APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Si Miskin Jadi Keren

Si Miskin Jadi Keren

Sering dihina bodoh dan miskin, seorang pemuda kumal rupanya adik kandung dari konglomerat berpengaruh. Walau genius, ia sangat canggung dalam percintaan. Berbekal bimbingan sang kakak yang tangguh bak tentara, ia yang awalnya penakut kini giat berlatih fisik demi mengasah kemampuan tempur. Bersama-sama, kakak beradik ini berjuang menghadapi ancaman serius dari sindikat preman serta geng berandalan berbahaya yang meresahkan.
Bab
Bagikan

Bab 3

Tukijo terbangun oleh suara bel yang berbunyi tiga kali menandakan waktu pulang. Dia melirik jam dinding tertera pukul 13.00 WIB. Anak itu kaget dan langsung bangkit keluar UKS menuju kelasnya.

"Ah tidak, aku harus segera ke restoran!" gumam Tukijo sembari berlari tanpa menghiraukan siapapun.

Setelah sampai di kelas, dia menjumpai tas dan buku-bukunya berserakan di lantai dengan banyak cap sepatu. Tidak hanya itu, tempat duduk dan mejanya juga penuh dengan tulisan spidol, antara lain; 'ANAK MISKIN MATI SAJA', 'UDAH JELEK, MISKIN, HIDUP PULA', 'GOBLOK' dan 'TOLOL'.

Tukijo berjongkok membereskan tas dan buku-bukunya yang berserakan. Udin tiba-tiba muncul menyandarkan bahunya di ambang pintu kelas. "Ngenes banget nasib lo, Jo! Wkwk ...," ejeknya. Kemudian dia menghilang  seperti jaelangkung yang datang tidak diundang pergi pun tidak diantar.

Disaat Tukijo sedang membersihkan mejanya, dia melihat sebuah handphone jadul Nokia 1202 berada di laci meja Markonah. Karena handphone itu menyala dengan nada silent, Tukijo mengambilnya.

Di handphone itu tertulis nama 'My Love' sedang memanggil. Tidak lama kemudian, Markonah masuk ke kelas melihat Tukijo sedang memegang handphonenya. Tukijo dibuat kaget olehnya.

"Maaf, apa ini handphonemu?" tanya Tukijo sambil menyodorkan handphonenya. "Aku melihat handphone ini menyala di laci. Jadi aku mengambilnya."

"Iya, ini punyaku," jawab Markonah mengambil handphonenya.

"Tadi ada panggilan dari seseorang," timpal Tukijo.

Lalu Markonah segera mengecek ponselnya dan tersenyum. "Makasih ya Jo, Aku pulang dulu!" ucapnya beranjak pergi meninggalkan Tukijo.

Dalam hati Tukijo berkata, "Apakah yang menelpon adalah kekasihnya?" Pikirannya terbang mencari-cari suatu kejelasan.

"Ah, apa hubungannya denganku?" gumam Tukijo menggelengkan kepala membuang pikirannya jauh-jauh.

Setelah membersihkan tempat duduknya, Tukijo meninggalkan kelas menuju tempat parkir. Dia mengambil sepeda dan mengayunnya sampai Restoran Mas Agus yang terletak di Perempatan Mojing samping Toko Roti Sukesi.

Tanpa sengaja, Tukijo melihat Markonah masuk ke toko roti dengan seorang lelaki paruh baya. Dia mengernyitkan dahinya sembari bergumam, "Markonah? Sedang apa dia di sana?"

"Jo! Cepetan! Lagi rame nih ...," teriak Agus (pemilik restoran) memanggil Tukijo. Seketika pikiran Tukijo dibuyarkan oleh teriakan Agus.

"Iya ... iya Mas," Tukijo berlari memasuki restoran dan mengerjakan pekerjaannya.

"Mas ... mas!" panggil seorang wanita.

"Iya, Mba?" jawab Tukijo menghampiri wanita itu.

"Mi ayam ceker dua, dibungkus ya ...," pintanya.

"Siap Mba," timpal Tukijo.

Beberapa menit kemudian.

"Ini Mba." Tukijo menyodorkan dua porsi mie ayam ceker yang telah dibungkus.

"Terima kasih!"

__________

Pukul 17.30 WIB.

"Ini Jo!" Agus memberikan sebuah amplop. "Ini gajimu minggu ini."

"Wah! Makasih banyak Mas Agus ...." ucap Tukijo tersenyum lebar mengambil amplonya dan memasukkannya ke saku celana.

"Iya, sama-sama," balas Agus. "Eh, ngomong-ngomong kenapa mukamu babak belur begitu? Kayaknya kamu bukan tipe anak yang suka berantem."

"Anu Mas, em ini ... tadi ... jatuh dari tangga waktu di sekolah," jawab Tukijo tersendat-sendat. Dia lebih memilih berbohong daripada membuat orang lain khawatir.

"Owalah Jo ... Jo. Makanya lain kali hati-hati," tutur Agus.

"Iya Mas Agus," ujar Tukijo.

"Ya udah, sana pulang ... Simbahmu pasti nungguin," ucap Agus.

Tanpa Tukijo sadari, ada seseorang yang mengawasinya di seberang jalan.

Tukijo kembali mengayun sepeda ontelnya. Jarak antara Restoran Mas Agus dengan rumahnya sekitar 500 meter sedangkan jarak Restoran Mas Agus ke sekolahnya sekitar 2 km. Rasa sakit di tubuhnya hilang sesaat ketika dia mengayun sepedanya sambil membayangkan, ingin membelikan makanan enak untuk neneknya dengan uang gajinya.

Di pertigaan gang kecil dekat rumah, Tukijo dihadang oleh teman-temannya semasa SD.

"Berhenti!" bentak Ucup.

"Kenapa Cup?" tanya Tukijo menghentikan sepedanya.

"Serahin amplop yang ada di saku celana lo!" sela Soib.

"Amplop? Sebentar ...," Tukijo merogoh celanannya. Dia mengeluarkan uangnya dan hanya memberikan amplopnya saja. "Nih!"

"Buahahahaa ...." Mereka tertawa.

"Goblok!" bentak Soib menendang sepeda Tukijo.

Tukijo yang masih menaiki sepeda, terjatuh mengenai kerikil aspal. Tangannya sedikit berdarah tertindih setang.

"Ugh ...," Tukijo bangkit dan menyandarkan sepedanya ke pohon. Dia merasa geram dan menonjok muka Soib dengan kepalan tangan. Soib sedikit terhempas mundur.

Tiba-tiba Budi meraih rambut Tukijo ke depan, dan menendang perutnya dengan lutut. Lagi-lagi Tukijo jatuh ke aspal. Lukanya yang sempat membaik, sekarang bertambah karena goresan kerikil yang tajam. Dia terjatuh dalam posisi tengkurap. Ucup menginjak kepalanya sedangkan Soib menginjak badannya.

"Aaaaaaaaargh ...," jerit Tukijo kesakitan. Dia tidak sadarkan diri terkapar di jalan.

Kemudian Soib mengambil uang yang berada di saku celana Tukijo.

"Dapat Bro!" Soib menjabarkan uang sejumlah seratus lima puluh ribu rupiah.

"Mantap!" Ucup dan Budi mengacungkan jempol. Mereka bertiga pergi meninggalkan Tukijo begitu saja.

Hari menjelang malam, matahari sudah hampir menutup wajahnya. Namun, belum ada seorangpun yang melewati jalan dimana Tukijo pingsan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Cuma Rommate
8.4
Gyda, seorang gadis ekstrovert pencinta pesta yang selalu tampil modis, terpaksa tinggal satu atap dengan Delmar, pria introvert super cuek dan pemalas. Meski memiliki standar tinggi dan hanya menyukai lelaki tampan, Gyda harus menerima kenyataan berbagi kamar dengan pria yang jauh dari kriteria idamannya itu. Gyda sangat yakin dirinya tidak akan pernah terpikat oleh Delmar. Namun, perbedaan kontras di antara keduanya justru menumbuhkan benih asmara yang tak terduga.
Sampul Novel Istri Mudaku Meresahkan!
8.6
Demi menyelamatkan bisnis keluarganya yang diambang kehancuran, Yasmin, gadis berusia 20 tahun, terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan duda kaya bernama Galih. Situasi memanas ketika Galih memberikan pilihan sulit antara Anggara atau anak sambungnya, Vira. Keraguan Yasmin yang sangat menyayangi Vira memicu kemarahan Galih. Akhirnya, Galih menjatuhkan talak dan melarang Yasmin menemui Vira selamanya, menghancurkan seluruh harapan pernikahan mereka.
Sampul Novel Nikmatnya Cinta Suci
9.7
Kehidupan mapan pengusaha muda bernama Rubi seketika runtuh saat memergoki Candy, sang istri, berselingkuh dengan orang kepercayaannya, Jeff. Usai menjebloskan keduanya ke penjara, Rubi mengasingkan diri ke desa demi mencari kedamaian. Di sana, ia jatuh cinta pada Dara, seorang janda sederhana. Sayang, cinta mereka terganjal restu orang tua Rubi yang mempermasalahkan status sosial Dara. Sementara itu, bahaya mengintai dari balik jeruji besi saat Candy dan Jeff menyusun rencana balas dendam keji.
Sampul Novel Obsesi Cinta Mafia Kejam
8.4
William Henry, gembong mafia berdarah Italia-Indonesia, mendarat di Jakarta untuk menuntut balas atas kematian ayahnya kepada Thomas Hartono. Rencana balas dendamnya goyah seketika saat ia terobsesi pada Wulan, putri tunggal sang musuh. Walau Wulan sudah bertunangan, hasrat gelap William mendorongnya menghalalkan segala cara untuk merebutnya. Kini ia terjebak dilema antara dendam masa lalu atau obsesi cintanya. William bersumpah takkan membiarkan siapa pun memiliki Wulan jika ia gagal mendapatkannya.
Sampul Novel Pewaris Sejati yang Terlupakan Menyerang Balik
8.1
Jennifer Bennett didepak dari posisinya sebagai pewaris sah Keluarga Bennett oleh seorang penipu. Usai dituduh palsu dan dipermalukan di depan umum, ia memutuskan berhenti mencari pengakuan mereka. Jennifer bangkit untuk membalas dendam, menjadi ancaman nyata bagi para penindasnya. Saat keluarganya berusaha menjatuhkannya, Jennifer justru meraih kesuksesan besar. Baginya, kekuasaan mutlak adalah pembalasan terbaik atas pengkhianatan mereka.
Sampul Novel Terjebak Skandal Playboy Tampan
8.0
Mimpi Hafsah Laila Azzahra hancur setelah bersinggungan dengan Praditya Albara Arseano, pemuda kasar yang gemar mempermainkan perempuan. Sebuah insiden tragis di kampus nyaris merenggut kesucian Laila oleh ulah Bara. Demi menjauhi zina, Laila terpaksa menawarkan pernikahan sebagai solusi walau mengorbankan kebahagiaan sendiri. Namun, pilihan tersebut justru menyeret Laila ke dalam pusaran misteri saat semesta perlahan mengungkap berbagai rahasia yang tersembunyi.