APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Setelah Pergi Penelitian, Tunanganku Menyesal

Setelah Pergi Penelitian, Tunanganku Menyesal

Satu bulan menjelang pernikahan, sang kekasih bersikeras ingin memiliki anak dengan cinta sejatinya. Meski ditolak, ia terus mendesak hingga rahasia terungkap dua minggu sebelum hari besar. Melalui hasil pemeriksaan, terungkap bahwa perempuan itu telah hamil sebulan. Sadar persetujuannya tak pernah dianggap penting, hubungan bertahun-tahun pun kandas. Pernikahan dibatalkan, semua kenangan dihapus, dan tepat di hari pernikahan, ia memilih masuk ke laboratorium riset tertutup demi memutus hubungan.
Bab
Bagikan

Bab 7

Hendri baru saja mengantar Chelsia ke mobil dan mendengar beberapa kata terakhir.

Aku sadar dia tidak mendengar kata-kata sebelumnya, jadi aku mencari alasan lainnya.

"Temanku akan pergi dalam waktu dekat ini."

Hendri mengangguk dan tidak bertanya lebih lanjut.

Pada hari keempat terakhir, Hendri membawa pulang foto prewed dia dan Chelsia.

Satu tangannya memegang HP sambil video call dengan Chelsia, dan satunya lagi memegang bingkai foto mengarahkan ke aku, ekspresinya penuh kelembutan.

"Chelsia, foto prewed kita sudah jadi, waktu aku ambil, stafnya bilang hasil foto kita sangat bagus."

Saat dia mengatakan itu, aku kebetulan keluar untuk mengambil air.

Hendri terlihat canggung sejenak, dia menatapku dan ingin mengatakan sesuatu.

Aku melirik foto itu sejenak dan memberikan komentar dengan serius: "Memang terlihat bagus."

Aku dulu membayar mahal untuk menyewa fotografer ini karena ingin mengambil momen kami yang paling penuh cinta.

Aku berpikir, saat melihat hasil fotonya nanti, aku pasti akan merasakan kebahagiaan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.

Hendri yang mengenakan jas memang tampak tampan seperti yang aku bayangkan.

Yang berbeda hanyalah, pengantin di sampingnya bukan aku.

Namun, hatiku tidak lagi tergoyah sedikit pun.

Sejak mengetahui Chelsia hamil, perasaanku terhadap Hendri sudah aku simpan kembali semua.

Hendri malah terdiam.

Dia tiba-tiba menyadari bahwa sudah lama sekali aku tidak mengajak dia berbicara dengan baik, bahkan selama seminggu dia dan Chelsia pergi berlibur, aku tidak mengirim satu pesan pun.

Itu membuatnya sedikit tidak terbiasa.

Dalam video, Chelsia masih terus bicara tanpa henti, Hendri menggelengkan kepala dan menekan rasa tidak nyaman itu, berusaha menganggap aku hanya kelelahan mempersiapkan pernikahan.

Pada hari kedua terakhir, aku berencana pergi ke rumah sakit untuk mengambil obat cadangan.

Tidak kusangka bisa bertemu dengan Hendri dan Chelsia yang baru saja keluar dari pemeriksaan USG kehamilan.

Matanya Hendri menunjukkan sedikit kepanikan yang jarang terlihat, baru ingin membuka mulut untuk mengatakan sesuatu, Chelsia sudah mendahuluinya.

Dia berjalan menuju ke aku, menggenggam tanganku dan ingin berlutut, dengan suara tercekat.

"Kak Nandia, aku tahu kamu belum setuju Bang Hendri dan aku punya anak, tapi aku sudah tidak bisa menunggu lagi, dokter bilang aku hanya punya waktu satu tahun lagi, aku benar-benar ingin melihat anak ini lahir."

"Setelah anak lahir, aku akan segera menjauh dari Bang Hendri, aku tidak akan pernah mengganggu hubungan kalian."

Aku belum sempat berbicara, Hendri sudah dengan penuh perhatian menariknya berdiri.

"Kamu sakit, bagaimana bisa seperti ini."

Lalu menatapku.

"Karena kamu sudah tahu, maka aku tidak akan menyembunyikan lagi."

"Tenang saja, masalah ini tidak akan mempengaruhi pernikahan kita."

Jika ini terjadi sebulan yang lalu, aku mungkin akan marah, runtuh, putus asa, dan meragukan diriku sendiri.

Merasa apakah aku tidak cukup baik sehingga Hendri dengan senang hati memiliki anak dengan wanita lain.

Namun, setelah melewati waktu ini, aku akhirnya paham.

Bukan karena aku tidak cukup baik, tapi karena Hendri tidak mencintaiku.

Karena tidak mencintaiku, dia bisa bertindak seperti ini tanpa memikirkan perasaanku.

Sekarang, aku sudah tahu bahwa Chelsia hamil, dan aku telah melepaskan semua perasaanku terhadap Hendri, jadi mereka tidak perlu lagi menunjukkan seolah-olah aku akan merusak hubungan mereka.

Aku hanya menatap mereka sejenak, kemudian mengalihkan pandangan.

“Aku sudah tahu.”

Setelah itu, aku membawa obat dan bersiap untuk pergi. Hari keberangkatan sudah dekat, dan aku masih perlu merapikan barang-barangku.

Kedua orang itu jelas terkejut melihat aku begitu tenang.

Terutama Hendri, dengan ekspresi yang rumit melihat punggungku yang sedang pergi.

Dulu, aku marah tentang inseminasi buatan selama sebulan, tetapi sekarang, ketika mendengar kabar kehamilan ini, aku malah tidak bereaksi apa-apa.

Entah mengapa, Hendri merasa sedikit tidak tenang, seolah-olah ada sesuatu yang berubah diam-diam tanpa dia ketahui.

Saat aku hampir mencapai tangga, Chelsia mendekat dan menarik lengan bajuku.

Hendri masih jauh di belakang, dan Chelsia mulai menunjukkan wajah aslinya.

"Nandia, bagaimana rasanya melihat tunanganmu memiliki anak dengan wanita lain?"

Aku tidak ingin terlibat dalam perdebatan yang tidak berguna, jadi aku melepaskan tangannya dan mau pergi.

Namun, saat aku menarik tanganku, tubuh Chelsia terhuyung ke bawah.

Aku secara refleks menarik tangannya untuk menghindari dia jatuh.

Namun, belum sempat aku melepaskan tangannya, aku mendengar suara marah dari belakang.

"Apa yang kamu lakukan!"

Hendri yang tadinya bingung mengapa aku bisa begitu tenang, kini langsung paham, ternyata aku hanya berpura-pura tenang, sebenarnya masih belum bisa menerima hal ini.

Melihat Hendri datang, Chelsia segera menunjukkan ekspresi sedih, dengan mata merah memegang perutnya.

"Bang Hendri, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih pada Kak Nandia yang begitu besar hati, tapi aku tidak menyangka dia malah..."

Mendengar kata-kata Chelsia, wajah Hendri langsung berubah menjadi serius.

"Nandia, aku tidak menyangka kamu adalah orang seperti ini!"

"Segera minta maaf pada Chelsia!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Boneka
8.5
Menghadapi rumor perselingkuhan suaminya yang kaya, protagonis novel romantis misteri Aku Bukan Boneka berniat menyelidiki kebenaran demi melindungi haknya. Namun, ibu kandungnya justru mengacaukan pameran seni yang ia persiapkan selama tiga tahun. Sang ibu menghancurkan lukisan berharga miliaran rupiah sambil melontarkan hinaan keji di depan umum, berdalih demi kebaikannya. Di balik tuntutan agar ia mandiri dan bercerai, terungkap rencana licik sang ibu yang ingin menjodohkannya dengan duda paruh baya miskin.
Sampul Novel (bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
9.6
Kehidupan mapan Davina Hadinata runtuh usai menjalin kasih dengan Aria Wardana yang ternyata telah beristri. Tak cukup difitnah Aria hingga kehilangan pekerjaan, bisnis ayah Vina pun hancur akibat skandal kakaknya. Petaka kian memuncak ketika istri Aria nekat mengakhiri hidup. Hal ini memicu murka Rajata Bagaskara yang ingin membalas dendam atas kematian keponakannya. Rajata menodai Vina hingga hamil. Di tengah kemiskinan dan penderitaan mendalam, Vina harus berjuang bertahan hidup.
Sampul Novel Darling Enemy
8.7
Vanilla Putri Mahameru sangat membenci Altan Wijaya Kesuma, putra mantan kekasih ibunya yang angkuh dan kerap mengejeknya tidak berotak. Konglomerat itu menilai Vanilla hanya mendompleng nama besar keluarganya. Ketegangan di antara mereka memuncak saat Vanilla diwajibkan menjalani magang selama empat bulan di kantor Altan. Sejak wawancara kerja yang diwarnai drama dan jawaban aneh, Vanilla harus bertahan di bawah pengawasan ketat pria yang ia juluki Setan Borjuis tersebut.
Sampul Novel My Possessive Sugar Daddy
9.6
Demi keluar dari kemiskinan dan tekanan sosial, Fahira terpaksa mengorbankan prinsipnya untuk menjadi sugar baby dari Fatih. Meski awalnya menolak, tawaran sang CEO tampan adalah solusi instan bagi hidupnya. Kini, ia bergelimang kemewahan yang justru memicu masalah baru. Fahira harus menghadapi berbagai sabotase dan rencana licik dari sepupunya sendiri yang bertekad untuk menjatuhkannya.
Sampul Novel Not a Stuntman!
8.1
Alin Arshavina terpaksa menggantikan Friska, kakak tirinya yang kecelakaan di hari pernikahan, untuk menikahi pria kasar bernama Evano Xander. Sebagai asisten pribadi CEO yang sinis, Evano curiga bahwa semua wanita hanya mengincar hartanya. Konflik memuncak saat Friska pulih dan menuntut posisinya kembali sebagai istri. Di tengah sikap buruk Evano dan gangguan Friska, Alin dilema antara mempertahankan komitmen suci seumur hidup atau menyerah.
Sampul Novel Ranjang Kakak Ipar
8.4
Maora menghadapi situasi pelik setelah Haidar Alvaro, pria masa lalunya, sah menjadi suami kakaknya, Laura. Keadaan kian menyiksa saat Haidar memaksanya tinggal bersama. Kini, Maora terjebak di antara tuntutan untuk setia pada sang kakak dan godaan hasrat terlarang yang kembali membara. Haruskah ia mengorbankan keluarganya demi perasaan lama, atau sanggupkah ia bertahan menahan penderitaan batin ini?