APKDock Logo
Sampul Novel Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

8.8 / 10.0
Tiga tahun berlalu sejak kematian Candy Wongso, suaminya datang mencari demi donor sel hematopoietik kekasih masa kecilnya yang kembali menderita leukemia. Namun, ia hanya menemukan rumah yang kosong. Meski tetangga menjelaskan Candy telah wafat setelah dipaksa mendonorkan sumsum tulang saat sakit, sang suami menolak percaya. Mengira ini taktik bohong, ia mengancam menghentikan biaya medis anak haram Candy jika sang istri tak muncul dalam tiga hari, abai bahwa sang anak pun telah lama mati kelaparan.

Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua Bab 1

Tahun ketiga setelah kematianku, suamiku akhirnya teringat denganku.

Itu karena penyakit leukemia kekasih masa kecilnya kambuh, dia membutuhkan transplantasi sel hematopoietik lagi.

Dia mencari ke tempat tinggalku untuk memintaku menandatangani perjanjian donor.

Tetapi dia mendapati rumah itu sudah kosong.

Dia bertanya kepada tetangga.

Tetangga berkata, “Maksudmu gadis bernama Candy Wongso itu? Dia sudah lama meninggal! Kudengar dia dipaksa mendonorkan sumsum tulangnya saat sedang sakit, dia meninggal beberapa hari setelah kembali.”

Dia menolak memercayainya, mengira tetangga itu telah bersekongkol denganku untuk membohonginya.

Dia berkata kepada tetangga itu dengan tidak sabar, “Jika kamu bisa menemuinya, tolong beri tahu dia, jika dia tidak muncul dalam tiga hari, aku tidak akan membayar sepeser pun biaya pengobatan anak haramnya.”

Melihatnya yang keras kepala dan tidak mau mendengarkan, tetangga itu menggelengkan kepala dan pergi, bergumam sendiri, "Kasihan anak itu, dia juga sudah lama mati kelaparan..."

Tiga tahun setelah meninggal, aku dan putraku masih menjadi hantu gentayangan.

Hanya karena ikatan kami terlalu dalam, kami tidak dapat memasuki siklus reinkarnasi.

Sedangkan suamiku, Simon Harita telah lama bangkit dari keterpurukan dan menjadi pebisnis yang dikagumi.

Aku pernah mengkhianatinya ketika dia berada di titik terendahnya.

Jadi, dia membenciku.

Sangat membenciku.

Tiga tahun yang lalu, dia memaksaku yang sedang sakit untuk mendonorkan sumsum tulang kepada kekasih masa kecilnya, Felicia Samono.

Tusukan sumsum tulang meninggalkan luka.

Aku tidak tahu apakah itu malfungsi atau penyakitku yang melemahkan sistem kekebalan tubuhku.

Seminggu setelah tusukan sumsum tulang, aku mengalami infeksi parah, koma disertai demam dan meninggal di rumah.

Putraku yang baru berusia tiga tahun, ditinggalkan tanpa perawatan dan akhirnya meninggal di sampingku.

Dan selama tiga tahun ini, Simon tidak pernah mengunjungi kami, tidak pernah sekalipun menelepon.

Saat itu, sambil menggandeng tangan mungil putraku, Skye Jason, aku menyaksikan dari udara saat Simon menendang gerbang halaman tempatku tinggal.

Setelah tiga tahun tidak bertemu, dia telah banyak berubah, tatapannya dingin dan kejam.

Familiar namun asing.

Di belakangnya, Felicia berdiri dengan mengenakan masker dan berpakaian rapi.

Melihat wajahnya yang merona dan tubuhnya yang proporsional, dia sama sekali tidak terlihat sedang sakit.

Skye yang mendengar suara dentuman tendangan di pintu sedikit takut dan bersembunyi di pelukanku.

Dia memiringkan kepalanya, matanya yang bersinar dipenuhi campuran kegembiraan dan ketakutan.

“Ibu, apakah ayah akhirnya teringat dengan kita? Dia sudah lama tidak menjenguk kita.”

“Tapi dia tampak sangat marah, apakah Skye membuatnya marah?”

“Dan siapa bibi yang berdiri di sana itu?”

Aku mengelus kepalanya, hatiku sakit, tenggorokanku tercekat, tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

“Candy Wongso, keluar sekarang juga! Jangan pura-pura mati di dalam!”

Teriak Simon sambil berjalan ke dalam halaman.

Keributan itu mengejutkan Bibi Rina Surni yang tinggal di sebelah.

Bibi Rina keluar dan bertanya kepada Simon, “Anak muda, siapa yang kamu cari? Rumah ini sudah lama kosong.”

Simon memperbaiki ekspresi wajahnya dan bertanya, “Bukankah Candy tinggal di sini? Apakah dia sudah pindah?”

Mata Bibi Rina meredup dan dia mendesah, “Maksudmu gadis bernama Candy itu? Dia sudah meninggal tiga tahun yang lalu.”

Simon tertegun sejenak.

Bibi Rina melanjutkan, “Kudengar dia masih dipaksa mendonorkan sumsum tulang saat sedang sakit dan meninggal beberapa hari setelah kembali, sungguh perbuatan berdosa.”

Ekspresi Felicia berubah dan wajahnya memucat.

Dia protes dengan nada kesal, “Bibi, jangan berbicara sembarangan, donor sumsum tulang itu aman dan tidak akan membuat orang mati.”

“Kalau dia tidak bersedia mendonorkan sumsum tulang padaku, dia bisa saja langsung bilang, jangan mengutuk diri sendiri, akan sial.”

Dia berbicara dengan keras, seolah-olah aku sedang menguping dari dalam.

Simon yang tadinya masih linglung, langsung rileks mendengar kata-kata Bibi Rina.

Dia tersenyum sinis, “Apakah menyenangkan dia selalu berakting, kalau mau mengarang kebohongan yang masuk akal sedikit, suruh dia cari tahu apakah ada kasus kematian akibat donor sumsum tulang.”

Bibi Rina tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.

Dia hanya mengulang, “Kasihan, dia meninggal di dalam rumah selama berhari-hari sebelum ditemukan...”

Wajah Simon sedingin es, dia berkata kepada Bibi Rina, “Aku tidak tahu kenapa kamu bersekongkol dengannya untuk menipuku, tapi tolong katakan padanya kalau dia tidak datang untuk mendonorkan sumsum tulang untuk Felicia dalam tiga hari, jangan salahkan aku karena menghentikan biaya pengobatan cuci darah untuk anak haramnya.”

Bibi Rina tercengang.

Lalu dia menggelengkan kepala dan mendesah, bersiap untuk kembali ke halaman rumahnya sendiri.

Simon memperingatkannya dengan dingin dari belakang, “Ingat! Aku hanya memberinya waktu tiga hari, jika dia tidak muncul, aku tidak akan memberinya sepeser pun biaya hidup bulan ini, biar saja dia menyaksikan anak haramnya meninggal tepat di depannya.”

Bibi Rina yang membelakanginya, air mata menggenang di matanya, dia bergumam, “Kasihan anak itu, dia juga sudah lama mati kelaparan, jika aku bisa pergi ke sana dan mengunjunginya, mungkin aku bisa menyelamatkannya...”

Lanjut Membaca

Daftar Isi Setelah Mati Pun Aku Masih Nomor Dua

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3 Ch. 4 Ch. 5 Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CHRONOPHILE
8.2
Perjodohan dengan pria yang dulu pernah ditolaknya memicu dilema mendalam bagi sang wanita. Apakah pernikahan ini berjalan atas dasar cinta lama yang tersisa, ataukah sang suami tengah menyusun rencana balas dendam demi membalas luka masa lalunya? Di dunia Chronophile yang sangat menghargai waktu, pasangan suami istri ini harus berkomitmen di tengah bayang-bayang masa lalu. Kini, rahasia serta konflik mulai menguji kesetiaan dan keutuhan rumah tangga mereka.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika rela bersabar atas perlakuan buruk ibu mertuanya demi membina rumah tangga bersama Askara Brahma selama dua tahun. Namun, kehangatan Askara mendadak hilang dan ia berubah menjadi sangat dingin. Perubahan drastis ini memicu kecurigaan Nadia akan adanya rahasia kelam. Akankah ia sanggup menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui suaminya berselingkuh dengan adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Jebakan Cinta SANG MANTAN
9.0
Menjebak Ivander dalam pernikahan paksa rupanya menjadi penyesalan terbesar bagi Nada. Meski begitu, cara ini adalah satu-satunya jalan agar ia bisa terus mendampingi pria yang dahulu hidupnya telah ia hancurkan. Terbelenggu rasa bersalah, Nada kini bertekad menebus dosa masa lalu lewat pengabdiannya sebagai istri. Namun, akankah ketulusan Nada mampu meluluhkan amarah di hati Ivander, ataukah perjuangannya meraih maaf hanya akan berujung sia-sia?
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan cinta Raka dan Cherry kini terancam retak akibat kehadiran Nadia. Raka merasa terus dikesampingkan oleh sang kekasih, yang selalu mendahulukan sahabat berkacamata tebalnya tersebut. Emosi Raka akhirnya memuncak begitu menyadari dirinya cuma menjadi prioritas kedua bagi Cherry. Namun, rasa cemburu yang membakar ini malah mengantarkan Raka pada sebuah titik balik tak terduga dalam hidupnya. Sanggupkah jalinan asmara mereka bertahan di tengah renggangnya prioritas Cherry?
Sampul Novel MENYUSUI MAFIA KEJAM
8.6
Alena Adriani Quensyah didera kemalangan setelah orang tuanya menjadikan dirinya jaminan utang pada mafia kejam. Kini ia terkurung dalam kehidupan bak penjara, sembari terus dihantui oleh trauma masa lalu yang begitu kelam. Di tengah penderitaan ini, Alena bertekad mencari tahu alasan mengapa orang tuanya tega meninggalkannya dalam bahaya. Mampukah ia bertahan dan menemukan kembali keluarganya yang hilang?
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian sangat yakin takkan pernah mau menikah karena baginya wanita hanya teman ranjang semata. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah ia mengenal sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang bersikap dingin dan acuh padanya. Meski Adeeva awalnya menganggap bosnya itu sebagai kesialan terbesar, Xavier justru merasa ia adalah berkah. Kini, rasa benci di antara mereka telah sirna, berganti menjadi hari-hari penuh romansa yang indah.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan