APKDock Logo
Sampul Novel Senandung Rasa

Senandung Rasa

9.7 / 10.0
Ryuka, remaja pemberontak yang gemar fotografi, terpaksa mengikuti les privat demi mendongkrak nilainya atas desakan sang kakak. Faiz, pemuda yatim piatu berumur dua puluh tahun, hadir sebagai tutor pribadinya. Interaksi intens perlahan menumbuhkan rasa cinta di hati Ryuka pada sosok Faiz. Namun, hubungan mereka diuji saat Faiz mengungkap rahasia pilu tentang kondisi fisik Ryuka. Akankah asmara mereka bertahan melewati rintangan menyakitkan ini?

Senandung Rasa Bab 1

"Mana itu anak!" omelan Jevan begitu kencang saat ia baru saja tiba di rumah, sontak membuat istrinya yang sedang hamil tujuh bulan dan penghuni lainnya terkejut. 

"Mana kembaran kamu Reyo!" Jevan menatap Reyo yang hanya mengangkat kedua bahunya tanpa menjawab lagi, ia asik memakan buah apel sambil mengerjakan tugas sekolah. 

"Aduh Jevan, kamu tenang dulu kek, pulang ke rumah marah-marah, kenapa cari Ryu?" tegur Lara, istri Jevan yang selalu menjadi air disaat suaminya penuh kobaran api hanya karena satu nama, Ryuka, adik kembarnya yang begitu susah diatur dan seenaknya sendiri. Ryuka kembar dengan Reyo, keduanya berusia enam belas tahun, sedangkan Jevan, kakak tertua mereka, berumur dua puluh satu, Jevan menikah muda dengan Lara. 

"Udah lah, Bang, nanti Ryu juga pulang, kayak nggak tau dia aja," celetuk Reyo. Ia tetap menatap ke buku pelajaran dan begitu serius dengan tugasnya. 

Jevan berjalan menghampiri, meletakkan amplop putih di hadapan Reyo. "Kamu tau, kembaran kamu itu bolos tiga hari berturut-turut!" sambil berkacak pinggang, Jevan masih begitu emosi jika mengingat ada yang mengantarkan surat dari sekolah Ryukake kantornya. Surat panggilan wali murid karena perilaku tidak disiplin. Reyo menggelengkan kepala, ia membuka amplop dan membaca isi surat tersebut. Kedua matanya terbelalak. Ia menatap takut-takut ke Jevan yang masih berdiri dengan posisi yang sama. 

"Kamu nggak bisa ngawasin kembaran kamu, Hah! Reyo, tugas kamu juga jagain Ryuka. Itu anak perlu diapain, sih, biar kapok ..., Abang udah pusing!" omelnya.  Usapan lembut di lengan Jevan membuat perlahan emosinya mereda, ia menoleh ke istrinya yang tersenyum. "Sabar, Jevan," Lara memberikan segelas air putih ke suaminya yang kandas diminum. 

Brak!

Dengan kasar Jevan meletakkan gelas, kemudian terdengar suara motor masuk ke garasi rumah, semua mata saling berpandangan. Alarm tanda bahaya segera berbunyi di kepala masing-masing. Reyo beranjak cepat dan berlari ke arah garasi, Lara menahan Jevan yang siap berjalan menghampiri Ryuka yang baru saja pulang entah dari mana. 

"Nggak gini, Jevan, dibahas sambil duduk ya." Lara berusaha menenangkan suaminya. Jevan menatap sendu. Ia menunduk, "Aku capek dan bingung urus Ryuka, Ra, kamu paham 'kan? Tanggung jawab aku urus ke empat adik-adik aku itu berat, Mama sama Papa masih di luar kota jenguk Om dan Tante yang sakit. Ryuka kenapa susah banget dikasih taunya sih!" Jevan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Lara terkekeh, ia merangkul lengan suaminya dan mengajaknya duduk. 

"Itulah kerjaan kita Jevan, sebagai Kakak tertua yang harus mengayomi adik-adik, Kamu juga dipercaya Papa urus kerjaan Papa 'kan, nggak gampang emang, kita masih umur dua satu tapi berat tanggung jawabnya. Pelan-pelan pasti biasa kok," Lara perempuan luar biasa bagi Jevan, gadis yatim piatu yang menarik hati Jevan begitu luar biasa. Menjadi seorang motivator karena pengalaman perundungan saat SMA yang ia terima, Jevan begitu mencintai Lara yang begitu pemaaf dan menerima ujian hidupnya diusia remaja. 

"Bang, Ryuka pul—" nyali Ryuka ciut saat Jevan beranjak dan langsung menghampiri adiknya itu. Ia menatap tajam seolah ingin memakan hidup-hidup Ryuka. 

"Dari mana!" tanya Jevan emosi. Ryuka menatap Jevan perlahan, lalu kembali tertunduk. Ia tak menjawab. "Mana sini, Abang sita semua peralatan fotografi kamu, kamera, dan teman-temannya. Siniin, buruan!" ketus Jevan. Ryuka sontak menggelengkan kepala dengan cepat. 

"Nggak Bang, nggak mau, apaan sih, Bang," Ryuka berjalan masuk. Namun tangannya ditarik Jevan, membuat Ryuka mundur dan berhadapan lagi dengan kakaknya. 

"Siniin, Abang bila siniin, Ryu-ka…!" nada bicara Jevan sudah penuh penekanan. Tandanya api naga siap keluar dari mulut Jevan jika tak dituruti. Sambil berdecak sebal, Ryuka memberikan tas ransel warna hitam ke Jevan. Ia menatap Lara yang hanya bisa mengangguk ke arahnya. 

"Sekarang, duduk!" pinta Jevan lagi. Ryuka duduk, masih dengan kebingungan. Reyo berdiri di dekat pintu, bersedekap menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya. Jevan kembali ke ruang keluarga setelah meletakkan tas kamera dan mengambil amlop putih dari sekolah di atas meja makan. 

"Ini apa? Kenapa bisa tiga hari berturut-turut bolos sekolah? Kamu kemana! Ryuka!" omelan dimulai. Reyo menatap serius ke kembarannya itu. Lara menatap suaminya yang menahan kesal. Ryuka membaca isi surat, kedua matanya terbelalak, ia menatap Jevan takut. "Ini ... Ryu nggak ke— mana-mana kok, Bang, sumpah," Ryuka menjawab pelan dan terbata. Jevan mengusap wajahnya kasar, ia beranjak dan menghampiri Ryuka, menjewer kuping adiknya itu yang sontak membuat heboh seisi rumah.

"Aduh ... duh ... duh ... Abang! Sakit …" keluh Ryuka, biar pun adiknya itu merengek, Jevan tak peduli. Sambil menjewer, ia juga mengomel.

"Mau sampai kapan kamu begini, Ryu! Sebentar lagi kelas tiga, kamu mau nggak naik kelas! Abang malu Ryuuu ...." keluh Jevan. Lalu melepaskan jewerannya. Lara menghampiri Ryuka dan mengusap telinga yang merah. Reyo menenangkan Jevan dengan membantu kakaknya kembali duduk. 

"Kamu tau 'kan, Abang diminta Papa sama Mama jaga kalian selama orang tua kita masih di luar kota? Tolong jangan seenaknya sendiri Ryu!" Jevan sudah tak tau lagi harus memarahi Ryuka seperti apa. 

"Kamu kemana bolos tiga hari? Dari rumah berangkat sekolah, bolosnya gimana? Kamu berangkat bareng Reyo juga, 'kan?" Jevan terus mencecar Ryuka hingga jujur menjawab. Tapi adiknya terus diam dan menunduk. 

"Lo kemana sih? Gue kena sasaran omelan Bang Jevan juga jadinya," Reyo kali ini bersuara. Ryuka malah komat kamit tak jelas sambil menatap Reyo. Kembarannya itu tak ambil pusing, ia berjalan ke arah meja makan dan mengambil buku-bukunya, meninggalkan suasana tak kondusif bagi otaknya yang harus melanjutkan mengerjakan tugas sekolah.  Ryuka menganga, tak habis pikir dengan sikap kembarannya yang cuek tak berada di sampingnya. 

"Besok Abang nggak bisa ke sekolah kamu, ada kerjaan pagi-pagi. Kamu harus berubah Ryuka, jangan seenaknya gini," Jevan menyandarkan tubuhnya di sofa, tenaganya seakan terkuras karena terus mengomeli Ryuka. 

"Aku aja yang ke sekolah Ryuka," Lara bersuara, Jevan tampak terkejut. Ryuka mengangguk, iya lebih senang jika Lara yang ke sekolah, karena akan bersikap tenang dan damai. Tidak seperti Jevan yang akan bawel mengomeli Ryuka karena, ini sudah panggilan ke tiga selama enam bulan. 

"Kak Lara aja, udah paling bener, Abang kerja aja ya, Bang," Gadis berambut lurus sebahu itu mulai menunjukan senyumannya. Jevan melirik sinis, ia beranjak. 

"Terserah kamu lah, Ra, aku mau mandi, terus jemput Nasya sama Akira di rumah Tante Diska, urus deh, tuh Ryuka." Jevan menjadi bersikap dingin dan cuek. Ia melangkahkan kaki menuju ke kamarnya, lalu berhenti mendadak dan menoleh ke arah Ryuka dan Lara. 

"Kalau kamu masih susah dikasih tau, siap-siap Abang nikahin kamu. Nggak usah sekolah!" ketus Jevan. 

"Nggak! Apaan sih, Bang!" Ryuka marah. Jevan masa bodoh. Ia menutup pintu kamar sedikit membanting sehingga menimbulkan suara dentuman keras. Ryuka begitu kesal, ia menatap Lara yang tak bisa menjawab apa pun. Sebenarnya ia paham maksud suaminya, pasti ada rencana lain yang sedang ia pikirkan untuk Ryuka. 

***

Ryuka duduk di depan meja belajarnya, mencoba mengerjakan tugas sekolah yang membuat otaknya buntu.  Ia bahkan menjambak kepalanya, "Kenapa gue kok bego banget sih, nggak secerdas Reyo, Ma…, Pa, Ryu kok bego." Ryuka kesal sendiri. Ia menghentak-hentakkan kaki Begitu merasa kesal dengan diri sendiri. 

Ia sadar, fotografi membuatnya merasa hidup dan ada hal yang ia sukai untuk dijalankan, tapi hal itu justru membuatnya merasa bodoh dipelajaran. Ia tinggalkan pelajaran sekolah yang membuatnya tak bebas. Padahal, itu kewajiban utamanya. Ia mendengkus, kameranya disita Jevan entah sampai kapan, ia ragu jika ia bisa menjalankan hari-harinya belajar di sekolah layaknya murid normal lainnya. Membayangkan hal itu saja sudah membuatnya lemah, ia begitu stres dengan belajar dan sekolah. 

Bersambung,

Lanjut Membaca

Daftar Isi Senandung Rasa

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Cinta & Pengorbanan Alya
8.5
Demi menyelamatkan nyawa Kartika, ibunya yang butuh biaya medis besar dan donor organ langka, Alya terpaksa mengambil keputusan nekat. Ia menerima tawaran Niko, seorang miliarder yang sangat mendambakan anak, untuk menjadi ibu pengganti. Meski awalnya didasari keputusasaan, kedekatan mereka justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga. Hubungan ini pun diuji saat sebuah rahasia besar terkuak, memaksa keduanya memaknai ulang arti cinta serta keluarga.
Sampul Novel En-PD158
8.7
Demi menyembuhkan putra kandungnya dengan Lin Yanran yang terkena leukemia, Zhou Yu'an mendadak meminta cerai setelah tiga tahun menikah. Ia memohon kepada istrinya agar diizinkan memiliki anak lagi dengan sang mantan pacar demi mendapatkan sel pengobatan, berjanji akan kembali setelah semuanya usai. Namun, di balik tangis pilu suaminya, sang istri justru menemukan pesan provokatif dari Yanran yang menuntut Yu'an untuk menghamilinya malam itu juga.
Sampul Novel Gairah Liar Uncle Sam
9.6
Dalam keheningan malam yang menegangkan, Shila harus menahan rasa sakit dan gejolak gairah saat Sam menyentuhnya. Di tengah situasi berisiko tinggi ini, Sam memperingatkan Shila dengan bisikan lirih agar tetap diam. Mereka harus menyembunyikan hubungan terlarang ini dengan sangat hati-hati, sebab orang tua Shila berada sangat dekat dan bisa mendengar setiap suara di dalam rumah. Ketakutan akan ketahuan membuat hubungan rahasia mereka terasa kian mencekam.
Sampul Novel Jadi Wanita
9.1
Sota, pemuda malas berusia dua puluh tahun, lebih memilih menganggur dan sibuk dengan gawainya meski ia sangat cerdas dan licik. Kebiasaan buruk ini membuat ibunya, Artisa, merasa sangat khawatir. Sebagai pekerja keras yang juga punya sisi licik, Artisa bertekad mengubah tabiat putranya secara total. Ia pun mengambil langkah ekstrem dengan mengubah fisik Sota. Akankah rencana drastis Artisa berhasil mengubah jati diri sang anak melalui transformasi tubuh ini?
Sampul Novel Janda Bertemu Dengan Duda
8.1
Demi menghapus duka setelah kepergian Rizal, Sonia memboyong Alif dan Hana ke sebuah apartemen sederhana. Di hunian baru itu, takdir mempertemukannya dengan Yudha, duda menawan yang juga berjuang mengasuh putrinya, Mira, pasca-tragedi memilukan. Pertemuan tak sengaja di lorong apartemen perlahan memantik getaran rasa di hati mereka yang sama-sama terluka. Kini, keduanya dihadapkan pada pilihan sulit: terus meratapi masa lalu atau berani membuka hati bagi cinta yang baru.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh kemandirian Andini Wijaya, seorang pemilik sekolah. Namun, hubungan mereka menghadapi ujian berat saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba muncul kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi membuktikan diri kepada ayah mereka, Sigit Wijaya. Akankah cinta Randika dan Andini bertahan di tengah bayang masa lalu dan ambisi keluarga?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan