APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sebuah Pengabdian

Sebuah Pengabdian

Impian Hamid menjadi tentara pupus seketika saat orang tuanya memaksa dirinya menjalani pernikahan dini yang tak pernah ia inginkan. Walau diselimuti amarah karena harus menikahi wanita asing, ia akhirnya mengalah demi berbakti. Siapa sangka, kehidupan pernikahan ini justru mendewasakan Hamid dan menuntunnya memahami arti pengabdian kepada Tuhan. Namun, badai ujian kini mulai mengancam komitmen mereka. Mampukah Hamid dan sang istri bertahan melewati cobaan demi menjadi abdi sejati?
Bab
Bagikan

Bab 2

Pagi hari yang cerah. Matahari bersinar terang. Seolah merestui apa yang akan dilakukan oleh Hamid dan keluarganya. Menyertai mereka yang sedang dalam perjalanan untuk pergi melamar seorang gadis yang akan dinikahkan dengan Hamid. Wajah kedua orang tua Hamid yang berseri-seri menampakkan kebahagiaan pada diri mereka. Namun Hamid tidak seperti itu. Ia malah nampak muram di hari yang seharusnya menjadi hari kebahagiaannya.

Perjalanan panjang nan melelahkan itu akhirnya telah mencapai tujuannya. Hamid dan keluarganya telah tiba di sebuah gerbang sebuah pondok pesantren. Betapa terkejutnya Hamid setelah mengetahui tempat tujuan kedua orang tuanya itu. Matanya menoleh ke atas dan nampak tulisan “Pondok Pesantren Al-Fatah”.Ia belum mengerti sama sekali mengapa kedua orang tuanya malah membawanya ke pesantren tersebut. Begitu terkejutnya ia hingga hilanglah kesedihan dalam dirinya. Sebuah senyuman pun mulai menghiasi wajahnya.

Yasir segera mengajak Mona dan Hamid untuk memasuki pondok pesantren tersebut. Tanpa merasa ragu lagi, Yasir dan Mona mulai melangkahkan kakinya untuk memasuki pondok pesantren itu. Namun Hamid masih canggung untuk memasukinya. Mengetahui bahwa Hamid masih terdiam di tempat, Mona langsung meraih tangannya dan mengajaknya masuk.

Kedatangan Yasir dan keluarganya di sambut dengan sangat hangat oleh sang pemilik pondok pesantren. Segara ia menyuruh sang istri untuk menjamu tamunya itu. Bahkan Yasir dipeluk dengan sangat erat olehnya.Setelah itu,mereka pun dipersilahkan duduk oleh pemilik pesantren itu.

Setelah mempersilahkan para tamunya untuk duduk,Rahman pun berkata, ”Yasir, kau kemari setelah sekian lama.Kau pasti memiliki tujuan tertentu hingga kau bersedia jauh-jauh datang kemari sambil membawa keluargamu juga. Biasanya kau hanya datang seorang diri. Sebenarnya apa tujuan kedatanganmu kemari?”

Dengan sedikit ragu Yasir menjawab, ”Sebenarnya maksud kedatangan kami kemari adalah untuk melamar putrimu, Zahra untuk Hamid.”

“Apa? Melamar Zahra untuk Hamid? ”jawab Rahman terkejut.

Rahman mengalihkan pandangannya pada Hamid sejenak kemudian berkata, ”Subhanallah...Dia semakin tampan sekarang. Tapi bukankah usia Hamid dan Zahra itu terpaut jauh?”

“Itu benar pak. Lagipula Zahra juga masih terlalu muda untuk menikah,” sambung Salamah yang baru datang dan meletakkan minuman di atas meja.

Yasir dan Mona terdiam sejenak. Kemudian Yasir menjawab, ”Iya, aku tahu itu. Hamid juga masih terlalu muda untuk menikah. Tapi apa daya kami? Sebenarnya kami juga tidak mau kalau mereka menikah terlalu muda. Tapi, kalian tahu sendiri kan kalau usia kami ini sudah semakin tua. Dan kami ingin segera menimang cucu sebelum kami tutup usia. Jadi kami terpaksa melakukannya. Tolonglah! Kau sudah kuanggap sebagai adikku sendiri. Anggap saja ini sebagai balasan atas rasa terima kasihku kepada kalian karena kalian yang telah membantuku untuk dapat memiliki keturunan delapan belas tahun yang lalu. Aku ingin Zahra menjadi bagian dari keluarga kami yang sesungguhnya.

Rahman terdiam sejenak. Memikirkan setiap perkataan Yasir. Bagaimanapun juga ia tak akan membiarkan sahabatnya itu dalam keadaan sulit sementara ia tak berusaha untuk membantunya sedikitpun. Salamah memandang wajah suaminya dengan penuh harap. Berharap agar suaminya dapat memberi keputusan yang terbaik untuk putri tunggalnya itu.

Rahman terbangun dari lamunannya.Kemudian ia berkata, ”Sebenarnya kami sangat ikhlas membantu kalian. Kami tak mengharapkan imbalan apapun. Karena selama Yasir belajar di pondok pesantren ini dia selalu membantuku untuk dapat memahami setiap pelajaran dengan baik. Sungguh, aku dahulu hampir putus asa karena aku yang notabene adalah anak seorang pemilik pondok pesantren malah tidak bisa menerima pelajaran agama dengan baik. Aku merasa sangat malu dengan teman-temanku. Terutama Yasir yan paling pandai dalam masalah agama. Sebenarnya aku juga belum pernah cukup untuk membalas budi padanya.”

Rahman menghela nafas sejenak. Lalu ia kembali berkata, ”Tapi jujur, kalau ditanya sebenarnya aku mau sekali menikahkan Hamid dan Zahra. Aku juga sangat tertarik dengan ketampanan dan kepintaran Hamid. Apalagi Hamid dan Zahra itu kan sama-sama penghafal Al-Qur’an. Mereka itu pasangan yang sangat cocok. Tapi bukan sekarang waktunya.”

Raut wajah Yasir dan Mona nampak sedih setelah mendengar jawaban dari Rahman. Kemudian Salamah menyela, ”Tapi semua itu juga terserah pada yang akan menikah."

"Sebentar! Saya panggilkan Zahra dulu. Dia sedang mengajar anak-anak MI,” lanjut Ustadz Rahman.

Salamah keluar dari ruang tamu. Kemudian ia berjalan menuju ruang kelas. Salamah datang di saat yang tepat. Saat para siswa tengah beristirahat dan jam mengajar untuk Zahra telah selesai.

Salamah langsung menarik tangan Zahra setelah bertemu dengannya. Kemudian ia mengajaknya untuk segera pergi ke ruang tamu. Zahra menanyakan padanya alasannya yang terlihat terburu-buru itu. Salamah tak menjawab apapun. Ia tak mempunyai waktu untuk menjelaskannya pada putrinya tersebut.

Setelah tiba di tuang tamu, Salamah segera menyuruh Zahra untuk duduk di sampingnya. Yasir dan Mona merasa sangat senang dengan kedatangan Zahra. Sebelum duduk, Zahra mencium tangan Yasir dan Mona lalu merapatkan tangannya pada Hamid. Hamid ikut merapatkan tangannya pada Zahra sambil tersenyum padanya. Zahra tersipu malu ketika Hamid tersenyum padanya.

Yasir dan Mona semakin senang melihat pandangan Zahra, pada Hamid. Begitu pula dengan Rahman. Rahman pun berkata, ”Zahra, kamu masih ingat dengan Tante Mona, Om Yasir, dan Hamid kan? Mereka datang kemari untuk melamarmu. Kau akan dinikahkan dengan Hamid. Tapi semua itu terserah kalian berdua. Bagaimana, apa kamu mau menikah dengan Hamid, nak?”

Zahra sungguh terkejut mendengar pertanyaan dari sang ayah. Tak pernah terbayangkan olehnya sebelumnya bahwa ia akan dilamar di usia semuda itu. Dirinya sungguh tidak siap untuk menerima takdir itu. Ia kemudian menolehkan pandangannya pada Hamid. Hamid pun melakukan hal yang sama. Karena tak ingin melakukan hal yang dilarang oleh agama, Hamid segera mengalihkan pandangannya ke bawah. Sementara Zahra menoleh ke arah sang ibu.

“Aku dan ayahmu sudah lama bersahabat. Jika aku ingin menikahkan putraku, maka aku langsung memilihmu. Dengan begitu hubungan persahabatan kami menjadi semakin kuat. Tapi kalau kau menolak juga tidak apa-apa. Itu hakmu,” ucap Yasir.

“Dan kalau kau sudah menikah dengan Hamid nanti, maka kau akan menggantikanku mengurus perusahaanku yang sudah begitu besar. Karena Hamid tak ingin menjadi seorang pengusaha. Ia lebih senang untuk menjadi seorang prajurit,” lanjut Yasir.

“Iya nak, Hamid adalah pemuda yang paling sempurna .Dia pintar, cerdas, dan juga penghafal Al-Qur’an sepertimu. Suaranya sangat merdu jika melafalkan ayat suci Al-Qur’an. Tentu kau sudah mengetahui hal itu. Abi ingin sekali mempunyai menantu sepertinya. Kalau memang ditakdirkan seperti itu, maka abi akan sangat bersyukur. Tapi kalau tidak, ya tidak apa-apa," tambah Ustadz Rahman.

"Tapi maaf, Abi, apakah pernikahannya harus dilangsungkan secepat ini? Apakah tidak bisa ditunda untuk beberapa waktu lagi? Mengingat aku baru saja lulus S1," tanya Zahra.

"Tidak bisa, nak. Om Yasir sudah sangat tua. Dia sangat menginginkan seorang cucu. Jadi pernikahannya harus segera dilaksanakan," jawab Ustadz Rahman.

"Iya nak. Tidak apa-apa jika kau masih S1.Nanti kau bisa kuliah lagi agar dapat mengurus perusahanku dengan baik nanti. Dan aku yakin sekali jika berada di tanganmu maka perusahaanku akan menjadi semakin maju," tambah Yasir.

Zahra mengangguk lalu menjawab, "Baikah.Terserah Abi saja. Aku menurut pada Abi."

Semua tersenyum puas mendengar jawaban dari Zahra. Usaha Yasir untuk mencoba melamar putri sahabatnya itu ternyata tidaklah sia-sia. Tuhan yang Maha Penyayang memberinya kenikmatan yang luar bisa ini pada dirinya. Melamar putri dari sahabatnya tanpa mendapat suatu masalah yang berarti.

"Tapi maaf sebelumnya, Rahman. Maaf jika hubungan Hamid dan Zahra harus disembunyikan untuk beberapa waktu. Karena kau tahu sendiri bahwa Hamid...."ucap Yasir dengan.penuh rasa keterpaksaan.

"Apa? Apa maksudmu hubungan mereka harus disembunyikan? Memangnya kalian anggap Zahra apa? Kalian meminta Zahra untuk menikah dengan putra kalian. Tapi kalian menyuruh kami untuk menyembunyikan hubungan mereka berdua. Apa maksud semua ini?" tanya Ustadzah Salamah dengan nada tinggi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arrogant vs Crazy
9.6
Bertahan hidup di dunia nyata sangatlah berat bagi Nesta. Berbekal ijazah SMA, gadis mungil ini akhirnya mendapat angin segar saat diterima bekerja sebagai office girl di PT Taruna. Sialnya, di hari pertama kerja, ia langsung dipecat oleh atasannya yang sangat sombong. Demi mendapatkan uang halal untuk menyambung hidup, Nesta menolak tunduk. Ia pun menyiapkan rencana gila untuk menghadapi sang bos angkuh agar tetap bisa bekerja di sana.
Sampul Novel Boss Lady: Mantan Suamiku Ingin Aku Kembali
8.9
Selena kerap dicap parasit oleh Kenneth, sang suami. Lelah terus terluka, ia akhirnya menggugat cerai dan meminta pembagian aset. Kenneth yang mendambakan kebebasan segera menyetujuinya. Namun di luar dugaan, Selena justru bangkit menjadi pebisnis sukses yang didekati banyak pria. Terpaku melihat perubahan mantan istrinya yang kini mandiri, Kenneth pun berbalik mengejarnya. Di tengah luapan amarah Selena, Kenneth mengakui obsesinya dan memohon rujuk demi menyatukan harta serta masa depan.
Sampul Novel Ikatan Cinta yang Unik
9.6
Yvonne hancur setelah memergoki tunangan dan saudarinya berselingkuh. Di tengah kepedihan, ia tak sengaja tidur dengan pria asing hingga hamil. Diusir ayahnya, Yvonne merantau dan kembali enam tahun kemudian sebagai dokter sukses bersama Aiden, putra jeniusnya yang jago meretas. Saat Aiden ingin mencarikan jodoh untuk ibunya, pria misterius dari masa lalu muncul mengaku sebagai ayah Aiden. Perjuangan Aiden menyatukan mereka pun dimulai.
Sampul Novel Makmum Kedua Suamiku Sahabat Baik ku
8.4
Kehidupan Aisyah hancur seketika saat sang suami meminta restu untuk menikahi sahabat karibnya. Demi mempertahankan rumah tangga, ia rela dimadu meski hatinya sangat terluka. Sayangnya, keputusan itu justru membawanya pada penderitaan baru. Suaminya berubah menjadi dingin, kasar, dan enggan memberikan kasih sayang. Di tengah cercaan dan ketidakadilan yang terus menerpa, sanggupkah Aisyah bertahan dalam pernikahan poligami ini?
Sampul Novel Pesona Sebuah Ciuman
8.2
Karin menghadapi gejolak batin usai menyambut ciuman Wilson. Walau mestinya ia membenci lelaki tampan itu, kehangatan tersebut terus membayangi benaknya. Keadaan kian pelik lantaran Karin masih terikat pernikahan sah dengan Steven. Sanggupkah Karin dan Wilson menekan daya tarik terlarang yang kian membara? Simak pergulatan emosi Karin yang mempertaruhkan keutuhan rumah tangganya dalam kisah romansa dewasa yang penuh dilema ini.
Sampul Novel Sugar Daddy untuk Pricilla
8.1
Kehadiran Aron sempat menyalakan gairah membara dalam hidup Priscilla. Namun, kepindahannya ke Amerika Serikat untuk kuliah mengubah segalanya. Jauh dari Aron tidak memadamkan hasratnya. Di negeri orang, Priscilla justru terlibat hubungan terlarang dengan Derry, paman tiri tempatnya menumpang tinggal. Kisah dewasa khusus 21 tahun ke atas ini mengupas perjalanan berani Priscilla yang penuh risiko demi memuaskan hasratnya.