri masa lalu, perasaan cinta perlahan tumbuh.
Sampul Novel HASRAT MEMBARA CEO PERKASA
8.5
Dalam sekuel Cintaku Bersemi di Masa Remaja, Joseph Mikuel selaku CEO JM Corp tidak sengaja bersua kembali dengan Mary Violet, kekasih masa lalunya. Dulu, Mary pergi begitu saja tanpa alasan, namun kini ia mendadak mendaftar sebagai sekretaris pribadi di kantor Joseph. Lewat pengaruhnya, Joseph sengaja meloloskan Mary demi menyelesaikan urusan hati yang belum tuntas. Mary pun terkejut dengan pertemuan ini, memicu tanya apakah asmara lama mereka dapat terjalin kembali.
Sampul Novel Istri Bayaran
9.5
Seorang gadis muda terpaksa menjadi teman kencan sewaan demi melunasi biaya kuliah dan pengobatan ayahnya. Takdir mempertemukannya dengan seorang pria kaya berparas dingin yang merupakan kakak kliennya. Terpikat oleh sosoknya, sang tuan muda menawarkan pernikahan kontrak demi mengatasi masalah keuangan gadis itu. Walau dimulai tanpa cinta, hubungan mereka diuji oleh konflik keluarga dan rahasia masa lalu. Akankah benih asmara tumbuh sebelum masa kontrak usai?
Sampul Novel Istri Sang CEO yang Melarikan Diri
8.8
Jenessa mengabdi sebagai sekretaris sekaligus istri rahasia bagi CEO bernama Ryan. Namun, impian manisnya saat mengandung runtuh seketika karena Ryan lebih memilih fokus pada cinta pertamanya. Merasa dikhianati, Jenessa pun memilih pergi menjauh dan menghilang. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Ryan terkejut melihat kondisi perut Jenessa dan menuntut penjelasan. Dengan berani, Jenessa menegaskan bahwa mantan suaminya itu tidak lagi memiliki hak atas kehidupannya.
Sampul Novel MINE
8.9
MINE
Pertikaian Ana dengan pengusaha dingin yang menjadi pembicara tamu di kampusnya mengubah segalanya. Meski muak, takdir terus mengikat mereka bersama. Siapa sangka, pria menyebalkan itu adalah sosok yang selama ini dinanti Ana. Sikap sang miliarder yang perlahan berubah membuat Ana terjebak di antara benci dan cinta. Namun, saat perasaan mulai tumbuh, teror berbahaya datang mengancam mereka. Mampukah hubungan penuh rintangan ini bertahan?