APKDock Logo
Sampul Novel Seputih Mawar

Seputih Mawar

9.7 / 10.0
Saat jiwanya terguncang, Dinda akhirnya mengungkap cinta terpendamnya kepada Shalu. Pengakuan ini terpaksa ia lakukan karena Shalu nekat menodongkan senjata ke kepalanya sendiri. Meski sadar takdir mustahil mempersatukan hubungan mereka, Dinda dan Shalu tetap teguh mempertahankan perasaan tersebut. Di tengah keterbatasan yang ada, keduanya memilih terus saling berbagi kisah dan menghargai setiap momen kebersamaan yang tersisa dalam hidup mereka.

Seputih Mawar Bab 1

1. The Tittle    : Seputih Mawar.

  Adinda tak pernah menyangka kalau hatinya yang sedang rapuh akan terbelah oleh kehadiran Shalu. Duda tampan dari negeri seberang yang gigih menunjukkan rasa sukanya tanpa peduli Dinda akan terima atau tidak. Sudah berulang kali Dinda mencoba menjauh namun pada akhirnya menyerah saat tanpa sengaja melihat Shalu kumat penyakit jantungnya, semua karena ucapannya. Dan ketika Shalu menodongkan senjata di kepalanya sendiri, tanpa sengaja isi hati Dinda terungkap.

  Pagi yang dingin karena embun baru saja turun membuat Dinda malas melakukan pekerjaan rumahnya. Dia lebih memilih kembali ke tempat tidur dan masuk dalam selimut bermaksud kembali melanjutkan memejamkan mata. Namun karena tak jua terlelap akhirnya jemari tangannya meraih gawai yang ada di meja kecil samping tempat tidur.

" lt's you!"

Entah kenapa tangannya mengetik kalimat itu pada foto yang di unggah Shalu,tanpa peduli akan di balas atau tidak.Namun hati Dinda merasa ada sesuatu yang membuatnya ingin bertanya.

" Yes."

  Tak di duganya kalau Shalu akan membalas komentarnya.Karena sejak inbox yang pertama kali, Shalu tak pernah lagi lagi membalas inbox dari Dinda.

" Good morning!" sapa Dinda yang mengira kalau di negaranya Shalu saat itu juga sudah pagi.

" Very very morning this time," sahut Shalu. Membaca balasan dari Shalu yang bilang masih terlalu dini untuk di bilang pagi membuat Dinda sadar, kalau ada perbedaan waktu antara dua negara meskipun masih satu benua.

"How time in your place?" tanya Shalu kemudian.

"04.30 am ," jawab Dinda, ada sedikit rasa penasaran di hati nya jam berapa di sana. "And your time?"

" 03.00, and night coming in 20.00 pm," papar Shalu yang memberi tahu kalau waktu malam di mulai jam delapan.Itu berarti jam sembilan lewat tiga puluh menit.

" Sorry!" Dinda mengirim pesan permintaan maaf saat sadar kalau di tempat Shalu bahkan belum tengah malam.

"Why sorry?" tanya Shalu yang heran kenapa Dinda minta maaf.

" Disturb your rest time," jujur Dinda menjawab kalau sudah mengganggu waktu istirahat Shalu.

" Its ok," jawaban pesan dari Shalu,lalu kembali datang pesan selanjutnya, "No problem!"

"Realy?" tanya Dinda tak yakin .

"Yes!" jawaban dari pesan yang di terimanya membuat hatinya lega. Setidaknya Dia tak mengganggu waktu istirahat dari Shalu yang mungkin ingin memejamkan mata.

" Thank you!" pesan yang kembali datang membuat keningnya berkerut. Akhirnya Dinda mengetik pesan dan bertanya, "For?"

" Your messege!" jawaban dari Shalu justru dirasa aneh olehnya, "Bagaimana bisa berterima kasih hanya karena di kirim pesan," batinnya.

" Will you become my friend?" Datang lagi pesannya yang menurut Dinda terasa aneh. Bukankah mereka sudah berteman, tapi kenapa juga Shalu bertanya apa dirinya bersedia berteman.

"Why you asking? We friend in fb?" jawabnya bingung, bukan karena pertanyaan dari Shalu tapi lebih bingung bagaimana nanti melanjutkan obrolan mereka. Sudah tak banyak lagi kosakata bahasa Inggris yang di ingatnya.

"Yes, you are right!" jawab Shalu membenarkan Dinda kalau mereka sudah berteman di Fb. "Send me your WA !"

"Apa! Kasih no WA gimana nanti kalau dia minta ngobrol di sana?" pikirnya. Tapi bagaimana menolaknya dengan halus, kembali Dinda berpikir keras berusaha mengingat kata apa yang harus di katakan. Tidak etis kan tadi Dia yang ngajak ngobrol duluan langsung bilang no.

Akhirnya Dinda bisa bernapas lega saat ingat dua kata yang di rasa tepat untuk membalas pesan Shalu, segera jemarinya mengetikkan kata, "Next time," segera pesannya terkirim dan tak menunggu lama centang biru terlihat.

"Oky," jawaban dari Shalu segera datang.Dinda merasa kalau Shalu orang yang baik, tak mau memaksakan kehendaknya.

"Where your husband?" tanya Shalu yang membuatnya sedikit terkejut. Setelah satu dua kali inboxnya tak di balas oleh Shalu tentu saja Dinda pikir kalau Shalu pasti cuek dan lupa dengannya, apalagi menanyakan keberadaan suaminya.

  " Go to his office," jawab Dinda jujur. Karena memang Bayu suaminya baru saja berangkat ke tempatnya bekerja.

" Whats your job?" tanya Shalu menanyakan profesi Dinda sekarang, tentu saja Dia senang karena ada teman berbalas pesan.

"Sewing at home!" Dinda menjawab dengan jujur kalau Dia hanya penjahit rumahan. Tapi dalam hatinya ada sedikit rasa takut kalau Shalu bertanya lagi mungkin tak akan bisa menjawab. Bahasa lnggris yang di kuasainya cuma ada beberapa kata yang masih dia ingat.

" And you?" tanya balik Dinda pada Shalu.

" Just shopkeeper!" jawab shalu. Entah apakah Dia jujur atau tidak Dinda tak berani bertanya meski sedikit tak percaya. "Bagaimana mungkin seorang pramuniaga bajunya bagus semua," batinnya dalam hati.

" You not shy?" pesan dari Shalu yang menanyakan apa dia tidak malu membuat kening Dinda berkerut. Sambil berpikir dia lalu  menjawab pesan itu dan bertanya, "Why?"

" Your friend just shopkeeper," terang Shalu kembali menegaskan kalau dirinya hanya seorang pramuniaga. Dan kembali datang pesannya yang seperti sebuah keluhan, "l am not rich man!"

  Membaca pesan yang baru saja datang dari Shalu yang mengatakan kalau dirinya bukan orang kaya membuat Dinda paham maksud pertanyaan dari Shalu. "We same," hanya itu balasnya, karena nggak tahu gimana ngomongnya kalau dirinya juga bukan orang yang banyak duit. Bahkan terkadang Dinda tak pegang uang sama sekali, untung semua anaknya udah ngerti jadi mereka nggak minta uang jajan sama sekali.

"Realy! You not shy?" tegas Shalu seakan tak percaya kalau Dinda tak malu berteman dengannya.

" Yes!" jawab Dinda cepat.

" Thank you," kata Shalu berterimakasih membuat Dinda merasa heran lantas cepat bertanya, " Thanks for?"

" Your friendship!" katanya, Dia berterimakasih atas pertemanan dari Dinda, membacanya membuat senyum samar terbit di bibir Dinda.

" You are wellcome," balas Dinda, sambil melihat ke arah jendela nampak kalau gelap sudah pergi. Akhirnya Dia mengirim pesan serta berpamitan pada Shalu, "Sorry!"

" Why?" balas Shalu cepat.

" l am must doing my home work!" ujarnya di sertai rasa sedikit bingung, bener tidak ya susunan kalimatnya.

" Ok!" jawab Shalu.

Tanpa membuang waktu lagi bergegas Dinda bangkit dan merapikan tempat tidur. Mulai pagi ini sengaja Dia tidak memasak, "Biar nanti Amel serta kedua adiknya belajar memasak sayur," ujarnya dalam hati.

Yah pengalamannya kemarin saat virus cikungunya menyerang tubuh Dinda, membuatnya berpikir keras bagaimana caranya agar semua putrinya mau belajar memasak di dapur. Apalagi mengingat mereka sudah tumbuh remaja, sudah waktunya belajar memasak.

Dan entah kenapa tiba-tiba dia berpikir kalau besok Dia akan menyuruh Amel serta adiknya untuk belajar bicara bahasa bule langsung dengan Shalu. "Bagaimana nanti kalau Ayah mereka tahu ya?" pikirnya kembali.

"Ah sudahlah, belum tentu juga mereka mau kan?" lanjut pikirnya sambil menyapu lantai .

Sambil meneruskan semua pekerjaan rumah kembali Dinda mengingat saat pertama kalinya    berbalas pesan dengan Shalu. Begitu dirinya mengkonfirmasi permintaan pertemanannya.

"Hello!" sapa Shalu pertama kali.

"Hi" balasnya agak ragu, jujur di hatinya bingung bagaimana nanti lanjut ngobrolnya.

"How r u," kembali pesan datang dari Shalu. Karena yakin Shalu orang lndia di pikirnya itu bahasa lndia. Jadilah dengan penuh percaya diri membalas dengan kata, "Engglish please!"

"Ok, How are you!" Membaca jawaban pesan yang datang membuat Dinda menepuk keningnya keras dan sedikit mengeluh dalam hati, "Gapteknya aku! Itukan tadi singkatan."

"I am fine, and you?" balasnya setelah sadar kalau itu bukan bahasa lndia.

"Good, l am fine," sahut Shalu.

"You married?" lanjutnya lagi.

"Yes, i have three daughter," jawab Dinda jujur, kalau memang sudah memiliki tiga buah hati. Baginya tak ada masalah jika teman yang baru di kenalnya tahu status yang sebenarnya. Untuk beberapa saat tak ada lagi pesan datang dari Shalu.

Tingg!

Terdengar ada pesan datang saat Dinda baru saja meletakkan gawai di meja. Di bukanya pesan yang baru saja di terimanya, seketika matanya terbuka lebar melihat isi pesan itu. Satu buket besar penuh dengan bunga mawar dan satunya lagi setangkai mawar merah di vas terlihat sangat anggun sekali.

"Hmm apa maksudnya ya?" batinnya berkecamuk rasa heran.

"Take one pict!" Datang lagi pesan dari Shalu menyuruhnya agar memilih satu gambar.

"What means?" tanya Dinda kebingungan apa maksud dari permintaan Shalu.

"Nothing, but please tell me your choice!" pinta Shalu lewat pesannya. Akhirnya Dinda pun menuruti permintaannya, dan  segera menimbang gambar mana yang akan di pilihnya.

"This one," jawab Dinda dengan mengirim gambar mawar merah yang ada dalam vas bunga.

"Ok, you good women," sahut Shalu.

"Thank you," balasnya berterima kasih atas pujian yang di terimanya.

"You are wellcome!" jawab Shalu.

"Bu! Bu! Ambilkan air minum!" Terdengar suara Mas Bayu dari depan rumah memanggilnya agar mengambilkan air minum.

"Ya bentar!" sahut Dinda. Bergegas meletakkan  gawai di atas meja dan segera ke dapur mengambil air minum untuk Bayu suaminya. Segera di sodorkan air minum yang di bawanya pada sang suami yang baru saja selesai mencuci motor di depan rumah.

Saat itu entah kenapa netranya tertuju pada gawai baru suaminya ada sedikit heran dalam hati, sebab tak pernah sekalipun dirinya di telpon atau di kirim pesan dengan gawai baru itu.

"Mas berapa nomornya yang baru?" tanya Dinda memberanikan diri bertanya meski sedikit ada rasa takut di hatinya.

"Emang kenapa?" ketus Bayu membuat Dinda menghela napas yang terasa sedikit sesak.

"Nggak apa-apa," sahutnya pelan karena terselip sedikit kepiluan dalam hatinya. Seakan tanggap dengan suasana hati Dinda suaminya segera menoleh dan sedikit gusar berkata, "Nggak ada apa-apa di sana! Nggak perlu curiga!"

Tak mau memperpanjang masalah, Dinda kembali duduk di kursi ruang tamu dan meraih gawai yang tadi di tinggalkannya di meja. Kembali membuka inbox yang tadi di tinggalkannya begitu saja

Lanjut Membaca

Daftar Isi Seputih Mawar

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel En-PD154
9.0
Kemenangan sepuluh kali berturut-turut di arena justru berujung pengkhianatan dari Roderick. Sang tunangan tega bermesraan dengan cinta pertamanya, bahkan membiarkan wanita itu menghinaku sebagai sosok kasar tak berkelas. Kelembutan Roderick sirna seketika demi menyatakan cinta pada wanita lain di depanku. Kecewa, aku langsung menghubungi ayahku, sang bos mafia besar. Kupastikan pernikahan kami batal karena aku akan mencari pria lain yang jauh lebih layak.
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil anak Jeremy secara sembunyi-sembunyi walau sadar dirinya cuma dimanfaatkan. Demi bisa lepas dari cengkeraman Jeremy yang kejam, ia sengaja memicu kemarahan pria itu. Sayang, pelarian Angela gagal setelah Jeremy melacak keberadaannya. Saat Angela pasrah dan memohon dilepaskan, kehadiran anak mereka justru membalikkan keadaan. Jeremy yang berhati dingin kini malah berbalik ingin mengabdi dan melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel IPARKU, CANDU SUAMIKU
9.8
Nadia Antika rela bersabar atas perlakuan buruk ibu mertuanya demi membina rumah tangga bersama Askara Brahma selama dua tahun. Namun, kehangatan Askara mendadak hilang dan ia berubah menjadi sangat dingin. Perubahan drastis ini memicu kecurigaan Nadia akan adanya rahasia kelam. Akankah ia sanggup menghadapi kenyataan pahit saat mengetahui suaminya berselingkuh dengan adik iparnya sendiri di dalam rumah mereka?
Sampul Novel Istri Pengganti
9.7
Rayhan hancur setelah dikhianati calon istrinya. Demi melampiaskan kekecewaan, ia nekat memaksa Zahra menikahinya. Tentu saja Zahra terkejut dan langsung menolak rencana gila tersebut. Tak menyerah, Rayhan menawarkan sebuah butik sebagai imbalan jika Zahra bersedia menjadi pengantin pengganti. Akankah Zahra menerima kesepakatan itu? Sanggupkah ia menjalani biduk rumah tangga sebagai istri pengganti dari pria sedingin Rayhan?
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
8.0
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kejadian itu membuat nenek Cherish murka hingga muntah darah dan akhirnya meninggal di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Dengan tegas, Cherish mengakhiri hubungan mereka dan pergi. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan rela memberikan segalanya demi Cherish kembali.
Sampul Novel KhaRisma
9.0
Perpisahan yang telah terjadi meninggalkan penyesalan mendalam dan duka yang tak bisa diubah oleh air mata. Kehadiranmu dahulu telah memberi warna, mengajarkan arti kesetiaan serta pengorbanan yang tulus. Meski hubungan ini membawa rasa sakit dan kesedihan, bersamamu pula kebahagiaan sejati berhasil kutemukan. Kini, jika saja waktu dapat berputar kembali, keinginan terbesarku hanyalah mengulang setiap detik berharga yang pernah kita lalui bersama.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan