APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Scarred Hearts

Scarred Hearts

Aryadi dan Alyasha terjebak dalam kepalsuan rumah tangga yang harmonis. Kebohongan mereka runtuh ketika perselingkuhan masing-masing terbongkar secara senyap. Walau saling mengkhianati, keduanya tetap bersandiwara demi mempertahankan status sosial. Namun, kepura-puraan ini mulai menemui batasnya. Saat ego menguasai diri, kehancuran hubungan mereka tak lagi bisa dicegah. Di tengah badai konflik ini, Arion dan Annanda menjadi korban tidak bersalah atas ego orang tua mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Arion sangat mengidolakan ayahnya.

Aryadi Adiputra, adalah contoh sosok ayah teladan. Ia bijak, berkharisma, dan penyayang. Meski pekerjaannya sebagai pebisnis menyita sebagian besar waktu yang ia miliki, Arya selalu meluangkan waktu untuk berkumpul bersama keluarga setidaknya ketika weekend tiba.

Di saat-saat seperti itu, Arya akan mengajak Arion mengobrol. Menanyakan tentang sekolahnya, ekskul, apa Arion memiliki hobi baru, atau apakah punya permintaan yang ingin ia sampaikan pada sang ayah. Arion selalu menunggu saat-saat di mana ia bisa mengobrol berdua bersama ayahnya seperti ini. Arion bebas mengeluarkan uneg-uneg maupun ide yang ada dalam pikirannya sepanjang minggu.

Arya juga adalah sosok ayah yang tegas. Ia akan menghukum Arion jika itu memang diperlukan. Namun, ia juga akan memuji dengan wajah bangga ketika Arion menyampaikan prestasi apapun yang berhasil ia raih.

Di umur semuda itupun Arion bisa menilai bahwa ayahnya sangat pantas bersanding bersama sang ibu. Mereka adalah pasangan paling serasi menurut Arion.

Ibunya adalah wanita cantik bersifat lembut. Mengimbangi sifat sang ayah yang tegas, ibunya selalu memberi kelonggaran pada Arion. Mungkin terkesan sedikit lebih memanjakannya, namun, Arion tahu ia bisa mencari sang ibu dan berlindung padanya kapanpun Arion mendapat hukuman dari ayahnya.

Dibandingkan dengan orang tua sebagian besar teman-teman sekolahnya yang sering bertengkar dan tidak akur, Arion sangat bersyukur orang tua yang ia miliki adalah seorang Aryadi Adiputra dan Alyasha Ayu Diarawan.

Saat ini, ayahnya sedang mengepang rambut Annanda di ruang tengah sambil mendengarkan adiknya itu menyanyikan lagu baru yang dipelajarinya di TK. Arion sudah mendengar lagu itu puluhan kali, namun, ia tetap saja terkekeh ketika mendengar nada suara Annanda yang melengking tinggi di beberapa bagian.

Sang ayah bertepuk tangan ketika Annanda sudah selesai menyanyikan lagu.

Ia tersenyum lebar, dan berkata, "Wah, Nanda pintar sekali! Nanti kalau sudah besar, bisa jadi penyanyi yang seperti di tivi-tivi."

"Ohh. Kayak Chellybomb, ya, Ayah?"

Maksudnya, Cherrybomb. Grup penyanyi anak-anak yang sering menyanyi sambil menari di TV. Annanda pasti sempat menontonnya bersama Bi Titin.

Meski tidak tahu 'Chellybomb' yang dibicarakan Annanda itu siapa, ayah pura-pura mengerti sambil mengangguk serius. "Iya. Seperti Chellybomb. Nanti Nanda bisa masuk TV juga."

"Kalau gitu, Nanda harus bisa nari juga! Ayo, Ayah, sama-sama Nanda latihan nari!"

Arion mengangkat kepala dari kegiatannya mengerjakan PR tak jauh dari sang ayah dan Annanda demi melihat ayahnya menggerakkan tangan dan badan dengan kaku, berlatih menari bersama Annanda.

Arion tertawa geli. Daripada menari, ayahnya terlihat seperti sedang berusaha belajar berenang di daratan.

Bi Titin yang membawakan cemilan untuk Arion juga tidak bisa menahan senyum. Terutama saat Annanda menegur gerakan tangan ayahnya.

"Bukan begitu, Ayah! Ini, nih, begini! Aduuuuh! Bukaaan! Sini, Nanda ajarin! Iya! Begitu! Ayah pinter!"

Kalau ada yang melihat sosok berwibawa seorang pimpinan PT. Garmen Indonesia tunduk pada seorang anak kecil untuk bertingkah konyol, mereka pasti menganga kaget.

"Ibu pulang." Alyasha melangkah ke dalam ruang tengah dalam balutan blouse putih dan rok hitam selutut. Pakaian yang simple, namun mampu terlihat anggun membalut tubuhnya.

"Ibu!" Annanda langsung menghambur memeluk ibunya. Sang ayah dilupakan begitu saja.

"Nanda." Alyasha membalas pelukan putrinya. "Nanda lagi main apa?"

"Jadi idol," jawab gadis cilik itu. "Ayah narinya jelek."

Alyasha tertawa kecil sembari mendongakkan wajahnya sedikit untuk menerima kecupan selamat datang di dahi dari sang suami.

"Ayah janji bakal berlatih keras," ucap ayahnya. "Bagaimana kerjaannya?"

"Baik, Mas," Alyasha membalas mengecup Aryadi di pipi. "Tadi cuma perkenalan sama model-model baru. Lucu ngeliat mereka pada nervous. Jadi inget pas aku baru mulai menjadi model dulu."

Aryadi mengelus rambut Alyasha sayang. Kalau sudah membicarakan soal pekerjaan modelling yang digeluti, Alyasha jadi tampak lebih cantik. Lebih bercahaya dan berseri-seri.

Keputusan untuk meninggalkan kariernya sebagai model adalah keputusan terberat yang diambil Alyasha. Sungguh, Aryadi bahkan sempat menyarankan untuk menunda memiliki momongan agar ia tetap bisa bekerja. Aryadi tidak sanggup jika harus melihat Alyasha mengorbankan hal yang membuatnya bahagia demi hubungan mereka.

Namun, Alyasha ternyata lebih memilih untuk menjadi sosok seorang ibu. Dan Aryadi lega ketika melihat Alyasha juga menikmati peran yang ia pilih.

"Mas seneng kamu menikmati pekerjaanmu. Tapi, ingat tetap jaga kesehatan juga."

"Mas jangan khawatir. Aku selalu menjaga kesehatanku, kok."

"Ibu, ibu...." Annanda memanggil Alyasha sambil menguap. Annanda menggosok matanya dengan sebelah tangan, jelas sekali terlihat mengantuk. Rambut panjangnya awut-awutan bekas menari dengan terlalu energik.

"Nanda ngantuk, ya? Sama Ayah dulu, ya? Ibu mau mandi dulu," kata Alyasha.

Alyasha menyerahkan Annanda yang berada di gendongannya pada Aryadi. Si putri kecil langsung memeluk leher sang ayah, matanya sudah terpejam.

"Arion masih lama bikin PR-nya?" tanya ayahnya.

"Mm... lagi sebentar, kok, Yah."

"Oke. Tolong panggilin Bi Titin untuk beresin mainannya Nanda, ya."

"Siap, Yah," jawab Arion tersenyum sambil mengacungkan jempolnya.

***

Aryadi mengangkat tubuhnya sedikit dari tempatnya berbaring di samping Annanda ketika mendengar ponsel Alyasha yang ditinggalkan di nakas sebelah tempat tidur berbunyi.

Ia melirik sekilas isi layar. Ada pesan masuk dari seseorang bernama Juan.

Aryadi mengerutkan kening karena nama itu terasa asing. Kolega kerja Alyasha?

Awalnya, Aryadi tidak ingin mengusik privasi Alyasha dengan mengintip isi pesan. Namun, rasa penasaran mengalahkannya. Ia membuka kunci layar dan mengecek notifikasi pesan dengan men-slide layar ke bawah. Hanya sebagian isi pesan yang bisa dibacanya.

'It's great to see you again, Queenie. Jangan lupa janji lunch kita besok.....'

Aryadi tidak bisa membaca kelanjutannya tanpa membuka pesan sepenuhnya. Namun, panggilan cukup intim dari si pengirim pesan untuk Alyasha, 'Queenie', cukup mengusiknya.

Dilihat dari manapun, 'Juan' jelas adalah nama seorang laki-laki.

Tidak ingin berprasangka buruk, Aryadi menaruh kembali ponsel Alyasha di tempat semula. Perasaan tidak enak masih mengganggu di hatinya.

Ketika Alyasha kembali ke kamar, dan mengecek ponselnya, raut wajahnya langsung berubah gembira.

Aryadi bertanya dengan nada yang diusahakan senatural mungkin, "ada kabar baik?"

Alyasha mengangkat bahu acuh, namun, senyum kecil masih tersungging di bibirnya.

"Cuma pesan dari teman."

Hanya itu jawaban Alyasha. Aryadi menunggu beberapa saat. Berharap ia akan menjelaskan pesan seperti apa tepatnya yang ia terima dari teman lelakinya yang membuat ia demikian senang. Namun, Alyasha tidak mengatakan apa-apa lagi.

'Mungkin hanya teman biasa,' pikir Aryadi, berusaha positif. 'Mungkin hanya makan siang biasa. Perayaan Alyasha kembali bekerja atau semacamnya.'

Namun, masih ada satu hal yang tidak bisa ia enyahkan dari pikiran.

Aryadi dan Alyasha menjalin kasih cukup lama sebelum mereka memutuskan untuk menikah. Jadi, Aryadi mengenal hampir semua teman dan kolega yang Alyasha miliki, begitu pula sebaliknya.

Namun, sekeras apapun Aryadi berusaha mengingat nama Juan, ia tetap tidak ingat Alyasha pernah menyebutkan nama itu. Hal ini membuat Aryadi resah.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Luna Baru Alfa-ku: Hidup yang Dirampas, Pasangan yang Ditelantarkan
9.6
Terbangun dari tidur terkutuk selama lima tahun, aku mendapati Kaelan, Alpha-ku, telah menggantikanku dengan seorang Omega. Keluargaku sendiri menyatakan aku mati secara hukum demi melantik Luna baru. Bahkan anakku lebih memilih wanita itu dan mengharapkan kematianku. Saat aku sekarat setelah dicelakai, Kaelan justru menguras darahku demi menyelamatkan kekasihnya. Melihat pengkhianatan mereka, aku sadar keberadaanku hanyalah beban bagi kebahagiaan mereka.
Sampul Novel Dua Istri CEO: Istri Simpanan Suamiku
8.0
Demi mengamankan warisan, Adam menikahi Maya yang naif, walau hatinya milik Sabrina. Hubungan gelapnya tertutup rapat berkat kelicikannya. Namun, rahasia itu perlahan tercium. Saat kebenaran terungkap, Adam harus memilih: mempertahankan kekayaan atau cinta sejatinya.
Sampul Novel Istri Kedua
7.9
Indira begitu bersemangat memulai pekerjaan barunya sebagai sekretaris pengganti di sebuah perusahaan raksasa. Namun, situasi menjadi canggung ketika ia tidak sengaja memergoki sang bos, Edbert, sedang bermesraan dengan istrinya, Merry. Tak disangka, Merry tidak marah dan malah meminta Indira untuk menikah dengan Edbert. Usulan poligami ini tentu membuat Edbert terkejut setengah mati. Akankah Indira bersedia menerima tawaran gila tersebut dan menjadi istri kedua?
Sampul Novel Mengejar cinta Kayana
8.5
Rafandra Wirautama, pewaris tunggal konglomerat berusia 30 tahun, memilih menolak perjodohan keluarga demi mencari cinta sejati. Takdir lalu mempertemukannya dengan Kayana Tantri, perempuan cerdas berumur 28 tahun yang berwatak ketus. Walau awalnya kerap berdebat sengit, pesona Kayana justru memikat hati Rafandra. Ia pun nekat menyamar sebagai pria biasa demi mendekatinya. Jika rahasia ini terbongkar, Rafandra harus menyerah dan menikahi wanita pilihan orang tuanya.
Sampul Novel Nodamu Bukan Masalah Bagiku
8.0
Nabila, yang dipaksa suaminya menjadi wanita malam demi uang, berhasil diselamatkan oleh seorang CEO kaya bernama Riko. Tak hanya menolong, Riko juga membantu Nabila mengurus proses perceraiannya. Kebersamaan itu menumbuhkan rasa cinta di antara mereka. Namun, hubungan ini ditentang keras oleh ibu Riko yang mempermasalahkan masa lalu Nabila. Kini, mereka harus berjuang bersama demi meraih restu dan membuktikan bahwa cinta mereka sanggup mengalahkan prasangka serta ego keluarga.
Sampul Novel Setelah Dua Kali Dikhianati, Aku Dinikahi Sang Penguasa
9.8
Amara mengira pernikahannya yang megah adalah sebuah penyelamatan indah. Namun, kenyataan pahit terungkap saat ia mendengar rahasia suaminya dalam bahasa Italia yang ia kuasai diam-diam. Pernikahan itu rupanya hanya kedok untuk melindungi wanita lain bernama Liora. Bahkan, obat depresi yang rutin dikonsumsi Amara ternyata adalah pil KB untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan sang suami. Menyadari cinta dan perhatian suaminya hanyalah kebohongan terencana, Amara memutuskan untuk merelakan hubungan penuh kepalsuan ini.