APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Shalawat Cinta

Shalawat Cinta

Demi menikahi lelaki idaman, Alisa nekat menolak perjodohan. Malangnya, pernikahan itu hancur karena obsesi adik ipar yang mencintai suaminya. Tragedi memilukan tersebut bahkan merenggut satu kaki Alisa saat persalinan. Di masa terpuruknya, hadirlah Dewa yang senantiasa mendampingi dengan setia. Kisah ini mengulas perjuangan penuh air mata saat cinta sirna, sekaligus upaya menyatukan kembali sisa-sisa kasih yang tersisa.
Bab
Bagikan

Bab 3

Apa yang terjadi kemarin di toko busana cukup membuatku bernafas lega. Langkah selanjutnya aku hanya perlu menunggu tindakan bang Adam pemecah rekor satu-satunya keturunan dari Bani Ibrahim yang berani mengambil keputusan sendiri untuk memilih jodoh dan mungkin selanjutkan aku akan menyusul tapi dengan cara yang berbeda.

Harapanku perjodohan berantai di keluarga

kami akan sirna. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan rantai perjodohan yang turun temurun hanya saja di era modern, di zaman yang sudah bertegnologi canggih sudah tidak etis lagi jika harus melingkar di satu darah. Paling tidak harus berkolaborasi dengan aliran darah yang lain. Menikah tidak harus sedarah bukan. Ini menurutku tapi tidak untuk tetuah di rumah.

Apa yang bang Adam lakukan emang salah tapi bukan kesalahan itu hanya bentuk protes halus yang sebentar lagi akan jadi bom bastis terutama untuk Akung, orang paling sepuh dan di hormati di rumah. Semua perintahnya wajib di turuti. Apa yang akan terjadi jika pernikahan bang Adam di ketahui. Oh sungguh tidak bisa aku bayangkan petaka yang akan terjadi.

“Apa kamu mau jadi istriku.”

Suara yang tidak asing tiba-tiba terdengar cukup lantang membuyarkan lamunanku.

Aku menoleh. Pemilik suara itu sudah berdiri di belakang, senyumnya terlihat manis saat melihatku tampak kebingungan, sepertinya dia suka sekali menggodaku.

Diaz namanya. Pria yang aku kenal tiga bulan yang lalu lewat temanku. Dara. Kami satu kampus beda fakultas.

“Aku putus dari Arin, dia ketahuan selingkuh.”

Apa maksudnya coba dia bilang kayak gitu. Tatapan matanya penuh pesona, seperti sedang menggoda, dia tersenyum membuatku salah tingkah. Dasar buaya, pikirku sedikit risih.

“Lalu?”

“Kita menikah saja. Sepertinya Allah telah menciptakan kita untuk selalu bersama.”

Hah, menikah? Yang benar saja. Kenal saja baru seumuran jagung, paling sebentar lagi juga menghilang kayak debu di hembus angin, tapi lucu juga sih, kayak dongeng yang tiba-tiba ada seorang pangeran ganteng ngajak nikah. Hahaha.

“Hello. Kamu sakit. Kesambet, dimana? ”

“Aku serius. Sa. Kita menikah saja.”

"Menikah? Lamaran aja belum. Alisa ntu pengen ta'arus yang mengesankan bukan kayak gini."

"Setiap hari kita ta'arufan, dan hari ini cukup mengesankan bukan. Lagian hari gini masih main ta'arufan, yang penting mantep di hati dan jiwa."

Menikah! Ya ampun. Baru saja aku bahagia karena ulah bang Adam, tiba-tiba ada petir menghantam hati begitu keras. Si pemilik petir itu tersenyum setelah mengajak menikah tanpa keraguan.

Sejenak suasana jadi hening. Kutatap pria di depanku cukup dalam begitu juga dengan dia yang bola matanya tampak lebar mempesona berusaha menyihir gadis cantik di depannya.

Seharusnya aku marah tapi entah kenapa amarah ini tertahan untuk sesaat, ada angin kesejukan mampir begitu lama mengukir senyum di hati. Aku tidak bisa menjawabnya karena yang kutahu cowok yang sedang patah hati hanya butuh hiburan untuk hatinya yang terluka. Lebih baik aku pergi meninggalkan dia sendiri.

Diaz menarik jari kelingkingku, sentuhannya terasa hangat. Kenapa dengan jantungku? Kenapa jantung ini berdetak begitu kencang seperti dikejar segerombolan harimau yang kelaparan.

Aku rasa, Diaz telah berhasil mempermainkan perasaan yang lagi mengharapkan seorang pangeran tampan yang akan membangunkan istana cinta untukku. Apakah dia jawaban dari do'aku, apa dia tulang rusuk itu?

“Alisa, tunggu,” Diaz menghadang langkahku. “Kamu marah?”

“Menurutmu?”

“Ok. Aku minta maaf. Sungguh aku serius dengan perkataanku.”

"Kenapa minta maaf?"

"Ya juga kenapa aku minta maaf , perkataanku tidak ada yang salah karena aku serius."

Kaget mendengar jawaban narsis tanpa dosa. Mimik wajahnya terlihat serius.

“Diaz. Apa harus, aku mempercayai seseorang yang lagi patah hati?” Diaz terdiam.

"Menurutmu aku becanda? Alisa, aku serius, kita menikah saja, hapus kata ta'aruf dan lamaran, kita langsung ke penghulu."

“Kamu tidak sedang minta mainan tapi sebuah kehidupan dari seorang gadis. Lagian jika hati sedang patah hati emang butuh payung untuk berteduh biar hatinya tidak semakin panas, dan maaf Alisa tidak siap jadi payung seorang yang sedang berkelana dengan cinta."

Aku meninggalkan dia yang masih berkelana dengan pikirannya. Semoga dia menemukan jawaban dalam setiap perkataanku.

Selama tiga bulan ini kehadiran Diaz cukup membuat hariku di kampus berwarna. Yah walau hanya sekedar membantu menyelesaikan tugas kuliah dan mengajak ke berbagai pameran buku atau hanya sekedar makan di kantin.

Kehadirannya cukup membuatku nyaman dan damai, namun aku tidak pernah membayangkan jika dia akan memintaku menjadi istrinya dalam kondisi patah hati. Bagiku itu itu kesalahan terbesar yang dilakukan oleh pria manapun, bagaimanapun juga hubungan itu di bangun berdasarkan tiang yang kokoh bukan sekedar berdiri karena terpaksa karena aku tidak bisa jadi obat pejangga yang patah hatinya.

***

Sepulang dari kuliah aku melihat pemandangan yang tidak biasa. Di ruang tamu. Abah, Umi, Abah Harun dan Umi Amina orang tua bang Adam sedang berdebat penuh penyesalan. Yang aku dengar Abah Harun terus meminta maaf sama Abah dan Umi.

Apa mungkin bang Adam sudah menceritakan pernikahannya dengan Mbak Lastri? Bagus lah kalau itu yang terjadi setidaknya pertunangan yang akan di resmikan dua hari lagi bisa dibatalkan.

Pelan-pelan aku melangkah menuju ruang tamu memastikan apa yang aku pikirkan itu benar adanya.

“Alisa.. maafin Umi ya nak." Umi Amina langsung memelukku sambil menangis. Di susul Abah Harun yang ikut mengelus bahuku. Sudah jelas raut wajah dua pasangan itu terlihat sedih dan kecewa. Apa yang aku pikirkan itu benar, bang Adam sudah memberi tahu mereka perihal pernikahan sirinya.

“Mungkin Adam bukan jodoh yang terbaik nak. Jangan bersedih ya. Jangan marah sama Umi juga.”

“Umi." Aku melepas pelukan umi Amina. Menyeka butiran kristal yang sedari tadi menghiasi pipinya. “Alisa tidak marah Umi. Jodoh tidak bisa dipaksakan. Bukankah Allah sudah menulis takdir kami. Umi dan Abah jangan sedih.”

Lagi-lagi Umi Amina memelukku dengan erat. Lalu mengajakku duduk di sampingnya. Sungguh aku sangat bahagia seandainya Tuhan memberiku sayap mungkin aku sudah terbang menuju ke langit ke tujuh menemui kumpulan malaikat yang sengaja menyambut kehadiranku.

“Adam sudah menikah dua bulan yang lalu dan kabar yang membuat kami sok, istrinya sudah hamil satu bulan.” Cerita Umi tertahan. Dia menarik nafas cukup panjang agar suaranya kembali normal.

“Umi dan Abah malu. Selama ini didikan kami tidak berguna. Entahlah wanita itu asalnya dari mana, bagaimana keluarganya, apa pekerjaannya.”

Hening. Yang terdengar hanya tangisan Umi Amina yang tak kunjung reda. Sesekali Abah Harun mencoba menenangkan dengan cara merangkul penuh cinta.

“Umi, Abah jangan marah ya sama, bang Adam. Jangan usir bang Adam dari rumah. Bawa istrinya kesini. Alisa yakin pilihan bang Adam tidak akan mengecewakan kita semua.”

Semua mata tertuju padaku seakan tidak percaya dengan apa yang aku ucapkan. Tangisan wanita di sampingku semakin jadi.

“yang sabar ya, nak.“ Dia mengelus telapak tanganku dengan jari yang basah karena air mata.

Umi. Ini bukan tentang kesabaran lebih tepatnya Alisa lagi bahagia. Jika Umi dan Abah tau hari ini aku sangat bahagia, mungkin mereka akan marah. Tapi tidak! Tidak boleh ada yang tau jika hatiku lagi dapat siraman bunga seribu warna dengan harum yang menggoda kecuali, bang Adam.

Eh tunggu. Dimana, Bang Adam? Apa Umi Amina sudah mengusirnya? Apa Akung sudah mengusirnya?

“Alisa tidak papa Umi, Abah, Akung. Jangan khawatir.” Aku coba menenangkan mereka yang memandangku dengan pandangan kesedihan. Ingin rasanya berteriak di depan mereka, kalau aku lagi bahagia.

🛩️🛩️🛩️

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Anything For You
9.7
Samantha terjebak di antara dua pilihan sulit saat pertunangan Andre berada di ujung tanduk, padahal pria itu sangat mencintainya. Di sisi lain, hadir Yansen, dokter setia yang merawat Samantha dan berjanji untuk selalu mendampinginya tanpa syarat. Kini, Samantha harus menghadapi dilema emosional yang rumit demi menentukan pria mana yang berhak memiliki hatinya. Siapakah yang akan memenangkan komitmen ini?
Sampul Novel Can't Be Us
8.9
Bara Danendra sangat beruntung memiliki kekasih sesempurna Tiffany Amora. Namun, ia menyembunyikan rahasia kelam demi mematuhi kontrak ketat bersama teman-temannya yang melarang hubungan asmara diketahui media. Rasa frustrasi terhadap aturan itu malah membuat Bara melampiaskannya bersama wanita lain, sementara ia tetap menjaga kesucian Tiffany sebagai malaikatnya. Setelah tujuh tahun menderita akibat rindu dan pengkhianatan yang menyakitkan, Tiffany yang trauma akhirnya memilih pergi.
Sampul Novel Dari Pembantu Menjadi Ratu
8.2
Dalam kondisi gemetar dan mata tertutup rapat, Scarlett berupaya menjangkau celana Ethan. Keheningan mendadak buyar ketika Scarlett berteriak histeris lantaran tidak sengaja memegang sebuah objek yang sangat keras. Jeritan lantang yang memekakkan telinga itu pun seketika mengejutkan Ethan. Sambil menahan malu dengan wajah yang memerah padam serta didera rasa takut, Scarlett langsung menunjuk ke arah benda tersebut guna menerangkan pemicu kepanikan mendadaknya.
Sampul Novel DILEMA CINTA
8.2
Dalam kisah romansa modern Dilema Cinta, kita menyaksikan pergulatan batin Alex yang mencintai Maya dengan tulus. Sayangnya, perjalanan asmara ini tidak berjalan mudah bagi Alex. Ia terjebak dalam konflik internal yang rumit karena belum mampu membebaskan diri dari bayang-bayang masa lalunya. Novel ini menggambarkan perjuangan emosional seorang pria yang berupaya membuka lembaran baru dan melangkah maju, meski kenangan lama masih terus mengikat erat hatinya.
Sampul Novel I'm Sorry, Rachel
8.7
Sejak kecil, Rachel selalu menderita akibat kebencian sang ibu yang menyesali kelahirannya. Kemalangan hidupnya kian memuncak saat ia dipaksa menikahi putra bungsu keluarga Halim yang berkebutuhan khusus demi menjadi tumbal keluarga. Namun, Fahlan, sang suami, rupanya menyimpan sebuah rahasia besar yang menyakitkan. Diabaikan oleh Fahlan bersama anak mereka, Rachel kini harus tegar menghadapi kejamnya dunia dan kenyataan bahwa karma itu memang nyata.
Sampul Novel Kasih Terlarang
9.0
Anna terus meragukan keseriusan Keymal yang tiada henti mengejarnya, padahal status mereka adalah saudara tiri. Keymal bertekad membuktikan ketulusan cintanya, tetapi sikapnya yang posesif dan memaksa justru membuat batin Anna tersiksa. Terjebak dalam pergolakan moral dan rasa bersalah, mampukah Anna akhirnya menerima perasaan sang kakak? Kisah romansa modern ini menyoroti konflik cinta rumit yang terbentur norma keluarga dalam hubungan yang dianggap tabu.