
Semua Orang Bisa Mendengar Gosip di Pikiranku
Bab 3
Tangan Kak Levi tiba-tiba gemetar dan sendok yang dipegangnya jatuh ke lantai.
Aku diam-diam melirik Kak Levi yang berjongkok untuk memungut sendoknya itu dan bergumam dalam hati, ‘Kok semuanya aneh banget? Selain IQ yang rendah, sepertinya tubuh mereka juga kurang sehat. Aku memang harus cepat kabur. Aku nggak pengen mati bareng mereka, apalagi mereka juga nggak baik sama aku.’
‘Umm ... Ayah dan Ibu sepertinya lumayan baik.’ Aku melirik Ayah dan Ibu yang sedang memandangku dengan penuh perhatian dan lanjut bergumam, ‘Nggak yakin juga. Diamati lagi dulu deh.’
Ibu menatapku dengan penuh kasih sayang dan kelembutan, lalu bertanya, “Apa Lara pernah ketemu sama Yossie?”
“Nggak pernah ketemu, tapi pernah dengar.”
‘Aku nggak pernah ketemu Yossie, tapi pernah dengar tentang dramanya! Wanita itu sahabat terbaik Cheryl, makanya orang di rumah ini baru pertimbangkan dia sebagai kandidat menantu yang pertama. Dia itu sama licik dan kejam dengan Cheryl. Dia bahkan lagi hamil. Begitu nikah nanti, Kak Levi akan langsung jadi ayah. Hehehe ....’
Kak Levi menggenggam erat sendok yang baru dipungutnya tadi.
“Levi dan Yossie belum kenal lama. Menurutku, sebaiknya kita pertimbangkan lagi saja dulu,” ucap Ayah dengan tiba-tiba.
Kak Levi buru-buru mengangguk, sedangkan Ibu juga menyetujui pendapat Ayah.
Aku menatap mereka dengan bingung. Bukankah tadi mereka baru saja mengatakan mau diskusikan soal pernikahan? Kenapa tiba-tiba berubah?
‘Tapi, meski begitu, pernikahan ini pasti tetap berlangsung. Siapa suruh Cheryl punya hubungan baik sama dia. Sebenarnya, kedua orang itu bisa bersahabat baik karena Yossie itu biseksual! Wanita yang paling dicintainya itu sebenarnya Cheryl!’
Kak Levi tiba-tiba tersedak air soda yang sedang diminumnya.
‘Tapi, Yossie sebenarnya lumayan menjaga diri. Dia bisa hamil murni karena kecelakaan. Lagian, dia lebih suka sama perempuan. Apa! Wanita itu juga mau menodaiku!”
“Apa!” Ayah tiba-tiba berseru terkejut, lalu menggebrak meja dengan kuat.
Aku pun mendongak dengan bingung.
Ayah tersenyum canggung dan berkata, “Ayah tiba-tiba teringat sebuah hal menyebalkan di perusahaan. Maaf, Ayah mengejutkanmu. Nggak apa-apa kok. Nggak apa-apa.”
Melihat ekspresi orang lainnya yang normal, aku pun memalingkan wajah dan lanjut membaca informasi dari benakku.
‘Oh, ternyata itu karena Cheryl mengeluh padanya aku sudah mau kembali, juga kasih lihat fotoku ke Yossie supaya dia bisa menindasku. Tapi, Yossie malah jatuh cinta pada penampilanku dan mau aku menemaninya bermain.’
‘Cih! Jangan mimpi dia! Kalaupun aku jadi lesbi, aku juga mau cari kakak yang cantik dan lembut. Siapa yang mau sama wanita licik berhati busuk!’
Ibu tiba-tiba mengangguk. Aku pun menoleh ke arahnya dengan bingung. Dia tiba-tiba memijat lehernya dan mengeluh salah tidur semalam.
Aku mengalihkan pandanganku dan lanjut membaca.
‘Apa? Apa! Dia juga kurung seorang mahasiswi di vilanya? Sudah hamil masih begitu nafsuan? Tindakan wanita jalang ini jelas melanggar hukum! Sial! Dia harus dijebloskan ke penjara! Gimana ini? Yossie sudah dalam perjalanan pulang ke vila. Aku harus gimana baru bisa tinggalkan meja ini, lalu diam-diam pergi lapor polisi?’
Aku tiba-tiba berdiri dan berseru, “Aku mau ke toilet!”
Seusai berbicara, aku langsung berlari keluar.
Kak Leon kebetulan lagi menuruni tangga. Mendengar aku yang berseru begitu di meja makan, dia pun mengejekku, “Dasar nggak berpendidikan!”
‘Untung aku lagi nggak sempat perhitungan denganmu!’ umpatku dalam hati sambil memelototinya. Kemudian, aku lanjut berlari keluar.
Sementara itu, Kak Levi tiba-tiba menepuk kepala Kak Leon dan mengumpat, “Diam!”
Seusai menelepon dan memastikan polisi akan tiba ke vila Yossie tepat waktu, aku baru kembali ke ruang makan. Kebetulan, aku melihat mereka sekeluarga sedang berbisik. Aku juga mendengar Kak Leon berkata, “Tapi, Cheryl bilang dia mau tinggalkan keluarga kita. Dia nggak mau jadi putri keluarga ini lagi.”
Aku menatap dia yang jelas-jelas sangat bodoh dengan penuh kasihan. ‘Dasar bego! Itu karena dia mau jadi kakak iparmu!’
Anda Mungkin Juga Suka





