APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Setelah Pergi Penelitian, Tunanganku Menyesal

Setelah Pergi Penelitian, Tunanganku Menyesal

Satu bulan menjelang pernikahan, sang kekasih bersikeras ingin memiliki anak dengan cinta sejatinya. Meski ditolak, ia terus mendesak hingga rahasia terungkap dua minggu sebelum hari besar. Melalui hasil pemeriksaan, terungkap bahwa perempuan itu telah hamil sebulan. Sadar persetujuannya tak pernah dianggap penting, hubungan bertahun-tahun pun kandas. Pernikahan dibatalkan, semua kenangan dihapus, dan tepat di hari pernikahan, ia memilih masuk ke laboratorium riset tertutup demi memutus hubungan.
Bab
Bagikan

Bab 8

Mendengar tuduhan membabi butanya, aku tidak bisa menahan dan ketawa kesal.

"Minta maaf? Coba kamu periksa rekaman CCTV, lihat apakah aku perlu minta maaf!"

Aku tidak menyangka Hendri bahkan tidak memeriksa rekaman, langsung yakin akulah yang mendorong Chelsia.

"Chelsia itu seorang pasien, dan juga sedang hamil, mana mungkin dia sengaja menyakiti dirinya sendiri?"

Sekilas kepanikan muncul di mata Chelsia.

"Sudahlah Hendri, wajar kalau Kak Nandia marah dan bersikap seperti ini padaku, ayo kita pergi."

Tapi Hendri tetap bersikeras.

"Tidak! Dia harus minta maaf padamu hari ini juga!"

Aku pun tidak mengalah.

Sesuatu yang tidak kulakukan, tidak akan kuakui.

Chelsia mulai khawatir kalau terus begini Hendri benar-benar akan memeriksa CCTV dan kebenarannya akan terbongkar, lalu dia memegangi perutnya dan mengeluh tidak enak badan.

Wajah Hendri yang semula marah langsung berubah jadi panik, dia segera menggendong Chelsia pergi mencari dokter.

Aku menatap punggung mereka yang menjauh, rasa pahit mengalir dalam hati.

Dua puluh tahun kebersamaan, lima tahun hidup berdampingan, dan aku tetap tidak mendapat sedikit pun kepercayaan dari Hendri.

Syukurlah, sekarang aku sudah sadar, dan masih sempat untuk pergi.

Hari ini Hendri tidak pulang.

Mungkin dia sibuk merawat Chelsia yang tidak enak badan.

Hari terakhir sebelum pergi, aku mengirim semua barangku ke laboratorium, hanya menyisakan satu koper.

Malamnya, Hendri kembali.

Wajahnya masih penuh amarah.

"Chelsia masih di rumah sakit. Dia sakit dan kondisi anaknya tidak stabil, walaupun kamu tidak sengaja, tidak bisakah kamu lebih besar hati dan mengalah? Harus seperhitungan itu?"

Besar hati?

Menurutku aku sudah sangat besar hati.

Aku sudah menyerahkan gaun pengantin dan fotografer yang seharusnya milikku ke dia. Aku sudah merelakan laki-laki yang harusnya jadi suamiku untuk punya anak dengan dia.

Dan sekarang, aku juga akan menyerahkan posisiku ke dia.

Hendri melirik kalender dan melihat lingkaran merah besar tersebut, ekspresinya mulai lembut.

"Sudahlah. Besok kita akan menikah, aku tidak mau bertengkar lagi."

"Nanti setelah upacara, kamu minta maaf ke Chelsia ya, setelah itu kita pergi bulan madu."

"Kamu sudah atur bulan madunya belum?"

Aku tidak menjawab.

Kalau dia lebih perhatian, dia pasti sadar tidak ada satu pun dekorasi pernikahan di rumah ini.

"Kita…"

Belum sempat aku berkata, teleponnya berbunyi.

Itu dari Chelsia, wajahnya langsung tegang.

"Tunggu sebentar, aku segera ke sana."

Setelah menutup telepon, dia langsung berdiri dan bergegas menuju pintu.

"Chelsia tidak enak badan, aku ke sana sebentar, nanti aku balik sebelum upacara, besok pagi kamu tunggu aku di hotel."

Begitu pintu tertutup, akhirnya aku mengucapkan kalimat itu.

"Hendri, kita putus, pernikahannya sudah dibatalkan."

Suaraku lenyap di dalam rumah yang kosong.

Hanya suara jam di dinding yang terdengar.

Aku duduk di ruang tamu dari malam sampai pagi, menatap langit yang perlahan menjadi terang.

HP ku bergetar.

Waktu keberangkatan tinggal dua jam lagi.

Aku bangun masuk ke kamar, mengambil koper yang sudah kusiapkan, dan mengeluarkan spidol. Di kalender, aku menyilang besar-besaran angka sepuluh yang dilingkari itu.

Lalu aku menulis satu kalimat.

"Hendri, kita putus."

Aku letakkan kalender itu di tempat paling mencolok dan menarik koper, melihat sekali lagi rumah yang sudah kutinggali lima tahun, lalu keluar untuk pergi ke bandara.

Selamat tinggal, Hendri.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B95094" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B95094
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Bukan Boneka
8.5
Menghadapi rumor perselingkuhan suaminya yang kaya, protagonis novel romantis misteri Aku Bukan Boneka berniat menyelidiki kebenaran demi melindungi haknya. Namun, ibu kandungnya justru mengacaukan pameran seni yang ia persiapkan selama tiga tahun. Sang ibu menghancurkan lukisan berharga miliaran rupiah sambil melontarkan hinaan keji di depan umum, berdalih demi kebaikannya. Di balik tuntutan agar ia mandiri dan bercerai, terungkap rencana licik sang ibu yang ingin menjodohkannya dengan duda paruh baya miskin.
Sampul Novel (bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
9.6
Kehidupan mapan Davina Hadinata runtuh usai menjalin kasih dengan Aria Wardana yang ternyata telah beristri. Tak cukup difitnah Aria hingga kehilangan pekerjaan, bisnis ayah Vina pun hancur akibat skandal kakaknya. Petaka kian memuncak ketika istri Aria nekat mengakhiri hidup. Hal ini memicu murka Rajata Bagaskara yang ingin membalas dendam atas kematian keponakannya. Rajata menodai Vina hingga hamil. Di tengah kemiskinan dan penderitaan mendalam, Vina harus berjuang bertahan hidup.
Sampul Novel Darling Enemy
8.7
Vanilla Putri Mahameru sangat membenci Altan Wijaya Kesuma, putra mantan kekasih ibunya yang angkuh dan kerap mengejeknya tidak berotak. Konglomerat itu menilai Vanilla hanya mendompleng nama besar keluarganya. Ketegangan di antara mereka memuncak saat Vanilla diwajibkan menjalani magang selama empat bulan di kantor Altan. Sejak wawancara kerja yang diwarnai drama dan jawaban aneh, Vanilla harus bertahan di bawah pengawasan ketat pria yang ia juluki Setan Borjuis tersebut.
Sampul Novel My Possessive Sugar Daddy
9.6
Demi keluar dari kemiskinan dan tekanan sosial, Fahira terpaksa mengorbankan prinsipnya untuk menjadi sugar baby dari Fatih. Meski awalnya menolak, tawaran sang CEO tampan adalah solusi instan bagi hidupnya. Kini, ia bergelimang kemewahan yang justru memicu masalah baru. Fahira harus menghadapi berbagai sabotase dan rencana licik dari sepupunya sendiri yang bertekad untuk menjatuhkannya.
Sampul Novel Not a Stuntman!
8.1
Alin Arshavina terpaksa menggantikan Friska, kakak tirinya yang kecelakaan di hari pernikahan, untuk menikahi pria kasar bernama Evano Xander. Sebagai asisten pribadi CEO yang sinis, Evano curiga bahwa semua wanita hanya mengincar hartanya. Konflik memuncak saat Friska pulih dan menuntut posisinya kembali sebagai istri. Di tengah sikap buruk Evano dan gangguan Friska, Alin dilema antara mempertahankan komitmen suci seumur hidup atau menyerah.
Sampul Novel Ranjang Kakak Ipar
8.4
Maora menghadapi situasi pelik setelah Haidar Alvaro, pria masa lalunya, sah menjadi suami kakaknya, Laura. Keadaan kian menyiksa saat Haidar memaksanya tinggal bersama. Kini, Maora terjebak di antara tuntutan untuk setia pada sang kakak dan godaan hasrat terlarang yang kembali membara. Haruskah ia mengorbankan keluarganya demi perasaan lama, atau sanggupkah ia bertahan menahan penderitaan batin ini?