APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Satu Malam Dengan Adik Ipar

Satu Malam Dengan Adik Ipar

Rencana Rani merayakan tiga tahun pernikahan hancur karena Arman tidak kunjung pulang. Saat terjaga, ia justru terkejut mendapati adik iparnya, Rafka, ada di sisinya. Ketegangan pun menyelimuti mereka, terlebih setelah Rani membongkar pengkhianatan suaminya yang berselingkuh. Di tengah luka hati yang mendalam, Rani kini terjebak dalam dilema besar. Ia bimbang antara mempertahankan komitmen lamanya atau menyambut ketertarikan tak terduga pada Rafka yang selalu hadir mendampinginya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Rani duduk di sofa, menatap layar ponselnya yang sepi. Sudah tiga tahun berlalu sejak hari pernikahannya dengan Arman, dan malam ini ia telah mempersiapkan segala sesuatu dengan penuh harapan. Ia ingin membuat malam ini spesial-untuk mereka, untuk cinta mereka yang sudah tumbuh dan berkembang selama ini. Semua detil sudah disiapkan: makan malam yang sempurna, lilin-lilin yang remang, dan bahkan playlist lagu yang Arman sukai. Segala sesuatunya sudah diatur dengan hati-hati.

Namun, yang ia tunggu-tunggu tak kunjung datang.

Jam dinding di ruang tamu sudah menunjukkan pukul 10 malam, dan Rani mulai merasakan kegelisahan di dadanya. Ia mengirimkan pesan singkat kepada Arman: "Kapan kamu pulang? Aku menunggumu." Tapi balasan yang diterima hanya membuat hatinya semakin cemas: "Maaf, ada urusan penting, kita rayakan nanti."

Tulang belakangnya terasa kaku, dan ketegangan di tubuhnya semakin menebal. Sebuah perasaan aneh mulai merayapi hatinya-perasaan yang sudah beberapa kali ia rasakan dalam beberapa minggu terakhir: ketidakpastian. Arman, suaminya, yang selama ini selalu ada untuknya, kini sepertinya begitu jauh. Rasanya seperti ada tembok tak terlihat yang menghalangi mereka berdua. Dia tak pernah pulang lebih lama dari biasanya, dan ketika dia di rumah, sering kali hanya ada jarak di antara mereka, seperti dua orang asing yang saling berbagi ruang tanpa bisa berbicara.

Rani menghela napas, berusaha mengusir perasaan tak nyaman itu. Mungkin ini hanya perasaan sesaat. Mungkin Arman memang sibuk, atau ada masalah yang belum bisa dia ceritakan padanya. Rani mencoba menenangkan diri, merapikan gaun tidur yang sudah ia kenakan sejak tadi sore. Ia menatap dirinya di cermin, melihat bayangannya yang agak lusuh. Pikirannya kembali melayang pada malam-malam indah yang dulu mereka lewati bersama. Namun malam ini berbeda. Semuanya terasa sunyi.

"Dia pasti akan pulang sebentar lagi," pikirnya, mencoba meyakinkan diri sendiri. Namun, setiap detik yang berlalu semakin membuat hatinya merasa kosong.

Sudah hampir jam 11 malam, dan Rani mulai merasa bahwa dia terlalu lelah untuk terus menunggu. Matanya terasa berat, tubuhnya pun mulai lemas, namun dia enggan untuk tidur. Tidak, dia harus menunggu. Ini malam mereka, dan ia ingin membuat semuanya sempurna. Tapi akhirnya, rasa kantuk yang tak tertahankan menghampirinya, membuatnya terlelap tanpa bisa menahan lagi.

Ketika Rani terbangun, semuanya terasa kabur. Dia merasakan sesuatu yang aneh di sekitarnya-suasana yang tidak biasa. Badannya terbaring di atas kasur yang terasa lembut, jauh lebih empuk daripada sofa tempat ia sebelumnya terlelap. Perlahan-lahan, dia membuka matanya. Lalu, pandangannya tertuju pada sosok yang terbaring di sampingnya.

Rani terlonjak, perasaan bingung dan terkejut datang begitu cepat. Bukan Arman yang ia temukan di sampingnya, melainkan Rafka, adik Arman yang selama ini sering datang untuk mengunjungi mereka. Rafka-pria muda yang selalu ramah dan penuh perhatian, namun tidak pernah sedekat ini. Rani merasakan dadanya berdebar, jantungnya seakan berlari lebih cepat.

"Rafka?" suara Rani keluar serak, hampir tak percaya.

Rafka membuka matanya perlahan, tampak bingung sejenak, sebelum menyadari keadaan mereka. "Rani? Kenapa...?" jawabnya dengan suara terkejut. Namun, begitu melihat Rani yang tampak sangat bingung dan panik, ia segera duduk, menatap Rani dengan wajah penuh kekhawatiran. "Aku... aku nggak tahu. Aku pasti salah kamar atau..." katanya terbata-bata, mencoba menjelaskan, namun kata-katanya terasa kaku di udara yang berat itu.

Rani, yang semula terdiam, mulai merasa kebingungannya semakin dalam. Matanya beralih ke sekeliling ruangan yang tampak familiar, namun ada sesuatu yang terasa aneh. Dia mencoba mengingat-ingat, mencoba mencari tahu bagaimana bisa Rafka ada di sini, di tempat tidur yang sama sekali bukan miliknya.

Tiba-tiba, ponsel Rani berdering. Dengan tangan gemetar, dia meraihnya, berharap itu adalah Arman. Tapi, yang muncul justru sebuah pesan singkat yang membuat hatinya semakin tercekik. "Maaf, ada urusan penting. Kita rayakan nanti."

Rani terdiam, matanya membesar, dan untuk sejenak, semua suara di sekelilingnya hilang. Hanya ada rasa sakit yang mengisi dadanya, membuatnya terengah-engah. Kenapa? Kenapa Arman tidak ada di sini saat ia sangat mengharapkannya? Kenapa dia malah mengirimkan pesan seperti itu? Rani merasa hatinya dipenuhi dengan kebingungan yang luar biasa, perasaan terabaikan yang tak bisa ia jelaskan.

"Rani, aku... aku nggak tahu bagaimana bisa aku bisa ada di sini," kata Rafka lagi, suaranya lembut, namun Rani bisa merasakan ketegangan di sana. "Aku... Aku pikir aku masuk ke kamar Arman dan tertidur karena kelelahan. Maaf, aku nggak bermaksud..."

Rani mengangkat tangannya, mencoba menenangkan dirinya sendiri. "Tidak masalah," jawabnya, suaranya terdengar pelan dan terputus-putus. "Mungkin aku yang salah. Mungkin aku juga terlalu lelah." Namun dalam hati, Rani merasa sesuatu yang lebih dalam. Sebuah perasaan yang tak bisa ia bantah. Rafka, dengan kehadirannya yang tak terduga, entah mengapa menjadi satu-satunya orang yang membuatnya merasa sedikit lebih baik, meski canggung dan penuh tanya.

Rani menatap Rafka, masih tidak mengerti bagaimana bisa semua ini terjadi. Suaminya yang seharusnya berada di sisinya kini jauh di luar sana, dan dia malah terbangun dengan Rafka, adik Arman, yang ternyata sudah beberapa kali hadir dalam kehidupannya tanpa ia sadari betapa besar pengaruhnya.

"Aku... aku akan ke ruang tamu sebentar," ujar Rani, berusaha menjauh dari keheningan yang berat di kamar tidur itu. "Aku butuh waktu untuk berpikir."

Rafka hanya mengangguk pelan, tampak bingung namun tidak bisa berbuat banyak. Saat Rani beranjak, ia merasa seolah ada tembok tak terlihat yang membatasi mereka berdua, meskipun keduanya sama-sama berusaha mengabaikan kenyataan yang tak pernah mereka duga ini.

Ketika Rani keluar dari kamar tidur, perasaan kosong itu semakin menghantui. Begitu banyak pertanyaan yang tak bisa ia jawab, dan kebingungannya semakin dalam seiring dengan perasaan tak terungkapkan yang mulai tumbuh di antara dirinya dan Rafka.

Untuk malam itu, semua terasa begitu asing-seperti mimpi yang tak bisa ia pahami. Namun satu hal yang pasti: malam ini, segala sesuatunya berubah, dan tidak ada jalan kembali.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dangerous Girl
9.7
Pasca tragedi berdarah yang merenggut keluarganya demi harta, Aliya yang dahulunya lembut kini berubah menjadi sosok pembawa maut demi menuntut balas. Di tengah misteri sekolah yang pelik, ia bertekad menguak dalang kejahatan itu. Misi ini membawanya mencari Samudra, pemuda bermata biru yang kini asing padanya. Walau terus ditolak dan nyawanya terancam oleh badai rahasia besar, Aliya tak gentar. Baginya, utang darah atas keluarganya wajib dibayar tuntas.
Sampul Novel Mendadak Dinikahi Om-Om
9.6
Demi membiayai pengobatan sang ibu setelah kecelakaan tragis, Nala terpaksa menyetujui pernikahan darurat dengan Bastian Wilantara, pria asing yang menyelamatkannya. Seiring waktu, pernikahan yang semula dingin mulai diwarnai perasaan cinta. Namun, kedamaian itu terusik ketika Nala menemukan rahasia mencurigakan yang disembunyikan Bastian. Begitu motif asli di balik pernikahan mereka terungkap, Nala kini dihadapkan pada pilihan sulit untuk bertahan atau pergi.
Sampul Novel Pengawalku Ternyata Seorang Dewa kehancuran
8.1
Kehidupan mewah Tanya Quinn hancur seketika setelah keluarganya habis dibantai dalam sebuah serangan. Demi bertahan hidup dari kekejaman dunia luar, gadis cantik ini terpaksa melarikan diri ke Hutan Malapetaka yang terkenal sangat mematikan. Di ambang kematiannya, ia justru diselamatkan oleh pria asing tanpa busana yang misterius. Kini, di tengah rasa duka dan hasrat membalas dendam, Tanya harus menghadapi sosok tersebut. Apakah pria ini bahaya baru atau pelindung baginya?
Sampul Novel Penyesalan Ibu Mertua
9.5
Febri mendesak Yusuf memilih antara dirinya atau ibunya sendiri. Kehadiran Ibu Sella merusak keharmonisan pernikahan mereka hingga berujung pada perceraian. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, akankah Ibu Sella memahami kewajiban Yusuf sebagai suami? Simak perjuangan emosional Febri menghadapi pahitnya menjadi menantu di kediaman keluarga suaminya.
Sampul Novel Putri Yang Ditukar
8.8
Dibuang sejak kecil ke panti asuhan, Syaqilla harus menghadapi kenyataan pahit saat ibu kandungnya kembali. Alih-alih kasih sayang, kepulangan sang ibu justru membawa penderitaan baru. Dua tahun kemudian, ia bahkan tega menjual Syaqilla kepada rentenir demi melunasi tumpukan utangnya. Mengapa sang ibu begitu membencinya hingga merusak masa depannya? Kini, Syaqilla terjebak dalam dilema batin antara bakti anak dan kepedihan yang mendalam.
Sampul Novel Tak Bisa Lepas Dari Tuan Muda.
9.0
Pernikahan impian Jesslyn hancur seketika saat sang kekasih absen di hari bahagia mereka. Keadaan kian memburuk ketika Max menuduhnya telah meracuni makanannya dengan zat terlarang. Kecewa berat karena difitnah dan tidak dipercayai, Jesslyn memutuskan pergi dan mengakhiri hubungan mereka selamanya. Meski terluka, ia bersumpah tak akan kembali dan yakin Max akan sangat menyesal saat kebenaran di balik semua ini akhirnya terungkap.