APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Shalawat Cinta

Shalawat Cinta

Demi menikahi lelaki idaman, Alisa nekat menolak perjodohan. Malangnya, pernikahan itu hancur karena obsesi adik ipar yang mencintai suaminya. Tragedi memilukan tersebut bahkan merenggut satu kaki Alisa saat persalinan. Di masa terpuruknya, hadirlah Dewa yang senantiasa mendampingi dengan setia. Kisah ini mengulas perjuangan penuh air mata saat cinta sirna, sekaligus upaya menyatukan kembali sisa-sisa kasih yang tersisa.
Bab
Bagikan

Bab 1

Pertemuanku dengan gadis setengah stres yang tidak lain adik iparku sendiri menjadi awal petaka yang harus aku tanggung seorang diri.

Cinta yang aku punya. Pernikahan yang hanya berumur satu minggu dengan mudah direbut. 

Kisahku dimulai dari sini. Begitu mudah aku terbebas dari rantai perjodohan, dan mendapatkan kebahagian yang aku inginkan, namun siapa sangka kebahagian itu sirna, kebahagian itu hilang seperti darah yang keluar begitu deras dari tubuhnya. 

Biarlah aku mengenang masa-masa indah menjemput cinta. Karena hanya ini kisah yang dapat aku abadikan. 

Ini deretan kisah cinta. Perjalanan cinta yang begitu manis nan indah untuk aku kenang. Berawal dari sebuah teman biasa sampai adanya rasa yang dibalut dengan ikrar janji suci untuk membangun istana cinta yang seindah Surga.

****

Sungguh tak pernah terbayangkan, menikah dengan kakak sendiri. Itulah yang akan terjadi denganku. Bang Adam seorang kakak ideal, baik pengertian, mengayomi, ngemong. Aku sangat menyayanginya sebagai kakak. Tapi sekarang kami harus menikah?

Dalam aturan Islam menerima perjodohan karena berdasarkan kerelaan antara kedua pihak, namun dalam hal ini aku menolak perjodohan yang sudah jadi tradisi keluarga. Jiwa ini tidak bisa menerima bang Adam sebagai calon imamku. 

Perjodohan yang sudah terjadi sejak masih orok, kini sudah meminta tanggal untuk memastikan hari pernikahan.

Tuhan beri aku satu cinta untuk selamanya. Jadikan pelengkap bagi dia yang sudah kehilangan tulang rusuknya.

Lalu bagaimana dengan do'a yang selalu aku panjatkan di setiap waktu. Apa Tuhan tidak mengabulkannya. Apa do’a ku sia-sia?

Apa bang Adam jawaban dari setiap do'aku? Tapi kenapa jiwa ini tidak bisa merasakan getaran cinta setiap kali bang Adam ada di dekatku.

“Umi sudah tidak sabar menunggu pernikahan kalian.” Ucap Umi saat kami sibuk menyiapkan sarapan pagi. 

“Tidak, Umi. Alisa tidak mau meneruskan perjodohan ini.” 

Mendengar jawabanku wanita yang selalu di panggil Umi dengan lembut itu hanya tersenyum tidak menjawab sedikitpun. Dia terus memotong sawi di atas telenan.

“Umi!” Kali ini aku berani mengambil alih pisau di tangan Umi dan menyelesaikan pekerjaan Umi memotong sawi. 

“Beres kan, Umi.” Aku taruh pisau dan potongan sawi pada tempatnya. Umi menatapku sambil tersenyum. 

“Bantu Alisa, Umi. Batalkan perjodohan ini. Biarkan Alisa memilih pasangan hidup Alisa sendiri.”

Seakan tidak peduli dengan permintaanku. Umi melanjutkan menumis bawang.

Ya Allah. Umi seakan tidak peduli dan tidak mau mengabulkan permintaan ku. Tapi kalau bukan pada Umi pada siapa lagi harus meminta bantuan, saat ini hanya umi satu-satunya makhluk yang bisa melunakkan hati Abah dan Akung.

“Alisa sayang. Apa sih kurangnya bang Adam? Dia tampan, Sholeh, ilmu agamanya bagus, pandai baca kitab, dia juga sudah bekerja, dan dia juga sayang sama Alisa. Coba Alisa pikirkan lagi.”

Akhirnya Umi mengeluarkan pendapatnya, benar kata Umi, bang Adam pria yang perfek nyaris sempurna semua wanita banyak yang terpesona dengan kepandaiannya.

Apalagi jika bang Adam menggantikan Akung mengajar kitab kuning yang sudah jadi rutinitas di malam hari. Semua santri putri seakan tersihir akan senyum dan suara indahnya. 

Tapi semua itu tidak berlaku untukku. Bagiku bang Adam hanya sebagai Abang. Cukup!

“Bang Adam itu abangnya Alisa, Umi. Dari kecil, bahkan dari Alisa masih orok kami sudah serumah, seatap, yang gantiin Popok Alisa sewaktu kecil bang Adam juga. Masa iya sih Alisa jadi istrinya.”

Umi hanya tersenyum. Sudah dua hari ini permintaan ku pada umi hanya di balas dengan senyum manis yang seakan menertawakan hidupku. 

Aku tidak mau hidupku seperti mbk Sabrina dan dan mbak Hadijah yang dipaksa menikah dengan orang yang tidak pernah dicintainya. Cukup mereka berdua yang jadi korban perjodohan. 

Jaman sudah berubah kita wanita berhak memilih apa yang kita inginkan termasuk memilih pasangan. Bukan berarti aku tidak patuh sama perintah orang tua. Hanya saja hati ini masih ingin memilih.

“Apa itu alasan yang kuat nak?” spontan pertanyaan Umi membuatku mengangguk. Umi hanya geleng-geleng kepala lalu tersenyum sambil memegang pundakku.

“Alisa tau kan tradisi keluarga kita. Perjodohan kalian sudah ditentukan saat kamu baru lahir kedunia ini. Masih ingat kata Akung? Haram hukumnya menolak. Perintah orang tua adalah amanah. Jadi turuti saja.”

Ya Tuhan haruskah aku bernasib sama seperti mbk Hadijah, yang harus ikhlas meninggalkan kekasihnya yang sudah menjalin hubungan selama tiga tahun demi seorang yang sudah di wasiatkan sejak bayi. Oh tidak, benar saja aku masih belum punya cinta, tapi bagaimana jika aku menemukan cintaku di tengah perjodohan ini?.

"Umi. Dunia sudah berubah. Jodoh tidak bisa dipaksakan. Lagian dalam Islam tidak ada sistem paksaan dalam memilih jodoh," ucapku yang membuat Umi hanya geleng-geleng kepala. 

"Pokoknya, Alisa gak mau nerusin perjodohan ini. Titik." 

“Perjodohan itu tidak seburuk yang kamu bayangkan. Contohnya saja. Umi dan Abah. Mbk Hadijah dan bang Ali. Mbk Sabrina dan bang Malik. Kita bahagia sampai punya anak toh. Hidup damai, berkecukupan. Bila orang tua ridha Allah pasti ridha nak.”

"Umi, mbak Dijah, mbak Ina. Kalian menerima dengan Ikhlas perjodohan itu. Tapi Alisa, kan tidak Umi." Ucapku pelan dan penuh tekanan. 

"Sudah. Jangan dibahas lagi! Kalo kamu dan Adam bukan jodoh kalian tidak akan bersatu." Umi terdiam sejenak menatapku yang mulai tampak kesal dan memasang muka judes.  

"Tapi jika kamu dan Adam jodoh maka apapun yang kamu lakukan, sekeras apapun kamu berontak itu percuma. Jadi diam dan terima ini demi kebaikan kalian." 

Percuma bicara sama Umi. Bukannya dibantu malah dapat ceramah dengan ceramah yang sama. Ya Tuhan haruskah aku menerima perjodohan ini?

Dalam keadaan marah selalu terlintas dalam pikiranku. Aku menyesal, kenapa aku harus dilahirkan dari keluarga ini. Pikiran kotor mulai menyelimuti jiwa yang gelap. 

Apa mungkin semua keluarga yang dari kalangan Kyai melakukan hal sama. Menciptakan rantai perjodohan berdasarkan bibit, bebet dan bobotnya, dan tidak ada toleransi untuk berkata tidak. 

Sejak mengetahui perjodohan dengan bang Adam spontan aku langsung menjaga jarak, suka pasang muka judes dan sinis saat melihat bang Adam di depan rumah. Setiap hari bahkan setiap detik Aku selalu melihat bang Adam karena rumah kami satu halaman beda gedung. 

Entah kenapa tiba-tiba aku merasa benci dan risih melihat bang Adam tersenyum padaku. Padahal dulu aku merasa bang Adam adalah sosok Abang sekaligus teman curhat yang terbaik yang aku punya. Apa mungkin karena status kami sudah menjelma jadi sebuah kata tunangan dan suatu saat aku akan menjadi nyonya Adam. Membayangkan saja aku merasa jijik, apalagi aku menyadari dari kecil bang Adam sudah terbiasa melihat tubuhku tanpa busana, rasanya malu jika harus bersanding sebagai suami istri. 

“Sa. Ikut Abang yuk.” Kenapa tiba-tiba dia datang kesini? Mau ngajak kemana dia? Ah malas. 

“jangan sinis gitu dong. Abang merasa kehilangan Alisa yang ceria, Alisa yang sayang sama abang.”

Baguslah dia sadar kalau aku tidak suka dia ada di sini. Sepertinya dia bahagia dengan perjodohan ini buktinya saja dia masih mendekatiku, bahkan mengajakku entah kemana. 

“Wah. Abah cari kemana-mana ternyata kalian sudah ada disini. Baguslah. Adam mau berangkat sendiri apa mau di anterin pak Mamat?”

What? Mau kemana. Kenapa Abahnya bang Adam memberi penawaran manis sambil tersenyum seakan mengejek hati yang yang tengah teriris.

“Jalan sendiri aja. Abah. Lebih romantis.”

Ya Tuhaaan. Bang Adam keterlaluan.

“Mau kemana, Bang?” Terpaksa deh aku harus bertanya dengan nada yang tidak enak di dengar. Si Abang hanya tersenyum sambil menarik tanganku menuju sepeda yang terparkir di bawah pohon mangga. Lalu menyerahkan helm tanpa menjawab pertanyaan.

“Naik.”

“Gak mau.”

“Abang punya solusi. Ikutlah.”

“Solusi apa?” Mendadak aku seperti mendapat cahaya dari berbagai arah. Cahaya kebahagian yang aku lihat di wajah bang Adam.

“Jangan disini.”

Baik. Akhirnya aku luluh demi sebuah solusi. Aku mengikuti kemana arah roda dua ini melaju.

🛩️🛩️🛩️

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Antara Tajir dan Hafidz Qur'an
8.7
Nadia, wanita bergelimang harta yang ambisius, mengalami guncangan batin setelah mengenal Akbar. Kesederhanaan sang penghafal Al-Qur'an itu perlahan mengikis pandangan Nadia tentang kekayaan materi. Kini ia terjebak dalam dilema besar antara mempertahankan gengsi sosial atau mengejar cinta tulusnya. Situasi kian rumit karena keluarga besarnya menolak keras Akbar akibat jurang perbedaan ekonomi. Akankah cinta mereka sanggup meruntuhkan tembok status sosial?
Sampul Novel Dari Benci Jadi Tayang Tayang
9.2
Karra Bella Atmadja terjebak cinta segitiga rumit bersama sahabat kecilnya, Darayan Noah Tedja. Sayangnya, Noah memendam rasa pada Kanaya. Di sisi lain, Kanaya merupakan gadis idaman Raquello, sepupu Bella sendiri. Hubungan mereka kian membingungkan karena Noah dan Kanaya selalu menutupi perasaan masing-masing. Ketika Bella mulai lelah lalu memilih menyerah, siapakah yang akan bersatu dalam kisah asmara masa muda ini?
Sampul Novel Gairah Nikmat Perselingkuhan
9.1
Di tengah keheningan, aku memberanikan diri mendekap Wiwik dengan lembut. Walau sempat mempertanyakan kehadiranku, ia perlahan luluh dan mulai menikmati kehangatan pelukan itu. Suasana kian membara ketika Wiwik membalas dekapanku dengan sangat erat. Kecupan hangat yang mendarat di pipi hingga bibirnya pun disambut penuh gairah. Desahan lirih yang lolos dari bibirnya menjadi bukti nyata bahwa ia telah sepenuhnya hanyut dalam kemesraan yang kami ciptakan.
Sampul Novel Miss Lazy
9.3
Aluna Meysha Jovita hanyalah gadis pemalas dan ceroboh yang memiliki banyak kekurangan. Di balik sifatnya itu, ia sangat beruntung memiliki Athala Petro Radeyo, sahabat cerdas yang selalu ada untuk mendengarkan keluh kesahnya. Namun, kedekatan mereka mulai diuji ketika Luna menyadari hadirnya benih cinta pertama di hatinya. Sialnya, perasaan itu tumbuh untuk Athala. Kini, persahabatan erat mereka terancam berubah total akibat munculnya perasaan rumit tersebut.
Sampul Novel Pernikahan Kedua (Cinta Sejati)
7.9
Hanya sembilan hari setelah menikah, Gadis diceraikan oleh Devano demi sepupunya sendiri. Demi menyembuhkan luka akibat pengkhianatan kejam itu, ia memutuskan kuliah di Jepang demi menata masa depan. Tak disangka, di sana Gadis menemukan cinta baru dan menikah dengan dosennya yang bernama Yamazaki Kento. Namun, saat mereka mulai membangun kebahagiaan, sesosok wanita dari masa lalu Kento hadir menguji komitmen mereka. Mampukah pernikahan kedua ini bertahan menjadi pelabuhan terakhir bagi Gadis?
Sampul Novel RASA CINTA UNTUK OMKU
9.4
Nicky memendam rasa kagum yang begitu dalam pada majikan mudanya, pria yang selalu ia panggil Om. Di tengah rumitnya konflik kehidupan sang majikan, mampukah cinta tulus Nicky akhirnya mendapat balasan? Meski karakter Nicky sempat hadir di karya terdahulu, novel romansa modern ini menyajikan kisah yang sepenuhnya baru. Simak perjuangan emosional mereka dalam menghadapi liku takdir demi meraih kebahagiaan sejati yang dinanti.