APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Saya Menjadi Istri Kontraknya, Tapi Dia Ingin Selamanya

Saya Menjadi Istri Kontraknya, Tapi Dia Ingin Selamanya

Gianna terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Tristan, pria dari masa lalunya, demi membiayai pengobatan sang nenek. Ia mengira ikatan ini murni transaksi bisnis yang akan selesai tepat waktu. Namun, Tristan sebenarnya telah mencintainya diam-diam selama sepuluh tahun. Ketika Gianna bersiap melangkah pergi karena merasa hanya sebagai pengganti, Tristan menolak melepasnya dan menegaskan bahwa ia menginginkan Gianna selamanya.
Bab
Bagikan

Bab 2

Kesadaran kembali merayapi pikiran Gianna bagaikan air pasang yang naik perlahan, menyapu serpihan-serpihan kejadian malam sebelumnya. Dia duduk terpaku, tertegun sesaat ketika rasionalitasnya kembali dan kenangan membanjiri kesadarannya.

Nenek tercintanya jatuh sakit parah dan dilarikan ke unit perawatan intensif tiga kali. Setiap hari biaya pengobatan bertambah banyak dan jauh di luar kemampuan finansialnya, sehingga terciptalah jurang pemisah antara kebutuhan neneknya dan kemampuannya untuk memenuhinya.

Didorong oleh keputusasaan, Gianna mendekati ayahnya yang terasing untuk meminta bantuan. Tanggapannya telah menghancurkannya—dia menuntut agar dia tidur dengan seorang sutradara film sebagai imbalan untuk menutupi biaya pengobatan, sehingga saudara tirinya dapat memulai karier hiburannya.

Demi neneknya, Gianna telah menelan harga diri dan martabatnya, dengan berat hati menyetujui pengaturan tersebut. Di apartemen direktur, dia terlambat menyadari bahwa anggurnya telah dicampur dengan obat bius.

Sutradara itu menatapnya dengan tajam, dengan kasar mengumumkan bahwa dia adalah seseorang yang bisa dia tiduri tanpa bayaran dan bahwa dia cukup bodoh untuk mempercayai janji kosong.

Kebenaran yang menghancurkan itu terungkap pada saat itu juga—ayah dan ibu tirinya tidak pernah berniat membantu biaya pengobatan neneknya. Mereka hanya ingin mengeksploitasi tubuhnya sebagai mata uang untuk memajukan ambisi saudara tirinya.

Saat sutradara itu sempat teralihkan, Gianna memanfaatkan kesempatan itu, melarikan diri dengan panik namun malah bertabrakan dengan pria yang berdiri di hadapannya—orang asing yang menjadi penyelamatnya yang tak terduga.

Dan sekarang, pria yang sama ini mengaku ingin bertanggung jawab atas apa yang terjadi tadi malam.

Gianna menundukkan pandangannya, suaranya nyaris berbisik. "Tadi malam, kita..."

"Kami tidur bersama."

Kata-kata sederhana itu membuat wajah Gianna memanas, rasa malu mewarnai pipinya.

Setelah menenangkan diri, dia melanjutkan, "Terima kasih telah membantu saya, Tuan, tetapi Anda tidak berutang apa pun kepada saya. "Mari kita berpura-pura kejadian tadi malam tidak pernah terjadi."

Dia meraih kemeja yang terletak di samping tempat tidur, dan buru-buru menariknya menutupi tubuh bagian atasnya yang terbuka.

Tristan memperhatikan wanita pemalu di hadapannya, pikirannya tanpa sadar memutar kembali momen-momen intim dari malam sebelumnya—tarikan lembut wanita itu, sensasi tubuh wanita itu menempel pada tubuhnya. Tenggorokannya bergetar saat dia menelan ludah dengan susah payah.

Menyadari tatapannya yang tak tergoyahkan, Gianna bergerak dengan tidak nyaman. "Tuan, bisakah Anda berbalik? "Saya harus berpakaian."

Kata-katanya menyadarkan Tristan kembali ke dunia nyata. Dia berdeham dan melangkah keluar dari kamar tidur, memberikan privasi padanya.

Gianna menghela napas lega, lalu bergegas mengenakan pakaiannya. Dia menyisir rambutnya yang acak-acakan dengan jari, berusaha menata penampilannya di depan cermin, lalu keluar dari kamar tidur.

Saat melewati Tristan, dia membungkuk sekali lagi sebagai tanda terima kasih dan berjalan menuju pintu keluar.

"Tunggu." Suara Tristan menghentikannya tepat saat tangannya mencapai pintu.

Dia berbalik, sekilas kewaspadaan terlihat di matanya. "Apakah ada hal lainnya, Tuan?"

Pandangannya terpaku padanya, tak tergoyahkan. "Aku bersungguh-sungguh dengan apa yang kukatakan—aku ingin bertanggung jawab atas apa yang terjadi. Jangan cepat-cepat mengabaikannya. Jika kau berubah pikiran, datanglah temui aku."

Gianna mengamatinya, keraguan menyelimuti pikirannya. Seorang pria yang ngotot ingin menolong seorang wanita yang hampir tidak dikenalnya? Itu bertentangan dengan semua yang diajarkan kepadanya untuk dipercayai.

Ayahnya telah berselingkuh dari ibunya. Neneknya juga telah dikhianati oleh seorang pria. Dia tumbuh dengan keyakinan bahwa pria tidak dapat dipercaya.

Menekan emosi yang berputar-putar dalam dirinya, Gianna menggelengkan kepalanya. "Itu tidak perlu. "Kita tidak akan bertemu lagi."

Tristan tetap diam, memperhatikan saat dia berbalik dan berjalan pergi. Saat dia menatap sosoknya yang menjauh, ada kasih sayang di matanya.

Setelah bertahun-tahun, dia tidak mengenalinya lagi.

...

Udara malam menyambut Gianna saat dia melangkah keluar apartemen.

Untuk pertama kali dalam hidupnya, dia merasa benar-benar tersesat. Dilucuti kendalinya, dikhianati oleh ayahnya sendiri, dan kini, dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa ia telah kehilangan sesuatu yang tidak akan pernah bisa didapatkannya kembali.

Tetapi tidak ada waktu untuk memikirkan rasa sakit. Neneknya sedang menunggunya.

Setelah pertimbangan matang, Gianna dengan enggan menghubungi nomor Aaron Fletcher. Di saat yang putus asa ini, Aaron menjadi satu-satunya penyelamat yang mungkin baginya.

Aaron adalah satu-satunya yang disebut temannya di kota ini.

Yang paling penting, Aaron juga adalah pria yang pernah menyelamatkan hidupnya.

Dia selalu menganggap Aaron dekat di hatinya, dan jika bukan karena kondisi neneknya yang kritis dan rencana jahat ayahnya, dia tidak akan pernah meminta bantuan Aaron.

Sambungan telepon itu disambung dengan alunan musik yang berirama, diikuti oleh suara Aaron yang terdengar malas. "Gianna, aku di Klub Moonview. Jika Anda membutuhkan sesuatu, datanglah ke sini."

Sebelum Gianna dapat menjawab, sambungan telepon terputus.

Dia berdiri tak bergerak, gelombang kepahitan melandanya.

Sejak masa SMA mereka hingga sekarang—tujuh tahun yang panjang—Aaron memperlakukannya dengan sikap acuh yang sama, memanggilnya kapan saja ia mau dan membuangnya begitu saja.

Namun di saat putus asa ini, Aaron tetap menjadi satu-satunya harapannya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dia Mengambil Rumah, Mobil, Dan Hatiku
8.4
Saat cinta lama Kevin kembali, ia memilih menceraikan Flora. Bukannya menangis, Flora justru menuntut vila, mobil mewah, serta setengah dari total harta mereka. Kevin terkejut dan baru menyadari bahwa sang istri adalah sosok genius yang selama ini mengatur kesuksesan finansialnya. Sadar telah kehilangan pilar penting dalam hidup dan bisnisnya, kini Kevin harus berjuang keras demi mendapatkan kembali hati Flora yang telah ia lepaskan.
Sampul Novel Dibiarkan Mati: Dosa Gembong Mafia
8.6
Suamiku, bos mafia Jakarta, enggan punya anak denganku. Rahasia kelamnya terbongkar: ia punya putra dari musuh kami. Kebengisannya membuatku keguguran, lalu selingkuhannya melempar jasadku ke jurang. Berhasil selamat, aku bangkit sebagai arsitek ternama dunia. Saat aku tampil di televisi, sang gembong mafia yang dulu menghancurkan dan membiarkanku mati kini bersujud memohon maaf di kakiku.
Sampul Novel Diperas Mafia Tengil
8.6
Nasib malang menimpa Rania. Usai gagal menikah, ia diceraikan karena tidak bisa memberi anak lelaki. Rencana mengundurkan diri sebagai asisten pribadi pun kacau saat bosnya yang seorang mafia, Radin, malah memerasnya. Anehnya, Radin justru melindungi Rania dan putrinya dari usikan sang mantan suami. Sikap kontradiktif ini membuat Rania bingung. Rupanya, Radin menyimpan rahasia besar masa lalu yang menjadi alasan di balik kebaikan tersebut.
Sampul Novel Gairah Liar Atasanku
9.1
Demi membiayai pengobatan sang suami, Renata terpaksa menyerahkan kesuciannya kepada Dion, bosnya sendiri. Transaksi satu miliar ini awalnya disepakati hanya untuk satu malam, namun Dion terus menuntut lebih. Hubungan intim yang terus berlanjut itu perlahan menumbuhkan cinta terlarang di antara mereka. Di sisi lain, Vera dan Andika harus menelan pil pahit saat menyadari bahwa pasangan mereka telah mengkhianati pernikahan demi memuaskan gairah tersebut.
Sampul Novel Lidah Menantu
9.5
Sikap santun sang menantu rupanya hanya topeng. Kini, Mak Esah harus menghadapi lisan tajam dan perilaku tidak sopan dari istri anaknya tersebut. Di balik perubahan drastis ini, Mak Esah mencium adanya sebuah rahasia besar yang sengaja ditutupi darinya. Konflik batin dan ketegangan di antara mereka pun kian memuncak. Sanggupkah Mak Esah bertahan dari tekanan mental yang menderanya? Mampukah semua misteri dan kebenaran yang tersembunyi akhirnya terbongkar?
Sampul Novel MAIN HATI
9.0
Kisah cinta Lila dan Dev kini terjebak dalam pusaran konflik batin yang semakin rumit. Hubungan mereka dihadapkan pada dilema besar karena keduanya kesulitan menyelaraskan perasaan dengan kenyataan hidup yang harus dihadapi. Di tengah keraguan yang terus menyiksa, mereka dipaksa mencari jawaban atas kelanjutan hubungan ini. Apakah perjuangan cinta mereka akan membuahkan kebahagiaan bersama, atau justru berujung pada perpisahan yang meninggalkan luka mendalam?