APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Satu Malam Dengan Adik Ipar

Satu Malam Dengan Adik Ipar

Rencana Rani merayakan tiga tahun pernikahan hancur karena Arman tidak kunjung pulang. Saat terjaga, ia justru terkejut mendapati adik iparnya, Rafka, ada di sisinya. Ketegangan pun menyelimuti mereka, terlebih setelah Rani membongkar pengkhianatan suaminya yang berselingkuh. Di tengah luka hati yang mendalam, Rani kini terjebak dalam dilema besar. Ia bimbang antara mempertahankan komitmen lamanya atau menyambut ketertarikan tak terduga pada Rafka yang selalu hadir mendampinginya.
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari-hari berlalu, namun suasana di rumah Rani tetap canggung. Meski Arman kembali ke rumah, ada jarak yang semakin terasa di antara mereka. Rani, yang semula berharap bisa merayakan ulang tahun pernikahan mereka dengan penuh cinta, kini hanya bisa menatap Arman dari kejauhan. Dia merasa terjebak dalam dunia yang bukan miliknya, di mana kebahagiaan yang dulu ia rasakan seolah hanya kenangan samar yang perlahan memudar.

Arman tampak seperti biasa-penuh senyum dan kata-kata manis, namun setiap kali Rani melihatnya, ada sesuatu yang hilang. Sesuatu yang dulu ada di antara mereka, yang sekarang terasa seperti sebuah ilusi. Rani mencoba untuk berbicara, untuk mengungkapkan kekhawatirannya, tapi setiap kali dia mulai berbicara, Arman selalu mengalihkan perhatian, seolah takut menghadapi kenyataan yang mungkin bisa menghancurkan segala yang telah mereka bangun.

Pagi itu, setelah beberapa hari diam-diam merasakan ketegangan yang semakin meningkat, Rani memutuskan untuk mencoba lagi. Dia harus bertanya. Ada terlalu banyak pertanyaan yang belum terjawab. Ada terlalu banyak perasaan yang terkubur tanpa solusi.

"Arman," suara Rani terputus, hampir tenggelam oleh ketegangan yang melingkupi mereka. Dia berdiri di ruang makan, menatap suaminya yang sedang membaca koran, seolah tak menyadari apa yang sedang terjadi di antara mereka. "Aku perlu tahu. Apa yang sebenarnya terjadi?"

Arman menurunkan koran dengan pelan, matanya bertemu dengan mata Rani. Namun, dalam tatapan itu, Rani melihat sesuatu yang tidak biasa-sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan. Arman menatapnya sejenak, lalu menghela napas panjang.

"Ada banyak hal yang harus kita bicarakan, Rani," kata Arman dengan suara datar, seolah sudah menyiapkan jawaban yang tak ingin didengarkan. "Tapi aku tidak tahu harus mulai dari mana."

Rani merasakan hatinya semakin tercekik. "Kenapa kamu menghindar? Kenapa aku merasa seperti aku tidak mengenalmu lagi?" tanyanya, suaranya hampir pecah. Semua perasaan yang selama ini ia tahan meledak begitu saja. "Apa yang terjadi, Arman? Apa yang membuatmu menjauh dariku? Kenapa malam itu, di ulang tahun pernikahan kita, kamu memilih untuk pergi dan mengabaikan aku? Kamu membuatku merasa seperti... seperti aku tidak berarti apa-apa bagimu."

Arman terdiam. Rani bisa melihat ada keraguan di matanya, sebuah kebingungan yang membuat jantungnya semakin berdebar. Lalu, tanpa diduga, Arman berdiri, berjalan menuju jendela dan menatap keluar dengan pandangan kosong.

"Rani, aku... aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Kadang, hidup ini tidak selalu sesuai dengan apa yang kita harapkan. Ada hal-hal yang harus aku selesaikan, hal-hal yang... yang tidak bisa kamu pahami," jawab Arman, suaranya kini terdengar lebih lemah, namun Rani bisa merasakan ada kepura-puraan dalam kata-katanya.

"Hal-hal apa, Arman?" tanya Rani, suaranya semakin tinggi, semakin penuh dengan rasa sakit. "Hal apa yang lebih penting dari aku? Dari hubungan kita?"

Rani melangkah mendekat, matanya penuh dengan air mata yang hampir tumpah. Arman memalingkan wajahnya, berusaha menghindari tatapan Rani yang penuh dengan pertanyaan, penuh dengan keresahan. Namun Rani tahu, bahwa jawabannya bukan hanya ada pada kata-kata Arman, tetapi juga pada segala yang telah ia sembunyikan.

Dan saat itulah, seperti petir yang menyambar, Rani mulai merasakan ada sesuatu yang sangat salah. Arman tidak bisa menatapnya, tidak bisa memberikan jawaban yang jelas. Dan di dalam hatinya, Rani tahu bahwa ada sesuatu yang lebih besar yang terjadi, sesuatu yang telah meruntuhkan segalanya.

"Jangan berpura-pura lagi, Arman," kata Rani, suaranya menggetar. "Aku tahu ada sesuatu yang kamu sembunyikan. Aku merasa seperti aku telah menjadi orang bodoh yang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi."

Tiba-tiba, pintu depan rumah terbuka, dan Rafka masuk. Rani menoleh ke arahnya, dan untuk sejenak, hatinya merasa lebih tenang dengan kehadiran adik iparnya itu. Namun, saat Rafka melihat ekspresi wajah Rani yang penuh ketegangan, dan Arman yang tampak gelisah, ia menyadari bahwa ada sesuatu yang sangat salah.

"Rani, Arman... ada apa?" tanya Rafka dengan nada khawatir. Namun, tanpa menunggu jawaban, matanya menangkap sesuatu yang berbeda. Arman terlihat sangat cemas, dan Rani tampak seperti seseorang yang sedang dihancurkan oleh perasaan yang tak terungkapkan.

Rani menatap Rafka sejenak, lalu dengan suara yang hampir tak terdengar, ia berkata, "Rafka, aku... aku merasa seperti semuanya runtuh. Aku... aku merasa seperti Arman sudah tidak ada lagi di sini, di dalam hatiku."

Rafka menatapnya dengan tatapan penuh empati, lalu perlahan-lahan berjalan mendekat, duduk di samping Rani. "Aku di sini, Rani. Jika kamu butuh berbicara, aku ada. Aku tahu semuanya terasa sulit, tapi jangan biarkan dirimu hancur."

Namun, dalam hati Rani, ada sebuah pertanyaan yang terus menghantui: Bagaimana bisa dia mencintai seseorang yang mungkin telah meninggalkannya jauh sebelum ia menyadarinya?

Di saat yang sama, Arman berjalan keluar dari ruangan tanpa sepatah kata pun, meninggalkan Rani dan Rafka dengan kesunyian yang semakin dalam. Rani menatap pintu yang tertutup, perasaan terluka semakin memuncak. Ia merasa seperti dikhianati, tidak hanya oleh suaminya, tetapi juga oleh dirinya sendiri, yang terlalu lama menutup mata terhadap kenyataan.

Rafka, yang duduk di sampingnya, merasakan ada sesuatu yang lebih dari sekadar simpati. Ada sebuah perasaan yang mulai tumbuh di dalam hatinya-perasaan yang lebih dari sekadar perhatian seorang saudara. Rani, yang selama ini terlihat begitu kuat, kini tampak rapuh, dan dalam kekuatan yang ia miliki, Rafka merasa seperti ia harus melindungi Rani dari segala hal yang bisa menghancurkannya lebih jauh lagi.

"Rani," suara Rafka pecah di antara keheningan. "Aku tahu ini berat untukmu. Tapi aku ingin kamu tahu bahwa aku ada di sini. Aku... aku tidak bisa membiarkanmu merasakan semua ini sendirian."

Rani menoleh, dan untuk pertama kalinya, ia melihat Rafka dengan cara yang berbeda. Ada sesuatu dalam tatapan itu-sesuatu yang lebih dari sekadar rasa sayang terhadap keluarga. Dalam sesaat yang singkat, Rani merasa seperti ada seseorang yang memahami apa yang ia rasakan lebih dari siapa pun.

Namun, meskipun Rafka berusaha memberikan kenyamanan, Rani tidak bisa mengabaikan perasaan yang kini tumbuh di dalam dirinya-perasaan yang mengganggu, yang membuat hatinya semakin berat.

Dalam diam, Rani merasa terjebak antara dua dunia: dunia yang ia bangun bersama Arman, yang kini terlihat hancur, dan dunia yang perlahan-lahan terbuka di hadapannya, yang penuh dengan perasaan yang tak terungkapkan. Dan di tengah-tengah semuanya, perasaan itu tumbuh perlahan, tanpa bisa ia cegah.

Cinta. Pengkhianatan. Pilihan.

Di persimpangan ini, Rani tahu bahwa keputusan yang harus diambil tidak akan pernah mudah. Tetapi entah kenapa, perasaan yang semakin mendalam antara dirinya dan Rafka membuatnya merasa seperti ada yang menariknya menuju arah yang tidak bisa ia jelaskan.

Dan untuk pertama kalinya, Rani merasa terjebak, tidak hanya antara dua pria, tetapi antara cinta yang hilang dan pengkhianatan yang semakin nyata.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel BAYANGAN CINTA DI MASA SILAM
9.5
Mobil Alia melaju pelan menyusuri jalan berliku di tengah kebun teh yang membentang luas. Aroma tanah basah dan pucuk daun berpadu embun pagi yang dingin langsung memicu ingatan masa lalunya. Setelah bertahun-tahun hidup di perantauan, barulah kali ini ia kembali ke kampung halaman. Perjalanan pulang tersebut bukan sekadar kepulangan biasa, melainkan sebuah momen untuk kembali berhadapan dengan kenangan lama yang sempat ia tinggalkan dahulu.
Sampul Novel Bismillah, Aku Ikhlas
8.2
Pernikahan yang didambakan harmonis justru berujung pilu akibat lisan tajam sang ibu mertua. Setiap hari, seorang istri harus menahan tuduhan mandul dan cercaan atas pernikahan mereka, sembari memikul beban urusan domestik yang tiada henti. Tekanan batin kian berat saat ia terus dituntut segera menghadirkan cucu. Di tengah perlakuan semena-mena ini, ia kini berada di titik krusial untuk menentukan pilihan: tetap berjuang bertahan atau menyudahi segalanya.
Sampul Novel Love U Eternally
8.9
Takdir mempertemukan seorang manusia biasa dengan vampir misterius dalam ikatan cinta yang mendalam. Menembus batas hidup dan mati, romansa mereka dipenuhi pengorbanan besar akibat perbedaan kodrat yang nyata. Hubungan ini menghadapi berbagai rintangan, baik dari dunia nyata maupun kekuatan supranatural. Kisah ini menyoroti perjuangan gigih mereka demi mempertahankan cinta abadi yang telah mempersatukan dua jiwa yang berbeda ini.
Sampul Novel Pembalasan Anak Laki-lakiku
9.6
Dulu, seorang suami tega mengingkari janji pernikahan demi wanita lain, lalu membuang istri dan putranya tanpa iba. Kini, waktu telah berganti dan menyeretnya ke titik nadir. Di masa tua yang semestinya tenang, pria itu bersama kekasih barunya justru terjebak dalam penderitaan yang mendalam. Mereka harus menjalani hidup yang kelam, membayar lunas semua luka masa lalu akibat karma yang kini datang menuntut balas secara perlahan.
Sampul Novel Pengawalku Ternyata Seorang Dewa kehancuran
8.1
Kehidupan mewah Tanya Quinn hancur seketika setelah keluarganya habis dibantai dalam sebuah serangan. Demi bertahan hidup dari kekejaman dunia luar, gadis cantik ini terpaksa melarikan diri ke Hutan Malapetaka yang terkenal sangat mematikan. Di ambang kematiannya, ia justru diselamatkan oleh pria asing tanpa busana yang misterius. Kini, di tengah rasa duka dan hasrat membalas dendam, Tanya harus menghadapi sosok tersebut. Apakah pria ini bahaya baru atau pelindung baginya?
Sampul Novel Tiga Tahun Menjadi Pengganti, Satu Hari Hancur
9.4
Arina menghabiskan tiga tahun dalam pernikahan dingin sebagai sosok pengganti tanpa rasa bahagia. Asa yang ia pupuk akhirnya hancur saat Rafael memilih menceraikannya demi sang mantan kekasih, Nadira, yang tiba-tiba kembali. Walau dulu pergi tanpa kabar, Rafael tetap bersikeras menikahi Nadira. Kini, Arina harus memilih: terus bertahan dalam hubungan tanpa cinta atau merelakan sang suami kembali ke pelukan masa lalunya.