APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sayap-sayap Patah

Sayap-sayap Patah

Inara Subrata memilih New York untuk memulihkan diri dari masa lalu kelamnya. Tak disangka, pertemuannya dengan Fabio, seorang CEO kaya di Brooklyn, malah membuka kembali luka lama yang berusaha ia lupakan. Ara kini dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam ikatan tanpa kepastian yang menyiksa batin, atau menyaksikan usaha sang kakak hancur tanpa sisa. Di tengah situasi pelik ini, sanggupkah Ara meraih kebahagiaan dan cinta sejati yang ia dambakan di negeri orang?
Bab
Bagikan

Bab 3

Fabio sedang menikmati makan siangnya dengan nyaman saat matanya tanpa sengaja menangkap sesosok gadis dengan perawakan langsing dengan kulit sedikit sawo matang.

Tiba-tiba gadis itu memandangnya. Mata mereka bertemu. Tentu saja, gadis itu nampak terkejut dengan perbuatannya. Jelas, gadis itu keturunan Asia. Matanya bulat, rambutnya hitam bergelombang yang dibiarkannya terurai. Dilehernya terlilit syal berwarna merah, dengan mantel tebal bewarna maroon senada. Perpaduan yang sempurna.

Gadis itu terlihat gugup tapi matanya lebih menyiratkan ketidaksukaan karena melihat Fabio yang terus menatapnya tajam. Ia kemudian, dengan bantuan pelayan, berjalan kearah meja yang tepat berada didepan Fabio.

Binggoooo!!!!

Kebetulan yang menarik. Saat gadis itu berjalan mendekat, Fabio bisa melihat bola mata gadis itu berwarna biru. Warna yang sangat jarang dimiliki oleh gadis keturunan Asia.

Namun perhatian Fabio pada gadis itu sirna saat ponselnya berdering. Tertera nama Nicky dilayar.

"Ya, kau sudah dimana? Aku sudah di bandara sedari tadi. Pesawatku berangkat tiga puluh menit lagi. Cepat antarkan berkasku kemari!!" suara Fabio terdengar berat.

Fabio adalah seorang CEO dari perusahaan ternama di New York. Ia dikenal sebagai pengusaha yang keras dan tegas, seluruh pegawai dituntut untuk selalu menyelesaikan pekerjaan dengan sempurna. Fabio tidak bisa menolerir kesalahan. Jika hal itu terjadi, amarahnya akan sangat menyeramkan. Dan Nicky adalah sekretaris pribadinya yang sebentar lagi akan cuti melahirkan.

Selain itu, ia juga adalah seorang yang tidak menyukai komitmen. Selama ini, Fabio tidak pernah terlibat skandal percintaan dengan siapapun. Karena setiap gadis yang diinginkannya, Fabio akan mendapatkannya dengan mudah. Karena bagi Fabio, gadis-gadis itu hanya ia perlukan sesaat. Setelah diajaknya tidur semalam, Fabio akan langsung meninggalkannya. Dan hingga saat ini, tidak seorangpun dari gadis-gadis itu yang ia panggil kembali.

"Baik, aku akan menemuimu di lobby keberangkatan. Segera!" Fabio memutuskan sambungan telponnya. Ia kemudian melirik sejenak kearah gadis di hadapannya. Sepertinya ia harus segera mengakhiri lamunanya tentang gadis itu.

Fabio segera berdiri dan berlalu. Ia harus cepat-cepat menemui Nicky sebelum pesawatnya berangkat.

***

Fabio menyelesaikan meetingnya dengan sukses. Sejauh ini, ia tidak pernah gagal. Perusahaan yang ia bangun dari bawah itu kini telah berkembang pesat. Masih jelas diingatan Fabio, bagaimana dulu ia berjuang untuk hidup. Bahkan untuk makanpun ia harus mengemis dan mencari sisa makanan dari orang lain. Namun Fabio meyakini satu hal, ia tidak akan pernah menggunakan cara licik demi melancarkan keinginannya.

"Sir, kau memiliki jamuan makan malam hari ini. Mr. Sudraja mengundang anda dalam peresmian cabang baru perusahaannya..." Nicky menjelaskan cepat.

"Baiklah, kau kirimkan saja alamatnya ke ponselku sekarang. Nanti malam aku akan berangkat sendiri. Kau istirahat saja"

"Okay, Sir. Thank you" Nicky memutuskan sambungan telpon.

Tuan Sudraja adalah rekan bisnis Fabio, lebih tepatnya saingan bisnis. Keduanya selalu terlibat persaingan positif yang membuat mereka berdua semakin berkembang dan maju bersama.

Pukul 19.00 malam, Fabio sudah siap dibelakang kemudinya. Ia kemudian melajukan mobil hitamnya menuju ke lokasi acara malam itu.

Ballroom hotel tempat berlangsungnya acara sudah sedikit ramai. Orang-orang berdatangan. Dan sesampainya Fabio disana, semua mata para gadis tertuju padanya. Namun, pandangan laki-laki itu justru tertuju pada seorang gadis yang mengenakan gown berwarna salem ditengah ruangan. Ia nampak sedang asik bercerita dengan Tuan Sudraja. Fabio kemudian berjalan mendekat.

"Oh, hey, Fab. Kau sudah datang. Selamat datang..." Tuan Sudraja memeluk Fabio. Semua mata beralih kearahnya. Dan saat itulah mata mereka bertemu. Gadis itu, gadis yang ia temui di restaurant Korea waktu itu.

"Congratulation for your opening. Semoga semakin sukses..." ucap Fabio tulus.

"Oh ya, perkenalkan. Ini istriku, kau sudah pernah bertemu dengannya..." Fabio tersenyum dan mengangguk pada Rachel Sudraja, "Dan ini, adikku. Inara Subrata. Ia baru saja tiba dari Indonesia beberapa waktu yang lalu..." Fabio memandang lurus ke gadis yang diperkenalkan oleh Tuan Sudraja, atau Arya Sudraja itu.

Gadis itu, Ara, masih tetap memandangnya dengan tatapan risih. Ia yakin Ara tidak terlalu menyukainya. Tapi demi menghormati kakaknya, Ara hanya membungkukkan badan sekilas. Kali ini Fabio bisa melihat dengan jelas, mata biru gadis itu. Berbeda dengan Arya yang bermata coklat. Dan mengetahui kalau Fabio menatapnya terlalu lama, Ara terdengar menghela nafas berat. Ia benar-benar terlalu kentara kalau sangat tidak menyukai laki-laki itu.

Dada Fabio bergemuruh. Ada sedikit amarah di dalam hatinya saat menyadari gadis bernama Ara itu terlihat sama sekali tidak menyukainya. Bagaimana mungkin? Fabio kemudian mengepalkan tangannya. Belum pernah ia merasa ada seorang gadis yang menolak dirinya apalagi tidak menyukainya seperti ini.

"Aku akan membuat kau bertekuk lutut di hadapanku, Ms. Subrata. Aku akan pastikan, kau akan merasakan tersiksa batin karena tidak mampu jauh dariku akibat kesombonganmu itu!!!", Fabio menatap tajam ke arah mata Ara. Gadis itu mengalihkan pandangannya.

***

Ara terkejut saat mengetahui rekan bisnis sekaligus sahabat Arya adalah laki-laki mesum di restaurant Korea kemarin. Dan kali ini,  laki-laki itu juga menatapnya dengan tatapan yang sama, memalukan.  Ara menghela nafas.

"Kak, apa aku boleh ke kamarku? Aku tidak nyaman di sini..." rengek Ara pada Rachel. Tapi kakaknya justru tersenyum dan menggeleng.

"Honey, tunggulah sebentar. Lihatlah, di sini banyak orang-orang yang mungkin saja bisa menjadi teman baru buatmu. Lihat, kau lihat laki-laki itu..." Rachel menunjuk seseorang dan Ara mengikuti arah jari telunjuk Rachel.

Pandangannya terhenti pada sosok laki-laki yang sebelumnya amat tidak membuatnya nyaman. Siapa lagi kalau bukan laki-laki yang ia temui di restaurant. Fabio.

"Ya, namanya Fabio. Ku dengar dari Arya, dia masih sendiri. Apa kau tidak berniat dekat dengannya???" Ara melotot pada kakaknya.

"Kak, apa kau bercanda? Laki-laki itu? Yang benar saja. Aku tidak suka..." ucap Ara pelan namun cukup terdengar jelas itu. Ia melirik sebentar pada Fabio.

"Kenapa? Kau tau, dia adalah pemilik dari perusahaan..." Ara buru-buru menggeleng.

"Suka bukan perkara dia sudah memiliki apa kan, Kak? Kakak dulu menyukai Bang Arya justru saat ia masih biasa-biasa saja, belum punya apa-apa. Lagipula, orang itu..." Ara menatapnya sekali lagi, "Nampaknya bukan orang yang baik, kak. Aku tidak suka dengan caranya menatapku, seakan-akan aku ini adalah buruan yang akan segera dimangsanya. Dan lihatlah, pasti dia adalah seorang playboy!" Rachel tertawa.

Namun di sisi lain, obrolan Ara cukup terdengar sampai ke telinga Fabio. Pria itu malah sedikit terkejut dengan penilaian Ara terhadap dirinya. Gadis itu tidak tahu bahwa apa yang akan terjadi pada dirinya kemudian. Bagaimana ia menyepelekan Fabio, masih tersimpan rapi di dalam otak Fabio. Dan Fabio tidak akan membiarkan itu terjadi. Ia berjanji akan merubah pemikiran gadis itu terhadapnya. Selama ini, ia tidak pernah setertarik ini pada seorang gadis. Apalagi gadis ini justru mengabaikannya. Dan sejauh ini, Fabio tidak pernah menerima abaian dari gadis manapun yang ia inginkan.

"Siapa dia berani menolakku?" Fabio menyunggingkan senyuman smirknya.

***

Fabio menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Ia teringat percakapannya dengan Arya tadi. Akan ada pegawai baru yang masuk ke kantornya dan gotcha! itu adalah Ara. Fabio kemudian langsung mengambil ponselnya.

"Yes, boss. You know, what time is it??" suara Nicky terdengar sedikit mengeluh diseberang telpon.

"Kau kirimkan berkas calon pegawai baru yang sudah diterima sekarang juga!" Fabio memutuskan sambungan telponnya tanpa mendengar jawaban apapun dari Nicky. Tidak berapa lama, ponselnya Fabio menampilkan satu notifikasi.

1 email masuk.

Fabio segera menuju ruang kerjanya dan menyalakan laptop. Tidak berapa lama, foto close up Ara sudah memenuhi layar laptopnya.

"Nona Inara Subrata..." gumam Fabio. Ia memandangi foto Ara lekat.

Ada yang berbeda dengan aura yang ditampilkan oleh gadis itu di foto ini dan yang asli. Di foto ini, Ara nampak sederhana, senyumnya tulus, matanya bercahaya. Tapi Ara yang dilihat Fabio secara langsung sedikit berbeda, senyumnya masih nampak sederhana, namun matanya sedikit berbeda. Fabio belum bisa menemukan perbedaan tersebut karena Ara selalu saja mengalihkan pandangannya jika mata keduanya bertemu tanpa sengaja.

"Besok aku akan menemui gadis sombong itu di kantorku" Fabio tertawa, "Bahkan dengan kesombongannya itu, dia sendiri yang mengantarkan dirinya ke sarang harimau" Fabio tertawa. Tawanya yang terdengar sedikit menakutkan.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bos, Istri Anda Minta Cerai
9.1
Sella Wisara akhirnya diusir oleh Wildan Bramantio demi Aisha, setelah enam tahun bertahan dalam pernikahan yang menyiksa. Tanpa tangis, Sella langsung menyetujui perceraian tersebut. Namun, Wildan justru meradang saat mendapati mantan istrinya itu hidup bahagia bersama lelaki lain. Meski terus mendapat hinaan, Sella tetap tegas menolak kehadiran Wildan. Menyaksikan tatapan mesra Sella pada pria baru tersebut membuat Wildan kehilangan akal sehatnya karena terbakar cemburu.
Sampul Novel Dalam Genggaman Sang Penguasa
7.9
Berbekal kecerdasan dan kerja keras, Jonathan Smith sukses keluar dari jerat kemiskinan hingga menjelma sebagai miliarder nomor satu di kota Rivera. Kendati dihujani berbagai serangan dari rival bisnis serta musuh yang ingin menggulingkannya, posisinya di puncak tidak pernah goyah. Imperium bisnis miliknya justru kian kuat dan tak tertandingi sejak ia resmi dilantik menjadi Perdana Menteri. Kini, Jonathan dengan mutlak mengendalikan segalanya dari takhta kekuasaan tertinggi.
Sampul Novel Dari Cinta ke Benci: Kejatuhannya
8.8
Lima tahun pernikahan kami hancur saat Baskara tahu aku hanyalah pengganti Clara. Setelah melahirkan pewaris Adhitama, aku disiksa dan dikurung. Kekejamannya memuncak saat dia membiarkan putra kami, Banyu, tewas demi menyelamatkan Clara yang berpura-pura terancam. Kini, dukaku telah berubah menjadi dendam yang dingin. Tanpa sadar, keangkuhan Baskara membuatnya menandatangani surat kuasa fatal di balik dokumen arsitekturku. Aku akan menghancurkannya lewat hak yang dia sepelekan.
Sampul Novel En-PD159
7.9
Demi menebus kesalahan masa lalu, Song Jiayan rela menjalani pernikahan aliansi dengan Fu Shisheng. Namun, pengkhianatan pahit menerpanya saat tahu suaminya memalsukan penyakitnya dan berselingkuh. Usai lolos dari berbagai upaya pembunuhan, Jiayan bangkit dan sukses menjabat sebagai CEO di luar negeri. Ketika Shisheng datang mengejar dengan penyesalan, Jiayan memilih berdamai dengan masa lalu, fokus pada aksi kemanusiaan, dan memulai hidup mandiri yang baru.
Sampul Novel FANTASI LIAR MR. DOMINAN
9.5
Jenny Wilson kini terjebak di antara dua pria berpengaruh. Setelah malam penuh gairah dengan bosnya, Ares Martin, batas profesional mereka pun runtuh. Di sisi lain, Liam Anderson hadir dengan sifat dominan yang ingin mewujudkan fantasi liarnya. Mantan sahabat Ares ini bertekad melatih sekaligus memenangkan hati Jenny. Di tengah persaingan yang kian memanas, Liam siap mempertaruhkan segalanya demi memiliki Jenny seutuhnya sebelum sang bos merebutnya.
Sampul Novel Hanya Istri Kedua
9.3
Demi menyelamatkan sang ayah dari ancaman kebangkrutan, Anyelir rela mengorbankan impian masa depannya. Ia bersedia menjadi istri kedua dari Serkan Alvaro, seorang pengusaha muda sukses yang dikenal sangat dingin. Namun, alasan sebenarnya di balik keputusan Serkan menikahi Anyelir dengan imbalan bantuan keuangan masih menjadi misteri. Anyelir pun harus menjalani kehidupan pernikahan yang penuh teka-teki. Sanggupkah ia menemukan kebahagiaan sejati dalam rumah tangga ini?