APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Second Chance

Second Chance

Demi menjaga hatinya yang terluka, Sarah sengaja mengasingkan diri dari cinta. Namun, kedamaian hidup yang ia pertahankan seketika goyah sewaktu bayangan masa lalu kembali hadir dan berusaha mendekatinya lagi. Kini, ia terjebak dalam pergolakan batin yang hebat. Sarah dihadapkan pada pilihan sulit: tetap menutup diri atau memberanikan diri mengambil risiko terluka lagi demi cinta yang baru. Inilah kisah perjuangan dewasa mengatasi trauma masa lalu.
Bab
Bagikan

Bab 3

Sarah telah berbaring nyaman di atas kasur mungilnya. Wanita itu berusaha untuk istirahat tetapi pikirannya penuh dengan kejadian di meeting tadi pagi. Selama ini Sarah berusaha untuk tidak mengingat kejadian di masa remaja . Kejadian yg membuat dirinya takut untuk memulai berkenalan dengan lelaki dan mengenal cinta.

Malam ini ketika sendirian berbaring di atas kasur . Sarah akhirnya melepaskan ingatannya dan mengingat semua kisah nya dengan Dewa .

Flashback...

Sarah dan sahabatnya Sari baru pulang dari sekolah karena ada tugas dari guru membuat Sarah akhirnya ikut ke rumah Sari untuk mengerjakan tugas tersebut bersama-sama. Sahabatnya Sari itu merupakan anak orang kaya tetapi Sarah benar-benar bersyukur mempunyai sahabat seperti Sari yg merupakan anak orang kaya tetapi mau bergaul dengan dirinya yg cuma gadis sederhana.

Baru saja kedua gadis SMU itu masuk ke dalam rumah, mereka bertemu dengan abangnya Sari dan teman-teman kuliahnya yg sedang kumpul di rumah Sari.

"Woi, dek nanti kalau ke dalam sekalian bilangin sama Mbak Sum suruh bikin minuman buat teman-teman Abang ya," suruh Ario Abangnya Sari.

"Yee.., Abang nih, Sari juga baru pulang sudah di suruh-suruh," sungut Sari cemberut. Sedangkan Sarah yg ada di samping Sari hanya berdiri diam saja. Pandangan mata gadis itu melihat teman-temannya Abang Sari. Tatapan mata Sarah bertemu dengan sepasang mata yg menatap dengan tajam hingga membuat jantung nya berdetak dengan kencang. Gadis itu langsung menunduk kan kepalanya tetapi masih saja Sarah mencuri pandang ke arah pemuda yg masih menatapnya. Pemuda itu tersenyum lebar membuat Sarah secara spontan membalas senyuman pemuda itu.

"Kamu tuh protes aja di suruh Abang," ucap Ario kepada Sari.

"Udah yuk, Sar ke kamar aku aja," ucap Sari sambil menarik lengan Sarah agar mengikuti nya ke kamar.

Sarah masih sempat menoleh dan melihat pemuda teman abangnya Sari sebelum pasrah mengikuti langkah Sari menuju ke kamar nya.

Sarah sedang menunggu angkot yg akan mengantar nya pulang ke rumah. Biasanya gadis itu ikut mobilnya Sari yg menjemput dan dia bisa stop di depan jalan menuju kerumahnya hingga membuat Sarah jadi hemat ongkos tetapi hari ini karena tadi Sari ada acara keluarga membuat Sarah memutuskan untuk pulang sendiri saja daripada merepotkan sahabatnya itu.

Sarah dari tadi celingak-celinguk mencari angkot yg akan mengantar pulang ketika tiba-tiba ada mobil mewah yg stop di depan gadis itu. Seketika Sarah langsung melangkah mundur . Pintu mobil itu terbuka dan keluarlah pemuda yg merupakan teman abangnya Sari .

"Kamu teman adiknya Ario kan ?" Tanya sosok pemuda itu.

"Iya,".

"Mau kemana?"

"Mau pulang kak,"

"Ya sudah aku antar ya ," ucap pemuda itu dengan ramah.

"Gak usah kak, saya bisa pulang sendiri," Sarah berusaha menolak ajakan teman abangnya Sari itu. Karena gadis itu belum mengenal pemuda itu.

"Kenapa kamu takut?, karena kita belum kenal ya,".

"Aku Sadewa Pratama, kamu?".

"Sarah Andini," jawab Sarah pelan.

"Nama yg cantik secantik orang nya," ucap Dewa memuji.

Mendengar ucapan Dewa membuat pipi Sarah merona malu. Gadis 17 tahun yg belum pernah dekat dengan teman cowok langsung merasakan debaran di dada nya karena di puji oleh seorang pemuda yg begitu tampan menurut nya.

"Nah , karena kita sudah berkenalan boleh lah aku antar kamu pulang," ucap Dewa.

"Tapi kak," sahut Sarah.

"Ayolah , kita buat macet jalan nih kalau kamu terus menolak," ujar Dewa.

Sarah melirik jalan yg mulai macet dan klakson dari kendaraan lain karena mobil yg di parkir sembarang oleh Dewa.

Sarah akhirnya mau di antar pulang oleh Dewa daripada semakin lama dia menolak membuat jalan semakin macet dan malah membuat keributan.

Setelah memberitahukan alamat rumahnya. Sarah hanya diam saja sepanjang perjalanan menuju ke rumah.

"Kamu biasa pendiam begini ya Ra," .

"Ra ?" Sarah bingung dengan panggilan nama yg di berikan oleh Dewa.

"Iya, nama kamu kan Sarah. Aku panggil Ara saja biar lebih dekat, gak apa-apa kan ?" ucap Dewa.

"Iya gak apa-apa kak," sahut Sarah .

"Jangan panggil kakak dong, panggil aja nama . Terserah kamu mau panggil apa. Kalau di rumah dan teman-teman ,aku di panggil Tama tapi ada juga yg memanggil Dewa," .

"Iya," sahut Sarah pelan. Jujur saja semobil dengan pemuda itu membuat Sarah merasakan jantungnya berdetak dengan kencang sampai gadis itu takut bunyi suara detak jantungnya bisa di dengar oleh Dewa.

"Bagaimana kalau kita cari makan dulu Ra?" Ucap Dewa setelah mereka terdiam cukup lama.

"Sarah tidak bisa kak, eh , maksudnya Dewa" sahut Sarah meralat perkataannya ketika melihat Dewa menatapnya dengan tajam.

"Ya sudah lain kali ya, jangan menolak," .

"Iya Wa,".

Akhirnya Dewa mengantarkan Sarah pulang kerumahnya.

Semenjak kejadian itu Sarah dan Dewa menjadi akrab. Setiap pulang sekolah Dewa selalu menjemput Sarah. Bahkan terkadang mereka sebelum pulang pergi makan dulu.

Hati Sarah begitu bahagia apalagi ketika Dewa bilang mencintainya. Walaupun mereka hanya bertemu siang hari dan hanya sebentar ketika menjemput Sarah pulang sekolah.

Gadis itu juga tidak curiga ketika Dewa tidak pernah menelponnya duluan atau mengajak nya keluar selain hanya menjemput nya dari sekolah baru mereka makan terus langsung pulang.

Sarah merasa begitu mencintai Dewa dan ketika Dewa mengajaknya keluar di hari Minggu, gadis itu begitu senang dan bahagia sampai berbohong kepada orangtuanya karena Papa Sarah tidak mengijinkan putri kesayangannya itu berkenalan dengan lelaki apalagi berpacaran.

Gadis itu sedikit terkejut ketika Dewa mengajak nya ke apartemen pemuda itu.

"Kenapa kesini Wa, katanya tadi mau nonton?" Tanya Sarah di diparkiran apartemen.

"Ini apartemen aku, kita nontonnya di apartemen aku saja ya lebih enak dan nyaman," sahut Dewa.

"Tapi...,"

"Kamu percaya kan sama aku ?".

Sarah akhirnya hanya mengangguk kepala nya dan membiarkan Dewa mengajak nya ke atas , ke apartemen pemuda itu. Dewa benaran anak orang kaya karena apartemen yg di miliki oleh pemuda itu saja apartemen mewah.

Sesampainya di depan pintu apartemen. Dewa segera menekan password apartemen dan menyuruh Sarah mengingat password agar kalau Sarah datang bisa masuk sendiri.

Dengan ragu-ragu akhirnya Sarah melangkah masuk ke apartemen pemuda yg di cintai nya itu. Setelah pintu tertutup gadis itu masih berdiri dengan canggung di depan pintu. Jujur saja dia takut karena untuk pertama kalinya dia berduaan dengan seorang lelaki.

"Ayo sayang kenapa berdiri di situ saja," ucap Dewa yg langsung merangkul pinggang Sarah membuat gadis itu tersentak kaget mendapati tangan Dewa berada di pinggang nya.

Sarah hanya nurut saja ketika Dewa mengajak untuk duduk di sofa.

"Sebentar ya aku ambil minum dulu," ucap Dewa terus berlalu menuju ke arah mini bar yg berada di apartemen itu.

Kerutan di kening Sarah terlihat ketika melihat minuman berwarna kuning yg di letakkan oleh Dewa di hadapannya . Gadis itu merasa sepertinya itu bukan air putih. Setelah Dewa memutarkan film yg ada di tv layar besar di depan mereka. Pemuda itu kembali duduk di sofa di samping Sarah.

Dengan santai Dewa merangkul bahu Sarah dan mengambil minuman yg tadi di suguhkan nya dan langsung meminumnya. Lalu pemuda itu mengambil minuman Sarah dan mengulurkan nya kepada gadis itu. Sarah mengambil minuman itu dengan ragu.

"Di minum Ra , kamu pasti haus,".

Ketika Sarah mengangkat tangannya dan mau meminum cairan kuning itu tercium aroma menyengat masuk ke penciuman nya membuat gadis itu mengurungkan niatnya untuk minum.

"Aku minta air mineral aja Wa kalau ada," ucap Sarah menyerah gelas yg di pegangnya kepada Dewa.

"Minum saja dikit Ra," bujuk Dewa.

"Gak mau , aku gak biasa minum begini , " sahut Sarah. Dewa akhirnya menuruti kemauan Sarah dan Menganti minuman Sarah.

Mereka akhirnya menonton film yg di putar oleh Dewa sebuah film romantis. Ketika adegan berciuman di film. Wajah cantik Sarah memerah malu karena risih melihat adegan itu dengan ada Dewa di samping nya.

Dewa yg melihat wajah merona Sarah terpana karena wajah malu gadis itu membuat nya semakin cantik. Tangan Dewa menyentuh dagu Sarah dan membawanya agar menoleh kearah nya. Dengan perlahan Dewa mendekati Sarah. Bibir pemuda itu semakin mendekati bibir Sarah.

Sarah terdiam dengan mata yg terbelalak ketika merasakan bibir Dewa menyentuh bibirnya.

Ciuman yg awalnya lembut lama-kelamaan menjadi lebih panas. Dewa melumat dan mengigit bibir Sarah membuat gadis itu merintih , kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Dewa lidahnya dengan nakal masuk kedalam mulut Sarah . Gadis itu dapat merasakan rasa minuman yg di minum oleh pemuda itu di mulut.

"Balas ciuman aku, Ra ," pinta Dewa di sela-sela ciuman mereka.

Entah karena permintaan Dewa atau Sarah yg telah terhanyut dalam hasratnya. Gadis itu sebisa mungkin membalas ciuman pemuda itu hingga membuat Dewa mengerang senang.

Dewa baru menyudahi ciumannya ketika merasa Sarah mulai kehabisan napas. Gadis muda itu sedikit terengah ketika Dewa menyudahi ciuman nya. Pemuda itu mengusap air liur yg berceceran di dagu Sarah.

"Aku mencintaimu Ra,".

"Aku juga mencintaimu Wa," sahut Sarah pelan.

Dewa tersenyum dan memeluk tubuh Sarah dengan erat. Tangan pemuda itu mulai nakal menjelajahi tubuh Sarah, meraba dan meremas bagian-bagian tubuh gadis itu yg sensitif. Sementara bibir Dewa menciumi leher jenjang Sarah memberikan ciuman basah di leher gadis itu.

Sarah seolah pasrah menerima apa saja yg di lakukan oleh Dewa. Bahkan ketika Dewa mengendong nya menuju ke kamar ,tidak ada penolakan dari gadis itu.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Api Dendam di Masa Lalu
8.9
Hidupku berakhir tragis saat Arifin, suamiku, membiarkanku tewas dalam mobil yang terbakar demi menyelamatkan selingkuhannya. Tragisnya, itu adalah pembunuhan berencana demi menguasai warisanku. Namun, takdir berkata lain. Aku terbangun di masa kuliah dengan ingatan masa depan yang utuh. Menatap Arifin yang tampak tak berdosa, aku kini tahu kelicikan di balik wajah itu. Kesempatan kedua ini akan kugunakan untuk membalas dendam dan menghancurkan para pengkhianat.
Sampul Novel Pengkhianatan Sang Pria, Kisah Cinta Tak Tergoyahkan Miliknya
8.5
Ulang tahun ke-22 menjadi petaka saat tabungan kuliahku di ITB dirampas dua kakak kandung demi operasi plastik adik angkat kami, Vanya. Aku diusir, dituduh egois, lalu ditinggal berlibur ke Bali. Di titik terendah, tawaran proyek medis rahasia selama 15 tahun hadir sebagai jalan keluar. Aku pun pergi dan memutus ikatan keluarga demi masa depan baru, tanpa lupa meninggalkan bukti kebohongan Vanya di meja.
Sampul Novel Gairah Panas Tuan Arion
9.5
Arion Harold, sang miliarder dingin berjiwa casanova, diam-diam memendam rasa pada Emily, sekretaris pribadinya sekaligus teman masa kecilnya. Hubungan profesional yang kaku itu runtuh setelah satu malam intim mengungkap perasaan mereka yang sesungguhnya. Sayangnya, sebuah peristiwa tak terduga justru merusak segalanya. Emily yang kecewa memutuskan pergi demi menjaga hatinya yang patah. Kini, mampukah Arion merebut kembali hati Emily, ataukah segalanya sudah terlambat?
Sampul Novel Hold My Hand
8.0
Kepergian orang tua angkat menyisakan duka sekaligus gejolak rasa yang tak biasa dalam diri Khanza kepada kakaknya, Barra. Kendati tanpa hubungan darah, ikatan persaudaraan mereka melahirkan konflik batin yang menyiksa. Di tengah kebimbangan cinta terlarang itu, ujian berat menghampiri. Keadaan menjadi sangat genting ketika Barra dituduh terlibat dalam sebuah kasus pembunuhan misterius, mengancam masa depan sekaligus rahasia terdalam yang mereka simpan.
Sampul Novel Istri Dari Desa
8.5
Sering dicap udik dan bertubuh gemuk, Asmi terus menerima hinaan dari keluarga suaminya. Ibu mertuanya bahkan terang-terangan menolaknya karena statusnya yang dianggap miskin dan yatim. Namun, sebuah fakta besar akhirnya terkuak. Sang suami tidak pernah menyangka bahwa wanita yang direndahkan itu sebenarnya adalah miliarder dengan aset melimpah di berbagai tempat. Akankah perlakuan buruk keluarga tersebut berubah setelah mengetahui jati diri Asmi yang sesungguhnya?
Sampul Novel Janda Laila
9.4
Pernikahan Laila selama lima tahun terancam hancur karena belum juga dikaruniai anak. Kini, suami dan ibu mertuanya memberikan tuntutan yang sangat berat. Laila dipaksa memilih antara mengizinkan suaminya berpoligami atau menyetujui perceraian. Menghadapi dilema yang menguras emosi ini, ia harus segera mengambil keputusan besar bagi hidupnya. Apakah Laila akan menerima kehadiran istri kedua, atau memilih pergi dan memulai hidup baru sebagai seorang janda?