APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SEBEL TAPI KANGEN

SEBEL TAPI KANGEN

Trauma masa lalu membuat Fuji sangat membenci kalangan kelas atas. Tak heran jika perjumpaannya dengan Andrew, CEO yang sangat sombong, langsung menyulut pertikaian hebat di antara mereka. Situasi kian memanas ketika Fuji menemukan kenyataan pahit bahwa Andrew terlibat dalam kematian sang kakak. Di tengah pusaran kebencian dan kebenaran yang menyakitkan ini, akankah perasaan cinta tumbuh meredam dendam, atau justru luka lama yang akan menghancurkan mereka?
Bab
Bagikan

Bab 3

Yuni tak menjawab hanya tersenyum lebar, Fuji jadi penasaran, "Pagi-pagi udah nongol, aja. Emang Kamu gak kerja?"

"Kamu lupa. Aku shift 2 dan hari ini Aku sengaja ke rumahmu dulu, sebelum ngampus," jawab Yuni berdiri bersandar di tiang pintu, Fuji manggut-manggut

Yuni memperhatikan sahabatnya dari atas sampai bawah dengan seksama, "Kamu rapih banget, mau kemana Ji?"

"Cari kerja," sahut Fuji

"Nah itu dia Ji!!" Teriak Yuni membuat Fuji berjingkat kaget

"Itu dia, apa?" Fuji mendelik

"bikin kaget aja, udah masuk dulu. Pamali anak gadis berdiri di tengah pintu!" ujar Fuji menarik salah satu tangan sahabatnya.

"Pamalinya gak ada, adanya bumali. Hehehe," sahut Yuni masuk ke dalam rumah dan bersalaman dengan Ibu Irma dan Chiko.

"Kamu mau melamar pekerjaan di mana?" tanya Yuni pada Fuji penuh selidik

"Belum tau Yun," jawab Fuji

"Nah kebetulan ada lowongan pekerjaan," sahut Yuni dengan menaik turunkan alisnya

"Di mana Yun?!" Fuji kegirangan dapat informasi pekerjaan sampai kedua tangannya menggoyang-goyang bahu sahabatnya itu.

Yuni tersenyum lebar, ia bahagia banget bisa liat Fuji bahagia, "Tapi masalahnya Ji, ini bukan lowongan pekerjaan jadi waitress ataupun pekerjaan yang biasa kita lakukan,"

"Gak pa pa, apa pun pekerjaannya yang penting halal," jawab Fuji excited

"Ada lowongan pekerjaan sebagai Asisten pribadi untuk Nenek-nenek, tapi jangan salah ini Nenek-nenek nya orang kaya. Kamu cuma nemenin dia, ngelayanin dia dan memberikan obat sesuai jadwalnya. Gajinya 10 juta sebulan,Gimana mau gak?"

"Mau-mau! Di mana itu?"

"Udah kamu ikut aja, biar aku yang anterin kamu ke rumahnya,"

"Oke deh, kalau gitu. Tapi nanti kuliahmu gimana?"

"Tenang aja, untuk sahabat terbaikku. Aku rela bolos kuliah satu hari," jawab Yuni

"So sweet," ujar Fuji langsung meluk sahabatnya itu, Yuni balas peluk. Mereka memang sudah bersahabat dari SMA.

Fuji dan Yuni berpamitan, Mereka mencium punggung tangan Ibu Irma dengan takdzim.

"Do'a kan Fuji ketrima kerja. Bu,"

"Iya sayang."

"Chiko salim sama Mamah dan tante Yuni," panggil Ibu Irma pada cucunya

Chiko yang sedari tadi asyik bermain mendengar Ibu Irma memanggilnya segera menghampiri, mencium punggung tangan Fuji dan Yuni.

"Anak Pinter, Tante Yuni pinjam Mamah Fuji dulu sebentar. Boleh?"

"Boleh Tante, Mamah Fuji nya jangan di galakin, ya. Tante,"

"Anak baik, gak donk. Emangnya Tante Yuni macan galak-galak," sahut Yuni Kedua tangan Yuni membentuk cakar ke arah wajah Chiko, "Hauumm,"

"Hahaha, Tante Yuni lucu," Chiko tergelak

"Dadah Chiko," Yuni dan Fuji melambaikan tangannya pada Chiko dan Ibu Irma, Mereka berdua segera menaiki motor, menyalakan mesinnya dan pergi meninggalkan rumah. Namun, baru saja motor yang Mereka naiki keluar halaman, tiba-tiba ada BMW datang menghalangi motor Mereka.

"Fuji. Itu mobil pacar kamu? Kamu kok ... gak pernah cerita,"

"Ngawur. gak tau mobil siapa,"

Tin!

Tiin!!

Tiiiiiiin!!!

Yuni yang pegang stir motor terus memperhatikan Pria dalam BMW, sepertinya dia mengenalnya. Wajahnya sangat tidak asing lagi, namun Fuji sudah terlanjur kesal, ia segera turun dari motor, "Biar Aku kasih pelajaran dia, Yun. mentang-mentang orang kaya, parkir mobil sembarangan!"

Yuni yang sadar kalau Pria dalam BMW itu Andrew CEO restaurant tempat dia berkerja, spontan ia refleks menarik tangan Fuji.

"Fuji! Jangan Ji, di-dia-di-dia-," Yuni tergagap

"Apa sih? kaya liat hantu aja!!" ujar Fuji

"Aduuhh Fujii, yah-yah. Si Fujiii!!" Yuni semakin panik karena sahabatnya mendatangi mobil BMW dan menggedor-gedor jendela mobil.

Dorr!

Dorr!!

"Heh. Minggirin mobilnya! Motorku mau lewat!!

Zzipt

Zziipt

Jendela mobil terbuka, tampak wajah Pria tampan memakai kaca mata hitam memandang wajah Fuji dan dia terpana dengan ketampanannya. Ternyata Pria tampan itu tak lain Andrew, Dia membuka kaca matanya.

"Kamu, kan. Tuan CEO." ujar Fuji pelan, ia cukup terkejut dengan kedatangan Andrew.

Andrew keluar dari mobil dan berdiri tepat di hadapan Fuji, ia tersenyum ramah.

"Apa kabar Unicorn,"

"Hah. Apa Unicorn? Gak ada yang namanya Unicorn di sini!"

Yuni mendekati sahabatnya dan berbisik di telinganya. "Yang di maksud itu kamu, Unicorn." Fuji terkejut campur kesal mendapat julukan itu.

Andrew senyum-senyum melihat ekspresi kaget Fuji yang tampak lucu di matanya bikin gemas.

"Aneh. Boss kamu udah gila Yun, liat aja senyum-senyum sendiri," ujar Fuji pelan

Andrew maju lebih dekat lagi, jarak mereka cuma lima langkah. Fuji mundur satu langkah dan terlihat sedikit takut, Namun ia tidak mau menunjukkan rasa takutnya.

"Tolong pinggirkan mobilnya, motorku mau lewat,"

Andrew diam saja tak bergeming. Entah kenapa sekarang sangat berbeda dengan tadi malam, ia suka sekali melihat Fuji marah. Dalam pandangan Andrew sekarang semakin Fuji marah, semakin cantik.

Rida keluar dari dalam mobil membawa tas koper, wanita itu berdiri di samping Andrew dan melirik ke arah Boss nya kemudian menatap sinis pada Fuji.

"Boss. Ini uang seratus juta nya, di berikan sekarang. Boss?"

"Ishh. Ridaa, kenapa merusak suasana," gerutu Andrew

"Fuji! Kedatangan Boss Andrew nemuin kamu, gak ada maksud apa-apa, jadi jangan. GR! Boss Andrew datang kesini cuma mau ngasih hadiah seratus juta, karena kamu sudah menolongnya. Camkan itu!!" seru Rida dengan penuh penekanan sedangkan Andrew terperanjat asistennya bicara demikian.

"Rida. Apa-apaan kamu," gerutu Andrew lagi

"Benarkan Boss yang saya katakan?" tanya Rida

Andrew tak menghiraukan pertanyaan Rida, justru ia khawatir Fuji tersinggung.

Tatapan Fuji semakin tajam ke arah Andrew, ia menghela nafas dan membuangnya kasar dengan geram Fuji berkata, "Aku tidak butuh uangmu Tuan CEO, bawa pulang uangmu dan silahkan pergi dari sini!!"

"Unicorn. Aku mau bicara denganmu sebentar!"

"Aku bukan unicorn! Maaf. Aku tidak ada waktu, silahkan pergi Tuan CEO!"

"Aku ingin berterima kasih denganmu, sebagai balas jasamu dan permintaan maaf dariku. Uang seratus juta ini, ku rasa cukup mewakilkannya. Kalau seratus juta kurang, kamu bisa minta lagi padaku. Unicorn,"

Fuji yang mendengar pengakuan Andrew semakin muak. Apa lagi, Andrew mengukur semuanya dengan uang. Fuji jadi ingat kejadian kecelakaan motor yang di alami orang tua Chiko, dengan mudahnya orang kaya yang menabrak mati kakak dan suaminya itu, menukar nyawa dengan uang. Sampai sekarang uang itu masih di simpan oleh Fuji, suatu saat nanti kalau bertemu dengan orang kaya itu. Ia akan melemparkan, uang satu milyar yang di simpannya ke wajah orang tersebut.

"Sudah selesai bicaranya, silahkan pergi Tuan CEO atau aku akan teriak!"

"Teriak saja unicorn, kalau bisa membuatmu puas," sahut Andrew penuh harap Fuji bisa di ajak bicara.

Fuji semakin kesal karena ancamannya tak di gubris oleh Andrew, ia menatap tajam ke arah Andrew sedangkan Yuni bicara dengan nada berbisik, "Fuji. mendingan kita putar balik aja, yuk,"

"Gak akan. Kali ini aku gak akan ngalah sama CEO angkuh itu," sahut Fuji pelan kedua telapak tangannya mengepal.

Andrew memberikan perintah pada asistennya, "Rida. Berikan uangnya!"

Rida mengangguk kemudian melangkah mendekati Fuji, namun baru dua langkah tiba-tiba ...

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel After That Night
8.2
Tepat menjelang hari pernikahan, hidup Rebecca hancur seketika akibat sebuah jebakan malam yang merusak nama baik serta hubungan cintanya. Diusir oleh keluarga dalam kondisi terpuruk, ia kemudian menyadari bahwa peristiwa tragis itu justru mempertemukannya dengan Glenn Romanov. Takdir kini mengikat dua orang asing ini dalam pusaran konflik yang rumit. Mampukah Rebecca bangkit kembali saat masa depannya kini bergantung pada pria misterius tersebut?
Sampul Novel Karena Anak Hatiku Melunak
9.4
Demi melunasi utang, keluarga tiri Tanti tega menjualnya kepada Darian hingga ia hamil. Enam tahun berlalu, takdir mempertemukan mereka kembali saat Ade, putra Tanti, divonis menderita penyakit sumsum tulang belakang. Hasil tes DNA membuktikan Ade adalah anak kandung Darian. Demi menebus masa lalunya, Darian bersedia menjadi donor. Kini, Tanti menghadapi dilema besar: mempertahankan kebenciannya pada Darian atau menerima uluran tangannya demi menyelamatkan nyawa sang anak.
Sampul Novel Melody Cinta Tuan Muda
8.9
Tindakan tulus Melody saat menolong seorang kakek dari upaya bunuh diri justru membawanya masuk ke lingkaran dinasti bisnis raksasa. Di tengah keluarga konglomerat ini, ia menyaksikan perebutan takhta yang penuh kelicikan. Sagara, sang pewaris sah sekaligus cucu kakek tersebut, menjadi target manipulasi anggota keluarga lain karena kepribadiannya yang sangat lugu. Kini, Melody terjebak dalam pusaran intrik perebutan harta dan konspirasi kejam demi menguasai perusahaan.
Sampul Novel Menikahinya Mudah, Kehilangannya Adalah Neraka
8.8
Stella hancur saat memergoki pengkhianatan Marc. Usai memberi tamparan keras, ia menghilang demi misi rahasia dan memalsukan kematiannya. Kepergian Stella membuat imperium bisnis Marc hancur total. Marc didera penyesalan mendalam hingga takdir mempertemukan mereka lagi di sebuah gala mewah. Saat Marc memohon pengampunan, Stella yang kini bersinar di sisi pria sukses lain hanya melempar senyum sinis dan menegaskan bahwa ia telah kehilangan haknya.
Sampul Novel My Handsome Boy
9.4
Demi melunasi utang yang menjeratnya, Kiara Mauren bersedia bekerja apa saja. Namun, Ken justru menyodorkan sebuah kontrak pernikahan. Meski terpikat oleh kecantikan Kiara, Ken tetap bersikap sinis saat tawarannya sempat ditolak. Kiara pun bimbang karena dirinya telah memiliki calon suami. Sayangnya, Ken tidak memberikan pilihan lain bagi Kiara. Di tengah situasi pelik ini, tatapan tajam Ken tetap tidak bisa teralihkan dari sosok Kiara yang sangat memikat hatinya.
Sampul Novel Obat Posesif Untuk Ratu Es
8.4
Sebagai Ratu Es, aku memendam rahasia kelainan PGAD yang menyiksa. Ketika menghadiri gathering di Puncak tanpa membawa obat penekan hormon, aku justru terjebak dalam kamar sempit bersama bosku yang kaku, Dhimas Pakpahan. Di tengah gairahku yang mendadak tak terkendali, Dhimas hadir memberikan sentuhan intim serta menghajar rekan mesum yang nyaris melecehkanku. Namun kini, ketakutan baru melandaku saat Dhimas dengan posesif mengklaim bahwa hanya dirinyalah satu-satunya obat bagi tubuhku.