
Semua Orang Bisa Mendengar Gosip di Pikiranku
Bab 4
Semua orang tiba-tiba menoleh dan menatapku lekat-lekat. Aku yang tiba-tiba ditatap oleh 5 pasang mata pun terkejut, lalu kembali ke tempat dudukku seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
“Sayang, apa semuanya sudah selesai ditangani?” tanya Ayah padaku.
Eh? Kenapa Ayah tiba-tiba tanya begitu, padahal aku cuma ke toilet?
‘Tapi, buktinya sudah lengkap. Yossie pasti akan dihukum dengan berat. Waktu diselamatkan, tubuh gadis itu dipenuhi luka. Kasihan banget dia.’
‘Sebenarnya, gadis itu juniornya Cheryl. Dia jelas tahu kebiasaan buruk Yossie, tapi malah kirim juniornya yang mau cari kerjaan sampingan sebagai guru privat ke sisi Yossie. Apa bedanya itu dengan kirim mangsa ke mulut predator? Cheryl benar-benar jahat!’
“Nggak mungkin!” seru Kak Leon sambil memelototiku.
“Apanya?” tanyaku sambil menatapnya dengan bingung.
‘Apa si pelawak ini menggila lagi? Aku mau tahu waktu kamu dilecehkan nanti, kamu masih bisa berkata seperti ini atau nggak!’
Kak Leon benar-benar murka, tetapi Kak Levi malah memukulnya lagi.
Aku menunduk dengan tampang sok sedih, lalu lanjut membaca cerita mengenai mereka.
‘Kayaknya cerita Kak Levi tadi belum selesai kubaca deh. Oh, ternyata Cheryl sudah tahu dari awal kalau Yossie menyukainya? Tapi yang disukainya itu Kak Levi, makanya dia mau sahabatnya itu berada di sisi Kak Levi supaya mereka bertiga bisa pertahankan hubungan yang harmonis.’
‘Menurut cerita asli novel ini, Cheryl juga akan ungkapkan perasaannya pada Kak Levi, tapi Kak Levi menolaknya karena menganggapnya sebagai adik. Cinta Cheryl pun berubah jadi benci. Pada akhirnya, dia sekongkol sama Julian Yunus, tokoh utama pria novel ini untuk celakai Keluarga Setiawan. Yossie juga berjasa besar dalam hal ini.’
‘Tapi sekarang, Cheryl sepertinya sudah berubah pikiran. Berhubung orang rumah ini nggak begitu benci sama aku, dia nggak mau ambil risiko untuk usir aku. Dia mau dapatkan Kak Levi dan jadi istri dari kepala keluarga selanjutnya. Pada saat itu, bukannya Keluarga Setiawan akan jadi miliknya?’
‘Haih, kenapa nggak ada satu pun jodoh Kak Levi yang bagus? Gimanapun, dia itu kakak kandungku. Apa aku perlu peringati dia?’ Aku diam-diam melirik Kak Levi. Tak disangka, dia sedang menatapku dengan penuh harap.
Aku pun menunduk kembali, lalu berpikir dalam hati, ‘Nggak usah deh. Menurut cerita asli novel ini, aku juga pernah peringati dia. Tapi, dia tetap dengar hasutan Cheryl. Dia merasa aku nggak suka sama Cheryl, makanya mau lampiaskan amarahku pada Yossie karena dia itu sahabat Cheryl.’
‘Demi menghukumku karena sudah fitnah adik dan istrinya, dia juga rebut beberapa sumber dayaku dan memberikannya ke Cheryl. Setelahnya, dia juga nyaris bantu Cheryl menipuku ke ranjang seorang sutradara mesum. Meski dia nggak sengaja, aku hampir kejebak kalau bukan karena aku cerdas.’
‘Selain itu, setelah dia tahu anak Yossie itu jelas-jelas bukan anaknya, dia tetap kemakan omongan Cheryl, lalu biarkan ibu dan anak itu tinggal di sisinya. Waktu Yossie sudah bantu Cheryl dapatkan Keluarga Setiawan, Kak Levi pun bangkrut dan harus tanggung jawab atas nyawa belasan orang yang melayang di lokasi konstruksi.’
‘Dia akhirnya merasa bersalah dan lompat dari atap. Habis itu, Yossie baru umumkan anaknya nggak punya hubungan apa pun dengan Keluarga Setiawan dan langsung pergi. Haih, sudahlah. Aku hormati saja takdir orang lain. Tuhan memang maha pengasih, tapi Tuhan cuma tolong orang yang mau ditolong, bukan orang bodoh.’
“Pfft!” Entah apa yang dipikirkan Kak Liam, dia tiba-tiba menyemburkan air yang sedang diminumnya dan terlihat gembira.
Kak Leon hanya menunjukkan ekspresi penuh simpati, sedangkan ekspresi Kak Levi tidak berhenti berubah. Di sisi lain, Ayah dan Ibu malah menunjukkan ekspresi kecewa. Apa yang sedang mereka pikirkan?
Aku mengalihkan kembali tatapanku pada Kak Liam dan mengejek dalam hati, ‘Ketawa lagi! Nasibmu juga nggak jauh lebih baik, tahu! Waktu Cheryl putuskan untuk nggak andalkan siapa pun dalam mengelola Keluarga Setiawan, target keduanya itu kamu.’
Kak Liam langsung tersedak dan diam-diam melirikku.
Aku lanjut membaca cerita.
‘Kak Liam tertipu dan terjerumus narkoba, tapi dia tetap berusaha kasih sumber daya ke Cheryl untuk buat Cheryl terkenal. Lalu, skandalnya mulai tersebar dan foto telanjangnya juga tersebar ke mana-mana. Akhirnya, dia yang sudah kurus kerempeng dan putus asa bunuh diri dengan sayat pergelangan tangan di kamar mandi.’
‘Di sisi lain, Kak Leon dibohongi Cheryl pergi ke bar. Habis dibius, Cheryl kasih Kak Leon ke temannya yang gay. Gara-gara itu, dia ketularan penyakit menular seksual. Habis sadar, dia nggak bisa terima kenyataan ini dan mati dengan menderita.’
‘Ayah dan Ibu yang tiba-tiba kehilangan anak-anak mereka di usia semuda itu kasih semua aset mereka ke Cheryl. Habis itu, yang satu meninggal karena kecelakaan, sedangkan yang satu lagi jadi gila dan masuk rumah sakit jiwa.’
‘Aku tentu saja juga nggak berakhir baik. Cheryl suruh orang untuk culik aku, lalu jual aku ke luar negeri. Di sana, aku disiksa dan dibunuh di sebuah gang kecil yang gelap.’
Setelah memikirkan semua ini, aku merasa sangat marah. Baru saja aku mau memelototi kakak-kakakku yang bodoh itu, aku malah menyadari mereka semua terlihat sangat putus asa saat ini.
“Ka ... kalian kenapa?” tanyaku dengan hati-hati.
‘Dari tadi, aku nggak lakukan kesalahan apa-apa, ‘kan? Kenapa mereka semua kelihatan kayak sudah terima pukulan yang besar?’
Ekspresi Ayah terlihat suram, sedangkan Ibu menyeka air matanya dan menjawab, “Nggak apa-apa. Aku cuma teringat hal sedih. Lara sudah lapar?”
Tepat pada saat ini, pengurus rumah bernama Andri berjalan mendekat untuk menghidangkan makanan.
“Pak, Bu, Tuan-tuan sekalian, silakan makan.”
Aku mengerutkan keningku sambil menatap Andri yang berjalan kembali ke dapur.
‘Dia barusan pelototi aku, ‘kan? Di novel, pengurus rumah itu memang berada di pihak Cheryl. Dia juga punya andil besar dalam perihal aku diusir dari rumah. Tapi, kenapa dia sudah begitu membenciku dari sekarang? Coba kubaca dulu .... Ya ampun .... Ewww ....’
Semua orang langsung memusatkan perhatian mereka.
‘Ternyata Andri sudah membenciku dari awal. Alasannya membenciku karena ....’
Anda Mungkin Juga Suka





