APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Simply, you

Simply, you

Nadyne bertekad menjadi pengacara perceraian untuk merebut kembali aset keluarganya dari selingkuhan sang ayah. Di tengah misi balas dendam itu, ia terpaksa menikahi Daniel, seorang pewaris takhta bisnis yang dingin. Pernikahan kontrak ini tanpa rasa, apalagi Daniel belum bisa melupakan masa lalunya. Kematian ibunya membuat Nadyne meminta cerai, namun Daniel menolak demi citra publik. Nadyne pun memakai harta suaminya untuk membalas dendam, meski kini ia terancam hancur akibat fitnah perselingkuhan.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Daniel, mari bercerai."

"Aku akan berpura-pura tidak pernah mendengarnya."

Lelaki itu kemudian pergi dan pintu dibanting secara berdentum menggema ke seisi ruangan. Berlalu seolah tak berdosa.

Nadyne membisu, mematung, dan meneteskan air mata. Mulutnya tidak mampu berucap untuk sekedar menenangkan diri. Jatuh terduduk, pasrah.

******

Tiga hari kemudian.

Keadaan rumah kosong tanpa penghuni. Tidak ada siapapun di sini. Rumah minimalis sederhana dipenuhi tumbuhan hijau tidak meninggalkan jejak. Suara cucuran air yang mengisi kolam ikan tetap mengalir. Semua ruangan sunyi dan sepi, serta rapi juga bersih. Baru empat hari Nadyne tinggal di sana, tapi khusus hari ini kondisinya terasa asing.

"Apa seseorang telah membersihkannya?"

Sepulang dari kantor usai cuti mendadak karena kepergian ibu, justru dia bertanya-tanya tentang situasi sekarang. Melihat sekeliling rumah tidak ada siapapun. Nyaris berganti malam, seharusnya Nazhira telah tiba di rumah. Tapi yang terjadi, gadis SMA tersebut tidak ada di rumah bahkan kamarnya pun polos tidak terdapat barang-barang.

“Apa yang terjadi?” ujar Nadyne seusai membuka pintu kamar adiknya.

Wanita berusia 29 tahun tersebut gelisah tak menentu. Dia lagi-lagi mengecek tiap ruangan sembari menelpon adiknya. Memastikan kekeliruannya salah. Berjalan cepat menelusuri tiap bagian rumah. Menempelkan ponsel ditelinga, menunggu panggilan dijawab.

“Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif cob...” Malah suara operator yang berbunyi.

“Nomor yang anda tuju sed...” tidak gampang menyerah, Nadyne tetap berjuang menghubungi adiknya.

Wanita itu meremas kasar rambutnya. Khawatir dengan keadaan yang tengah melanda. Nazhira tidak dapat dihubungi, seisi rumah begitu hampa tanpa penghuni.

Dering telepon memecahkan situasi. Nadyne segera memeriksa ponselnya. Dia pikir itu Nazhira, satu nama yang enggan disebutkan justru muncul sekarang.

“Halo,” ucap Nadyne.

“Jangan melewatkan makan malam di rumah. Nazhira sudah menunggu,” pungkas Daniel.

“Apa?” Bola mata istrinya sontak melebar besar mendengar kabar itu.

Tuutt tuutt... Telepon dimatikan.

“Halo..halo...” Nadyne berusaha berbicara, padahal jelas telepon ditutup.

Ooo shit!

Terjawab sudah. Kegelisahan yang menyertai Naydne berakhir. Nazhira dibawa ke rumah mereka. Pertempuran sepasang suami istri itu belum mereda. Perceraian yang baru akan dilayangkan terpaksa ditunda. Iming-iming apa yang kakak ipar tawarkan, hingga mampu memboyong adiknya pergi. .

“Dia selalu punya cara untuk menang.”

******

Rumah dengan desain minimalis modern tampak nyata di depan. Sebuah bangunan yang mirip istana untuk kali pertama Nadyne menginjakkan kaki di rumah ini, dahulu. Rumah dengan dominan berwarna putih, begitu membius pandangan setiap insan.

"Aku yakin, untuk membayar arsiteknya saja tidak akan cukup setahun gajiku." gumam Nadyne kala itu.

Teramat besar dan mewah untuk dihuni sepasang suami istri. Tapi, bagi Daniel itu hal biasa. Jika dikalkulasikan dengan harga rumah orang tua Nadyne yang sederhana, rasanya berkali-kali lipat untuk mendapatkan rumah semewah ini. Gaji PNS pun mesti menabung berpuluh-puluh tahun untuk mendapatkan rumah bak istana kerajaan tersebut. Berkisaran ratusan milyar, wanita itu memilikinya hanya melewati jalur perjodohan.

"Selamat datang nyonya." Seorang satpam langsung menyambut kedatangan wanita itu usai turun dari mobil.

"Tidak perlu, saya akan pergi lagi." Nyonya besar rumah itu menolak memberikan kunci mobil ketika satpam tadi mengulurkan tangan.

Hal lumrah ketika pemilik datang, seorang satpam akan memakirkan mobil majikannya di garasi. Kebiasaan tersebut awalnya terlihat merepotkan, tapi itu pekerjaan mereka.

Perjodohan, kata itu terdengar kolot dan kuno. Namun, peristiwa tersebut justru menimpa Daniel dan Nadyne. Siapa sangka pewaris Classis Bank anak perusahaan dari Classic Grup, yang merupakan sebuah bank swasta terbaik nomor tiga negeri ini, harus dijodohkan dengan seorang pengacara dari keluarga sederhana.

Pengacara mungkin terbilang pangkat yang tinggi, tidak semua orang mampu meraihnya. Tentu saja, Nadyne pun bersusah payah untuk pangkat ini, sampai bisa bekerja di sebuah firma hukum ternama. Wanita itu menghabiskan masa muda dengan belajar sungguh-sungguh hingga kuliah dengan menjadi lulusan tercepat di kampusnya. Atas kerja kerasnya selama belasan tahun, dia sukses menjadi pengacara andal di usia muda.

Daniel bukan sekedar pewaris tanpa perjuangan hebat. Pria itu di didik sejak kecil agar matang dan layak menjadi pewaris perusahaan. Berbagai prestasi dicetak olehnya, memberikan kontribusi yang menguntungkan perusahaan tak terhitung jumlahnya. Perbedaan kontras antara mereka, terletak pada background status sosial.

“Kamu udah dateng,” ucap Daniel tatkala istrinya telah hadir di depan meja makan.

Tatapan nyonya besar rumah itu cukup mematikan. Sorot tajamnya bak hewan yang siap menerkam mangsa.

“Kakak.” Panggilan hangat keluar dari mulut Nazhira.

Gadis yang dinaungi duka atas kepergian ibunya, kuasa untuk memancarkan senyuman. Hati Nadyne melunak, dia dapati adiknya yang mulai bisa tersenyum kembali. Walau garis senyum gadis itu begitu tipis. Dengan selengkung senyum yang manis, Nadyne luluh dan menyimpan amarahnya untuk sekejap. Amarah yang hendak menghujam suaminya, terkubur perlahan karena Nazhira.

“Ra, kamu baik-baik aja?”

Nazhira mengangguk sebagai jawaban.

“Kamu nggak bisa dihubungi tadi.”

“Baterainya lemah kak,” pungkas gadis itu dengan balik menatap kakaknya yang telah berada di samping.

“Ayo kak makan dulu, kakak pasti belum makan.”

“Iyaa Ra.”

*****

Pintu kamar sedikit dibuka oleh Nadyne. Selimut biru muda telah menutupi tubuh Nazhira, gadis itu terlelap. Mata indahnya terpejam dengan posisi memeluk guling. Hanya dengan mengintip adiknya dari balik pintu, sudah cukup. Dia bisa tenang kondisi adiknya mulai kembali normal, meski luka yang menimpa mereka tidak akan pernah sembuh.

Jika tidak mampu menggantikan sosok ibu, dia berusaha menjadi sosok kakak yang baik. Rasanya, tugas wanita itu semakin berat, dia kini memiliki tanggung jawab extra untuk menjaga adiknya.

“Dia udah tidur?” Seseorang berbisik, dan suara beratnya sudah ditebak itulah Daniel.

“Iyaa.” Istrinya pun kembali menutup pintu kamar.

“Kita perlu bicara,” kata Daniel yang berdiri tepat di samping.

“Tentu saja. Ada yang mau aku omongin juga.”

Kamar dengan pemandangan mempesona. Saat pagi tiba, gorden akan terbuka otomatis ketika remote ditekan. Berbagai fitur canggih melimpah di ruangan ini, semacam menggunakan kecerdasan teknologi untuk deretan kegiatan.

Jika ingin menyalakan lampu, hanya dengan satu tepukan tangan langsung menyala. Ukuran kamar yang luas, menjadikan ruangan tersebut paket komplit dengan segala fasilitas. Butuh beberapa pembantu untuk merapikan satu ruangan ini, serta perlu memiliki kewaspadaan yang tinggi. Rentetan barang berharga menyebar mengisi ruangan. Andai ada yang cacat apalagi hilang, sudah dipastikan pemiliknya dapat meradang. Privasi Daniel dan Nadyne sangat ketat, hanya beberapa pembantu yang dipercaya untuk membereskan kamar mereka.

“Mulai malam ini, Nazhira tinggal bersama kita.”

Kaki mulus Nadyne berhenti seketika, dia mendengar jelas perkataan tersebut. Lalu, badannya memutar dan menghadap sumber suara.

“Kamu lupa kita akan bercerai?” Tanya istrinya, tidak mungkin seorang wakil Presdir cerdas seperti Daniel pelupa. Mereka memiliki masalah yang belum selesai.

“Aku tidak pernah mendengarnya,” respon santai Daniel.

“Aku tidak peduli!” Nadyne tersenyum getir.

"Sekuat apapun kamu mencoba, aku akan tetap mempertahankan rumah tangga ini.

Sontak saja Nadyne terbahak-bahak. Dia melemparkan senyuman sinis, bagai seringai mengerikan. Mendekat perlahan menuju lelaki itu. Sedikit demi sedikit kepalanya mendekati telinga dan berbisik. “Untuk apa kita bersama jika tidak saling mencintai.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Setelah Perceraian: Kasih Sayangnya yang Terlambat
9.8
Tiga tahun Giselle bertahan dalam pernikahan dingin, hanya menerima kebencian dari Lucian. Begitu menyerah dan memilih cerai, ia bangkit sebagai CEO rival yang disegani. Satu demi satu identitas rahasianya terkuak, mulai dari peretas andal hingga desainer elite. Lucian yang dulu memandang sebelah mata kini berbalik mengejarnya dengan obsesi besar. Namun, meski sang mantan suami memohon kesempatan kedua, bagi Giselle semuanya sudah terlambat.
Sampul Novel Hubungan Cinta Terlarang dengan Ibu Rina
8.7
Rina, guru sejarah berusia 30 tahun yang bercerai, menyembunyikan rasa naksir pada salah satu muridnya, Anto. Tubuhnya yang seksi dan aura hangat sering mengundang perhatian para siswa. Suatu Minggu sore, Rina sengaja memanggil Anto ke rumahnya untuk ujian susulan yang sebenarnya sudah diatur. Sengaja melepas bra dan memakai baju longgar, Rina menggoda muridnya yang masih polos itu"Anto, tolong bantu aku," bisiknya saat mereka duduk berdua di ruang tamu. Semakin dekat, ketegangan tak tertahankan menguasai keduanya. Sebuah hubungan terlarang yang penuh gairah dan rahasia mulai terungkap. Mau tahu bagaimana kelanjutannya? Baca gratis di ApkDock!
Sampul Novel I Love You Chef
8.9
Renata Deanita menaruh hati pada bosnya yang dingin dan angkuh, Arjuna Tunggajaya Nuraga. Di balik sikap galaknya, Arjuna diam-diam membalas perasaan Renata, meski ia didera trauma masa lalu akibat ditinggal istrinya. Kejadian tak terduga di Bandung membawa hubungan mereka ke malam penuh gairah, hingga keduanya mantap melangkah ke jenjang pernikahan. Namun saat ikatan mereka menguat, ancaman sosok asing mulai mengintai. Akankah cinta mereka sanggup bertahan?
Sampul Novel Kehancuran Reputasi Raelynn Harper
8.4
Kyle Blackwood kabur dari pernikahan, menghancurkan reputasi Raelynn Harper. Demi membalas rasa sakit hati, Raelynn nekat mengancam kakak Kyle, Tristan Blackwood, seorang direktur hiburan yang sangat berkuasa. Namun, rencana itu berbalik arah. Tristan yang kaya raya justru memanfaatkan celah ini untuk memaksa Raelynn menikahinya. Kini, Raelynn terjebak dalam pernikahan penuh ambisi dengan Tristan, sosok yang siap menghancurkan harga dirinya.
Sampul Novel PENGANTIN TITIPAN
9.2
Kamila jatuh cinta pada Dion, mahasiswa KKN yang berani melamarnya tanpa restu keluarga. Namun di hari pernikahan, Dion malah kabur dan meminta Aldin Nabastala, seorang duda, untuk menggantikannya. Demi menjaga nama baik ayahnya, Kamila terpaksa menikah dengan Aldin walau hatinya masih untuk Dion. Seiring waktu, kepribadian shaliha Kamila membuat Aldin jatuh hati. Akankah Aldin merelakan istrinya kembali saat Dion saat cinta mulai tumbuh?
Sampul Novel TAKDIR CINTA SANG PRAJURIT
8.2
Zanna Kirania paham betul konsekuensi menjadi istri tentara. Baru tiga bulan membina rumah tangga, sang suami, Adiyasa, langsung dikirim bertugas ke Pulau Natuna. Setelah dua tahun terpisah jarak Bandung-Natuna, Zanna akhirnya menyusul dan tinggal di mess sederhana di sana. Kehidupan sosialitanya seketika berubah total di tengah keterbatasan fasilitas pulau terpencil. Mampukah Zanna beradaptasi dan bertahan melewati segala rintangan sebagai seorang istri prajurit?