APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Seatap Dengan Maduku

Seatap Dengan Maduku

Pernikahan jodoh Laila dan Yoga, sang pengusaha kaya, jauh dari bahagia. Harapan gadis desa ini pupus saat tahu suaminya telah menikah siri dengan Tasya. Luka batin Laila kian dalam ketika Yoga memaksa istri keduanya itu tinggal bersama di rumah mereka. Kini, Laila harus bertahan di bawah satu atap, menghadapi konflik batin yang menguras emosi karena dipaksa berbagi tempat tinggal dan cinta suaminya dengan sang madu.
Bab
Bagikan

Bab 2

Setelah kepergian Yoga dan Tasya, Laila yang sejak tadi berdiri tegak langsung terduduk di lantai. Air mata yang sejak tadi dia tahan langsung jatuh dengan deras. Mimpi akan rumah tangga harmonis dan bahagia seakan sirna dalam pikirannya.  “Tega sekali kamu, Mas. Apa kamu tidak berpikir tentang perasaanku saat ini,” ucap Laila sambil terus menangis.  Tidak ada yang bisa dia katakan saat ini. Hanya air mata yang mampu menjadi bukti bagaimana hancur hatinya saat ini. Laila yang sejak tadi duduk di lantai kini sudah duduk di sofa sambil terus menangis dan mengingat kejadian 1 tahun yang lalu. Kejadian dimana Laila baru saja tiba di rumah keluarga Ajeng.  “Permisi, Nyonya.” Aminah yang baru saja datang langsung duduk di lantai bersama Laila.  “Iya, Aminah. Apa ini Laila putri kesayangan yang selalu kamu ceritakan kepadaku?” tanya Ajeng yang saat itu sedang duduk di kursi roda.  Hampir satu tahun ini Ajeng menderita Stroke oleh sebab itu dia terpaksa harus menghabiskan waktunya di atas kursi roda. Semua itu karena tekanan darah yang terlalu tinggi. Kehadiran Laila ke rumah itu memang atas permintaan Ajeng yang menginginkan satu orang untuk merawatnya.  “Manis. Putrimu benar-benar gadis yang manis, Aminah.” Ajeng memuji Laila sambil tersenyum.  “Terima kasih, Nyonya.”  “Anak manis, siapa namamu?” tanya Ajeng dengan ramah.  “Laila Wulandari, Nyonya,” jawab Laila sambil sedikit menunduk.  “Kamu yakin mau merawat Nenek-nenek lumpuh sepertiku? Bukannya aku tidak yakin kepadamu, tapi yang aku lihat selama ini banyak anak muda yang lebih memilih menghabiskan waktunya dengan berkumpul bersama teman-temannya.”  “Insya Allah saya yakin, Nyonya. Karena saya ingin membantu Ibu mencari tambahan uang,” jawab Laila sambil terus menunduk.  Sejak saat itu, Laila pun akhirnya menjadi perawat Ajeng. Semua keperluan Ajeng mulai dari mandi, buang air besar dan lain-lain menjadi tanggung jawab Laila. Waktu berlalu dengan begitu cepat, hingga suatu hari Ajeng yang mulai merasa nyaman dengan sikap Laila mengajaknya ke taman yang ada di depan rumahnya.  "Laila. Apa kamu sudah punya kekasih atau calon suami?" tanya Ajeng sambil memegang tangan Laila yang saat itu sedang mengambil nasi dengan sendok.   "Belum, Nyonya. Lagi pula laki-laki mana yang mau sama wanita miskin dan jelek seperti saya," jawab Laila sambil memasukan nasi ke dalam mulut sang majikan.   Ajeng yang saat itu sedang mengunyah makanan hanya bisa tersenyum. Sesaat dia memandang wajah manis gadis yang saat ini ada di hadapannya. Ada rasa nyaman dan tenang saat melihat Laila tersenyum.   "Siapa bilang kalau kamu itu jelek. Laila, kalau misalkan saya melamarmu untuk menjadi menantu apa kamu bersedia?" tanya Ajeng hingga membuat Laila terkejut.   "Maaf, Nyonya bukannya saya menolak. Tetapi apa pantas pembantu miskin seperti saya bersanding dengan putra Nyonya yang kaya dan tampan," ucap Laila yang terlihat malu.   Sambil terlihat berpikir. “Kalau aku rasa, kamu sangat cocok untuk Yoga putra ku.”  Mendengar jawaban Ajeng, Laila hanya bisa tertawa. Dia terlihat tidak menanggapi ucapan sang majikan dengan serius. Dia hanya menganggap apa yang dikatakan Ajeng hanyalah sebuah gurauan belaka.  ***  Hingga suatu malam, Ajeng yang belum bisa memejamkan mata memutuskan untuk ke ruang kerja Yoga. Dengan perlahan dia mulai menjalankan kursi rodanya ke arah ruang kerja sang putra. Yoga yang saat itu sedang sibuk di depan laptopnya terlihat terkejut saat melihat sang ibu sudah ada di hadapannya.  “Mama! Kenapa Mama belum tidur?” tanya Yoga sambil menutup layar laptopnya dan berjalan ke arah Ajeng.  “Mama tidak bisa tidur, sepertinya Mama sedang merindukanmu. maka dari itu Mama putuskan untuk kemari,” jawab Ajeng sambil tersenyum.  “Tapi kenapa Mama kesini sendirian? Bukankah sudah ada Laila yang seharusnya menemani Mama. Tapi Mama tidak perlu khawatir besok aku akan beritahu Laila agar tidak meninggalkan Mama sendirian lagi,” ucap Yoga sambil mengecup kening sang ibu.  Yoga memang sangat menyayangi sang ibu. Bahkan saat sang ayah meninggal Yoga begitu sangat memperhatikan Ajeng. Hal itu dilakukan agar Ajeng bisa melupakan rasa rindunya kepada almarhum suaminya.  “Jangan, Nak. Jangan kamu marahi Laila, Mama memang sengaja kemari tanpa menekan tombol bel. Karena ada hal penting yang ingin Mama katakan kepadamu,” jawab Ajeng sambil menggenggam tangan Yoga.  “Baiklah kalau begitu, bagaimana kalau kita bicara di sofa.” Yoga mulai mendorong kursi Roda Ajeng menuju sofa.  Sesaat Ajeng terlihat tersenyum melihat wajah Yoga yang ada di hadapannya saat ini. Dia tidak menyangka jika putra kecilnya yang dulu begitu manja kini telah tumbuh menjadi laki-laki yang tampan. Dengan lembut Ajeng mulai mengusap pipi Yoga  “Kamu ternyata sudah dewasa, rasanya waktu begitu cepat hingga mampu membuatmu terlihat begitu tampan.” Ajeng terus mengusap pipi sang putra.  “Memang apa yang Mama ingin bicarakan denganku?” tanya Yoga sambil mencium tangan Ajeng.  “Nak, usiamu sudah 29 tahun. Apa kamu belum ada pikiran untuk menikah?” tanya Ajeng sambil tersenyum.  “Mungkin untuk saat ini belum. Lagipula aku juga belum mendapatkan wanita yang sesuai dengan kriteriaku,” jawab Yoga.  “Bagaimana jika Mama mencarikan calon untukmu, apa kamu setuju?” tanya Ajeng dengan sangat antusias.  Yoga tidak menjawab pertanyaan sang ibu. Dia hanya tersenyum lalu mencium kening Ajeng dengan lembut. Lalu dengan perlahan Yoga mulai mendorong kursi roda sang ibu.  “Yoga, bagaimana. Nak?” tanya Ajeng. “Kita bicarakan hal ini lain waktu ya, Ma.”  Cukup lama Laila mengingat masa-masa saat sang majikan masih hidup. Bahkan masih terlihat jelas saat Yoga mengucapkan ijab kabul di hadapan Ajeng yang saat itu sedang dalam keadaan kritis di rumah sakit. Kata sah yang terucap dari bibir wali nikah dan penghulu sempat membuat Ajeng tersenyum bahagia walaupun akhirnya dia menghembuskan nafas terakhirnya.  Ruangan yang tadinya terlihat tenang dan sunyi kini ramai dengan tangisan. Laila yang hampir satu tahun ini merawat Ajeng langsung memeluk wanita yang baru saja menjadi mertuanya. Yoga laki-laki yang terkenal dingin dan cuek juga terlihat meneteskan air mata.  “Laila. Kamu harus berjanji satu hal kepadaku, tolong terus dampingi Yoga apapun yang terjadi. Karena Mama yakin kamu adalah wanita yang tepat untuk Yoga," ucap Ajeng sebelum meninggal.   Kata-kata itulah yang terus diingat Laila sampai saat ini. Bahkan disaat dia memutuskan untuk bercerai dari Yoga suara Ajeng seolah terdengar di telinganya. Harapan sang mertua agar dia mau mendampingi Yoga selamanya menjadi kekuatan untuk Laila.  "Mama. Apa yang harus aku lakukan sekarang, apa aku harus bertahan dengan hati yang luka?" ucap Laila sambil terus menangis.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BENIH PRESDIR LUMPUH
7.8
Fiona Isabella Fawzi terpaksa menjadi pengantin pengganti bagi seorang pria lumpuh dalam pernikahan yang tidak pernah ia inginkan. Sebagai gadis muda, kondisi fisik serta perbedaan usia sang suami menjadi beban batin yang berat baginya. Di luar rumah, ia aktif membuat keonaran bersama geng Trio FAM Alliance. Demi merebut kembali kebebasannya, Fiona pun merancang berbagai rencana licik untuk bercerai. Akankah ia berhasil lolos, atau justru terjebak selamanya?
Sampul Novel Dinikahi Bosku: Menjadi Cinderella Dua Tahun
8.2
Kehidupan Ryn Laverna hancur seketika saat calon suaminya direbut oleh sahabatnya sendiri. Di tengah rasa sakit dan keputusasaan akibat pengkhianatan tersebut, Ryn justru dihadapkan pada situasi tak terduga. Sang bos menawarkan sebuah kesepakatan pernikahan kontrak yang mengikatnya selama dua tahun. Kini, Ryn harus menjalani takdir barunya dan mencari tahu apakah keputusan menerima tawaran sang miliarder adalah kesalahan fatal yang memperburuk hidupnya, atau justru jalan menuju keselamatan.
Sampul Novel Gairah Liar Sugar Mommy
9.1
Di usia 36 tahun, Cantika Paramitha kerap dicibir karena masih melajang. Namun, hidupnya berubah sejak Arsenio Gunadharma, pemuda 25 tahun lulusan Oxford, bekerja sebagai sekretaris barunya. Ketampanan dan kecerdasan Arsen memicu gairah yang tak terbendung dalam diri Cantika. Meski terpaut usia jauh, ketertarikan kuat membawa mereka ke jenjang pernikahan. Sayangnya, Arsen menyimpan rahasia besar mengenai identitas aslinya yang siap mengguncang keluarga Cantika.
Sampul Novel Harakat Cinta
8.9
Pertemuan tak sengaja di jalan raya menjadi awal takdir antara Jingga dan Langit. Jingga, seorang gadis tulus yang sering menjadi sasaran kemarahan sang ibu, akhirnya dipersunting oleh Langit, pemuda berhati mulia dari keluarga konglomerat. Namun, pernikahan mereka tidak berjalan mulus. Pasangan ini harus melewati berbagai rintangan hidup yang rumit dan penuh emosi demi mempertahankan ikatan cinta kuat yang telah mereka jalin bersama.
Sampul Novel Hasrat Cinta Terlarang CEO
8.8
Hati Rachael hancur dan ia tak lagi memercayai cinta setelah ditinggal pergi oleh kekasihnya di hari pernikahan mereka. Di tengah keputusasaan itu, takdir mempertemukannya kembali dengan Andrew Collins, putra dari sahabat ayahnya. Merasa tidak memiliki harapan lagi dalam hal asmara, Rachael akhirnya setuju untuk menikahi pria tersebut. Tanpa ia sadari, keputusan besar ini menjadi awal dari rencana takdir yang akan mengubah pandangannya tentang hubungan dan masa depannya.
Sampul Novel KUBALAS KAU DENGAN ELEGAN
8.2
Kehidupan tenang Sahira seketika hancur setelah memergoki suaminya berselingkuh dengan sahabat dekatnya sendiri. Di tengah kepedihan mendalam akibat pengkhianatan ganda tersebut, secercah harapan tiba-tiba datang dari masa lalunya. Kehadiran kembali seorang miliarder menawarkan perlindungan sekaligus mengajak Sahira menyembuhkan luka hati bersama. Akankah ini menjadi awal dari babak baru yang bahagia bagi Sahira setelah melewati pengkhianatan yang begitu menyakitkan?