APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Setelah 17 Tahun Pernikahan

Setelah 17 Tahun Pernikahan

Amira harus menerima kenyataan pahit setelah sebulan lumpuh akibat stroke ringan. Melalui rekaman obrolan Bu Nur dan Bu Sarah, ia mengetahui rencana pengkhianatan ibu mertuanya. Bu Nur yang pesimis akan kesembuhan Amira berniat menjodohkan Habib dengan Laila. Sang mertua bahkan mengklaim bahwa Habib telah menyetujui rencana poligami tersebut dengan dalih kelelahan mengurus dirinya sendiri setelah 17 tahun bersama.
Bab
Bagikan

Bab 2

SETELAH 17 TAHUN PERNIKAHAN 2

"Amira, bulan ini aku bisa kasih uang tiga ratus ribu. Semoga bisa cukup untuk peganganmu dan Yoona di sini kalau ada kebutuhan mendadak. Untuk makan kurasa tidak ada kendala, rumah sakit selalu menyiapkan makan tiga kali sehari untuk pasien." ucapku sembari mengeluarkan tiga lembar uang merah di depan Amira.

"Taruh saja di sana atau serahkan pada Yoona. Atau jika kau lebih membutuhkan, kau boleh menyimpannya lagi."

Aku mendengkus. Terkadang perempuan susah sekali untuk dimengerti.

"Apa kau tidak ingin menerima uang ini? Apa kau anggap ini kurang? Atau kau ingin lebih banyak? Jangan begitu, Amira! Syukuri apa yang ada. Hargai pemberian suamimu!" ujarku.

Wanita itu melihatku.

"Sudah kubilang, letakkan saja di sana, atau berikan pada Yoona. Dia yang mengurus segala sesuatunya. Tolong jangan terlalu menekanku! Kepalaku pusing dan kau membuat keadaanku semakin buruk. Keluarlah dan urus segera pernikahanmu dan Laila." ucapnya.

"Apa kau cemburu pada Laila? Apa kau tak rela aku menikahinya?"

"Ya Rabb, aku ikhlas kau bersama Laila, mengapa masih bertanya? Sudahlah ... Aku ...,"

Kulihat Amira kesusahan bicara. Mungkin dia menahan sesak karena cemburu.

"Amira, meski nanti aku sudah memiliki Laila, statusmu masih istriku. Semua tak ada yang berubah."

Amira tak lagi menanggapi. Hanya kulihat dia gelisah. Cemburu memang membuat kondisi orang berubah. Bahkan sekarang ia tak mau bicara lagi.

"Assalamualaikum, Bu!" Terdengar suara Yoona. Anak itu muncul dari balik pintu dengan sebuah plastik kresek hitam menggantung dalam tentengannya. Anak itu tak menyapaku, justru ia terlihat kaget dengan keberadaanku. Lalu ia abai pada ayahnya, keterlaluan. Inikah ajaran Amira pada anaknya?

Yoona masuk dan memusatkan perhatiannya pada Amira.

"Ibu? Ibu?" Anak itu meraba-raba kening ibunya.

Amira masih diam tapi nampak gelisah. Di depan Yoona pintar sekali drama perempuan itu.

"Sebentar, Bu. Aku panggilkan perawat." Yoona berlari keluar ruangan.

Huuh, mengapa dia tak menyapaku terlebih dahulu? Mengapa tidak menyalimiku dan mencium punggung tangan ayahnya ini? Dari umur segini sudah nampak benar sifat keras ibunya menurun padanya.

Tidak lama kemudian Yoona datang bersama dua perawat dan seorang pria dengan pakaian putihnya.

Mereka memeriksa keadaan Amira. Dokter itu nampak kaget.

"Cepat, bawa ibu ini ke ruangan ICU segera!" perintahnya dengan suara tegas.

"Baik, dok!" Dua perawat itu juga nampak siap dan segera bergegas sesuai perintah."

Aku bengong disana. Sementara Amira telah di bawa oleh mereka. Mungkin ke ruangan ICU.

Sebentar kemudian Yoona kembali masuk.

Tiba-tiba anak itu menarik tanganku kuat ke luar ruangan. Aneh sekali. Ia tak memperlakukan aku seperti ayahnya? Mana sikap sopan santunnya?

"Ayah, apa yang ayah lakukan pada ibuku?" Matanya menatapku tajam sekali.

"Tidak, aku tidak melakukan apapun pada ibumu. Sebaiknya jaga mulutmu! Dan sopanlah pada ...,"

"Bohong! Ayah, kalau datang hanya untuk membuat keadaan ibu semakin parah, sebaiknya ayah tidak usah datang kemari. Atau jangan-jangan ayah ingin mengatakan perihal Laila? Tolong jangan katakan! Ayah jangan pernah mengatakan itu pada Ibu sekarang!"

Haaah? Dia sudah tahu perihal Laila? Bagus!

"Kalian tidak mau menerima Laila? Egois sekali kalian!"

"Ayah bisa memikirkan siapa yang egois di sini!"

"Diam, Yoona!"

Aku benar-benar emosi.

"Cukup, Ayah! Lebih baik ayah pulang sekarang!"

"Aku ayahmu! Aku berhak datang kemari dan menengok ibumu!"

"Ya, tapi kedatangan ayah tidak ada gunanya!"

Plakk!

Sebuah tamparan mendarat di pipi remaja itu.

"Terimakasih sudah menamparku!"

Yoona memegang pipinya. Ada rasa menyesal karena aku sudah menamparnya. Tapi ia pantas mendapatkannya. Siapa suruh jadi anak pembangkang.

"Ingat, Yah, jangan datang lagi kalau hanya ingin membahas masalah pernikahan Ayah dan Laila."

Lihat, dia memanggil Laila dengan sebutan nama. Padahal dia bisa menyebut Laila dengan panggilan tante, atau Ummi, kan? Sangat tidak sopan di telingaku. Tentu ajaran Amira yang membentuk jiwa anak ini demikian keras. Tidak bisakah ia mendidik Yoona lebih baik!

Baiklah, aku akan pulang sekarang. Bertemu mereka hanya menambah masalah. Padahal sudah bagus aku masih mau meluangkan waktu untuk melihat keadaan mereka di sini. Itu tandanya aku masih mau mempertanggungjawabkan ibunya meski ibunya sudah tak lagi bisa menjalankan kewajibannya.

Sikap keras Amira sangat berbanding terbalik dengan jiwa lemah lembut dan keibuan yang melekat pada diri Laila. Ah, seketika aku teringat pada keanggunan Laila.

Pada saatnya nanti aku akan mengambil Yoona untuk hidup bersamaku dan Laila saja. Supaya anak itu belajar pada Laila bagaimana seharusnya cara bersikap.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Andai Aku Boleh Memilih
7.9
Kenanga Wulan, mahasiswi berprestasi, terus menderita akibat tekanan ibu tirinya, Mirna, hingga akhirnya diusir dari rumah. Demi memisahkan Bastian dari bayang-bayang mantan istrinya, Mirna sengaja menyembunyikan kekayaan kiriman ibu kandung Kenanga. Sementara itu, Firda mendesak putranya, Ghaffarel, untuk menikahi Kenanga demi menyelamatkannya dari hubungan tak wajar dengan Raiya. Meski Kenanga mencintai Arkatama, ia terjebak dalam skema pernikahan yang penuh rahasia dan pengkhianatan.
Sampul Novel Gairah Nakal Sang Billionaire
8.5
Raisa Aquila Nazara, gadis berusia 25 tahun, dijebak oleh Helena, ibu dari kekasihnya sendiri. Rencana jahat itu membawanya masuk ke kamar Raka Mirza Bramantyo, seorang CEO tampan berumur 27 tahun yang terkenal playboy. Kejadian tak terduga di malam itu memaksa Raisa menghadapi konsekuensi pahit dari perbuatan mereka. Apakah peristiwa memalukan ini akan menghancurkan hidup Raisa, atau justru menjadi babak baru dalam hubungannya dengan Raka?
Sampul Novel Gairah Terlarang Sang CEO!
9.0
Jordan Freemantle dilingkupi kemarahan besar akibat ulah Lawrence Brickman yang membawa lari uang proyek penting mereka. Begitu Chantal Brickman, anak perempuan Lawrence yang menawan, tiba di kediaman ayahnya di Malibu, Jordan segera menjadikannya sasaran balas dendam. Pengusaha angkuh ini menuntut Chantal melayani segala nafsunya demi membayar kerugian sang ayah. Tanpa jalan keluar, Chantal terpaksa tunduk di bawah kendali Jordan demi melunasi utang tersebut.
Sampul Novel Tidak Pernah Melihat Kembali: Hati Menginginkan Apa yang Diinginkannya
8.0
Lorenzo tega mendonorkan jantung putri mereka demi wanita lain, membuat Gracie sangat kecewa. Ia pun menuntut cerai dan bekerja sama dengan Waylon, paman Lorenzo, untuk menuntut balas. Rencana mereka berhasil menghancurkan hidup Lorenzo hingga pria itu memohon ampun. Namun, setelah dendamnya terbalaskan, Gracie justru tidak bisa pergi begitu saja. Waylon menolak melepaskannya, membuat Gracie kini terjebak dalam jerat dominasi sang paman mantan suaminya.
Sampul Novel Jebakan Salon
9.5
Berawal dari ajakan seorang sahabat untuk melakukan perawatan wajah di sebuah salon kecantikan, hidup seorang wanita berubah sepenuhnya. Di tempat itulah ia bertemu dengan seorang pemuda tampan berpostur tinggi yang sangat pandai memikat hati. Rayuan manis dan perhatian pria misterius itu membuatnya merasa sangat dihargai sebagai wanita, hingga ia tega mengabaikan keberadaan kekasihnya sendiri. Namun, di balik pesona memikat dan kelembutan sikap luar biasa tersebut, sebuah konsekuensi fatal serta misteri besar tengah mengintai hidupnya.
Sampul Novel Setelah Semua Penderitaan Berlalu
9.3
Dianggap memiliki suami idaman, hidup wanita hamil ini hancur saat suaminya pergi demi menyelamatkan kakak sepupunya yang depresi. Alih-alih membela, ibu dan abangnya justru menuntutnya mengalah pada sepupu yang sebenarnya telah merebut posisinya di keluarga. Muak dengan ketidakadilan ini, ia memilih pergi demi melindungi bayinya. Namun, saat ia melangkah menjauh, penyesalan mendalam justru mulai menghampiri mereka yang telah membuangnya.