APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sedingin Es

Sedingin Es

Sejak sang ayah pergi demi wanita lain, Tisa menutup rapat hatinya dan memandang cinta sebagai sumber penderitaan. Trauma mendalam ini membuatnya dikenal sangat dingin dan tidak tersentuh. Namun, sikap apatis tersebut justru memicu rasa penasaran Langga, seorang playboy kampus yang terbiasa mendapatkan apa saja. Meski terus diabaikan oleh Tisa, Langga pantang menyerah. Akankah kegigihan cowok itu mampu meruntuhkan tembok pertahanan Tisa?
Bab
Bagikan

Bab 2

Tisa mengaduk-aduk kopinya yang hampir habis. Pikirannya benar-benar tidak bisa fokus. Masih terbayang bagaimana Papa meninggalkan dirinya dan sekarang Dion juga meninggalkannya. Kehangatan cinta yang dulu ia rasakan sekarang entah kemana berganti dengan kekecewaan dan kehampaan. Hatinya kosong, tak percaya lagi kata Pujangga yang mengatakan bahwa cinta itu indah, baginya cinta itu kelam.

"Tisa! Rupanya elu di sini? Ada apa sih, kemarin pergi begitu saja sampai gue bingung nyariin lu, " kata Clara sambil duduk di sebelahnya.

"Sory, kemarin gue buru-buru sampai lupa ninggalin elu sendirian di kantin, " jelas Tisa dengan lirih.

"Udah gue maafin dari kemarin. Lu lagi ada masalah apa? Ceritain dong ke gue siapa tahu gue bisa kasih jalan keluarnya." Dipeluknya Tisa penuh kehangatan. Tisa memandang Clara ragu, akankah ia ceritakan masalah ini ke Clara? Atau biarlah ia simpan dalam hati saja? Lama Tisa memandang sahabatnya sebelum akhirnya memutuskan bercerita.

"Kemarin pas gue ke toilet tak sengaja mendengar percakapan Dion dan Saras. Mereka berbicara layaknya sepasang kekasih. Ternyata selama ini Dion bermain dibelakangku. Awalnya gue juga gak percaya, gue penasaran dan nguping pembicaraan mereka. Bikin telinga gue panas terus gue cabut pergi menjauh dari tempat maksiat itu. " Disandarkan kepalanya ke bahu Clara, menahan air mata yang sudah menggantung di sudut mata.

"B******k! Kurang ajar sekali tu anak berani main-main di belakang lu!" Tak sadar tangannya menggebrak meja, emosi dan marah atas kelakuan Dion ke sahabatnya.

" Clara please, jangan marah-marah di sini. Banyak yang liatin kita. " Tisa berusaha meredam emosi Clara.

"Sory, gue cuman gak terima aja sahabat gue yang baik hati ini dikhianati cowok b******k macam Dion. Gue marah Sa! "

"Iya gue tahu, terimakasih atas perhatian elu. Tapi gak kayak gini juga caranya. " Mencoba membujuk Clara agar tidak marah-marah lagi.

"Terus rencana lu apa? " desak Clara.

"Entahlah, gue males mikirin cinta dan cowok lagi. Bahagia yang berujung kekecewaan. " Dengan nada keputusasaan Tisa ungkapkan isi hatinya saat ini. Bagaimana dulu hatinya sakit dan kecewa saat Papa pergi sekarang Dion kekasihnya melakukan hal yang sama pada dirinya. Luka yang belum kering menganga lagi. Untuk kedua kalinya Tisa dikecewakan oleh 2 cowok yang ia cintai dan sayangi. Clara kasihan juga mendengar cerita Tisa barusan. Direngkuhnya bahu Tisa memberinya kekuatan, " lu pasti bisa melewati semua ini. Lu gadis kuat yang gue kenal, kalau lu butuh bantuan, gue siap kapan saja lu mau. "

"Terimakasih Clara, lu emang sahabat gue yang paling baik. " Dikecupnya kening Clara berkali-kali.

***

"Leo, lu kenal Gadis ini? " Ditunjukkannya sebuah foto seorang gadis.

"Lu dapat foto ini dari mana?" tanya Leo keheranan. Tak biasanya Langga menyimpan foto seorang Gadis.

"Gue tanya bukannya dijawab malah balik nanya! Lu kenal kagak?! " tanya Langga sewot.

" Kayaknya anak kampus sini juga, pernah liat sebelumnya, " jawab Leo serius sambil mengingat-ingat wajah Gadis yang ada di foto.

" Memang sekampus sama kita. Kemaren gue liat dia di kantin, fakultas apa ya? Gue nemu foto ini jatuh dari tasnya waktu gak sengaja gue tabrak. Pas gue panggil dia langsung pergi begitu saja. Gue buntutin sampai ke Cafe Coffee seberang kampus. Kayaknya lagi ada masalah ni Gadis, gue urung deketin dia, " jelas Langga tentang asal usul foto gadis yang ia temukan kemarin.

Leo tampak berpikir siapa kira-kira Gadis ini?

" Tolong bantu gue cari tahu siapa dia ". Menangkupkan kedua tangannya memohon kepada Leo.

"Baiklah, kalau bukan elu yang minta tolong gue ogah repot-repot cari info Gadis ini" jawab Leo sambil menganggukan kepalanya.

“Kabar Aluna bagaimana?“ tanya Leo pada cowok ganteng ala Eropa yang duduk di depannya yang sedang memainkan sendok di cangkir kopinya yang sudah kosong.

“Kita sudah putus seminggu yang lalu. Lu mau?“ jawab Langga dengan santai.

“Apa? Gue gak salah dengar kan?” Jawaban Langga membuatnya terkejut. Secepat itukah hubungan mereka?

“Ngacau lu! Lu bener-bener gila ya! Baru jalan 3 bulan udah main putus saja,“ teriak Leo melotot ke arah Langga.

“EGP, yang penting happy. Dia juga gak nolak waktu gue putusin. Ada masalah dengan lu?” Senyum lebar menghiasi wajah tampannya seolah baru saja dapat undian berhadiah.

“Dasar Playboy!" Hanya kata-kata itu yang bisa Leo lontarkan kepada sahabatnya sejak SMP itu. Sudah tak terhitung berapa cewek yang jadi korban. Aluna mungkin adalah cewek ke 7.

“Tapi banyak yang antri kan? Gak kayak elu jombloman abadi". Tersenyum mengejek ke arah Leo.

Bagai kena skakmat Leo tak berkutik. Meski tampangnya di atas Langga, entah kenapa cewek yang mendekatinya pada akhirnya memilih Langga daripada dirinya.

“Langga, pernahkah kamu berpikir dengan apa yang kamu lakukan membuat mereka patah hati?” tanya Leo hati-hati agar tidak menyinggung perasaan sahabatnya.

“Ha.. ha.. ha..!” Langga tertawa seolah-olah pertanyaan Leo barusan adalah sebuah lelucon.

“Kenapa tertawa? Aku serius nanya!” Leo mendengus kesal.

“Asal kamu tahu ya Leo sahabatku yang paling ngertiin gue. Mereka tidak ada yang patah hati. Sejak awal gue sudah tahu. Mereka mau sama gue bukan karena benar-benar cinta. Hanya menginginkan kemewahan dari gue. It's ok, gue gak keberatan. Apa yang mereka mau gue turutin, mau tas branded gue belikan. Fashion ala Blackpink juga gue turutin. Easy going gak masalah yang penting gue happy dan mereka juga senang. Salah gue dimana?” jelas Langga panjang lebar agar sahabatnya ini tidak salah menilai lagi tentang dirinya. Julukan playboy bukan dia yang mau. Sejujurnya sudah lama hatinya kering mendambakan seorang gadis yang benar-benar mencintainya.

Dalam hati, Leo membenarkan ucapan sahabatnya itu. Tak ingin berdebat Leo memilih diam, menyeruput kopi latte yang tinggal sepertiga cangkir.

Sebagai sahabat Leo ingin Langga serius dalam menjalani sebuah hubungan. Bukan hanya main-main seperti yang dia lakukan selama ini. Takut kedepannya mendapat karma atas apa yang ia lakukan saat ini. Tapi Leo bisa apa? Menjadi sahabat Langga saja sudah merupakan keberuntungan baginya. Seorang yang dermawan dan baik hati seperti Langga sudah jarang ditemukan di era sekarang ini. Hanya bisa mendoakan agar sahabatnya kelak menemukan gadis yang benar-benar tulus mencintainya bukan karena harta.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku yang Dinikahi, Selingkuhannya yang Dimanja
9.6
Hari pernikahan berubah kacau saat cinta pertama sang suami datang memakai gaun pengantin yang sama. Alih-alih marah melihat mereka menyambut tamu bersama, sang istri justru memuji keserasian mereka. Hal ini membuat wanita itu menangis lalu kabur, hingga sang suami memaki istrinya pelit. Setelah pesta usai, sang suami malah membawa cinta pertamanya pergi bulan madu. Tanpa memicu keributan, sang istri langsung mengambil keputusan dingin untuk menjadwalkan aborsi.
Sampul Novel Anak Milik CEO
8.8
Pertemuan tak terduga di lift kantor membuat seorang wanita membeku saat berhadapan lagi dengan Davero. Suasana seketika mencekam ketika sang CEO tampan mengurungnya di dinding dengan tatapan tajam mendominasi. Meski wanita itu didera rasa takut dan gugup, Davero dengan suara serak menegaskan tak akan melepaskannya lagi. Sebuah klaim penuh ancaman pun terucap, menegaskan bahwa kini ia telah menjadi milik sang CEO sepenuhnya tanpa bisa menghindar.
Sampul Novel Benih Cinta Romantis di IKN
9.1
Di tengah megahnya proyek IKN, takdir mempertemukan Aiden, seorang arsitek ambisius, dengan Clara, aktivis lingkungan yang idealis. Perbedaan pandangan sempat memicu ketegangan, namun kolaborasi dalam konsep pembangunan hijau perlahan menumbuhkan benih cinta. Saat konflik prinsip dan godaan karier di luar negeri menguji komitmen mereka, keputusan besar harus diambil. Pada akhirnya, keduanya memilih bertahan di ibu kota baru demi menjaga cinta dan impian hijau mereka.
Sampul Novel Bukan Perawan Kesayangan Tuan-tuan Gigolo
9.6
Jagat raya dikejutkan oleh aksi para gigolo kaya nan rupawan yang memperebutkan kasih sayang seorang gadis desa yang serba kekurangan. Di balik kepolosan wajahnya, perempuan tersebut rupanya seorang pembunuh kejam yang telah melukai mereka. Anehnya, para pria ini malah merasa bangga jika harus tewas di tangan sang gadis. Mengapa mereka justru memuja sosok yang mengancam nyawa tersebut? Inilah kisah cinta penuh laga tentang obsesi luar biasa yang sulit dinalar publik.
Sampul Novel Dikejar Mantan Posesif
9.6
Tujuh tahun lalu, Farel Zay Amanta menghilang tiba-tiba dari kehidupan Refa Aletta Zafana tanpa penjelasan, meninggalkan kepedihan yang mendalam. Kini, Farel mendadak muncul kembali dengan sikap protektif yang sangat posesif. Mengabaikan misteri masa lalu mereka yang belum terselesaikan, sejak pertemuan pertama setelah sekian lama berpisah, Farel langsung menuntut dengan tegas agar Refa bersedia menikahinya saat itu juga.
Sampul Novel Love By Accident
7.9
Satu kekhilafan fatal di masa lalu membuat Liz mengandung anak Caden, pria asing yang belum pernah ia kenal. Caden yang tidak mengetahui fakta sebenarnya justru sangat membenci Liz dan menuduhnya sengaja menjebak demi keuntungan pribadi. Bertahun-tahun terpisah tanpa komunikasi, takdir tak terduga mempertemukan mereka kembali. Kini, rahasia besar dan luka lama yang belum sembuh mulai membayangi hubungan mereka lagi.