APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Seni Seviyorum Aisyah

Seni Seviyorum Aisyah

Demi menyusul sang kakak kuliah di Istanbul, Turki, Aisyah berjuang keras belajar sambil terus menghafal Al-Quran. Langkah ini ia ambil demi memenuhi tuntutan orang tuanya yang selalu menuntutnya sesukses sang kakak. Namun, fokusnya terpecah ketika hubungan persahabatan eratnya dengan Raya, Fatimah, dan Hawa mendadak hancur berantakan. Sebuah pengkhianatan tak terduga terjadi di antara mereka, menyisakan misteri besar tentang dalang di balik rusaknya ikatan suci tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 2

"Ayo masuk yang lain sudah ada di dalam," ujar Fatimah saat Aisyah sudah sampai di depan rumah Fatimah.

"Owhh yaudah yuk!"

Aisyah sudah beberapa kali main ke rumah Fatimah tapi tak pernah melihat kedua orang tuanya.

"Fat, rumah lu besar tapi kok gue lihat cuma ada pembantu sama lu doang Bokap sama Nyokap lu mana?" tanya Aisyah pikirannya penuh dengan rasa ingin tahu.

Fatimah diam sebentar tidak langsung menjawab pertanyaan sahabatnya ini.

"Hemm orangtua gue kan kerja di Amerika ada perusahaan mendiang Kakek gue di sana yang diberikan ke Bokap untuk mengurusnya," jelas Fatimah dengan mata yang berlinang.

Aisyah melihat ada luka di hatinya dengan perlahan Aisyah memberikan sentuhan pelan di bahunya untuk memberikan kekuatan dan kesabaran pada sahabatnya ini.

"Sabar ya Fat, kalau lu kesepian lu bisa minta si Jaki buat ke sini aja nemenin lu haha," ejek Aisyah sembari tertawa.

Jaki adalah teman kelasnya yang cupu tapi menyukai Fatimah dia pun kerap kali mengirim surat untuk Fatimah.

Fatimah pun ikut tersenyum mendengar candaan Aisyah.

"Ya kali gue nyuruh dia ke rumah bisa-bisa gue diapain sama dia," gerutu Fatimah sambil bergidik takut.

"Hahahaha." Aisyah terus tertawa membayangkan jika Jaki main ke rumah Fatimah.

"Sudah sudah lu mau minum apa?" tanya Fatimah dengan sisa tawanya.

Aisyah masih tertawa tidak berhenti rasanya dia ingin mengundang Jaki ke rumahnya Fatimah.

"Terserah lu aja deh wkwkw." Aisyah berusaha menahan tawanya dengan telapak tangan sembari sesekali beristigfar karena terlalu banyak tertawa.

"Yaudah gue ambilin minum dulu ya! duduk aja dulu," ujar Fatimah dan berlalu pergi.

Terdengar dering ponsel Fatimah yang mana tertera panggilan dari Reyhan di layar ponsel.

Aisyah ingin mengangkatnya namun ada rasa tidak enak hati dalam dirinya.

"Ada apa ya kok Reyhan nelepon Fatimah?" gumam Aisyah dalam hati.

Reyhan merupakan teman kelas Aisyah dan Fatimah cowok itu terkenal kutu buku di kelas dia sering kali bersaing dengan Raka ketika ujian tiba dia bertubuh tinggi dan selalu berkaca mata karena matanya yang mint.

"Aisyah nanti lu yang jelasin aja ya gue yang baca," tukas Fatimah dengan membawa dua gelas minuman.

Aisyah menoleh mendengar perkataan Fatimah. "Kok gue sih? gak mau ah lu aja."

Fatimah meletakan gelas itu di atas meja dengan setoples makanan ringan untuk menemani mereka mengerjakan tugas.

"Gue yang baca lu yang jelasin ya! lu kan tahu sendiri kalau gue jelasin yang ada nanti mati kutu gue di depan." Fatimah masih merajuk Aisyah sambil memegangi tangannya.

"Okey okey nanti gue yang jelasin asal bantuin cari referensinya ya!" ujar Aisyah.

"Makasih baby."

Fatimah pun memeluk Aisyah sebentar lalu melepaskannya sambil tersenyum senang.

Setiap orang itu pasti mempunyai kekurangan dan kelebihan Fatimah sangat pintar dalam pelajaran dan pengetahuannya lebih luas dibanding Aisyah namun Fatimah mempunyai rasa malu atau kaku dalam memberikan penjelasan di depan teman-temannya yang lain sedangkan Aisyah memang tidak pandai dalam mata pelajaran tapi dia selalu berani jika diminta tampil di depan teman-teman yang lainnya.

"Fat, tadi ponsel lu bunyi sepertinya ada telepon dari seseorang," ungkap Aisyah sambil membuka-buka lembaran buku paketnya.

Fatimah langsung meraih ponselnya dan membukanya yang benar saja Reyhan barusan menelponnya.

Aisyah menoleh menatap Fatimah yang sedang mengetik pesan untuk seseorang yang dia duga Reyhanlah orangnya.

"Yaudah dari mana dulu nih kita rangkumnya?" tanya Fatimah saat telah selesai urusannya.

Aisyah berpikir apa jangan-jangan Fatimah dan Reyhan mempunyai hubungan dekat tanpa anak-anak yang ketahui termasuk dirinya.

Fatimah menepuk bahu Aisyah. "Hey dari mana nih gue nulisnya?"

Lamunan Aisyah pun buyar seketika. "Eh iya udah lu nulisnya dari A aja langsung nanti lu rangkum deh sedangkan gue mau nulis contohnya," jelas Aisyah.

Mendengar perkataan sahabatnya ini Fatimah langsung mengambil posisi untuk mulai menulis.

"Syah, gue nyalahin musik ya biar enak ngerjain tugasnya!" usul Fatimah dengan sumringan.

Aisyah menoleh dan memetikan jarinya, "Nah, ide bagus tuh setel lagunya yang enak ya dan jangan lupa putar lagunya Astro dan Ikon ya."

Dengan senang Fatimah menyalahkan lagu kesukaannya dan musiknya dua boy band yang Aisyah minta.

Senandung lagu pun mulai terdengar di ruangan itu Fatimah menggelengkan kepalanya perlahan-lahan mengikuti irama musiknya bagitu pun Aisyah yang nampak terbawa dengan lirik-lirik lagu tersebut hingga ikut bersenandung.

Beginilah Aisyah dan Fatimah jika sedang mengerjakan tugas kelompok seperti tidak ada rasa malas atau lelah sedikit pun mereka terlihat asik bersenandung sambil menulis dan sesekali mereka berdiri untuk menari bersama.

Hari pun mulai sore Fatimah dan Aisyah telah menyelesaikan tugasnya.

Fatimah mematikan musiknya, "Alhamdulillah selesai juga," ucapnya.

"Alhamdulillah," sahut Aisyah sambil membereskan buku-bukunya.

"Syah, mau makan dulu enggak? apa langsung pulang?"

Aisyah terdiam sebentar, "Kayanya lain kali aja deh Fat orangtua gue udah nanyain aja nih."

"Owhh yaudah deh gak apa-apa."

Aisyah pun menelpon supirnya pribadi rumahnya untuk memberi kabar bahwa dia sudah selesai.

"Fat gue pulang dulu ya!"

Aisyah bangkit dari duduknya dan meraih tasnya.

"Syah Raya sama Feby kok gak ikut belajar bareng? tadi lu ngomong mereka udah nungguin gue di dalam," gerutu Aisyah saat baru menyadari bahwa hanya dirinya dan Fatimah saja yang mengerjakan tugas kelompok.

Fatimah tertawa, "Hahaha maaf Syah gue tadi bercanda kejadian yang sebenarnya Raya mendadak sakit dan Feby kebetulan lagi ada acara keluarga dadakan jadi mereka gak bisa datang sorry ya gue juga lupa kasih tahu."

Aisyah memasang wajah cemberut mendengar penjelasan Fatimah namun dia memang sedari tadi tidak menyadarinya.

Mobil pun sudah datang berhenti tepat di depan Aisyah dan Fatimah.

"Gue pulang dulu ya!" ujar Aisyah sambil melambaikan tangannya.

Fatimah tersenyum, "Hati-hati ya!"

Setelah Aisyah masuk ke dalam mobil, Pak Ujang pun menjalankan mobilnya meninggalkan kediaman Fatimah.

Saat di mobil Aisyah melihat postingan Raka yanh sedang bergaya hal itu sontak membuatnya tersenyum.

"Lo memang ganteng Rak, meski sikap lu begitu gue rasa tidak akan mempengaruhi perasaan gue," gumam Aisyah pelan.

Raka cowok pintar yang mempunyai rambut ikal dan hobby bernyayi dia juga mempunyai wajah yang terbilang tampan di kalangan akhwat.

Tiba-tiba jemari Aisyah menyukai postingan Raka tersebut sambil menslide satu persatu foto Raka.

"Pak, Bunda gak bilang apa-apa kan tentang saya?" tanya Aisyah mengkhawatirkan Bundanya akan marah kepadanya.

"Tadi sih Nyonya sempat nanyain 'kok belum di jemput sudah sore' ya Pak Ujang jawab kalau Non Aisyah akan menghubungi Pak Ujang kalau tugasnya sudah selesai."

Aisyah menganggukan kepalanya mendengar penjelasan dari Pak Ujang.

"Pak Ujang sudah lama kerja sama Ayah?" tanya Aisyah kembali.

"Hemm ... sekitar 15 tahun yang lalu saat Non Aisyah umur 3 tahunan," ujar Pak Ujang sambil terkekeh.

Saat itu juga Pak Ujang bercerita tentang perjalanan Ayahnya Aisyah dalam merintis perusahaan yang kini sudah semakin berkembang.

Aisyah ingin sekali ke Turky karena kakaknya berada di luar Negeri juga namun, kakaknya berada di sana karena dia mempunyai hafalan Al-Quran dan anak yang pintar sehingga mudah baginya bisa pergi ke sana sedangkan dirinya hafalannya masih belepotan dan nilai sekolahnya pun standar yang kadang nurun jika dirinya sampai bolos belajar.

Aisyah menarik napasnya pelan lalu mengembuskannya dengan berat mengingat bahwa dia harus lebih giat lagi dalam belajar dan menghafal.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Amanda Rhea
9.1
Terlempar ke masa lalu, Amanda Rhea kembali dipertemukan dengan Hagana. Takdir unik kemudian menjalin ikatan misterius antara Amanda dan putri dari pria tersebut. Namun, kedamaian mereka terancam ketika iblis mimpi mulai muncul dan mencelakai orang-orang terdekat Amanda. Di tengah teror mencekam yang terus mengintai, mampukah cinta lama antara Amanda dan Hagana tumbuh kembali seiring takdir yang terus mempersatukan mereka?
Sampul Novel Crystal Of Soul : Twins
9.7
Dua saudara kembar terpisah sejak bayi tanpa sebab yang pasti, menjalani takdir berbeda di dunia manusia dan dunia kristal. Walau terhalang dimensi, ikatan batin mereka tetap terhubung erat. Didorong hasrat mengungkap asal-usul diri, keduanya berjuang memecahkan misteri di balik perpisahan mereka. Mampukah kekuatan hubungan batin ini menyatukan mereka kembali sekaligus menyingkap segala rahasia yang selama ini terselimuti?
Sampul Novel Dunia Lain Di Balik Pintu
8.7
Astrid Ratchett, siswi antisosial korban perundungan, sangat menyukai novel fantasi karya Richard Mcgrory. Hidupnya berubah saat ia menemukan pintu misterius di balik lemari yang membawanya ke dunia fiksi tersebut. Di sana, Astrid menjelma menjadi gadis cantik berkedudukan tinggi. Kejutan besar menantinya ketika ia bertemu mendiang sahabatnya yang telah menjadi pangeran. Kini, ia harus melawan ancaman keluarga jahat demi menyelamatkan dunia itu sekaligus menguak rahasia di baliknya.
Sampul Novel Jadi Istri Kedua Sang Ceo
9.4
Kematian tragis Fero demi menyelamatkannya dari kecelakaan membuat Lania Herbert begitu terpukul. Di tengah keputusasaan, ia mencoba bunuh diri dengan menabrakkan diri ke mobil. Bukannya tewas, Lania justru terlempar ke dimensi asing yang mengerikan, tempat monster-monster ganas keluar dari Dungeon dan menghancurkan peradaban modern. Demi bertahan hidup di dunia baru yang kacau ini, ia terpaksa menjalani peran tak terduga sebagai istri kedua dari seorang CEO yang sangat kuat.
Sampul Novel Jodoh Raja Alpha yang Terhapus
9.1
Alpha Bima menyebut cinta kami berkat Dewi Bulan, tapi itu bohong. Dia mengkhianatiku demi perempuan hamil yang kini jadi ratunya. Bahkan, selingkuhannya memakai Kalung Ikatan Suci milikku saat kawanan bersiap menyingkirkanku demi sang pewaris baru. Di hari jadi kami, aku memberi kejutan terakhir berupa surat cerai dan penolakan resmi. Aku memilih pergi dan lenyap selamanya, memutuskan ikatan yang telah dia hancurkan.
Sampul Novel Kembalinya Sang Penguasa
9.0
Insiden ledakan rumah yang menewaskan sepasang suami istri membuat polisi dan militer gempar. Kehilangan putri mereka menjadi pertanda bangkitnya Red Everlasting Dragon, sang penguasa legendaris yang ditakuti dunia. Ia memutuskan turun gunung untuk menuntut balas atas kematian orang tuanya sekaligus menyelamatkan adiknya yang diculik. Dengan kemurkaan yang membara, ia bersumpah melibas semua pelaku dan siap mengguncang tatanan dunia dari timur hingga barat.