APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Simpanan Om Tampan

Simpanan Om Tampan

Leonora Cheryl tidak mampu menghalau ketertarikan terlarang pada Gavin, suami dari Diandra yang merupakan tantenya sendiri. Karena tinggal serumah, hubungan mereka kian dekat hingga melewati batas moral. Hubungan rahasia penuh risiko pun terjalin di antara keduanya. Di balik dinding pengkhianatan terhadap keluarga sendiri, Leonora dan Gavin kini terhanyut dalam asmara gelap yang menentang logika serta norma sosial yang berlaku.
Bab
Bagikan

Bab 1

Rintik hujan akhirnya turun dari gelapnya langit malam, diiringi kilat yang menyambar dan suara petir yang menggelegar. Angin pun ikut berhembus, hingga dinginnya terasa begitu menusuk ke dalam kalbu.

Seorang wanita muda tampak memandang pemandangan di luar jendela kamarnya, memandang cuaca kelam, sekelam perasaan yang dia rasakan saat ini. Leonora Cheryl, 18 tahun. Seorang wanita muda yang baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah menengah atas.

Hatinya terasa begitu berkecamuk menahan sebuah rasa dilema saat menanti hari esok, dimana dirinya harus meninggalkan rumah untuk melanjutkan pendidikannya ke ibu kota.

"Hufttt... " Cheryl menghembuskan nafas panjangnya sambil merengkuh dadanya, merasakan sebuah sesak.

Rasa dilema itu memang begitu menyesakkan dadanya. Tak dapat dipungkiri, hatinya terasa begitu campur aduk, bukan hanya karena dia harus berpisah dengan kedua orang tuanya, tapi ada sebuah rasa yang begitu sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Jika boleh memilih, mungkin Cheryl memilih untuk tidak pergi. Namum, itu artinya dia sudah menjadi manusia terbodoh yang ada di dunia saat melepaskan sebuah anugerah yang tidak dimiliki oleh orang lain, terutama teman seusianya.

Ya, Cheryl merupakan seorang gadis yang pintar. Disaat pelajar seusianya harus berusaha dengan keras mengikuti seleksi memasuki perguruan tinggi, hal itu tidak berlaku bagi Cheryl, dia berhasil masuk ke sebuah perguruan tinggi ternama dengan mudah, melalui jalur khusus bagi pelajar berprestasi yang disediakan oleh perguruan tinggi itu.

Tentunya hal tersebut merupakan sebuah pencapaian yang begitu membanggakan, dan membahagiakan, terutama bagi kedua orang tuanya. Namun, hal itu tidak sepenuhnya dirasakan oleh Cheryl.

Logikanya dia memang seharusnya bahagia, masuk ke sebuah universitas tanpa bersusah payah seperti teman-temannya. Tapi bagaimana dengan hatinya? Melanjutkan pendidikannya ke ibu kota itu artinya dia harus tinggal bersama tantenya, Diandra Paramita, seorang model dan artis berusia 28 tahun, dan suaminya Gavin.

Awalnya, Cheryl selalu menolak kemauan kedua orang tuanya untuk tinggal dengan Diandra, tapi kedua orang tuanya terus memaksa dan tidak memperbolehkan Cheryl tinggal sendirian di sebuah kota besar dengan berbagai alasan yang membuat Cheryl tak bisa berkelit, hingga akhirnya dia menerima keputusan orang tuanya untuk tinggal bersama Diandra.

Seharusnya tinggal di rumah mewah dengan Diandra tentu menjadi hal yang menyenangkan, tapi tidak bagi Cheryl karena hal itu merupakan sebuah dilema besar baginya. Tinggal dengan Diandra itu artinya dia harus bertemu dengan Gavin suami dari tantenya.

Arshaka Gavin Dewanata, 30 tahun. Sebuah nama yang sudah menguasai hatinya, sebuah nama yang mungkin bisa disebut sebagai cinta pertamanya ataupun hanya sebatas cinta monyet, Cheryl pun tak tahu. Yang dia tahu hanyalah ada sebuah rasa di dalam hatinya, sebuah getaran yang begitu dahsyat saat melihat Gavin sejak mereka bertemu 6 tahun yang lalu.

Saat itu Cheryl memang masih kecil, dia masih duduk di sekolah menengah pertama, namun apakah sebuah rasa mengenal usia?

"Semesta, mengapa kau sering kali becanda padaku? Apa kau sedang meledekku lewat cuaca ini? Cuaca kelam di malam ini, rasanya seperti kelamnya hatiku. Rasanya bahkan begitu campur aduk, menyesakkan, menyedihkan, tapi tak dapat dipungkiri kalau di dalam hatiku ada sebuah rasa bahagia. Sebuah rasa bahagia yang sebenarnya tidak pantas kurasakan, karena rasa ini sebenarnya sebuah perasaan yang salah."

Cheryl kemudian berjalan ke arah tempat tidurnya, lalu merebahkan tubuhnya, dan mencoba memejamkan matanya, meskipun sulit.

****

Keesokan Harinya...

Jam sudah menunjukkan pukul lima sore, setelah melakukan perjalanan kurang lebih selama lima jam dengan menggunakan kereta api, lalu disambung dengan sebuah taksi, Cheryl akhirnya sampai di sebuah rumah mewah di sebuah komplek perumahan kelas atas di ibu kota.

Seorang satpam, tampak membuka pintu gerbang rumah itu, lalu tersenyum dan menyapanya dengan begitu ramah. Cheryl kemudian masuk ke dalam rumah itu, dan disambut oleh seorang pembantu rumah tangga.

"Non Cheryl? Mari saya antar ke kamar."

"Iya, Bi. Terima kasih," jawab Cheryl.

Baru saja Cheryl melangkahkan kakinya, tiba-tiba terdengar deru suara mobil yang berhenti.

Deg

Jantung Cheryl seakan terhenti. 'Apakah itu Om Gavin?' batin Cheryl. Namun, belum hilang rasa terkejutnya, dan masih berusaha menata hatinya saat bertemu dengan Gavin, tiba-tiba sebuah suara berat terdengar dan mengagetkan lamunan Cheryl.

"Selamat sore Cheryl lama tidak bertemu denganmu?" sapa seorang laki-laki tampan yang kini berdiri tak jauh dari Cheryl.

Meskipun perasaannya terasa begitu campur aduk, Cheryl mencoba untuk tetap terlihat tenang. "Selamat sore, Om Gavin," jawab Cheryl dengan bibir yang sedikit bergetar.

"Kau baru datang Cheryl?"

"Iya Om."

"Kalau begitu beristirahatlah! Bi Asih akan mengantarmu ke kamar."

"Iya, saya permisi ke kamar dulu, Om," jawab Cheryl.

"Iya Cheryl."

Pembantu rumah tangga yang bernama Bi Asih itu lalu mengantarkan Cheryl ke sebuah kamar di lantai dua. Sebuah kamar yang menurut Cheryl sangat luas dan mewah.

Cheryl menatap kamar itu sebentar lalu merengkuh dadanya, merasakan sebuah sesak yang merasuk dan terasa begitu menyayat kalbu. "Ini tentang sebuah rasa, sebuah rasa yang salah. Seharusnya aku tahu batasanku, dan aku menyadari itu, tapi bisakah logika menghakimi kalbu? Salahkah rasa ini yang sudah lama kupendam di dalam kalbu? Salahkan jika bibir ini mengucap sebuah kalimat, Gavin aku cinta padamu," isak Cheryl seraya meneteskan air matanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Bukan Sepenggal Dusta
8.0
Kecantikan paras Mary Aram dari muara Mua justru menjadi kutukan yang membelenggu kebebasannya. Di tengah kepungan orang-orang serakah dan licik, ia dipaksa menjadi boneka tanpa daya. Namun, penderitaan tersebut tidak membuatnya menyerah. Mary menemukan kekuatan baru saat menyadari bahwa cinta sejati bukanlah sebuah kepalsuan. Keyakinan inilah yang mendorongnya untuk bangkit melawan, demi merebut kembali martabat dan hak atas hidupnya sendiri.
Sampul Novel Dari Kekasih Bayangan Menuju Dirinya Sendiri
9.6
Lima tahun kuhabiskan dalam persembunyian sebagai kekasih rahasia demi janji kepada mendiang kakaknya, sosok yang seharusnya menjadi suamiku. Namun, saat masa perjanjian kami akhirnya selesai, luka baru justru digoreskan olehnya. Aku ditugaskan untuk merancang dan mempersiapkan seluruh rangkaian acara pertunangannya dengan wanita pilihan lain. Di tengah patah hati, aku harus menyelesaikan tugas menyakitkan ini.
Sampul Novel Dikejar Lagi oleh Istri CEOku
8.8
Setelah tiga tahun membina rumah tangga, pernikahan mereka justru berakhir di ambang kehancuran. Sang istri yang kini telah mencapai puncak kesuksesan memilih untuk mengajukan gugatan cerai. Dia memandang suaminya sebagai pria malas yang tidak berguna dan tidak lagi sepadan dengannya. Namun, wanita itu sama sekali tidak menyadari sebuah kenyataan besar bahwa seluruh pencapaian, kekayaan, dan kesuksesan yang ia banggakan saat ini sebenarnya adalah pemberian rahasia dari suaminya sendiri.
Sampul Novel Hasrat Sang Guru
9.7
Dosen Sansekerta sekaligus praktisi yoga, Vidwan Surya, sangat dikagumi para mahasiswanya. Namun, pertemuannya dengan mahasiswi pendiam pencinta bahasa kuno, Grisse Anggara, memicu sebuah obsesi rahasia. Grisse yang lugu merasa tenang dengan kepedulian Vidwan, tanpa tahu ada hasrat besar sang guru untuk memilikinya. Begitu asmara mulai hadir, keraguan menyelimuti Grisse. Ia pun bimbang, apakah ini cinta sejati atau hanya nafsu belaka?
Sampul Novel Obat Posesif Untuk Ratu Es
8.4
Sebagai Ratu Es, aku memendam rahasia kelainan PGAD yang menyiksa. Ketika menghadiri gathering di Puncak tanpa membawa obat penekan hormon, aku justru terjebak dalam kamar sempit bersama bosku yang kaku, Dhimas Pakpahan. Di tengah gairahku yang mendadak tak terkendali, Dhimas hadir memberikan sentuhan intim serta menghajar rekan mesum yang nyaris melecehkanku. Namun kini, ketakutan baru melandaku saat Dhimas dengan posesif mengklaim bahwa hanya dirinyalah satu-satunya obat bagi tubuhku.
Sampul Novel SAMANTHA
8.7
Menjalin kasih sejak kelas sepuluh, hubungan Samuel dan Anantha mulai retak di tahun kedua. Kesibukan Samuel memimpin OSIS membuat jarak di antara mereka, sementara Anantha sibuk menyembunyikan kariernya sebagai novelis daring. Keadaan kian memburuk dengan kemunculan Viola, sahabat kecil Samuel yang kini menyita seluruh fokusnya. Merasa dikesampingkan dan dikhianati oleh prioritas baru sang kekasih, Anantha kini dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan atau menyudahi asmara mereka.