APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Senandung Rasa

Senandung Rasa

Ryuka, remaja pemberontak yang gemar fotografi, terpaksa mengikuti les privat demi mendongkrak nilainya atas desakan sang kakak. Faiz, pemuda yatim piatu berumur dua puluh tahun, hadir sebagai tutor pribadinya. Interaksi intens perlahan menumbuhkan rasa cinta di hati Ryuka pada sosok Faiz. Namun, hubungan mereka diuji saat Faiz mengungkap rahasia pilu tentang kondisi fisik Ryuka. Akankah asmara mereka bertahan melewati rintangan menyakitkan ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Denting suara sendok dan garpu beradu di atas piring. Makan malam terasa berbeda bagi Ryuka. Gadis itu menatap satu persatu anggota keluarga yang berada di satu meja dengannya. Semua berkumpul, walau tanpa kedua orang tuanya.

"Bang, Mama sama Papa kapan pulang?" Ryuka memberanikan diri bertanya. Jevan meneguk air sejenak, lalu menatap Ryuka lekat.

"Kenapa? Mau cari pembelaan? Nggak mempan," ucap Jevan sambil kembali menikmati makan malamnya. Nasya dan Akira juga mulai menanyakan kedua orang tuanya itu. Jevan akhirnya memberi tahu jika Papa dan Mama akan ke Swiss. Menemui daddy Pras dan mommy Laurent di sana. Ada urusan bisnis yang harus mereka awasi. Pras dan Laurent suami istri, Pras kakak angkat dari kedua orang tua Jevan dan adik-adiknya.

"Bang," Ryuka kembali bersuara. Jevan hanya melirik.

"Kamera, Ryuka, kapan di balikin? Kalau tunggu sampai ujian harian, lama Bang," Ryuka merajuk juga memohon. Jevan tak peduli, ia tak mau menggubris ucapan adiknya itu. Ryuka mulai kesal. Dengan kasar ia beranjak dan sedikit membanting sendok ke piring. Menimbulkan bunyi yang mengejutkan semuanya. Tanpa bicara, Ryuka meninggalkan ruang makan dan menuju ke kamarnya.

Reyo beranjak. "Reyo susul ya," ujar kembaran Ryuka itu. Jevan mengangguk. Lalu Reyo berlari menaiki tangga ke lantai dua, menuju ke kamar Ryuka.

"Kamu terlalu keras ke Ryuka, Jevan, jangan begini," ucap Lara dengan nada begitu lembut. Jevan hanya mengusap kasar wajahnya. Ia melihat ke Nasya dan Akira, dua adik kecilnya itu menatap Jevan sendu. Sejak di marahi Jevan, Ryuka jadi pendiam, padahal biasanya, Ryuka ceria dan begitu meladeni Nasya dan Akira. Kali ini, Ryuka hanya diam.

Di kamar Ryuka.

Kamar dengan nuansa monokrom itu, penuh dengan hasil foto yang dibidik Ryuka dengan kameranya. Objek memang lebih banyak wajah anggota keluarganya, tapi tak membuat monoton. Berbagai ekspresi ditangkap baik oleh Ryuka.

"Geser." Reyo mendorong tubuh Ryuka yang sedang membaca komik di atas ranjangnya dengan posisi tiduran. Ryuka menggeser tubuhnya. Reyo tiduran di sebelah kembarannya itu.

"Lo kenapa si, susah banget nurut sama Bang Jevan?" Reyo menoleh, menatap kembarannya, Ryuka bergeming. Ia masih terus membaca komik yang ia pegang.

"Ryu, lo kalau emang nggak suka sekolah, bilang baik-baik, lo bisa home schooling, jangan bolos." Tukas Reyo lagi, ia kini melirik ke kembarannya.

Ryuka menoleh saat Reyo mengucapkan hal itu. "Gue udah bilang Kak Lara, tapi katanya, Bang Jevan, bahkan Papa sama Mama tetep mau gue sekolah formal, ijazahnya penting." Ryuka beranjak dan terduduk. Ia menatap lekat Reyo. "Gue bodoh, lo pinter, apa jangan-jangan kita bukan kembar, Rey, ketuker pas di rumah sakit?"

Reyo terkekeh lalu beranjak, duduk sejajar dengan kembarannya itu. "Kita kembar Ryuka, cuma, waktu pembagian sel otak, gue ambil punya lo sedikit, jadi ya, gue yang pinter. Apes kan lo jadi kembaran gue." Reyo beranjak dan berlari cepat keluar kamar sebelum Ryuka melemparnya dengan bantal.

Tampak Nasya berdiri di depan pintu kamar, remaja SMP kelas 1 itu menatap Ryuka heran. "Kak, Nasya mau tidur, di sini, boleh?" Ryuka tersenyum dan mengangguk. Memanggil adiknya dengan uluran tangan.

"Akira tidur sama siapa? Bang Reyo?" Ryuka menggeser bantalnya, lalu Nasya naik ke atas ranjang.

"Iya. Perut Nasya sakit Ka, perasaan tadi nggak makan pedes," ujar Nasya mengeluh. Ryuka terhenyak. Ia menatap Nasya lekat.

"Mana yang sakit?" tanyanya sambil membuka baju tidur bagian atas Nasya. Adiknya itu menunjuk ke perut bagian bawah.

"Selain sakit, apa lagi?" tanya Ryuka sambil memperhatikan raut wajah adiknya.

"Ini ku sakit, Kak? Nyeri," tunjuk Nasya ke kedua payudaranya. Ryuka mengerti.

"Nggak apa-apa, itu normal, ini kemungkinan, kamu mau datang bulan, kita perempuan, normal kok. Yaudah, sekarang di bawa tidur, peluk gulingnya." Titah Ryuka, Nasya mengangguk. Ia memiringkan tubuhnya dan memeluk guling. Tangan Ryuka mengusap punggung hingga pinggang adiknya itu, saat perempuan hendak datang bulan untuk pertama kalinya, pasti tubuhnya akan merasakan kurang nyaman, atau lebih sering, pinggang terasa pegal. Ryuka yang paham, langsung melakukan hal tersebut, perhatiannya kepada keluarga memang patut diacungi jempol.

Ryuka mengambil ponsel, mengirim pesan singkat ke mamanya, sekedar memberi tahu keadaan Nasya. Ia kembali meletakkan ponsel di atas nakas. Lalu mematikan lampu, dan memilih ikut tidur juga. Tak ada hal lain yang bisa ia kerjakan lagi. Belajar, ia tak paham.

Ternyata, Ryuka masih membuka matanya, walau suasana kamar sudah gelap, ia tak bisa terlelap. Akhinya ia berdialog dengan dirinya dan sang pencipta. Bertanya kenapa ia begitu bodoh, tak ada semangat belajar. Sekeras apa pun ia mencoba, tetap tidak bisa.

***

Ke esokan hari. Jam pergantian guru.

"Seenggaknya, ada beberapa mata pelajaran yang lo suka, Ryuka," ucap Vika. Teman sebangkunya. "Gue perhatiin, lo bisa kerjain sosioligi, geografi, sejarah, bahasa inggris, bahasa indonesia, apaan yang lo nggak bisa. "

"Lo ngeledek gue? Itu semua gue nyontek. Berapa kali gue di hukum karena ketahuan." Ryuka mendengkus sebal.

"Terus gimana. Lo bisa nggak naik kelas nanti, lo males sih, kalau di suruh belajar."

"Tau ah, gue pusing. Mana gue nanti sore ada les privat di rumah. Tega banget Abang gue, ya ampun!" Ryuka kesal sendiri. Ia mengusap wajahnya kasar. Seorang guru masuk, kali ini pelajaran geografi. Wajah guru itu sumringah, ia duduk dan mulai menyapa sekaligus absen kelas. Tapi bukan itu yang menjadi sorot perhatian Ryuka.

Kertas ujian mingguan, sambil memanggil nama murid, guru itu juga membagian kertas hasil ujian minggu lalu. Ryuka harus menyiapkan mental lagi. Jika tebakannya benar, ia harus kembali memasang wajah tersenyum.

Tiba namanya si panggil. Ia beranjak dan berjalan menghampiri guru itu. Netranya bertemu dengan milik guru itu.

"Kamu mau sampai kapan jadi Nobita? Bangga nilainya ini terus?" Tatapan sinis itu begitu menohok bagi Ryuka. Tapi mau apa lagi, begitu terbatas kapasitas otaknya untuk menyerap pelajaran. Ia hanya tersenyum. Saat berbalik badan hendak berjalan kembali ke mejanya. Tak sedikit teman sekelasnya terkekeh geli. Ryuka hanya membalasa dengan senyuman dan kekehan. Seolah memberi kesan ia tak apa-apa. Padahal, di dalam hatinya, ia begitu malu dan sedih. Namun, Ryuka selalu menutupinya dengan senyuman tadi, ia kembali duduk ditempatnya, menatap nilai dengan lingkaran bulat sempurna itu dengan kekosongan, ia bingung, kenapa ia semakin ke sini semakin bodoh, tak paham dengan soal yang ditanyakan. Kedua matanya melirik Vika yang mendapat nilai delapan puluh lima, angka itu seperti menjadi jackpotnya jika berhasil mendapatnya, selamatan semalam suntuk jika diperlukan, tetapi, semua mustahil bagi Ryuka.

Bersambung,

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bertemu Kamu Saat Sudah Terikat
9.3
Pernikahan Rania dengan Yoga berada di ambang kehancuran. Di tengah perjuangan keras menyelamatkan rumah tangga bersama sang suami yang tidak pernah tulus mencintainya, sosok dari masa lalu kembali hadir. Rendy, pria penyayang itu, membawa kenyamanan baru bagi hati Rania yang terluka. Kini, konflik batin melanda dirinya. Rania terjebak dilema besar: bertahan dalam pernikahan dinginnya atau membuka lembaran baru bersama Rendy di saat ia telah terikat.
Sampul Novel Cinta 10 Tahun, Dibalas Dusta
8.6
Dalam novel modern Cinta 10 Tahun, Dibalas Dusta, sebuah gladi resik pernikahan mewah berubah menjadi kekacauan total saat Quincy, rekan kerja tunangan sang protagonis, datang merusak dekorasi dan mengklaim Jared sebagai miliknya. Dengan penuh percaya diri, wanita itu bahkan merobek gaun pengantin bernilai puluhan miliar karena memaksakan tubuhnya yang tidak muat. Quincy merasa di atas angin, yakin bahwa Jared sangat mencintainya dan akan mengganti gaun tersebut. Namun, saat hari pernikahan tiba, kebenaran mengejutkan terungkap. Pengantin pria yang datang bukanlah Jared, melainkan bos besar mereka. Sejak awal, pernikahan ini ternyata bukanlah milik orang yang Quincy duga.
Sampul Novel GEJOLAK GAIRAH DILAN
9.1
Hanya dalam tiga kali berjumpa, Dilan dan Nessa langsung saling terpikat. Sayangnya, pertemuan ketiga justru menyisakan kepedihan mendalam bagi Dilan. Di bawah pengaruh obat perangsang, Nessa mengalami insiden tak terduga yang memaksa Dilan melanggar janjinya untuk melindungi kehormatan wanita idamannya tersebut. Kini, nasib hubungan mereka berada di ujung tanduk. Sanggupkah Nessa mengampuni tindakan Dilan, dan dapatkah benang kusut kesalahpahaman di antara mereka terurai?
Sampul Novel Hadiah Menginjak Usia Dewasa
9.4
Dalam novel romantis modern remaja berjudul Hadiah Menginjak Usia Dewasa, kehidupan Chika yang baru menginjak usia sembilan belas tahun berubah drastis saat merayakan hari kedewasaannya. Alih-alih perayaan biasa, sang ayah tiri justru memberikan sebuah kejutan yang sangat mengejutkan dan intim. Dengan tindakan agresif, ia merobek gaun Chika secara kasar sambil mengklaim bahwa tindakan tersebut hanyalah sebuah hadiah kejutan ulang tahun yang telah dipersiapkan khusus untuk putri tirinya.
Sampul Novel Suami Dan Mertua Tak Tahu Aku Banyak Uang
9.2
Amira selalu diremehkan sang mertua yang terus membandingkannya dengan Rista. Tanpa ada yang tahu, ia sebenarnya wanita mandiri yang tengah merintis kesuksesan finansial. Sementara itu, Heri yang bosan hidup susah memilih berselingkuh dengan Tania, mantan pacarnya. Pengkhianatan ini menghancurkan hati Amira yang selama ini berjuang berdagang demi menghidupi keluarga. Saat berniat melayangkan gugatan cerai, ia justru mendapati dirinya hamil. Haruskah Amira bertahan atau pergi?
Sampul Novel Tanpa Penyesalan di Musim Cinta yang Gugur
8.7
Enam tahun membina rumah tangga, pernikahan dengan Fabian ternyata diwarnai kehadiran wanita simpanan yang cantik dan tampak rapuh. Meski Fabian selalu sabar menghadapi sikap kekasih gelapnya yang penakut itu, situasi memanas ketika wanita tersebut berani mengusik sang istri sah. Kemarahan Fabian meledak hingga ia memberi hukuman berat. Namun, keesokan harinya, sebuah pesan provokatif berisi foto tanda merah di leher dikirimkan kepada sang istri, menunjukkan sisi gelap hubungan mereka.