APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sekar

Sekar

Sekar menjalani hidup yang sepenuhnya disetir oleh ramalan. Bagi pengusaha di ibu kota ini, prediksi masa depan adalah segalanya, hingga ia mengabaikan takdir Tuhan dan menganggap ibadah hanya kedok tanpa makna. Namun, obsesi tersebut justru membawanya pada pusaran keputusasaan. Di tengah ambisi bisnis dan pencarian tanpa ujung, Sekar kini kehilangan arah. Mampukah ia mengubah garis hidup yang telah digariskan oleh Sang Pencipta, atau justru selamanya terjebak dalam kesia-siaan?
Bab
Bagikan

Bab 2

JANJI SUCI

Akhirnya, hari yang selama ini aku impikan datang juga. Hidup semati bersama dengan pangeran yang aku cintai dalam ikatan tali suci pernikahan. Aku begitu bahagia sekali hari ini, bak Raja dan Ratu sehari semalam, aku meluapkan kegembiraanku dalam acara pernikahan.

Pernikahan hari ini sudah ku rancang 8 bulan setelah, Martin dan keluarganya datang untuk meminangku. Aku sudah memikirkan akan jadi seperti apa pernikahanku. Pernikahan bergaya modern dengan balutan tradisional dari keluarga kedua belah pihak.

Namun, itu hanya sebatas impian saja, karena pihak keluarga Martin menginginkan agar pernikahan ini menggunakan adat tradisional mereka. Aku berusaha melobby pihak orang tua Martin , agar menggunakan adat tradisional kedua belah pihak, jangan hanya satu pihak saja. Tapi sepertinya itu hanya sia-sia saja, karena orang tua Martin bersi-kukuh pernikahan ini berjalan menggunakan adat istiadat keluarga Martin. Kalau aku tidak menurutinya, maka tidak akan ada pernikahan.

Hatiku sedih sekali, karena pihak orang tua Martin seperti tidak menganggap keluargaku. Mereka hanya beranggapan bahwa adat-istiadat mereka lah yang terbaik. Mau tak mau, aku menuruti permintaan keluarga Martin. Dan kembali aku bertengkar dengan Mama, karena menurut Mama dan keluarga besarku, Keluarga Martin sudah merendahkan aku secara tidak langsung, dengan tidak menggunakan adat-istiadat keluargaku.

Ku sembunyikan rasa kekecewaanku terhadap keputusan yang diambil oleh orangtua Martin terutama Ibunya. Bahkan ibunya juga menginginkan agar dirinya lah yang merencanakan setiap detail dari pernikahan. Menurutnya hal ini dilakukan dengan alasan agar pernikahan dapat berjalan dengan baik.

Dan sekali lagi egoku berjalan, aku membiarkan pihak orangtua Martin yang merencanakan hingga tata pelaksanaannya. AKu tetap membela keluarga Martin ketimbang dengan keluargaku sendiri.

Aku mengtakan pada orang tua ku dan keluarga besar, bahwa ini adalah pernikahan anak terakhir, sehingga orang tua martin ingin merayakannya besar-besaran dalam adat-istiadat. Dan sangat berat hati juga, baik orang tuaku dan keluarga besarku juga menerima perkataan dari orang tua Martin.

Sudah banyak sekali hal-hal spele yang membuat hubungan aku dan mama semakin renggang. Tapi entah mengapa, Mama masih saja memiliki kesabaran yang seluas samudra dalam menghadapi perilaku aku yang selalu saja menentang dan mematahkan argument mama.

Acara pernikahan aku dengan martin dengan menggunakan adat-istiadat keluarganya berjalan mulus. Tak ada satu kekurangan apapun, baik dari segi makanan, maupun segi souvenir untuk para tamu.

Hari ini di gereja Katedral, aku sah menjadi istri dari Martin. Betapa bahagianya aku sudah menyandang status istri sah dari seorang laki-laki yang ku puja dan ku impikan. Namun, acara pernikahan ini masih belum selesai. Karena masih ada serangkaian upacara ritual dalam adat keluarga Martin. Dan upacara itu berlangsung hingga tengah malam.

Rasa kantukku sudah tak tertahankan saat keluarga Martin memberikan banyak petuah, mengenai bagaimana menjadi seorang istri yang baik di mata suami. Untuk mala mini kita lewati saja aktivitas malam pertama. Baik aku dan Martin sudah sama-sama lelah.

Keesokan harinya, kami berdua merencanakan untuk honeymoon ke raja ampat. Tempat wisata yang sedang digandrungi oleh para wisatawan, baik wisatawan local maupun wisatawan asing. Pemadangan ombak biru adalah pilihanku sebagai tujuan honeymoon kami.

Kami hanya bisa meluangkan waktu berdua sekitar satu minggu. Tak banyak yang kami lakukan di sana. Hanya saling mengenal karakter satu sama lain dengan membiasakan diri dan memahami karakter pasangan. Sederhana memang, tapi itu butuh satu kesabaran yang cukup menguras emosi.

Seperti kata orang tua bahwa, kelakuan dan sifat pasangan akan terlihat saat kita sudah menikah. Karena pada saat kita sedang menjalin hubungan untuk yang pertama kalinya, tentu saja hal baik yang di perlihatkan. Entah itu perhatiannya yang bagaikan seorang ayah atau ibu, mengerti akan kondisi yang sedang kita alami, bahkan saling melengkapi dan saling mengerti di saat salah satu dari kita tidak memiliki uang.

Satu hari saat aku sedang asyik menikmati bisikan deburan ombak, suamiku, Martin mengusulkan agar setelah pulang berlibur, kami berdua akan tinggal di rumah orang tuanya.

“Sayang, setelah liburan nanti, bagaimana kalau kita tinggal di rumah orang tuaku?” tanya Martin

“Lho memangnya kenapa?” tanyaku

“Sebentar lagi kan aku bertugas di luar daerah, aku takut kamu kesepian. Maka dari itu, kamu mau ya tinggal di rumah orang tua ku dan merawat mereka,” usul Martin

“Gimana juga kalau aku ikut denganmu, tinggal di luar daerah bersama kamu,” jawabku

“Lalu bagaimana dengan usaha makanan yang sedang kamu jalani saat ini? Nggak mungkin kan kalau kamu pergi meninggalkan usaha kamu begitu saja,” ucap Martin

“Memangnya kenapa sih, kalau aku mau hidup bersama dengan suamiku sendiri? Lagipula untuk usaha, kan ada anak buah yang mengurusi, aku hanya tinggal memantau saja,” jawabku.

“Iya, boleh saja, tapi kan tetap saja, aku harus bertanya lebih dahulu kepada pimpinanku, dan aku harus mempersiapkan segala sesuatu di rumah dinas sana. Jadi sebelum kamu pindah bersamaku,” pinta Martin

Mau tak mau, aku harus meruti apa yang dikatakan oleh suamiku. Pulag dari liburan berdua, dan sebelum Martin berangkat dinas di luar daerah untuk waktu yang sangat lama. Aku dan Martin tinggal di rumah orang tuanya.

Awalnya biasa saja, dan tampak berjalan dengan sempurna. Aku pikir mertuaku sangat baik sekali terhadapku. Mereka selalu perhatian padaku, terlebih para iparku yang juga selalu baik dan perhatian padaku.

Dua minggu berlalu, tiba saatnya Martin pergi menunaikan kewajibannya yakni dinas di luar daerah. Berat hati ini berpisah dan melakukan hubungan jarak jauh. Pikiranku kacau dan tak karuan. Takut kalau Martin di sana kesepian dan bermain api dengan wanita lain.

Pekerjaan Martin adalah seorang perwira angkatan Darat. Ia di tugaskan di luar daerah kecil daerah Sulawesi. Dan pekerjaannya inilah yang mengharuskan dirinya untuk selalu berpindah-pindah tempat tugas. Kadang di desa terpencil, dan kadang juga di tugaskan di kota besar. Semua itu tergantung dari permintaan pimpinannya.

Aku mencoba untuk bertahan kewarasanku dengan tidak memikirkan hal yang buruk tentang Martin di sana. Yang kupikirkan adalah, Martin sedang mencari nafkah dan menjalankan tugas kenegaraan.

Sebelum Martin pergi dinas, ia sudah menitipkan aku kepada orang tuanya agar selalu menjagaku layaknya aku adalah anak bungsunya. Mereka pun berjanji akan menjagaku seperti layaknya anak mereka.

Selama aku tinggal di rumah mertua, aku merasa seperti di penjara. Tidak bisa bebas berekspresi, dalam mengemukakan pendapat, tidak bisa leluasa dalam pekerjaan. Ada saja omongan buruk tentang diriku. Entah itu aku yang terlalu sibuk mengurus usahaku hingga aku tidak tahu waktu, tidak pernah menyukai masakan buatan mertua, hingga urusan uang pun juga di permasalahkan.

Aku mulai jenuh dengan semua perlakukan mereka kepadaku. Mereka selalu membuatku semakin terpojok dengan sindiran sindiran halus mereka. Seperti mereka menganggapku seorang Ratu yang selalu bangun siang, dan tak pernah bisa melakukan pekerjaan rumah tangga.

Lama kelamaan aku menjadi malas untuk tinggal satu atap dengan mertua dan para iparku. Aku menceritakan semua yang kualami pada suamiku. Namun setiap kali aku menceritakannya, Martin selalu saja membela keluarganya, bahkan tak hanya membela ataupun menenangkan aku, tapi juga Martin memaki ku dengan kata-kata yang kasar.

Hancur hati ini saat Martin memakiku dengan kata-kata kasar. Ingin rasanya aku tutup mulutnya dengan plastic hanya untuk merecdam rasa kesal kepada suamiku. Aku mulai berspekulasi kalau Martin sudah tidak sayang lagi denganku. Aku memutuskan untuk tinggal bersama dengan kedua orangtua ku sampai Martin datang lagi.

Tidak pernah aku melihat Martin semarah ini padaku, hingga ia mematikan saluran komunikasinya dan tak ingin berbicara padaku. Aku tahu, meskipun aku mengatakan bahwa aku pindah ke rumah orang tuaku pun, Martin akan tetap marah padaku.

Sehari setelah memutuskan untuk tinggal bersama kedua orangtuaku, Martin masih belum juga menghubungi. Kami berdua bertengkar hebat, karena aku juga bersih kuku dengan keinginan ku.

Langsung saja aku meminta bantun Pak Anton untuk melihat, apa yang di pikirkan oleh Martin, mengapa ia tega sekali padaku. Mendiamkan aku selama beberapa hari, hanya karena persoalan spele saja.

“pak Anton, aku boleh minta tolong nggak?” tanyaku lirih

“Ada apa mbak sekar?”

“Ini lho, aku sedang bertengkar dengan Martin, hanya karena aku sudah nggak kuat lagi tinggal satu atap dengan mertua dan iparku. Mereka selalu saja memojokkan dan menyindirku.”

“Lha terus mau nya mbak sekar bagaimana?”

“Ya aku maunya tinggal di rumah orag tua ku sampai Martin datang berlibur di sini, tapi dia malah nggak mau. Dia tahu nggak sih kalau aku tuh tertekan banget di sana. Dia tuh masih cinta nggak sih sama aku? Atau jangan-jangan dia sudah memiliki wanita lain!” seruku

“Jangan berpikir yang aneh-aneh mbak, sebentar tak lihat dulu ya mbak. Nanti mbak sekar bisa telfon saya lagi di jam 7 malam, habis isya,” pinta Pak Anton

Selama menunggu jawaban dari Pak Anton, hatiku masih saja gelisah, dan pikiranku tak menentu. Memikirkan bagaimana Martin, apa yang ia pikirkan dan tentu saja nasib pernikahanku.

Bagiku ini adalah ujian terberat dalam hidupku, berpisah sementara dengan sang Suami, terlebih lagi ada masalah yang belum terselesaikan ada lagi masalah baru yang datang.

Aku bingung apa yang harus kulakukan. Sempat ku berpikir untuk mengakhiri saja usaha yang sudah ku rintis sejak aku masih berpacaran dengan Martin. Namun, jika melihat keadaanku sekarang, dimana harga diriku seperti di injak-injak dan tak di anggap oleh mertua dan iparku sendiri, membuatku semakin ingin menunjukkan kalau aku bukanlah orang yang seperti mereka pikirkan.

Aku semakin penasaran terhadap hasil terawangan dari pak Anton. Sambil menunggu pak Anton yang akan memberikan jawaban, aku mencoba menguatk-utik layar ponselku. Mungkin saja suamiku, Martin akan memberi kabar padaku, entah itu hanya sekedar kata rindu, atau omelan seperti layaknya seorang anak kecil yang merajuk.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Dan Benci
8.1
Viona Anatasya meregang nyawa akibat pengkhianatan keluarga dan tunangannya yang tega merampas organ hatinya. Saat mendapat kesempatan hidup kedua, ia bertekad merebut kembali segalanya dan membalas dendam. Namun, takdir mempertemukannya dengan Randy Logan, seorang CEO dingin yang tiba-tiba terobsesi padanya. Di sela rencana pembalasan, sang miliarder justru menjerat Viona dengan kasih sayang posesif yang membuatnya tersudut.
Sampul Novel Gairah Liar Pria Introvert
9.0
Kisah modern ini menggabungkan romansa memikat dengan ketegangan misteri yang diselimuti unsur mistis. Diwarnai bumbu komedi segar, alurnya membawa pembaca ke dalam petualangan penuh emosi saat setiap rahasia mulai tersingkap. Sesuai judulnya, narasi intens ini menyoroti sisi lain seorang pria introvert yang menyimpan gairah luar biasa di balik sosoknya. Nikmati perpaduan unik ketegangan dan tawa yang tersaji secara mendalam.
Sampul Novel Gairah Sang Majikan
8.2
Hubungan terlarang membara di dalam rumah antara seorang majikan dan asisten rumah tangganya. Terpikat oleh kecantikan sang pembantu yang begitu memikat, sang majikan tidak mampu membendung ketertarikannya. Keduanya pun terhanyut dalam romansa dewasa yang penuh dengan adegan intim yang intens dan eksplisit. Pembaca diharapkan bersikap bijak saat mengikuti kisah penuh godaan dan gairah membara yang tak terhindarkan ini.
Sampul Novel JERAT PESONA PRIA 21 CM
8.0
Menikah dengan Evans, pemuda tampan tetangga desa, awalnya terasa begitu indah bagiku. Namun, cinta pandangan pertama ini seketika berubah menjadi mimpi buruk saat pekerjaan gelapnya sebagai pria pemuas terungkap. Hidupku hancur setelah suami yang sangat kucintai itu tega menjualku ke mucikari untuk melunasi utang-utangnya pada lintah darat. Kini, aku terjebak dalam dunia kelam sebagai wanita panggilan dan harus berjuang keras demi meloloskan diri dari neraka ini.
Sampul Novel Rahasia Penculikan 11 Tahun Silam
8.4
Demi sebuah janji suci kepada wanita idaman yang tak mungkin ia miliki, Almann rela mendekam di penjara. Ia dituduh melakukan penculikan sebelas tahun lalu, sebuah kasus yang sebenarnya tidak ia lakukan. Almann memilih bungkam dan menyimpan rahasia kelam nan menyakitkan itu rapat-rapat. Pengorbanan ini ia lakukan demi menjaga komitmen terakhirnya pada sang kekasih pujaan hati, meski ia harus mengorbankan kebebasannya sendiri.
Sampul Novel Terpaksa Pelakor
9.7
Hidup dokter tampan Levin Mahendra terkekang sejak kecelakaan tragis membuat istrinya koma bertahun-tahun. Di tengah kesetiaannya, ia menghadapi tekanan sang ibu yang menuntut kehadiran seorang anak. Dilema Levin kian rumit saat takdir mempertemukannya dengan Asley, remaja depresi korban pemerkosaan yang berniat mengakhiri hidup. Demi menyelamatkan masa depan Asley serta janin di kandungannya, Levin akhirnya mengambil keputusan besar untuk menikahinya.