APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel sex, love and friends

sex, love and friends

Kepergian ibunya meninggalkan lubang besar di hati Alma, yang kemudian diisi oleh kehadiran Panji. Walau Panji sudah punya pacar, ikatan masa kecil mereka malah berujung pada hubungan intim yang terlarang. Padahal, cinta sejati Alma hanya untuk Gaga. Kini, Alma terjebak dalam pusaran konflik batin yang hebat, harus memilih antara gairah sesaat bersama Panji atau ketulusan cintanya pada Gaga, sembari bersiap menghadapi dampak dari keputusan keliru yang ia ambil.
Bab
Bagikan

Bab 2

ke esokan harinya aku langsung pergi menuju kampus, seperti biasa aku selalu menggunakan kendaraan umum jarak kampus dan rumahku cukup jauh 10km dan jarak antara kampus dan kantor panji sekitar 25km haha.

hari ini aku merasa berbeda, partikel kejadian semalam membuat aku tersenyum lebar, tidak jelas dan tidak tahu alasannya apa? hanya saja panji kurasa melengkapi kekosonganku. aku merasa dia cukup menjadi seseorang yang bisa aku andalkan untuk saat ini. namun aku tahu dengan pasti pacar panji sungguh sangat menyebalkan, dia lebih egois dari pada aku, sejauh yang aku ingat, panji tidak bisa menolak apapun yang di minta laras. hahah

ya laras adalah pacar panji. ah tiba tiba aku merasa kesal membahas laras.

Oh iyah aku hampir lupa memperkenalkan diriku, gara gara Panji, duniaku menjadi teralihkan, untuk sekarang panji jadi pusat segala khayalku, perkenalkan aku Salma putri edelweiss, putri tunggal dari ayah dan ibuku, ayahku jarang pulang kerumah, bahkan tidak pernah, dan ibuku setahun yang lalu tuhan memanggilnya, aku sebatang kara, hidup hanya sendiri di kota Jakarta, kota besar yang kurasa aku tak sanggup jika harus melaluinya sendiri, namun aku bisa bertahan sejauh ini, meski lingkungan ku tidak sebaik yang terlihat oleh kebanyakan orang.

Aku kuliah di jurusan management, semester TUA, tidak maksudku sudah semester menjelang akhir. Sedang sibuk mempersiapkan skripsi dll. Doakan segera beres ya. Hehe

MK hari ini sangat menyebalkan statistik ini pelajaran yang sangat menguras pikiran, kurasa semua yang ada dikelas setuju dengan pendapatku.

"ah sialan otak gue panas" teriak ku dalam kelas

semua mata tertuju kepadaku, aku hanya tersenyum, dan mereka kembali asik dengan kertas serta kalkulator ditangan.

"maa nomer 6 udah?" tanya dini kepadaku

Dini adalah temanku, teman satu satunya di kampus ini, aku jarang sekali berinteraksi dengan yang lain, terlalu abai dan tidak ingin terlalu mencolok.

"ga usah tanya.! gue pusing anjay, ga ada yang masuk ke otak gue!" kataku

"sebentar gue nyontek yg lain, nanti hasilnya bagi ke lo" katanya dini berlalu meninggalkan bangkunya, lalu dia meminta jawaban kepada teman yang lain.

Oh iya, dini adalah satu satu nya teman yang tahu segalanya tentang aku, dia tau semuanya tentang aku, bahkan dia tau siapa saja yang mendekatiku serta siapa saja yang menjadi pacarku. kadang kami jalan bareng, lalu menyewa villa untuk tidur bersama pasangan masing-masing, dini sama denganku, bahkan kurasa dia jauh lebih parah dariku, kalian tahu? dia simpanan om om, om yang bisa kapan saja di telfon oleh dini, saat dia membutuhkan sesuatu, dan ya tentu pasti harus ada feedback nya, dini hanya perlu siap bersedia kapan saja, saat si om om ini lagi kepingin. aku sudah menasehatinya untuk berhenti menjadi simpanan suami orang, tapi dia dengan santai membalikan pernyataan ku.

"katanya sudah rusaklah aku ini, sana sini mau, deket laki orang dapet duit ya biarlah toh, ga semua orang gue layanin"

aku yang mendengarnya tidak bisa berkutik, sulit sekali menasehati dia, padahal niatku baik, supaya dia tidak patah hati nantinya.

dia memang sangat bebas, hidup merantau dan sendirian, baginya asal dia bisa bertahan hidup, ya selesai, ga ada masalah hebat yang perlu di pikirkan.

"ma lo langsung balik apa mau mampir kost ku?" Tanya dini membuyarkan lamunan ku

"mau maen gue?"

"maen apaan?" tanyanya

"maen lah" kataku

"sialan serius sama siapa?"

Dini mengerti maksud dari kata maen yang ku katakan, maen itu sama halnya dengan melakukan hubungan suami istri. Istilah ini aku mencetuskan ya berdua dengan dini.

"lo tau gue punya temen cowo? yang rumahnya di belakang rumah gue itu?"

"oh yang cakep itu bukan yang kerja di PT ABC. yang waktu itu gue bilang ke lo, kalau gue mau ngedeketin dia karena mayan ganteng itu kan?"

"hahaha iya din, gue lagi mulai intens sama dia, tapi dia punya pacar"

"eh stop beb stop. keknya dia tipe orang yang udah jatuh cinta, kaya udah, ga bakalan sama yang lain" katanya

"gue sama dia semalem abis ketemu" bisik ku

"serius? Lo udah maen? Lanjutkan" katanya

"gue kira lo bakalan nasehatin gue panjang lebar" kataku

"ga bisa gue nasehatin orang yang kaya lo, lagian mayan lah ya dia cakep gitu, okelah" katanya

aku dan dini lanjut berbincang, MK statistik selesai, waktu sudah menunjukan pukul 16. 00 sore.

aku ingin mengiriminya pesan bahwa aku sudah selesai dan siap untuk di jemput panji. ternyata ponselku lebih dulu berdering sebelum sempat aku mengetik pesan untuk panji.

gue ke laras dulu ya, dia minta tolong buat anterin ke rumah bibi nya

aku langsung terpaku, saat membaca pesan yang mengembang di ponselku, tiba tiba aku merasa sesak, mataku panas dan berair. aku menarik nafas, sengaja untuk menahan air mata yang ingin jatuh membasahi pipi.

"oh oke"

Balasku singkat

"lo marah?"

balasan panji mengembang di layar ponselku.

"lo pikir gue berhak marah?"

balasku kali ini air mataku membasahi pipi

"lo tau gue punya cewek, jadi jangan marah jangan ngambek, nanti malem gue kerumah lo, buat nemenin lo bobo lagi."

Balasnya,

aku menelan ludah, suaraku tertahan di tenggorokan, sesak dan menyakitkan.

"ga usah yaaaa, gue biasa tidur sendiri."

aku klik kirim dan langsung memasukan ponselku ke dalam saku.

aku menuruni tangga demi tangga kampus, sengaja menggunakan tangga agar waktuku berkurang lebih lambat dari biasanya. aku berjalan sangat lambat, setidaknya aku bisa meredakan amarahku meski hanya sedikit.

Hari ini aku cukup tersia - sia kan, padahal kurasa aku bisa menjadi apa saja yang dia minta.

ah kenapa?

Aku tidak tahu jawaban pastinya, kurasa aku yang salah menaruh harapan kepadanya.

aku memutuskan mematikan ponselku, waktu menunjukan pukul 21. 00. pikiranku sangat tak bisa berpikir jernih, lebih baik tidur untuk meredakan rasa kesal yang masih tersisa.

"si panji ngapain aja di sana?"

"panji udah balik apa belom"

"panji kapan pulang?"

otak ku dipenuhi oleh pikiran tentang panji.

aku meraih ponselku segera ingin menyalakannya, namun sesaat aku mengurungkan niatku, aku berfikir untuk tak kecewa lagi, takut ternyata panji tidak sama sekali menghubungiku. Entah akan sehancur apa hatiku ini, saat mendapati kenyataan yang tak sejalan dengan harapan ku.

aku langsung berbaring di ranjang ku, mencoba memejamkan mataku namun aku tak bisa.

"alma" suara dari depan rumah terdengar tak asing di telinga

"maaaa, gue pinjem buku dong buat referensi, penting banget" katanya lagi

saat inginku buka pintu rumahku panji sudah tidak ada di sana.

namun suaranya samar samar terdengar sedang mengobrol di samping rumah.

"ini mau ngerjain kerjaan kantor daa, dirumah berisik mamah lagi nonton film andin, jadi aku mau ngerjain di si alma aja palingan, mumpung belum malem banget" kata panji kepada uda di samping rumahku

"iya ji istri gue juga sama andin terus sampe mabok gue, yaudah sono keburu malem" jawab uda

panji bergegas masuk kerumah ku, sengaja pintu rumah ku buka, supaya dia bisa langsung masuk ke dalam.

aku tidur dikamar.

panji meletakan laptopnya di ruang tamu, lalu masuk ke kamarku.

dia langsung tidur di sampingku, dia memeluk dan menciumi pipiku, dia mencium leher ku. Aku membiarkan dia bermain dengan tubuhku

"kamu tahu? gue menahan ini dari jam 5 sore tadi, pikiran gue cuma tertuju ke lo, ditambah lo ga bisa dihubungi gue kesel, gue marah" katanya berbisik di telingaku dan berakhir dengan gigitan kecil di daun telingaku.

"lo pikir gue ga marah? gue marah lo lebih mementingkan dia ketimbang gue?"

Aku memutarkan tubuhku menghadap langit langit kamarku, Panji meregangkan pelukannya.

dia mencium bibirku dengan kasar, mengigit bibir bawahku lalu berhenti.

"Maaa, gue minta maaf" katanya

Aku hanya terdiam,

"Maaa, aku disini, sudah disini, tolong jangan marah lagi" katanya

aku menikmati semua sentuhan yang panji berikan kepadaku. Dia membuat amarahku padam, entah sihir apa yang dia berikan padaku.

"mau main?" tanya panji

"belum malem?"

"gapapa aman

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Buku Harian TKW
8.6
Impian pernikahan indah Rendra Pradhana dan Maya Septa dibayangi masa lalu kelam. Tragedi kematian Lastri yang melibatkan ayah Rendra memicu kebencian mendalam dari keluarga Maya. Walau berhasil bersatu, badai ekonomi dan konflik tiada henti menguji kesetiaan mereka, hingga memaksa Maya mengadu nasib sebagai TKW di Malaysia. Apakah kutukan leluhur Mbah Karso yang menentang hubungan mereka benar-benar nyata? Mampukah kekuatan cinta mereka bertahan melawan takdir yang begitu kejam?
Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, kerap mengecewakan sang ibu. Harapan indahnya untuk bahagia bersama Ardan Mahendra, suaminya yang sukses, sirna ketika keluarga Ardan terus merendahkannya. Kehadiran Anindya, mantan kekasih Ardan yang membongkar kepalsuan pernikahan mereka, kian memperparah penderitaan Jasmine. Saat Jasmine memilih bercerai demi harga dirinya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya.
Sampul Novel Ditinggalkan Karena Burik
9.6
Andra menceraikan Aisyah begitu saja karena kondisi fisiknya yang dinilai kurang menarik. Tak disangka, Aisyah bangkit dan berubah menjadi wanita yang sangat menawan, memicu penyesalan besar di hati mantan suaminya. Konflik kian rumit saat mereka berdua terpaksa bersandiwara sebagai pasangan harmonis demi menjaga perasaan orang tua. Di balik kepura-puraan itu, luka masa lalu dan kenyataan pahit terus membayangi hubungan mereka.
Sampul Novel Jodohku Soulmateku
9.5
Dita dan Bagas dijodohkan sejak kecil oleh Fahri dan Damar. Akibat kondisi Fahri yang memburuk dan krisis keuangan di bisnis Damar, mereka terpaksa menikah muda saat Dita berumur 16 tahun. Setelah akad, keduanya langsung berpisah tanpa komunikasi. Bertahun-tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali saat Dita hampir menjadi dokter spesialis dan Bagas telah sukses sebagai CEO. Akankah pernikahan dingin masa lalu mereka kini berubah menjadi cinta sejati?
Sampul Novel My Husband Ex-GIGOLO
8.8
Fadly terpaksa menjadi gigolo setelah diusir dan bertemu Sandra. Konflik hidupnya makin pelik ketika ia menghamili Saraswati, sementara hatinya justru terpikat pada Soraya, mahasiswi yang merupakan anak dari cinta pertamanya, Dahlia. Di tengah kekacauan cinta ini, Fadly tiba-tiba menerima warisan sembilan puluh persen saham dari sang ayah, Tuan Surya Adjie. Kini ia dihadapkan pada pilihan sulit: mengambil alih kendali perusahaan besar itu atau terus terpuruk dalam kehinaan.
Sampul Novel Om Duda I Love You
8.5
Kharisma Baby Arganda, seorang siswi sekolah, pantang menyerah mengejar cinta Rega Pradipta. Gadis polos ini yakin debaran jantungnya adalah bukti cinta sejati, meski Rega yang berusia jauh lebih tua terus menolaknya. Sebagai sahabat dari kakak Baby, Rega merasa kewalahan menghadapi kepolosan adik temannya tersebut. Logika kedewasaan Rega menentang hubungan ini, tetapi kegigihan Baby terus mengujinya. Mampukah keteguhan hati gadis muda ini meluluhkan sosok pria yang ia juluki Om Singa?