APKDock Logo
Sampul Novel Single Mom Milik Tuan CEO

Single Mom Milik Tuan CEO

8.6 / 10.0
Insiden tragis dan kesalahpahaman besar membuat Zara mengandung anak Zeo. Pemuda rupawan itu malah menuduh Zara sengaja menjebaknya demi mendapatkan cinta. Enggan direndahkan, Zara memutuskan pergi jauh demi membesarkan anaknya sendirian. Perjuangan berat ia lalui sebagai ibu tunggal demi melindungi sang buah hati dari masa lalu yang kelam. Akankah Zara berhasil menemukan kedamaian hidup tanpa perlu melibatkan sosok Zeo lagi?

Single Mom Milik Tuan CEO Bab 1

TAP ... TAP .... 

Suara langkah kaki terdengar jelas dari luar ruangan, untuk menuju ke ruangan tersebut. Langkah itu kemudian berhenti tepat di depan pintu ruangan, disusul dengan ketukan pintu yang seirama. 

"Masuklah!" 

Seorang wanita berperawakan tinggi dan sexy pun datang di hadapan seseorang yang berada di dalam ruangan tersebut. 

"Permisi, Tuan. Apakah Anda memanggil saya?" tanyanya dengan lembut. 

Pria paruh baya itu menatap tajam ke arah wanita yang diketahui adalah asistennya. "Apakah sudah berkumpul semuanya?" tanya seorang lelaki paruh baya, pemimpin keluarga Abraham. 

"Sudah, Tuan. Tuan dan Nyonya Latulini sudah berada di ruangan temu." 

Tuan Abraham mengangguk kecil. "Baiklah. Aku akan segera ke sana." 

Beberapa waktu diperlukan untuk persiapan menuju ke ruangan yang ditunjuk sebagai tempat pertemuan antara dua keluarga besar, dalam menjalani bisnisnya. 

Ketika mereka mengetahui Tuan Abraham datang ke ruangan tersebut, mereka pun bersiap untuk menyambutnya. 

Kini, sudah berdiri di hadapan mereka orang yang sangat berpengaruh bagi kedua grup besar tersebut. Sebanyak 80% saham dipegang oleh lelaki paruh baya ini. Oleh sebab itu, mereka sangat menghormati Tuan Abraham. 

"Selamat datang, Tuan Abraham." 

Mereka menyambutnya dengan posisi tegak, kemudian segera duduk setelah Tuan Abraham menempati tempat duduknya. 

Tuan Abraham mengedarkan pandangannya ke seluruh sisi ruangan. Memang benar yang dikatakan sekertarisnya, bahwa semua orang sudah berkumpul pada tempatnya masing-masing. 

"Terima kasih atas kesediaannya datang ke tempat pertemuan ini. Banyak sekali yang harus kita bahas, demi majunya kedua grup besar yang sedang berjalan ini," ujarnya, membuat keringat tak henti-hentinya bercucuran dari kening Tuan besar keluarga Latulini. 

Di sebelah kanan Tuan Abraham, terdapat Zeo Abraham yang merupakan satu-satunya keturunan dari keluarga Abraham. Kemudian di sebelah Zeo ada adik dan juga adik ipar dari Tuan Abraham, yang tak lain adalah Om dan Tante Zeo. 

"Sebelumnya, saya ingin tanya hasil dari pemasaran yang dilakukan oleh Latulini Group. Apakah sudah ada kemajuan mengenai jasa yang dipasarkan?" tanya Tuan Abraham. 

"Baik, terima kasih atas pertanyaannya, Tuan Abraham. Kami dari Latulini Group, sudah berusaha melakukan yang terbaik untuk memasarkan jasa design ruangan, yang dimiliki oleh Abraham Group," ujar Tuan Latulini, sembari membuka sebuah data yang ada di depan layar komputernya. 

Semua orang memperhatikan dengan saksama, setiap slide yang sedang dipresentasikan oleh Tuan Latulini. Setiap datanya valid, sampai hampir tidak ada celah yang bisa dilalui oleh pihak yang tidak senang dengannya. 

Dari sekian banyak orang yang menyukainya, pasti ada segelintir orang yang tidak menyukainya. Hal itu benar, karena memang pihak Om dan Tante Zeo yang memang tidak senang dengan kerja sama di antara kedua keluarga ini. 

Ren Abraham, Om dari Zeo, mendekatkan diri ke arah istrinya. "Kalau seperti ini, apa bisa kita melawan mereka?" 

Nampaknya mereka sangat risau, karena data yang diberikan mereka sangat valid, dan bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya. 

"Tenang, kita masih punya rencana B!" 

Ren mengangguk, karena mendengar Yuki membisikkan hal menenangkan seperti itu padanya. 

Yuki memandang dalam ke arah Tuan Latulini, sembari mempersiapkan dirinya untuk melakukan serangan besar kepadanya. 

Tak perlu diragukan lagi, public speaking yang ia miliki sangatlah di atas rata-rata. Tak jarang pada setiap pertemuan bisnis, Tuan Abraham selalu menyelipkan Yuki pada perjalanan bisnisnya. 

"Itulah beberapa client yang sudah Latulini Group dapatkan," ucap Tuan Latulini sebagai tanda mengakhiri presentasi yang ia lakukan. 

Semua orang bertepuk tangan, tak terkecuali pasangan Yuki dan Ren. 

"Terima kasih atas presentasi yang sudah dilakukan, Tuan Latulini," ujar Tuan Abraham memberikan apresiasi kepadanya. 

Yuki bersiap mengangkat tangannya, membuat Tuan Abraham yang melihatnya segera mengangguk kecil tanda memberikan waktu dan tempat untuknya berbicara. 

Yuki bangkit dari tempat duduknya, menyamai Tuan Latulini yang memang sedari tadi sudah dalam keadaan berdiri. 

"Terima kasih, Tuan Abraham atas waktu dan tempat yang dipersilakan untuk saya. Sebelumnya, saya ingin menyampaikan tentang keluh-kesah saya terhadap Latulini Group, pada beberapa bulan terakhir ini. Hal ini berdampak pada income yang diterima Abraham Group, dari kesepakatan yang sebelumnya sudah ditentukan bersama," ujarnya dengan sangat percaya diri. 

Di hadapannya saat ini, sudah tersambung antara proyektor dan juga laptop miliknya. Ia membuka seluruh data dan laporan yang ia miliki, untuk menjatuhkan kedudukan Latulini Group di hadapan pemimpin mereka saat ini. 

"Pada bulan Januari, Latulini Group terlibat sebuah proyek rahasia dengan beberapa perusahaan, seperti Mutiara Group, Sky Group dan juga Star Group. Income yang harusnya diserahkan kepada Abraham Group adalah 70% tetapi Latulini Group hanya memberikan sebanyak 30 % saja," paparnya, sontak membuat semua orang terkejut mendengarnya. 

Zeo tak berkutik, hanya bisa mendengar para senior mempresentasikan apa yang sudah mereka persiapkan. Namun, tak dapat dipungkiri kalau Zeo merasa sangat terkejut dan tak menyangka, bahwa ia menemukan kecurangan yang dilakukan oleh pihak Latulini yang sebelumnya sangat ia percayai. 

Tuan Latulini mendelik protes. "Intrupsi! Saya memang menerima proyek tersebut pada bulan Januari lalu, tetapi kami memberikan fee yang sesuai dengan yang tertera di kontrak!" 

Suasana menjadi canggung, ketika Tuan Latulini protes dengan tuduhan yang dilayangkan Yuki padanya. 

Yuki mendelik tajam ke arahnya. "Saya berbicara dengan bukti! Ada bukti berkas yang anda tanda tangani dengan beberapa client tersebut!" 

Bukti? Itu adalah hal yang mustahil. Tuan Latulini merasa, ia sama sekali tidak menandatangani berkas apa pun, selain berkas kesepakatan bersama dengan para client. 

"Bukti tanda tangan apa yang anda maksud?" tanya Tuan Latulini bermaksud menantang. 

Yuki menyunggingkan senyumnya, lalu mengeluarkan beberapa berkas yang di dalamnya terdapat tanda tangan perjanjian yang sama sekali tidak Tuan Latulini ketahui. 

Lembar demi lembar ia buka, dengan mata yang terus-menerus mendelik tak percaya dengan apa yang ia lihat. 

"Apa ini?" gumam Tuan Latulini, sangat terkejut dengan berkas yang sama sekali tidak ia ketahui. 

Yuki menyunggingkan senyumannya, lalu memunculkan hasil pindai berkas yang ada di tangan Tuan Latulini. 

Semua mata terperangah, kaget dengan yang mereka lihat. Walaupun tidak percaya, tetapi mereka melihat dengan jelas tanda tangan yang merupakan milik Tuan Latulini. 

"Bisa kalian lihat, ini adalah bukti berkas yang saya katakan. Tuan Latulini secara rahasia menilap uang yang kita dapatkan dari proyek di bulan Januari!" 

Suasana semakin memanas, dan seketika orang yang bekerja pada Latulini Group menjadi sangat takut dengan tuduhan yang dilayangkan Yuki pada mereka. 

Zeo mendelik kaget. "Bagaimana bisa mereka melakukan hal selicik ini dengan perusahaan kami? Tidak bisa dimaafkan!" batinnya yang merasa sangat kesal dengan perjanjian kerja sama yang sudah terlanjur terjadi di antara mereka. 

"Apa benar itu, Tuan Latulini?" tanya Tuan Abraham, yang sudah tersulut emosi dengan hal licik yang sudah dimanipulasi oleh pihak Yuki dan juga Ren.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Single Mom Milik Tuan CEO

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Bismillah, Aku Ikhlas
8.2
Pernikahan yang didambakan harmonis justru berujung pilu akibat lisan tajam sang ibu mertua. Setiap hari, seorang istri harus menahan tuduhan mandul dan cercaan atas pernikahan mereka, sembari memikul beban urusan domestik yang tiada henti. Tekanan batin kian berat saat ia terus dituntut segera menghadirkan cucu. Di tengah perlakuan semena-mena ini, ia kini berada di titik krusial untuk menentukan pilihan: tetap berjuang bertahan atau menyudahi segalanya.
Sampul Novel Cintamu Seperti Uang Kecil
8.4
Tekanan hidup akibat lonjakan harga pangan membuat Rani frustrasi. Di tengah situasi sulit ini, Dimas, sang suami, hanya memberinya uang belanja harian sebesar 25 ribu rupiah untuk lauk-pauk, meski kebutuhan pokok lain sudah ia siapkan. Rani menganggap jatah tersebut sangat tidak masuk akal dan menilai suaminya teramat pelit. Saat menerima uang itu dengan ketus, ia merenung gusar bahwa nominal sekecil itu bahkan tidak cukup untuk membeli bedak, apalagi memenuhi gizi mereka.
Sampul Novel Kiss for Prince Kouza
9.3
Saat mendaki gunung dengan rekan kerjanya, Myan mengalami nasib nahas terjatuh ke jurang. Bukannya tewas, ia justru tersadar di sebuah padang rumput asing yang misterius. Di sana, seorang pria asing berbusana unik tiba-tiba turun dari kuda putihnya, lalu berlutut memberi hormat. Lelaki misterius itu menyebut Myan sebagai sosok Sang Pembebas yang dinanti-nantikan. Siapa sebenarnya bangsawan itu dan ke mana Myan terlempar? Kisah petualangan Myan di dunia baru yang penuh misteri pun dimulai.
Sampul Novel Peace Hunter
7.9
Rid Archie, seorang pemuda desa, menyadari bahwa kedamaian di dunianya hanyalah ilusi. Di balik ketenangan semu tersebut, diskriminasi rasial serta perbudakan masih terus terjadi. Kondisi ini sebenarnya merupakan gencatan senjata rapuh antara ras Malaikat dan Iblis yang sewaktu-waktu dapat memicu perang besar. Didorong kenyataan pahit ini, Rid bertekad menciptakan keharmonisan yang nyata. Namun, sanggupkah ia menggapai mimpi besar tersebut di tengah dunia yang sarat konflik?
Sampul Novel Ranjang Tetangga
9.8
Nabil terbiasa menjodohkan para tetangga di lingkungannya. Namun, menjelang akhir tahun, ia justru menyadari bahwa dirinya memendam perasaan cinta yang mendalam pada Regal, pria yang tinggal tepat di sebelah rumahnya. Kini, ia terjebak dalam dilema besar antara menjaga profesionalitasnya atau mengikuti kata hati. Nabil pun didera ketidakpastian: apakah Regal merasakan hal yang sama, ataukah cinta ini hanya akan bertepuk sebelah tangan?
Sampul Novel Selingkuhannya Pengasuh Anakku
9.4
Kehidupan rumah tangga Sekar hancur setelah perselingkuhan suaminya terungkap. Pengkhianatan ini terasa sangat menyakitkan karena wanita lain tersebut adalah pengasuh anaknya sendiri, orang yang sangat ia percayai. Walau suaminya meminta maaf dan mengaku khilaf, Sekar didera dilema berat. Terlebih saat tahu sang pengasuh ternyata masih bersuami dan dinafkahi oleh suaminya. Mampukah Sekar bertahan menghadapi kenyataan pahit yang merusak pernikahannya ini?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan