APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Selingkuhannya Pengasuh Anakku

Selingkuhannya Pengasuh Anakku

Kehidupan rumah tangga Sekar hancur setelah perselingkuhan suaminya terungkap. Pengkhianatan ini terasa sangat menyakitkan karena wanita lain tersebut adalah pengasuh anaknya sendiri, orang yang sangat ia percayai. Walau suaminya meminta maaf dan mengaku khilaf, Sekar didera dilema berat. Terlebih saat tahu sang pengasuh ternyata masih bersuami dan dinafkahi oleh suaminya. Mampukah Sekar bertahan menghadapi kenyataan pahit yang merusak pernikahannya ini?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Maaf Mbak, dengan berat hati ... Mbak resign saja dulu." Seru Sekar dengan tatapan yang kecewa.

"Lho kenapa begitu? kalau saya berhenti gimana dengan anak-anak, siapa yang mau mengurus mereka berdua?" Fitri seolah tidak menerima kalau dirinya di pecat.

"Maaf Mbak saya sudah tidak kuat dengan omongan tetangga yang bilang kalau Mbak itu dekat dengan suami saya! sementara kalian berdua tidak mau mengakuinya! saya jadi stres." Jelas Sekar kepada Fitri. " Dan Mbak tidak perlu memikirkan anak-anak! karena mereka urusan saya!"

Dengan kecewa. Fitri pun pergi, hari ini gak jadi mengasuh kedua buah hati Sekar dan Zulfan.

Hati Sekar kian hancur mendengar omongan kalau suaminya telah berselingkuh dengan orang yang selama ini sudah ia gaji dan diperhatikan layaknya keluarga sendiri.

Hatinya terasa perih bagai teriris sembilu, dada terasa sesak menyiksa diri. Air mata sering jatuh berderai mengungkapkan luka di dalam dada karena ulah orang yang selama ini Sekar percayai.

"Kanan kiri depan belakang, berdatangan memberi tahu ku tentang perselingkuhan suami ku dan pengasuh kedua buah hati ku!" Gumam Sekar sambil menatap kosong layar laptop.

Walaupun banyak kejanggalan Sekar temukan dengan mata kepala sendiri. Namun tetap ia berusaha positif thinking tidak mau mengotori hati dengan dugaan-dugaan yang belum tentu, pikirnya.

.

.

Hingga pada suatu saat, Sekar tengah sibuk dengan kerjaannya di kantor. Tiba-tiba ada pesan chat masuk, Sekar sangat terkejut dengan pengakuan yang menohok bagi Sekar.

(Maaf, Sekar ... Dengan rendah hati dan merasa bersalah. Saya akui kalau yang sebenarnya saya memang ada hubungan dengan mas Zulfan, sejak beberapa tahun silam.) Fitri.

Dada Sekar terasa sesak bagai tertimpa batu yang begitu berat. Lalu dengan jari yang bergetar, Sekar mengetik untuk membalas pesan chat dari Fitri.

"Astagfirullah ... ternyata kata-kata orang adalah benar? kalau kalian itu emang ada main di belakang saya? tega banget kalian, Saya sungguh tidak menyangka kalian tega bermain di belakang saya!"

(Saya sangat mencintai suamimu Sekar. Makanya saya rela melayaninya dengan senang hati, dan saya harap kamu sudi menceraikan Mas Zulfan! dan saya akan menceraikan suami saya, agar saya dan mas Zulfan bisa menikah) Fitri.

Pengakuan dia ini bikin Sekar merinding. "Sungguh gila dan sangat menjijikan! wanita bersuami mengakui mencintai suami orang, oh my good ...."

(Sekar, kamu mungkin ingin tahu tempat mana saja kami sering bermain. Di kamar pribadi kalian, di kamar anak-anak. Di sofa ruang tengah. Bahkan di meja dapur tak ayal di jadikan tempat kami mengeksplor atau mencari suasana baru.) Fitri.

Sekar kembali mengetik di layar keyboard dengan jari bergetar dan keringat yang mengucur.

"Cukup, cukup! tidak perlu engkau lanjutkan lagi. Kamu itu sungguh tidak punya malu ya! Hingga berani menjabarkan Di mana kalian melakukannya, benar-benar saya tidak menyangka sebelumnya! kita makan minum bersama, saya perhatikan kamu juga keluarga kamu. Tapi apa yang kamu lakukan terhadap saya? Malah mengambil suami saya. Sementara Mbak itu punya suami juga, apa kamu nggak punya pikiran atau gimana?"

Wajah Sekar merah padam, matanya terasa panas melihat dan membaca isi chat si perempuan yang tadinya pengasuh buah hati Sekar dan Zulfan. Kalau saja berada di depan mata, rasanya ingin menampar dan menjambak. Menghajar habis-habisan.

(Saya hanya minta kamu menceraikan Mas Zulfan dan saya akan menceraikan suami saya! kami berdua akan menikah karena kami saling mencintai satu sama lain.) Fitri.

Tak ayal kata-kata kotor, hinaan dan cemoohan pun keluar dari mulutnya Sekar pada perempuan itu. "Dasar tidak punya malu, dasar wanita murahan. Perebut suami orang."

Wajah Sekar banjir dengan air mata, hatinya hancur sehancur-hancurnya. Wanita yang dia anggap saudara sendiri mengambil suami tercinta nya yang ia bela-belain dan ia pertahankan walau tanpa restu orang tuanya. Ponsel nya pun ia hempaskan ke sofa.

"Dasar wanita gila, mau menceraikan suami demi menikah dengan suami orang, sudah sin-ting apa ya?" Gumamnya Sekar sambil menahan rasa sakit di dadanya.

Karena tidak bisa fokus sehingga akan memilih untuk pulang saja, bergegas meninggalkan kantor. Sepulangnya ke rumah, Sekar menangis dan menangis. Wajahnya kusut, mata sembab anak-anak pun ikut murung.

"Ya ampun ... aku nggak bisa begini terus menerus! anak-anak menjadi tidak terurus. Bisa-bisa tubuh ku menjadi kurus." Wajah Sekar mendongak ke langit-langit.

Kemudian Sekar bersimpuh memohon kesabaran dan di beri jalan yang terbaik untuk keluarganya. Ia mengusap wajahnya yang banjir dengan air mata dan dia berusaha tegarkan hati.

Lantas mengurus kedua buah hatinya yang meminta makan mie dan goreng sosis.

.

.

"Saya bersumpah tidak pernah mengkhianatimu ataupun selingkuh dengan Fitri--"

"Aku tidak percaya dengan omongan mu, Mas. Dan tidak perlu bersumpah karena aku tahu sumpah mu itu palsu, bertahun-tahun kamu selingkuh dengan pembantu kita orang yang makan minum dari hasil keringat ku sendiri. Dengan teganya menggoda suamiku, dasar wanita mu-ra-han. Padahal dia sendiri punya suami!" Teriaknya Sekar memotong perkataan dari suaminya yang bernama Zulfan.

"Itu bohong! dan kamu mendapatkan kabar itu dari mana? kamu nggak ada bukti, kamu nggak ada bukti sama sekali kalau aku emang selingkuh sama Fitri." Sergahnya Zulfan sambil membuka kedua tangannya.

"Mas, dia sendiri yang mengaku kalau dia sering tidur sama kamu ketika aku tidak ada. Aku banting tulang untuk membantu perekonomian rumah tangga kita, Mas! dan apa yang kamu perbuat di balik itu? kamu mengkhianati ku dan tidak tanggung-tanggung kamu mencolok kedua mataku, selingkuh dengan pengasuh anak kita!" teriak nya Sekar kembali yang meluapkan amarahnya pada sang suami.

Zulfan membungkam mulut Sekar dengan tangannya. "Kamu jangan teriak-teriak nanti tetangga tahu!" Zulfan takut di dengar tetangga.

"Biar saja, Mas! karena mereka sudah tahu perbuatan mu itu, sebab penjelasan dia di wa sudah menyebar di komplek ini melalui grup." Pekik nya kembali Sekar yang tidak peduli diketahui orang banyak karena memang wa wanita itu sudah menyebar di area kompleks dan entah siapa yang menyebarkannya.

Lelehan demi lelehan air bening mengalir deras dari sudut pipi membasahi wajah. Terbayang di saat bergumul nya sang suami dengan wanita lain yang tiada lain adalah pengasuh buah hati nya sendiri.

Sekar perlihatkan semua isi chat dari Fitri yang mengakui kalau dia sudah melakukan hubungan terlarang dengan suaminya, Zulfan.

"Ini buktinya, baca baik-baik dan pasang mata mu Mas. Apa kamu masih mau mengelak lagi? tidak mau mengakui kalau tuduhan ku ini memang benar!" Sekar menatap nanar suaminya yang melongo dan tidak bisa mengelak lagi.

"Ta-tapi aku tidak, tidak seperti--"

"Tidak seperti apa, Mas? kamu itu tidak bisa bohong lagi sama aku, kamu itu tega sama aku yang selama ini setia dan berkorban banyak untuk siapa, Mas? untuk kamu, sekarang kamu tega menduakan ku. Mas." Suara Sekar bergetar. Hatinya dibuat hancur dengan kejadian ini.

Zulfan terduduk di tepi tempat tidur sambil mengacak rambutnya frustasi. Tidak menyangka kalau Fitri sendiri yang mengakui semua perbuatan mereka berdua.

Padahal sudah sepakat untuk tidak mengatakan pada siapapun, dan cukup menjadi rahasia berdua saja. Tapi justru kini dia sendiri yang membuka faktanya.

"Kamu baca kan, Mas. Dia kekeh meminta aku ceraikan kamu demi apa ha? demi dia agar bisa memiliki kamu, apa itu bisa di katakan khilaf, ha? tidak mungkin ..." Sekar sambil menangis.

"Aku, aku minta maaf Dek, aku minta maaf. Aku khilaf dan aku janji tidak akan berbuat lagi. Maafkan aku, Dek?" Zulfan berlutut lalu bersujud di hadapan Sekar.

Sekar menggeleng sambil menyeka air matanya dengan kasar. "Enak sekali minta maaf, apa kamu tidak merasakan betapa hancurnya perasaan ku ha? aku bela-belain menentang orang tua ku demi kamu, Mas ... Hik-hik-hiks! aku sudah putuskan kalau kita akan berpisah!" Sekar menjauhkan kakinya dari Zulfan.

Zulfan kaget dan kembali meraih kaki Sekar, dia menangis dan menyesali perbuatannya! juga berjanji tidak akan berbuat lagi dan dia mohon-mohon agar sekar tidak meninggalkan atau menjauhkan nya dari anak-anak.

"Apa! kalian mau berpisah?" ucap seseorang dengan wajah kagetnya berdiri di ambang pintu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dijodohin With Gus
8.8
Anindya Alisya Syahreza kerap memicu kemarahan guru akibat ulah nakalnya di sekolah. Bersama Lita dan Gilang, ia gemar membolos hingga merundung adik kelas. Khawatir dengan kenakalan tersebut, orang tua Anindya mengirimnya ke pondok pesantren milik sahabat sang ayah. Siapa sangka, keputusan itu justru membawa babak baru dalam hidupnya. Di lingkungan pesantren yang asing ini, Anindya malah terlibat dalam persaingan asmara dua Gus bersaudara yang sama-sama bertekad memikat hatinya.
Sampul Novel Godaan kakak iparku
9.5
Aku terjebak dalam situasi rumit akibat sikap posesif kakak iparku yang bersikap layaknya kekasih. Perhatiannya kepadaku bahkan melampaui kepedulian terhadap istrinya sendiri. Di balik perlakuan tidak wajar dan melampaui batas ini, ada sebuah rahasia gelap yang menyelimuti hubungan kami. Kini, aku berada di tengah misteri besar yang memicu keraguan mendalam untuk memercayai kenyataan yang ada.
Sampul Novel I am always waiting for you (I'm fine 2)
7.8
Kepergian Ara Valeria tanpa kabar demi mengobati HIV yang dideritanya membuat Aldy Fathee, CEO arogan Fathee Grup, tumbuh menjadi sosok yang kian kejam. Takdir kembali mempertemukan mereka dalam sebuah proyek besar saat Aldy telah bertunangan dengan Melly. Meski Aldy mencoba mendekat, Ara kini bersikap sangat dingin. Setelah kecelakaan menimpa Ara, Aldy bertekad membongkar rahasia di balik sikap dinginnya itu. Akankah cinta mereka bersatu kembali?
Sampul Novel JANGAN AMBIL ANAKKU
9.3
Almira, seorang ibu muda berumur 30 tahun, terdesak untuk bercerai demi kesehatan mentalnya setelah 1,5 tahun menderita akibat ulah suaminya, Iqbal, yang kikir dan sering berselingkuh. Namun, proses perpisahan ini tidak berjalan lancar. Iqbal justru memanfaatkan rasa takut Almira akan kehilangan hak asuh anak mereka untuk mengancam dan menekannya. Kini, Almira harus berjuang sekuat tenaga demi mempertahankan sang buah hati dari cengkeraman mantan suaminya.
Sampul Novel Kekasih Dari Dunia Lain
9.0
Vania yang hancur setelah berpisah dari Kevin berniat mengakhiri hidup di jembatan. Beruntung, Rangga menyelamatkannya dan langsung mengutarakan perasaan. Di balik kebahagiaan itu, Rangga rupanya sesosok hantu yang menyembunyikan jati dirinya. Kebohongan ini akhirnya dibongkar oleh Viola di rumahnya. Kini, Vania dihadapkan pada pilihan sulit. Akankah ia tetap bersama sang kekasih dari alam gaib, atau justru ada lelaki lain yang akan datang menggantikan posisinya?
Sampul Novel Pernikahan Suami di Rumah Mertua
8.2
Kemala dikhianati oleh Herdian yang memilih wanita lain. Penderitaannya kian berat akibat kekejaman serta keserakahan sang mertua. Sempat terpuruk meratapi nasib, teguran ayahnya menjadi titik balik bagi Kemala untuk bangkit melawan. Di tengah situasi bersuamikan pria yang tunduk pada hasutan ibunya, ia dipaksa mengambil sikap tegas. Mampukah Kemala bertahan dan menghadapi segala penindasan di rumah mertuanya tanpa menyerah?