APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Saya Pembunuh

Saya Pembunuh

Sinta Amelia dan Lembayung Rindu bersaing ketat demi memikat Aditya Bagaskara, putra direktur rumah sakit yang bergelimang harta. Sayangnya, Aditya malah jatuh hati pada kesederhanaan Dewi Utari. Hubungan persahabatan Sinta dan Lembayung pun hancur, berubah menjadi dendam yang membara. Di saat amarah Sinta memuncak, hanya dokter Hanum Permatasari yang mampu menenangkannya. Kepatuhan misterius Sinta pada sang dokter menyimpan sebuah rahasia besar yang menyelimuti mereka.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bab.3.

Papa mereka menatap Hanum ..

" Hanum , kamu sekarang kelas 1 SMA . Bagaimana dengan aktifitas belajarmu ?".

Langsung istri prof Dr Wijayanto menjawab .

" Pa, kemarin kepala sekolah telpon mama. Memberitahukan kalau Hanum ini cerdas sekali. Prestasinya bagus sekali . Insya Alloh, tahun ajaran baru, Hanum lompat kelas jadi kelas 3 SMA ".

Semua mata terbelalak melihat Hanum yang asyik makan potongan buah mangga. Di luar dugaan, Hanum yang hanya anak angkat ternyata cerdas sekali. Papanya bertanya..

" Alhamdulillah, anak cantik kesayangan papa mama yang satu ini hebat. Kalau lulus SMA , kamu mau kuliah apa, nak ?".

Hanum mengangkat wajahnya melihat papanya sambil berteriak kegirangan..

"Pa, aku mau kuliah..".

Hanum langsung diam tak meneruskan bicaranya tapi malah menunduk sedih. Mamanya menoleh ke Hanum..

" Kok tiba-tiba diam, Hanum anak cantik ?'.

Hanum menggeleng .

" Aku tidak mau kuliah, ma ".

Semua terkejut mendengar jawaban Hanum , langsung Aditya menimpali..

" Ya sudah, kak Radit. Kalau kita lulus kuliah , jangan pulang ke rumah ini. Buat apa kita ketemu adik yang malas tidak mau kuliah ".

" Iya Adit, aku malu punya adik perempuan pemalas".

Dengan lirih, Hanum menjawab..

" Sebetulnya aku mau seperti papa ".

Kedua kakaknya bersamaan bertanya...

" Seperti papa ?".

Dengan lirih , Hanum menjawab..

" Iya, kak. Aku mau kuliah kedokteran tapi biayanya mahal sekali. Apa aku harus sekolah perawat saja , kakak ?".

Sontak kedua orang tuanya menjawab...

" Tidak, Hanum ".

Mamanya bertanya

"Kenapa kamu mau kuliah kedokteran, Hanum ?. Kenapa kamu mau seperti papa ?".

Menetes air mata Hanum, langsung Hanum memeluk mamanya sembari menjawab..

"Karena papa orang baik yang merawat ayah di rumah sakit, meskipun ayah meninggal karena leukemia. Sejak itu aku mau seperti papa, ma ".

Mamanya merengkuh kuat Hanum anak angkatnya. Hanum masih dengan lirih menjawab...

"Aku mau seperti papa. Orang baik yang mengobati banyak pasien, ma".

Prof Dr Wijayanto melepaskan kacamatanya, mengusap kedua matanya ,dengan suara serak menahan tangis berkata..

" Sini, Hanum".

Hanum menghampiri papanya yang langsung memeluknya dengan penuh kasih sayang..

"Kamu harus kuliah kedokteran , papa yang membiayaimu sampai kamu lulus ".

Gadis itu menjawab..

" Kasihan papa harus membayar kuliah kak Raditya, kak Adit dan kuliahku. Aku ambil sekolah perawat saja, pa ".

Papanya langsung menjawab ..

"Sejak kamu menjadi anak kami , Alloh melimpahkan banyak Rizki pada papa dan mama. Ini cara Alloh menolong kami untuk terus merawatmu dan mendidikmu sampai nanti kami berdua tutup usia, Hanum ".

Hanum menatap papanya yang tersenyum..

" Hanum, sebulan setelah kami mengangkatmu sebagai anak kami, langsung papa di angkat menjadi direktur rumah sakit".

Mamanya menyela...

"Hanum harus kuliah kedokteran, ya. Itu lihat bibi Saidah yang telaten mengajarimu mengaji dan membantu merawatmu. Alloh menyembuhkan bibi Saidah dari kanker serviks. ".

Hanum melihat bibi Saidah yang tersenyum sambil mengangguk. Mamanya menunjuk Raditya dan Aditya.

" Itu 2 kakakmu, sejak kamu menjadi adik mereka langsung mereka semangat belajar dan berprestasi di sekolah sampai mereka sekarang mau kuliah. Apa Hanum mau kecewakan kami semua ? ".

Hanum menggeleng. Mamanya bertanya..

" Hanum mau kuliah kedokteran kan ?".

"Iya, mama".

Raditya menepuk lengan adik perempuannya.

" Kamu bisa lewat jalur prestasi dan hafal Al Qur'an kan. Itu gratis biaya masuk kuliah, malah kamu dapat uang saku tapi kamu harus selalu pintar , nanti kamu bisa menyabet beasiswa, dik Hanum. !"

"Benarkah, kak Radit ?'.

" Iya, temanku ada yang lewat jalur prestasi mendaftar dan diterima di fakultas kedokteran".

Gadis itu melompat kegirangan..

" Iya, aku mau '.

Papanya menatap Hanum.

" Hanum, papa bangga kamu mau kuliah kedokteran. Besok lusa kita ziarah ke makam kedua orang tua kandungmu dan sorenya kita adakan acara kirim doa buat beliau berdua, anakku ".

"Iya papa, terima kasih ".

_____

Prof Dr Wijayanto dan istrinya memang tidak pernah main - main dalam hal pendidikan anak -anaknya. Mereka berdua mengijinkan Raditya kuliah di Amerika dan Aditya kuliah di Tasikmalaya. Aditya mahasiswa tampan dan cerdas ini sempat menjadi pujaan para gadis di kampusnya tapi Aditya tetap fokus menekuni kuliahnya meskipun Sinta Amelia mahasiswi jurusan ekonomi pembangunan tergila- gila padanya. Semua mahasiswa mahasiswi sudah tahu Sinta Amelia adalah gadis manja berwatak keras yang ingin kemauannya harus selalu di penuhi karena Sinta Amelia anak tunggal yang dimanja orang tuanya sejak Sinta masih kecil. Sinta Amelia bersahabat dengan Lembayung Rindu sejak mereka berdua sama-sama sama kuliah . Langkah Sinta dan lembayung terhenti saatelihat Aditya berjalan melintas di hadapan mereka. Sinta langsung menarik tangan Lembayung sahabatnya.

" Yuk, kita ke kantin.".

Mereka berdua masuk kantin , Lembayung berbisik....

"Itu Aditya duduk sendirian. Bagaimana kalau kita duduk bersamanya , Sinta ?".

Antusias sekali Sinta menjawab.

" Iya , Lembayung".

Mereka berdua bergegas menghampiri meja Raditya, di saat Shinta ingin duduk di sebelah Aditya, di saat itu pula Lembayung langsung menduduki kursi kosong di sebelah Aditya. Pandangan kemarahan Sinta pada Lembayung tampak jelas di mata Sinta. Dengan kesal, terpaksa Sinta duduk di kursi di hadapan Aditya yang terlalu asyik menyantap bakso. Sinta memberanikan diri, menyapa mahasiswa pujaan tampan pujaan hatinya.

" Aditya , nanti selesai makan.. tolong antarkan aku pulang ya".

Mahasiswa tampan itu masih tetap saja mngunyah bakso. Lembayung menyikut tangan Aditya.

"Aditya, kita nonton film yuk ".

Langsung Aditya berdiri tapi tangan Sinta menyambar tangan Aditya.

" Kamu mau mengantarkanku pulang sekarang, Raditya ?".

Raditya menarik tangannya sambil menyahut ..

" Aku tidak kenal pada kalian berdua tapi sok akrab sekali kalian".

Sinta dan Lembayung benar-benar tidak menyangka Aditya bicara seperti itu pada mereka berdua. Aditya berlalu meninggalkan mereka yang masih melongo. Sinta melempar tasnya ke atas meja membuat Lembayung terkejut.

"Apa-apaan kamu , Sinta ?. Bikin kaget orang saja".

Sinta menatap tajam penuh kemarahan pada Lembayung sahabatnya.

"Aku mengajakmu ke kantin untuk menemaniku, kenapa kamu lancang duduk di sebelah Aditya ?".

Dengan gemas lembayung menjawab...

" Apa aku dilarang duduk dekat Aditya ?. Aku naksir Aditya "

Jawaban lembayung membuat Sinta Baga kan di sambar petir. Kemarahan Sinta tak terbendung kan lagi.

" Aku kira kita bersahabat tapi kenapa kamu naksir Aditya padahal kamu tahu aku cinta Aditya ."

Lembayung tidak mau kalah dengan Sinta sahabatnya. Mulutnya sinis menjawab...

"Kamu pikir hanya kamu yang boleh naksir Aditya mahasiswa idola itu. Kita bersaing saja siapa di antara kita yang berhasil merebut cinta Aditya "

Sungguh menyakitkan sekali perkataan lembayung membuat Sinta kecewa .Sinta diam menunduk tapi di dalam hatinya berkata.. kamu sahabatku tapi kamu membuatku memusuhimu dan aku pasti membalas semua kecuranganmu padaku, lembayung rindu.

_______

Siapa yang tidak kenal lembayung rindu mahasiswi genit hobi bergonta-ganti pacar yang pastinya harus tampan dan kaya untuk menjadi pacarnya. Bahkan Lembayung rindu tak segan-segan berpacaran dengan banyak laki tua yang seumuran dengan ayahnya. Tidak jarang Lembayung rindu keluar masuk hotel , tidur dengan laki yang bisa membayarnya . Prinsip hidup lembayung rindu adalah harus menaklukkan semua laki tampan dan kaya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cachtice Castle : Blood Countess de Ecsed
8.5
Kisah ini dituliskan dengan latar belakang sejarah seorang wanita bangsawan kelas atas pada abad ke-15 di Eropa Timur, saat ini letak Cachtice Castle berada di dekat kota Bratislava, Slovakia. Tokoh-tokoh nyata yang berada dalam sejarah seperti Elizabeth Bathory de Ecsed, Raja Matyas, Gyorgy Thurzo, dll., berdampingan dengan tokoh fiksi seperti Benca, Lorant, Arpad, Ivett, Gustav, dll. Atas laporan dari berbagai pihak termasuk pendeta Lutheran Istvan Magyari, serta saksi-saksi lain, Raja Matyas memerintahkan Gyorgy Thurzo untuk melakukan penyelidikan terhadap Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, dia dinyatakan bersalah, termasuk mereka yang membantu kegiatan pembunuhan gadis-gadis muda secara sadis tersebut. Dorka (Doratia Dentez), Anna Darvula, juga suster Illona Joo dan Johanness Ujvari, mendapatkan hukuman mati dari Raja Matyas, sedangkan Countess Elizabeth Bathory de Ecsed yang berstatus bangsawan, memiliki kekebalan terhadap hukuman mati. Maka dia ditahan di dalam kastilnya sendiri dengan hanya diberi sedikit celah untuk bernafas, dan makanan. Pada 21 Agustus 1614, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, meninggal dunia, ditandai dengan makanan yang tidak disentuhnya sama sekali. Maka setelah diperiksa, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, ditemukan sudah tidak bernyawa. Hingga saat ini, Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, sering disebut sebagai Blood Countess, atau putri berdarah yang disinyalir telah membunuh lebih dari 600 gadis perawan dalam upayanya untuk menjadi tetap muda belia, dengan melakukan ritual mandi darah gadis perawan. Kisah kekejaman maupun kegiatan ritual sex bebas yang dilakukan di dalam kastil Countess Elizabeth Bathory de Ecsed, tercatat dalam sejarah kelam Roman Empire di Hongaria. Namun kisah ini hanyalah fiksi dengan latar belakang kekejaman sang putri berdarah yang menjadi inspirasi terhadap kisah vampire di Eropa.
Sampul Novel CANDIKALA
9.2
Hidup Halimah berubah mencekam saat ia tiba-tiba mampu melihat dimensi gaib mengerikan dan para calon tumbal yang terancam mati. Kemampuan misterius ini membawanya pada dilema batin yang gelap: apakah ia harus ikut memburu tumbal demi bertahan hidup? Di tengah teror yang terus mengintai, Halimah harus berjuang keras mengungkap rahasia kutukan kuno tersebut sekaligus menemukan jalan keluar untuk menyelamatkan jiwanya dari ancaman maut.
Sampul Novel Gita Sukma : Lagu Dari Jiwa
9.4
Narendra Wilaga tak bisa lepas dari jerat melodi mistis yang mengusik hidupnya. Alunan magis itu membimbingnya menemui kembali Oceana Bluesha, sosok masa lalu yang menyimpan rahasia besar. Pertemuan tersebut membuka tabir takdir mereka, memicu penyembuhan luka lama sekaligus memulai petualangan penuh bahaya demi memburu pusaka gaib. Kini, keduanya harus menghadapi misteri semesta demi menentukan masa depan mereka.
Sampul Novel Jadi Korban Kelalaian Orang Tuaku
9.6
Seorang gadis diculik dan disiksa oleh musuh ayahnya yang ingin balas dendam. Saat pembunuh menghubungi sang ayah yang merupakan kapten polisi, panggilan itu diabaikan demi menemani sang adik di sebuah lomba. Korban pun tewas mengenaskan setelah lidahnya dipotong. Ketika sang ayah dan ibu yang seorang ahli forensik tiba di TKP untuk menyelidiki kasus ini, mereka mengutuk kekejaman pelaku. Tragisnya, mereka sama sekali tidak menyadari bahwa jasad hancur yang sedang mereka periksa adalah putri kandung mereka sendiri.
Sampul Novel Kuakhiri Dendam Ini
9.0
Kebahagiaan Anisa menyambut kepulangan Barry dari luar negeri sirna seketika. Saat membuka koper sang suami, ia justru menemukan sesosok mayat wanita cantik yang tak bernyawa. Penemuan mengerikan ini seketika merusak ketenangan hidupnya dan memicu kekacauan besar di rumah mereka. Kini, Anisa terperangkap dalam pusaran misteri gelap yang mengancam keselamatan jiwanya.
Sampul Novel Menceraikan Suamiku yang Kejam
8.7
Setelah teman masa kecil suaminya menabrak mati orang tuanya saat mabuk, Yulia berniat melapor ke polisi. Namun, sang suami justru menyekapnya di ruang bawah tanah yang gelap selama tiga tahun penuh siksaan. Setiap kali disiksa, pria itu selalu bertanya apakah Yulia masih menyimpan kebencian. Demi kebebasannya, Yulia akhirnya menyerah dan memohon ampun melalui telepon. Begitu berhasil keluar dari kegelapan tersebut, Yulia menolak suaminya dan meminta perceraian, keputusan yang justru membuat pria kejam itu kehilangan akal sehatnya.